Anda di halaman 1dari 7

Kunci Jawaban dan Pembahasan 58

1. Jawaban: E
Senyawa M mempunyai titik didih rendah
dalam keadaan lelehannya, tidak dapat
menghantarkan listrik, tetapi dalam keadaan
larutannya dapat menghantarkan listrik
sehingga termasuk senyawa yang berikatan
kovalen polar. Senyawa L mempunyai titik
didih rendah dan dalam keadaan lelehan
maupun larutannya tidak dapat menghantar-
kan listrik sehingga termasuk senyawa yang
berikatan kovalen nonpolar. Senyawa
kovalen terbentuk karena pemakaian
bersama pasangan elektron. Senyawa ionik
ditunjukkan oleh titik didih yang tinggi serta
dalam keadaan murni (lelehan) dan
larutannya dapat menghantarkan listrik.
Senyawa ionik terbentuk antara ion positif
dan ion negatif atau antara unsur logam dan
nonlogam.
2. Jawaban: C
Konfigurasi elektron unsur
20
P sebagai
berikut.
20
P = 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
6
4s
2
= [Ar] 4s
2
Konfigurasi elektron [Ne] 3s
1
mempunyai
nomor atom 11. Konfigurasi elektron [Ne] 3s
2
mempunyai nomor atom 12. Konfigurasi
elektron [Ar] 4s
2
3d
2
mempunyai nomor atom
22. Konfigurasi elektron [Kr] 5s
2
4d
2
mempunyai nomor atom 40.
3. Jawaban: E
Konfigurasi elektron unsur
27
Q sebagai
berikut.
27
Q = 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
6
4s
2
3d
7
Unsur tersebut di dalam sistem periodik ter-
letak pada golongan VIIIB karena mempunyai
jumlah elektron valensi 9 dan berakhir pada
subkulit s dan d. Unsur tersebut juga terletak
pada periode 4 karena mempunyai jumlah
kulit elektron 4. Unsur yang terletak pada
golongan IB dan periode 3 mempunyai jumlah
elektron valensi 11 (berakhir pada subkulit s
dan d) serta jumlah kulit elektron 3. Unsur
yang terletak pada golongan IIIA dan periode
3 mempunyai jumlah elektron valensi 3 dan
jumlah kulit elektron 3. Unsur yang terletak
pada golongan VB dan periode 4 mempunyai
jumlah elektron valensi 5 (berakhir pada
subkulit s dan d) dan jumlah kulit elektron 4.
Unsur yang terletak pada golongan VIIA dan
periode 4 mempunyai jumlah elektron valensi
7 dan jumlah kulit elektron 4.
4. Jawaban: C
Konfigurasi elektron unsur
53
R sebagai
berikut.
53
R = 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
6
4s
2
3d
10
4p
6
5s
2
4d
10
5p
5
Unsur R akan membentuk konfigurasi
elektron seperti gas mulia dengan
menangkap 1 elektron (membentuk ion R

).
Konfigurasi elektron unsur
17
Cl sebagai
berikut.
17
Cl = 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
5
Unsur Cl akan membentuk konfigurasi
elektron seperti gas mulia dengan
menangkap 1 elektron (membentuk ion Cl

).
Jika ion R

dan Cl

berikatan maka akan


membentuk senyawa RCl dengan cara ikatan
kovalen. Ikatan kovalen terjadi karena
pemakaian bersama pasangan elektron dan
terjadi antara unsur nonlogam dengan
nonlogam. Ikatan ionik terjadi antara ion positif
dan ion negatif atau antara unsur logam dan
nonlogam.
5. Jawaban: B
Langit berwarna biru terjadi karena sifat efek
Tyndall. Sementara itu, sifat dialisis diterap-
kan dalam proses cuci darah, koagulasi
diterapkan dalam penjernihan air dengan
tawas, adsorpsi diterapkan dalam pemutihan
gula pasir, dan elektroforesis diterapkan
dalam penyaringan debu pabrik.
Kimia SMA/MA Program IPA 59
6. Jawaban: E
Berdasarkan data, larutan yang dapat
menghantarkan listrik secara lemah (elektrolit
lemah) ditandai dengan nyala lampu redup
dan terdapat gelembung gas pada elektrode.
Air yang termasuk larutan elektrolit lemah
yaitu air danau dan air sumur. Larutan yang
dapat membuat nyala lampu alat uji elektrolit
terang dan terdapat gelembung gas (air laut)
merupakan larutan elektrolit kuat (meng-
hantarkan listrik dengan kuat). Larutan yang
tidak dapat menyalakan lampu alat uji elektrolit
dan tidak terdapat gelembung gas (air ledeng
dan air suling) merupakan larutan non-
elektrolit (tidak dapat menghantarkan listrik).
7. Jawaban: B
M L = proses membeku air murni
M' K = proses membeku larutan gula
M O = proses menguap air murni
M' N = proses menguap larutan gula
M M' = selisih tripel poin
8. Jawaban: B
[Ca(NO
3
)
2
] = 0,01 M
[Ba(NO
3
)
2
] = 0,01 M
[Mg(NO
3
)
2
] = 0,01 M
[Fe(NO
3
)
2
] = 0,01 M
[Pb(NO
3
)
2
] = 0,01 M
NaOH Na
+
+ OH

