Anda di halaman 1dari 18

FEMINISME

Kelompok 3

PENGERTIAN

CIRI CIRI

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

FEMINISME

SEJARAH

ALIRAN IDEOLOGI FEMINISME

PENGERTIAN
Feminis berasal dari kata femme (woman, berarti perempuan (tunggal) yang berjuang untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan (jamak), sebagai kelas sosial. Dalam pengertian yang luas, feminis adalah gerakan kaum wanita untuk menolak segala sesuatu yang dimarginalisasikan, disubordinasikan, dan direndahkan oleh kebudayaan dominan, baik dalam politik dan ekonomi maupun kehidupan sosial pada umumnya.

CIRI FEMINISME
Menyadari akan adanya ketidakadilan gender Memaknai bahwa gender bukan sebagai sifat kodrati Memperjuangkan adanya persamaan hak.

SEJARAH FEMINISME
1. Sejarah Ideologi Feminisme dalam Lingkup Dunia Feminisme sebagai suatu pemikiran dan gerakan lahir di sekitar abad ke-18, tepatnya setelah Revolusi Amerika (1776) dan Revolusi Perancis (1792) Pada masa ini, perempuan tidak memiliki hak-hak seperti : Hak mendapat pendidikan, Hak memilih dan dipilih (hak politik), Hak memasuki lapangan pekerjaan di masyarakat, khususnya pada perempuan dari kelas menengah atas, Hak atas harta milik,

Tokoh pemikir yang berpengaruh dan berperan dalam mendorong kesadaran akan nasib perempuan pada saat itu adalah Mary Wallstonecraft dari Inggris. Dalam sejarah gerakan terdapat satu gerakan perempuan yang dilandasi oleh gagasan sosialis dengan tokoh pemikir seperti Clara Zetkin (1857-1933) dan Charlotte Perkin Gilman ( 1860-1935). Pada abad ke-21 ini, perempuan telah menikmati hasil perjuangan gerakan feminisme.

2. Sejarah Feminisme di Indonesia Emansipasi diilhami oleh perjuangan Kartini pada akhir abad ke 19 Gerakan feminisme di Indonesia ditandai dengan munculnya beberapa tokoh perempuan yang rata-rata berasal dari kalangan atas, seperti: Kartini, Dewi Sartika, Cut Nya Dien dan lain-lain. Mereka berjuang mereaksi kondisi perempuan di lingkungannya. masa Orde Lama, gerakan feminism terbilang cukup dinamis dan memiliki bargaining cukup tinggi. Akan tetapi, kondisi semacam ini mulai tumbang sejak Orde Baru (orba) berkuasa

ALIRAN FEMINISME
Ada beberapa aliran dari kaum feminis yang berkembang sampai saat ini: 1. Feminis Liberal Aliran feminisme liberal berakal dari filsafat liberalisme yang memiliki konsep bahwa kebebasan merupakan hak setiap individu. Teori ini dicetus oleh Naomi Wolf, menyatakan bahwa "Feminisme Kekuatan" merupakan solusi.

Feminisme liberal juga cenderung melihat gejala gejala yang menjadi sumber utama penindasan terhadap wanita, antara lain: Stereotipe gender dan devaluasi wanita. Pembagian tenaga kerja, ada klasifikasi pekerjaan perempuan dan pekerjaan laki laki. Rendahnya gaji yang diterima oleh perempuan. Pembatasan jabatan pada jabatan yang tinggi untuk perempuan. Kurangnya perawatan pada anak untuk ibu ibu yang bekerja diluar rumah. Pembatasan akan aborsi. Kurangnya dukungan pada wanita karir. Tingginya intensitas waktu yang dihabiskan untuk membereskan pekerjaan rumah dan merawat anak-anak.

