P. 1
ok (0705-H-2008)

ok (0705-H-2008)

|Views: 107|Likes:
Dipublikasikan oleh Amanda Davis

More info:

Published by: Amanda Davis on Mar 02, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2013

pdf

text

original

ANALISIS KINERJA RUMAH SAKIT SARI ASIH CILEDUG MENGGUNAKAN INSTRUMEN EUROPEAN FOUNDATION for QUALITY MANAGEMENT EXCELLENCE

MODEL
Tesis Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2

Minat Utama Manajemen Rumah Sakit Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurusan Ilmu-Ilmu Kesehatan

Diajukan oleh : EKO RUSDIYANTOSO NIM : 12792/PS/IKM/03

Kepada PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2008

ii

........ i HALAMAN PERSETUJUAN …………………………………………… ii DAFTAR ISI ……………………………………………………………… iii DAFTAR TABEL ............................ 11 4................ Standar Perijinan Rumah Sakit ……………………….. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A............... vii KATA PENGANTAR .. Telaah Pustaka 1........................ Perumusan Masalah ……………………………… …………… 5 C........................................ 18 6. Balanced Score Card dan EFQM Excellence Model ......... v DAFTAR GAMBAR ..... Penilaian Kinerja …………………………………………… 8 5 6 2...... Indikator Kinerja Rumah Sakit ……………………….................... 19 B...................................... Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja …………………… 10 3................................ The European Foundation for Quality Management (EFQM) ... x ABSTRACT......…….......…………………......... Landasan Teori ………………………………………………….... Tujuan Penelitian ………………………………………………… 5 D..................... 20 20 22 . viii ABSTRAK ..................... Latar Belakang Masalah ………………………………………… 1 B............ C..............................................…........ xi BAB I PENDAHULUAN A...... Manfaat Penelitian ……………………………………………… E....................... D............................. Keaslian Penelitian ……………………………………………....iii DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ……………………………………………………….......................................... 15 5............................... vi PERNYATAAN ................................................ Kerangka Konsep ……………………….... Pertanyaan Penelitian ……………………………………......

................. .... 32 1.. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A......... Tabel distribusi 2.. Instrumen kinerja RSSAC 5............ D.. Rancangan Penelitian …………………………………………...... Definisi Operasional Variabel ………………………………… 26 26 E..... 24 3......................... Saran .. 36 B.. 46 B..... Subjek Penelitian . Jalannya Penelitian ………………………………………... G............ H........................ Instrumen Penelitian …………………………………………… 27 F......... 23 2......... 28 29 30 30 I........ Identifikasi Variabel Penelitian ………………………………............ 39 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A........... 25 C...... Penilaian hasil self........................... Kesimpulan ............ Skoring kuesioner EFQM 3............ Metode Pengumpulan Data …………………………………. 34 3.... Penilaian Kelengkapan Perijinan RSSA Ciledug . 50 LAMPIRAN 1.. Pembahasan Umum ........... Penilaian Indikator Kinerja RSSA Ciledug ............. 23 B..... Besar Sampel ………………………………………………. Cara Pengambilan Sampel ………………………………. Batasan Populasi ………………………………………….............. Instrumen perijinan RSSAC 4......... 47 DAFTAR PUSTAKA .... 32 2.......................... ……………………………………………… 23 1.... Hasil Penelitian ..................... Keterbatasan Penelitian ………………………………………............................ Kuesioner EFQM-2 ... Kuesioner EFQM-1 6........................ Cara Analisis Data ……………………………………………..assessment EFQM ……… …….....................iv BAB III METODE PENELITIAN A..............

......................... 18 Tabel 3 Komposisi Responden .... TOI dan Rata-rata kunjungan Pasien sampai Bulan November 2006 ........v DAFTAR TABEL Tabel 1 Tingkat BOR... LOS.......... 38 ............... 31 Tabel 5 Perbandingan antara pencapaian indikator kinerja RS dan standard Departemen Kesehatan ................................................... 25 Tabel 4 Kelebihan dan Resiko Questionnaire Method .... 3 Tabel 2 Indikator Standar Kinerja Rumah Sakit ...........