0,01 M 0,01 M 0,01 M


[OH

] = 0,01 M
Setelah penambahan NaOH akan terbentuk
elektrolit Ca(OH)
2
, Ba(OH)
2
, Mg(OH)
2
,
Fe(OH)
2
, dan Pb(OH)
2
.
Ionisasi masing-masing elektrolit tersebut
sebagai berikut.
a. Ca(OH)
2
; K
sp
= 5 10
6
Ca(OH)
2
R Ca
2+
+ 2OH

K
sp
Ca(OH)
2
= [Ca
2+
][OH

]
2
= (0,01)(0,01)
2
= 10
6
Hasil kali konsentrasi ion-ion Ca(OH)
2
<
K
sp
Ca(OH)
2
maka tidak terjadi endapan.
b. Ba(OH)
2
; K
sp
= 4 10
3
Ba(OH)
2
R Ba
2+
+ 2OH

K
sp
Ba(OH)
2
= [Ba
2+
][OH

]
2
= (0,01)(0,01)
2
= 10
6
Hasil kali konsentrasi ion-ion Ba(OH)
2
<
K
sp
Ba(OH)
2
maka tidak terjadi endapan.
c. Mg(OH)
2
; K
sp
= 3 10
12
Mg(OH)
2
R Mg
2+
+ 2OH

K
sp
Mg(OH)
2
= [Mg
2+
][OH

]
2
= (0,01)(0,01)
2
= 10
6
Hasil kali konsentrasi ion-ion Mg(OH)
2
>
K
sp
Mg(OH)
2
maka terjadi endapan.
d. Fe(OH)
2
; K
sp
= 5 10
16
Fe(OH)
2
R Fe
2+
+ 2OH

K
sp
Fe(OH)
2
= [Fe
2+
][OH

]
2
= (0,01)(0,01)
2
= 10
6
Hasil kali konsentrasi ion-ion Fe(OH)
2
>
K
sp
Fe(OH)
2
maka terjadi endapan.
e. Pb(OH)
2
; K
sp
= 3 10
16
Pb(OH)
2
R Pb
2+
+ 2OH

K
sp
Pb(OH)
2
= [Pb
2+
][OH

]
2
= (0,01)(0,01)
2
= 10
6
Hasil kali konsentrasi ion-ion Pb(OH)
2
>
K
sp
Pb(OH)
2
maka terjadi endapan.
Jadi, pasangan senyawa yang berwujud
larutan yaitu Ca(OH)
2
dan Ba(OH)
2
9. Jawaban: D
mol CH
3
COOH =
100
1.000
L 0,2 M
= 0,02 mol
mol NaOH=
100
1.000
L 0,2 M
= 0,02 mol
CH
3
COOH + NaOH CH
3
COONa + H
2
O
Mula-mula: 0,02 mol 0,02 mol
Reaksi : 0,02 mol 0,02 mol 0,02 mol 0,02 mol

Setimbang : 0,02 mol 0,02 mol


Garam CH
3
COONa terbentuk antara asam
lemah (CH
3
COOH) dengan basa kuat (NaOH).
[OH

] =

w
a
K
K
[G]
=


14
5
10 1.000
200 10
0,02
=
10
10 = 10
5
Kunci Jawaban dan Pembahasan 60
pOH = log [OH

]
= log 10
5
= 5
pH= 14 pOH
= 14 5
= 9
10. Jawaban: C
mmol HCl = 60 ml 0,3 M
= 18 mmol
mmol AgNO
3
= 30 ml 0,15 M
= 4,5 mmol
HCl + AgNO
3
AgCl + HNO
3
Mula-mula: 18 mmol 4,5 mmol
Reaksi : 4,5 mmol 4,5 mmol 4,5 mmol 4,5 mmol