2. Feminis Radikal Aliran ini muncul sebagai tanggapan atas kultur seksisme atau dominasi sosial berdasar jenis kelamin di Barat pada tahun 1960an, utamanya melawan kekerasan seksual dan industri pornografi.Aliran ini bertumpu pada pandangan bahwa penindasan terhadap perempuan terjadi akibat sistem patriarki (sistem yang berpusat pada laki-laki). Feminisme radikal mempermasahkan, antara lain, tubuh serta hak-hak reproduksi, seksualitas (termasuk lesbianisme), seksisme, relasi kuasa perempuan dan lski-laki dan dikotomi privatpublik.

3. Feminis Post Modern Aliran ini menganut ide yang anti absolut dan anti otoritas, berpendapat bahwa gender tidak bermakna identitas atau struktur sosial. 4. Feminis Anarkis Feminisme Anarkisme lebih bersifat sebagai suatu paham politik yang mencita-citakan masyarakat sosialis dan menganggap negara dan sistem patriaki-dominasi lelaki adalah sumber permasalahan yang sesegera mungkin harus dihancurkan. Feminisme anarkis ini menganggap Negara dan laki-laki adalah musuh utama kaum perempuan.

5. Feminis Marxis Aliran ini memandang masalah perempuan dalam kerangka kritik kapitalisme. Asumsinya sumber penindasan perempuan berasal dari eksploitasi kelas dan cara produksi 6. Feminis Sosialis Sebuah paham yang berpendapat Tak Ada Sosialisme tanpa Pembebasan Perempuan. Tak Ada Pembebasan Perempuan tanpa Sosialisme. Feminisme sosialis berjuang untuk menghapuskan sistem kepemilikan. Feminisme sosialis muncul sebagai kritik terhadap feminisme Marxis

7. Feminis Postkolonial Sesuai dengan namanya yaitu postcolonial, gerakan feminisme ini dilakukan oleh kaum perempuan di dunia ketiga yaitu kaum perempuan yang berada didaerah jajahan. Mereka mengadakan pergerakan untuk menuntut persamaan hak dan penghapusan penindasan gender. 8. Ekofeminisme Ekofeminisme salah satu cabang feminis gelombang ketiga yang mencoba menjelaskan keterkaitan alam dan perempuan terutama yang menjadi titik fokusnya adalah kerusakan alam yang mempunyai keterkaitan langsung dengan penindasan perempuan

Dalam Ekofeminisme perempuan ditempatkan sebagai sosok yang lain sejajar dengan sosok yang lainnya yang diabaikan dalam patriarkhi seperti kelompok ras berwarna, anak-anak, kelompok miskin dan alam. 9. Feminisme Multikultural dan Global Teori feminisme multikultural dan global mempunyai landasan pemahaman yang sama dengan teori feminisme postmodern yakni sama-sama melihat individu sebagai yang ter-fragmentasi. Tetapi ada beberapa perbedaan dari feminisme multikultural dan global, yaitu feminisme multikultural lebih mempermasalahkan ide bahwa ketertindasan perempuan itu satu definisi, artinya melihat ketertindasan perempuan hanya dalam satu aspek saja, yakni aspek seksisme mengabaikan aspek lainnya (kelas, pendidikan, umur, agama, dll).

Sedangkan feminisme global lebih menekankan pada rasa ketertindasannya dalam konteks perdebatan antara feminisme di dunia pertama dan feminisme di dunia ketiga, antara dunia yang sudah maju dan negara dunia ketiga.

KELEBIHAN FEMINISME
Berkurangnya penindasan terhadap kaum wanita, dan terjadinya kesetaraan gender. Memberi pengarahan kepada perempuan, supaya perempuan mampu memaksimalkan ilmu yang dimilikinya, tidak hanya lantas ilmunya terbuang percuma.

KEKURANGAN FEMINISME
Banyaknya perceraian Feminis menuntut hak untuk aborsi, hak untuk memiliki pasangan sesama jenis, dan lain sebagainya. Membuat gap antara perempuan feminis dengan perempuan yang bukan feminis.