..................................................vi DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Model Self Assessment EFQM .............................. 33 EFQM dan pemahamannya di RSSAC ............. 35 Dimensi kualitas kepuasan pasien .... 14 Kerangka Konsep .............. 12 Hasil Keluaran EFQM ........................................................................... 20 Penilaian kelengkapan perijinan RSSAC .............................. 39 ..

vii SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi. Yogyakarta. dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. Januari 2008 . kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

tenaga dan pikirannya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran untuk memberikan pengarahan pada penulisan tesis ini. Tesis ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam memenuhi Pendidikan Pascasarjana pada Minat Utama Manajemen Rumah Sakit. Bapak Agastya SE. 2. MKes sebagai Direktur Utama . Wismansyah. Bsc. MPH. dr. 3. MBA.viii KATA PENGANTAR Puji Syukur ke hadirat Allah SWT atas ridho. Seluruh pimpinan dan staf PT. Seluruh dosen dan staf pengajar Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. 5. Ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada yang terhormat : 1. PhD sebagai Ketua Minat Magister Manajemen Rumah Sakit atas kesempatan yang diberikan. rahmat. Jurusan Ilmu.ilmu kesehatan.rumah sakit yang ada di Indonesia ini. Seluruh staf Magister Manajemen Rumah Sakit yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu 6. MPM sebagai dosen pembimbing tesis yang telah meluangkan waktu. Sari Asih Tangerang khususnya Bapak Arief R. Selain itu karena penulis merasa tertarik dengan adanya suatu metode penilaian kinerja rumah sakit yang relatif baru dan potensial untuk digunakan untuk menilai kinerja rumah sakit. 4. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. taufik serta hidayah-Nya. Adi Utarini MSc. sehingga tesis yang berjudul “Analisis Kinerja Rumah Sakit Sari Asih Ciledug Menggunakan Instrumen European Foundation For Quality Management Excellence Model” ini dapat diselesaikan oleh penulis. Direktur beserta seluruh staf Pengelola Program Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

M. Hj. Tidak ketinggalan kepada adikadik tercinta Ika dan Lisa juga kedua orang tua istriku. juga kepada kedua anakku M. bahkan dapat meningkatkan kinerja yang telah dicapainya saat ini. semoga Rumah Sakit Sari Asih Ciledug dapat mempertahankan. Ni Ken Ritchie. Amin Ya Robbal Alamin Yogyakarta. dr. Mohammad Yarman. Seluruh rekan. 7.kanak hingga saat ini. materil dan mendoa’kan keberhasilan pendidikan penulis mulai taman kanak. Anargya Rusdiantoso dan M. terima kasih banyak. SE dan Ir. Januari 2008 Penulis . Mudah-mudahan hasil penelitian ini dapat bermanfaat. terima kasih. Terima kasih tak terhingga kepada kedua orang tuaku. Siti Wahyuni yang mendukung baik secara moril. Seluruh pimpinan dan staf Rumah Sakit Sari Asih Ciledug yang telah membantu penulis dalam mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini.ix sekaligus teman baik yang telah meluangkan waktunya yang berharga dan memperbolehkan dilakukan penelitian kinerja di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug. Kepada istriku tercinta. demikian pula dengan tesis ini saya yakin masih jauh dari sempurna. Akhir kata. tidak ada manusia yang sempurna.rekan mahasiswa serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu baik bantuan moril maupun materil. Segala kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan. 8. H.Biomed yang dengan kasih sayangnya selalu memberikan semangat ketika motivasi menurun dan mendukung dalam proses penyusunan tesis serta mendoakan sepanjang waktu. Anindya Rusdiantoso yang menjadi pemacu semangatku dalam menyusun tesis ini.