Setimbang : 13,5 mmol 4,5 mmol 4,5 mmol


MIsal: larutan 1 = HCl
larutan 2 = NaOH
V
1
M
1
valensi 1 = V
2
M
2
valensi 2
mmol 1 valensi 1 = V
2
M
2
valensi 2
13,5 1 = 30 M
2
1
M
2
= 0,45 M
11. Jawaban: B
Larutan penyangga merupakan larutan yang
dapat mempertahankan pH meskipun
ditambah sedikit asam, basa, ataupun
pengenceran. Jadi, pH larutan penyangga
jika ditambah sedikit asam, basa, atau air
cenderung tidak atau sedikit mengalami
perubahan. Berdasarkan tabel, larutan I, III,
dan V merupakan larutan penyangga.
Larutan II dan IV bukan merupakan larutan
penyangga karena mengalami perubahan pH
yang cukup besar.
12. Jawaban: D
Zat X
Bromtimol biru, kuning, pH 6,0
Metil oranye, kuning, pH 4,4
Fenolftalein, tidak berwarna, pH 8,0
Metil merah, jingga, 4,2 pH 6,2
Jadi, pH zat X yaitu 4,4 pH 6,0
Zat Y
Bromtimol biru, biru, pH 7,6
Metil oranye, kuning, pH 4,4
Fenolftalein, tidak berwarna, pH 8,0
Metil merah, kuning, pH 6,2
Jadi, pH zat Y yaitu 7,6 pH 8,0
13. Jawaban: E
Reaksi dimisalkan:
aCH
4
(g) + bO
2
(g) cC
2
H
2
(g) + dH
2
O(g)
Misal: a = 1
C : a = 2c
c =
1
2
H : 4a = 2c + 2d
4 = 1 + 2d
2d = 3
d =
3
2
O : 2b = d
2b =
3
2
b =
3
4
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.
CH
4
(g) +
3
4
O
2
(g)
1
2
C
2
H
2
(g) +
3
2
H
2
O(g)
Persamaan reaksi dikalikan 4 menjadi:
4CH
4
(g) + 3O
2
(g) 2C
2
H
2
(g) + 6H
2
O(g)
Perbandingan koefisien reaksi =
perbandingan volume
Perbandingan volume CH
4
: O
2
= 4 : 3
14. Jawaban: B
Reaksi antara larutan perak nitrat (AgNO
3
)
dengan larutan natrium klorida (NaCl) akan
membentuk endapan putih perak klorida
(AgCl) dan larutan natrium nitrat (NaNO
3
).
Persamaan reaksinya dapat dituliskan
sebagai berikut.
AgNO
3
(aq) + NaCl (aq) AgCl (s) +
NaNO
3
(aq)
Reaksi tersebut sudah setara.
Kimia SMA/MA Program IPA 61
15. Jawaban: C
mol HgO=
r
massa HgO
M HgO
=
108 gram
216 gram/mol
= 0,5 mol
2HgO 2Hg + O
2
0,5 mol 0,25 mol
mol O
2
=
1
2
0,5 mol
= 0,25 mol
massa O
2
= mol O
2
M
r
O
2
= 0,25 mol 32 gram/mol
= 8 gram
16. Jawaban: D
Tekanan osmotik () dihitung dengan rumus:
= M
1
V
R T
Jika volume semua larutan sama, misal
dianggap 1 liter dan suhu perhitungan adalah
tetap maka tekanan osmotik berbanding lurus
dengan jumlah mol zat terlarut. Semakin besar
mol zat terlarut, tekanan osmotik semakin
besar. Jadi, tekanan osmotik yang paling
rendah terdapat pada gambar larutan S.
17. Jawaban: B
Uji Biuret positif terhadap ikatan peptida. Uji
xantoproteat positif terhadap bahan
makanan yang mengandung inti benzena. Uji
Pb(II) asetat positif terhadap bahan makanan
yang mengandung belerang. Jadi, bahan
makanan yang merupakan protein dan
mengandung inti benzena adalah bahan
makanan 1 dan 4.
18. Jawaban: A
Tes Molisch positif terhadap karbohidrat, tes