x INTISARI Latar Belakang : Selama ini penilaian kinerja Rumah Sakit Sari Asih (RSSA) Ciledug hanya berdasarkan informasi dari data kinerja yang dilihat dari nilai BOR. Tujuan : untuk mengetahui kinerja yang ada pada Rumah Sakit Sari Asih Ciledug sehingga dapat digunakan sebagai masukan dalam menerapkan kebijakan-kebijakan di masa yang akan datang.konsep mutu dengan baik (masuk kategori world class). manajemen RS dan fisik bangunan RS masih di bawah 100%.56. Diharapkan dari hasil penelitian ini menjadi masukan bagi RSSA Ciledug untuk terus menerus melakukan perbaikan.33%. instrumen kinerja RS dengan standar kinerja menurut Depkes dan data pada kuesioner standar EFQM dinilai skornya. RSSA Ciledug telah melebihi standar Depkes. instrumen kinerja RS dan kuesioner standar EFQM. RSSA Ciledug telah melengkapi komponen fungsi sosial. Untuk itu diperlukan suatu metode penilaian yang menyeluruh yang didalamnya terdapat faktor-faktor yang menunjukkan kualitas pelayanan serta kinerja suatu rumah sakit. Indikator kinerja RSSA Ciledug yang belum sesuai standar Depkes adalah kelengkapan total rekam medis. TOI dan informasi dari laporan keuangan serta survey kepuasan pasien. Belum pernah dilakukan penilaian kinerja secara komprehensif terkait dengan penerapan konsep-konsep mutu di RSSA Ciledug. Cara analisis data pada instrumen perijinan RS disesuaikan dengan standar perijinan menurut Depkes yang sudah dimodifikasi oleh Badan Mutu Pelayanan Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (BMPK Yogya). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen perijinan RS. LOS. Dalam perspektif keuangan (indikator cost recovery). hak pasien dan etika RS sedangkan komponen pelayanan RS.assessment 93. Hasil : RSSA Ciledug merupakan RS tipe C dengan total jumlah tempat tidur sebanyak 152 buah. Kesimpulan : Rerata tingkat kepatuhan RSSA Ciledug terhadap persyaratan perizinan belum sesuai standar Depkes yaitu sebesar 94. Kelengkapan total pengisian rekam medis masih belum memenuhi standar sedangkan cost recovery jauh melampaui standar dari Depkes Kata Kunci : perijinan RS. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus deskriptif.32 dan rerata skor tingkat pemahaman EFQM 75.dimensi dalam variabel self. Kekuatan RSSA Ciledug terutama pada dimensi manajemen SDM dan sistem-proses mutu sedangkan skor terendah pada dimensi hasil kinerja utama. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Rerata skor untuk semua kriteria EFQM Excellence Model di atas 75 % menunjukkan bahwa manajemen RSSA Ciledug telah mengelola serta menjalankan konsep. EFQM. Dari 4 komponen dalam penilaian kelengkapan perijinan. indikator kinerja RS. kinerja RS . Rerata skor penilaian dimensi.

the evaluation of Sari Asih Hospital (SAH) Ciledug only based on BOR. hospital performance indicators. patient right and hospital ethics. Anyhow there is still a room for improvement for SAH Ciledug management in key performance result criteria. In the financial perspective. The sampling method is stratified random sampling.xi ABSTRACT Background : Up to now.33 %. The fulfilling of regulation in SAH Ciledug was compared with hospital licensing standard and the performance in SAH Ciledug was compared with hospital performance standard. SAH Ciledug has fulfilled only one component. LOS. There has not been any comprehensive performance assessment that linked with quality concepts at SAH Ciledug. the social. completeness of medical record. hospital management and hospital buildings physics) are above 90 % but still under 100 %. Therefore. SAH Ciledug has achieved Health Department of Republic Indonesia standard. Although the scores of other three components (hospital services. The scores for all self. Methods : This research is a descriptive case study. From 4 components in hospital licensing standard. Results : SAH Ciledug is a type C hospital with 152 total beds capacity. we need a comprehensive assessment method that can show the quality of hospital service and hospital performance. The performance indicators of SAH Ciledug that is under the Health Department of Republic Indonesia standard. the highest score is in the quality system and process dimension while the lowest is in the key performance result. Conclusion : The obidience level of SAH Ciledug with standard regulations from Health Department of Republic Indonesia is 94. The data from questionnaires EFQM excellence model was analyzed by its scoring. hospital performance from Health Department Republic of Indonesia and standard questionnaires EFQM excellence model. Average EFQM Excellence Model score is above 75 % which is show that SAH Ciledug has managed to apply the quality concepts in correct way. EFQM Excellence Model . therefore it can be used as an input for applying performance improvement policies in the future. Objective : To identify the performance of the SAH Ciledug. Hopefully the result of this research can be used for continuous improvement in SAH Ciledug.assessment variables dimensions are above 75 %. financial report and patient survey. Hospital Performance . Instruments that used in this research are hospital licensing standard from Health Department of Republic Indonesia that modified by Health Service Quality Body of Yogyakarta. TOI. The completeness of medical records is still has to improve while the cost recovery indicator has over Health Department of Republic Indonesia standard Keywords : Hospital regulation.