Fehling positif terhadap glukosa, tes Millon
positif terhadap protein, dan tes iodium positif
terhadap amilum.
19. Jawaban: C
Asam nukleat terbentuk dari nukleotida melalui
reaksi kondensasi, teflon terbentuk dari
tetrafluoroetena melalui reaksi adisi,
polistirena terbentuk dari stirena melalui
reakdi adisi, amilum dan glukosa melalui reaksi
kondensasi, dan polivinil klorida dari klorida
melalui reaksi adisi.
20. Jawaban: E
Senyawa dengan rumus struktur Cl
bernama kloro benzena. Sementara itu
rumus struktur anilin: NH
2
, toluena:
CH
3
, asam benzoat: COOH, dan
nitro benzena: NO
2
21. Jawaban: A
Reaksi + Cl
2
senyawa hasil
merupakan reaksi halogenasi. Reaksi
tersebut menghasilkan kloro benzena dan
asam klorida karena halogen yang
direaksikan adalah Cl
2
. Hasil reaksinya
mempunyai rumus struktur Cl dan HCl.
22. Jawaban: C
Rumus struktur 2-metil-3-pentanol:
OH
l
CH
3
CH CH CH
2
CH
3
.
l
CH
3
Isomer rangka terjadi jika gugus alkil yang
diikat atom C nomor 2 berpindah ke atom C
nomor 3. Rumus struktur yang terjadi:
OH
l
CH
3
CH
2
C CH
2
CH
3
.
l
CH
3
FeCl
3
Kunci Jawaban dan Pembahasan 62
Nama senyawa tersebut adalah 3-metil-3-
pentanol. Jika gugus OH yang bergeser ke
atom C selain nomor 2, akan terjadi isomer
posisi, bukan isomer rangka, misalnya 2-metil-
2-pentanol atau 4-metil-2-pentanol.
23. Jawaban: C
Reaksi 1) merupakan reaksi adisi karena
terjadi pergantian ikatan dari ikatan rangkap
dua ke ikatan tunggal. Reaksi 2) merupakan
reaksi eliminasi karena terjadi perubahan
ikatan dari ikatan tunggal ke ikatan rangkap
dua.
24. Jawaban: C
Br
l
Senyawa CH
3
CH
2
CH CH
3
bernama 2-
bromo-butana karena rantai induk
mempunyai atom C berjumlah 4 dan atom C
nomor 2 mengikat gugus Br.
25. Jawaban: D
Rumus struktur asam 2-metil-butanoat
adalah:
CH
3
CH
2
CH-COOH. Senyawa ini merupakan
l
CH
3
asam karboksilat sehingga mengandung
gugus fungsi C OH
ll
O
26. Jawaban: B
Massa air = 1.025 gram
Massa karbon = 0,6 gram
A
r
karbon = 12
C = 802 JC
1
c = 4,2 Jg
1
C
1
H = 393,5 kJ/mol
H =
q
mol
mol karbon =
r
massa karbon
A karbon
=
0,6
12
= 0,05 mol
q = (393,5) 0,05
= 19,675 kJ
= 19.675 J
q
reaksi
= q
larutan
= 19.675 J
q
reaksi
= (q
larutan
+ q
kalorimeter
)
= (m c t + C t)
19675 = {(1.025 4,2 t) + (802 t)}
19675 = 5.107 t
t = 3,85C
27. Jawaban: E
Reaksi pembentukan etanol tersebut
termasuk reaksi eksoterm karena entalpi
produk lebih kecil daripada entalpi reaktan,
sehingga perubahan entalpinya berharga
negatif atau melepaskan kalor.
28. Jawaban: B
Bahan bakar yang memiliki bilangan oktan
paling kecil akan menghasilkan jelaga paling
banyak. Semakin sedikit jelaga yang
dihasilkan bilangan oktan bahan bakar
semakin besar.
29. Jawaban: C
Orde reaksi F
2
terhadap ClO
2
percobaan
1 dan 3
1
3
v
v
=
k
k
( (
( (

m n
2 1 2 1
2 3 2 3
(F ) (ClO )
(F ) (ClO )

3
3
1,2 10
2,4 10
=
k
k

( (
, ,
m n
0,1 0,01
0,2 0,01

(
,
1
1
2
=

(
,
m
1
2
m = 1
Orde reaksi ClO
2
terhadap F
2
percobaan
1 dan 2
1
2
v
v
=
k
k
( (
( (

m n
2 1 2 1
2 2 2 2
(F ) (ClO )
(F ) (ClO )

3
3
1,2 10
4,8 10
=
k
k

( (
, ,
m n
0,1 0,01
0,1 0,04

(
,
1
1
4
=

(
,
m
1
4
n = 1
Kimia SMA/MA Program IPA 63
Persamaan laju reaksi:
v = k[F
2
][ClO
2
]
Jika F
2
= 0,1 M dan ClO
2
= 0,2 M
maka v = k(0,1)(0,2)
30. Jawaban: D
H H H
l l l
H C C H + H H H C C H
l ll l l
H O H O H
H= energi ikatan pereaksi energi ikatan
produk
= {4(C H) + (C C) + (C = O) + (H H)}
{5(C H) + (C C) + (C O) + (O
H)}
= {(4 414) + (343) + (740) + (436) }
{(5 414) + (343) + (360) + (463)}
= 3.175 3.236
= 61 kJ/mol
31. Jawaban: C
Gambar 2 dan 4 memiliki luas permukaan
yang sama, tetapi suhu berbeda. Laju reaksi
gambar 2 dan 4 hanya dipengaruhi oleh suhu.
Gambar 1 dan 2, laju reaksi dipengaruhi oleh
luas permukaan dan suhu. Gambar 2 dan 3,
laju reaksi dipengaruhi oleh luas permukaan.
Gambar 3 dan 4, laju reaksi dipengaruhi oleh
luas permukaan dan suhu. Gambar 4 dan 5,
laju reaksi hanya dipengaruhi oleh luas
permukaan.
32. Jawaban: C
t = 0,5 jam = 1.800 detik
i = 2 A
e =
r
A Cu
valensi
=
63,5
2
= 31,75
W =
e i t
96.500
=
31,75 2 1.800
96.500
= 1,18 gram
33. Jawaban: C
E
sel
= E
reduksi
E
oksidasi
Dalam deret Volta, unsur Al lebih mudah
mengalami oksidasi daripada unsur Pb,
sehingga E
sel
sebagai berikut.
E
sel
= 0,13 (1,76)
= +1,63 volt
34. Jawaban: C
2HI(g) R H
2
(g) + I
2
(g)
Mula-mula : 2 mol
Reaksi : 1 mol 0,5 mol 0,5 mol

Setimbang: 1 mol 0,5 mol 0,5 mol


volume = 1 L
K
c
=
2 2
2
[H ][I ]
[HI]
=






2
0,5 0,5
1 1
1
1
= 0,25
35. Jawaban: C
Apabila konsentrasi diperkecil, kesetimbangan
akan bergeser ke arah zat yang
konsentrasinya diperkecil. Jadi, pada reaksi
N
2
O
4
2NO
2
kesetimbangan akan bergeser
ke arah N
2
O
4.
Dengan demikian, gambar
partikel N
2
O
4
bertambah dan gambar partikel
NO
2
berkurang.
36. Jawaban: D
Fe : a = b . . . (1)
Cr : 2 = c . . . (2)
O : 7 = d . . . (3)
H : 14 = 2d . . . (4)
Setelah diketahui nilai c dan d, untuk
menentukan nilai a dan b disamakan muatan
pereaksi dan produk.
aFe
2+
+ Cr
2
O
7
2
+ 14H
+
bFe
3+
+ 2Cr
3+
+ 7H
2
O
muatan pereaksi = muatan produk
2a 2 + 14 = 3b + 6
2a 3b = 6
Kunci Jawaban dan Pembahasan 64
Berdasarkan persamaan (1) diperoleh
a = b
2a 3(a) = 6
a = 6
a = 6
a = b = 6
Jadi, nilai a, b, c, dan d berturut-turut 6, 6, 2,
dan 7.
37. Jawaban: D
Data 1 2 3 4 5
Nama
Kriolit Dolomit Karnalit Stronsianit Bauksit
Batuan
Unsur yang
Na Ca K Sr Al
Dikandung
38. Jawaban: A
Air garam lebih cepat menyebabkan korosi
pada paku daripada air. Air garam bersifat
elektrolit kuat sementara air bersifat elektrolit
lemah. Air dalam tabung yang ditutup lebih
lambat menyebabkan korosi pada paku
dibanding air dalam tabung terbuka. Udara
yang masuk dalam tabung juga merupakan
faktor penyebab korosi. Minyak dan senyawa
anhidrat menghambat proses korosi.
39. Jawaban: D
Sifat unsur periode ketiga di antaranya
sebagai berikut.
a. Mempunyai kulit valensi 3.
b. Dari kiri ke kanan sifat logamnya
berkurang.
c. Semakin ke kanan sifat reduktornya
semakin lemah dan sifat oksidatornya
semakin kuat.
d. Semakin ke kanan energi ionisasi
semakin besar.
40. Jawaban: D
Proses Solvay : pengolahan NaHCO
3
Proses kalsinasi : pengol ahan l ogam
alkali
Proses reduksi : pengol ahan garam
alkali tanah
Proses Sisilia : pengolahan belerang
Proses Goldschmidt : pengolahan krom