dikelola oleh PT. menjadi perusahaan jasa kesehatan yang peduli dan berkualitas dengan mendirikan dan mengembangkan jaringan rumah sakit yang paling diminati masyarakat terutama di wilayah Banten dan sekitarnya. Misinya adalah secara berkelanjutan memberikan pelayanan yang memuaskan pelanggan dan memberi nilai (value) yang optimal kepada karyawan. RSSA Ciledug dibangun dengan perencanaan dan desain arsitektur modern yang dapat menunjang pelayanan terhadap pasien. Saat ini bangunan tersebut telah berdiri dengan penataan fungsi dan zoning sesuai dengan aturan yang berlaku serta sudah beroperasi. Sebagai bagian dari PT Sari Asih yang mempunyai visi. Jakarta.BAB I PENDAHULUAN A. terdiri dari bangunan 7 lantai dengan luas bangunan sekitar 8000m 2. Sejalan dengan visi dan misi yang telah dijabarkan. Latar Belakang Masalah Rumah Sakit Sari Asih Ciledug (RSSA Ciledug) merupakan rumahsakit (RS) keempat dari Sari Asih Group yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa perumahsakitan. RSSA Ciledug dibangun pada awal tahun 2004 kemudian mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2005 sampai dengan sekarang. pemasok dan pemilik. RSSA Ciledug berkapasitas 150 tempat tidur dan terletak di kawasan timur Tangerang yang berbatasan langsung dengan Jakarta Selatan dan dapat dicapai hanya dalam waktu setengah jam dari Kebayoran Baru. RSSA Ciledug berupaya melaksanakan pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan dilaksanakan upaya secara penyembuhan dengan dan upaya pemulihan peningkatan yang dan 1 terpadu . serta berperan aktif dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Sari Asih.

maka RSSA Ciledug mempunyai fungsi : 1. Poliklinik Umum 2. 2. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan. Poliklinik Eksekutif 3. hal ini bisa dilihat dari kenaikan tingkat pemanfaatan tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) serta tingkat kunjungan rawat inap RSSA Ciledug yang disajikan dalam tabel 1 sebagai berikut : . Poliklinik Spesialis dan Sub Spesialis 5. Sejak beroperasi pada pertengahan tahun 2005. Klinik di RSSA Ciledug antara lain : 1. Poliklinik Gigi Umum dan Gigi Spesialis 4. Menyelenggarakan pelayanan medis. Menyelenggarakan pelayanan rujukan. Menyelenggarakan pelayanan asuhan keperawatan. Menyelenggarakan pelayanan penunjang medis. Pelayanan Ibu dan Anak RSSA Ciledug didukung oleh 300 karyawan yang terdiri dari tenaga medis. 4.2 pecegahan serta melaksanakan upaya rujukan. Untuk melaksanakan tugas tersebut di atas. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan. 5. Menyelenggarakan administrasi umum dan keuangan. paramedis dan penunjang medis. 7. 3. Pelayanan Khusus dan Pelayanan Terpadu 6. RSSA Ciledug telah menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan. 6.

metode apa yang dapat digunakan? Selama ini penilaian kinerja rumah sakit Sari Asih Ciledug hanya berdasarkan informasi dari data kinerja yang dilihat dari nilai BOR. LOS:Length of Stay. Kemudian timbul pertanyaan. LOS. Fakta tersebut membuat manajemen RSSA Ciledug mencari suatu cara untuk menilai sekaligus mempertahankan kinerja RSSA Ciledug sehingga tetap unggul dari pesaing. LOS. TOI: Turn Over Interval Dari tabel indikator produktivitas rumah sakit di atas tampak bahwa produktivitas RSSA Ciledug sudah cukup baik. Beberapa rumah sakit yang merupakan pesaing RSSA Ciledug antara lain adalah RS. TOI dan Rata-rata kunjungan pasien Sampai Bulan November 2006 Tahun 2005 2006 BOR 49.67% 69.pesaingnya.3 Tabel 1 Tingkat BOR. Belum pernah dilakukan penilaian kinerja secara komprehensif terkait dengan penerapan konsep-konsep mutu di RSSA .56% LOS 4.pertanyaan sebagai berikut. Husada Insani.71 hari Rata-rata kunjungan 142 Pasien/hari 287 Pasien/hari Sumber: Rekap Tahunan RSSA Ciledug (2006) Keterangan : BOR: Bed Occupacy Ratio.1 hari 4. apa saja yang akan dinilai di RSSA Ciledug. mengingat beberapa indikator produktivitas RSSA Ciledug menunjukkan trend yang positif? Apakah pelayanan yang diberikan oleh RSSA Ciledug kepada pelanggannya sudah bermutu baik? Apakah kegiatan penilaian kinerja yang komprehensif di RSSA Ciledug masih relevan untuk dilakukan? Kalau masih relevan (penilaian kinerja yang komprehensif). RS Honoris dan RS Gleanegles.02 hari TOI 4. TOI dan informasi dari laporan keuangan serta survey kepuasan pasien. namun melihat pertumbuhan jumlah rumah sakit di wilayah Tangerang secara umum dan Ciledug secara khusus baik yang dikelola pemerintah maupun swasta merupakan ancaman bagi RSSA Ciledug.6 hari 1.

Di dalam standar pelayanan minimal RS yang telah disebutkan termasuk juga adalah standar perijinan RS dan indikator kinerja RS. Depkes sebagai wakil pemerintah diharapkan menjadi lembaga regulasi (baik sebagai penetap kebijakan ataupun turut serta sebagai pelaksana/ regulator bersama pihak lain) yang mampu menciptakan regulasi mutu yang memacu perbaikan mutu secara berkelanjutan melalui pengembangan sistem mutu di tingkat lembaga ataupun wilayah. Berpijak pada laporan WHO (2000) berjudul Health System Performance dan PP no. ketiga aspek . khususnya bidang kesehatan. pelayanan medik. peneliti ingin mengetahui kinerja RSSA Ciledug secara komprehensif dari tiga aspek. Untuk itu diperlukan suatu metode penilaian yang menyeluruh yang di dalamnya terdapat faktor-faktor yang menunjukkan kualitas pelayanan rumah sakit dan diharapkan dari hasil penilaian ini menjadi masukan bagi RSSA Ciledug untuk terus menerus melakukan perbaikan. Naylor (1999) berpendapat bahwa melalui penggunaan model self assessment EFQM organisasi akan memperoleh pendekatan yang lebih komprehensif dan akan menjamin bahwa seluruh aspek yang penting dalam pengukuran kinerja manajemen akan tercakup. tidak hanya dari segi keuangan namun juga dari faktor kepuasan pasien. kepuasan staf dan karyawan serta kualitas kesehatan lingkungan. Sesuai dengan fungsi yang telah disebutkan maka Depkes menghasilkan suatu pedoman penyusunan standar pelayanan minimal RS. Secara teori model tersebut dapat menjadi tools yang efektif dan efisien untuk menilai atau mengukur manajemen di suatu organisasi atau institusi.4 Ciledug. ditetapkanlah fungsi Departemen kinerja Kesehatan Republik Indonesia (Depkes) sebagai pengarah (steward atau oversight). Berdasarkan uraian di atas. 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan propinsi sebagai daerah otonom.

Tujuan Penelitian 1.5 tersebut adalah The European Foundation for Quality Management Excellent Model (EFQM). Bagi RSSA Ciledug a. b. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak antara lain. Sebagai pendorong manajemen sehingga atau direksi untuk meningkatkan kinerjanya. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan RSSA Ciledug serta mengetahui aspek-aspek yang perlu mendapat prioritas perbaikan. mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. maka peneliti merumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:. . 2. D. Sebagai masukan dan acuan bagi RSSA Ciledug dalam merumuskan strategi bisnisnya. ”Bagaimana kinerja Rumah Sakit Sari Asih Ciledug? ” C. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas. yaitu : 1. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja yang ada pada RSSA Ciledug sehingga dapat digunakan sebagai masukan dalam menerapkan kebijakan-kebijakan di masa yang akan datang. B. indikator kinerja RS dan standar perijinan RS.

6 2. sedangkan penelitian ini dilakukan di RS swasta. Kriteria kinerja manajemen di Bapelkes Salaman juga meningkat tetapi tidak seperti pada Bapelkes Gombong. Bagi penulis Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang telah didapat dibangku kuliah. Hasilnya adalah adanya peningkatan yang cukup berarti pada semua kriteria kinerja manajemen di Bapelkes Gombong setelah dilakukan pelatihan TQM. Tim dari Sheffield Hallam University (2003) meneliti tentang penerapan Self Assessment menggunakan EFQM Excellence Model pada institusi pendidikan tinggi. dilakukan pemerintah. E. matrix dan pro- . 2. 3. Keaslian Penelitian Penelitian menggunakan pengukuran EFQM pernah dilakukan sebelumnya yaitu: 1. Drajad Setiono (2001) meneliti pengaruh pelatihan Total Quality Management (TQM) terhadap kinerja manajemen di Bapelkes Salaman dan Bapelkes Gombong dengan pengukuran European Penelitian Foundation Setiono ini for Quality Management di badan The (EFQM). Instrumen yang digunakan dalam penelitian dari Sheffield Hallam University menggunakan kombinasi antara questionnaire. Bagi peneliti lain Sebagai tambahan referensi dalam pengukuran kinerja perusahaan khususnya perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan dan atau rumah sakit dengan menggunakan teknik pengukuran yang bersifat standar dan obyektif seperti yang digunakan dalam penelitian yang telah dilakukan ini.

Memperbaiki fokus bisnis. selain diketahuinya ada pula area untuk perbaikan melalui self assessment beberapa faktor yang menghambat implementasi hasil self assessment ini diantaranya adalah : (1). Meningkatkan pemahaman. Secara umum dari self assessment yang di lakukan di beberapa institusi pendidikan tersebut memberi dampak positif berupa: (1). Dalam penelitian ini hanya digunakan kuesioner untuk pengambilan data.7 forma. Meningkatkan kerjasama dalam organisasi. (2). . (2). Budaya manajemen yang lemah. penggunaan lebih dari satu metode ini untuk saling melengkapi. Persepsi negatif terhadap self assessment. (3). Penelitian dari Sheffield Hallam University menghasilkan beberapa point.

pelaksanaan dan Evaluasi di ini agar mana dapat yang mengidentifikasikan wilayah memerlukan prioritas perbaikan. oleh karena itu hanya beberapa saja yang akan diulas di sini. Telaah Pustaka 1. untuk mengetahui kinerja yang dicapai maka dilakukan penilaian kinerja (Yurniwati. Kinerja perusahaan hendaknya merupakan hasil yang dapat diukur dan menggambarkan kondisi empirik suatu perusahaan dari berbagai ukuran yang disepakati. et al. Kinerja perusahaan merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh perusahaan dalam periode tertentu dengan mengacu pada standar yang ditetapkan. Schneier dan Beatty (1985) mendefinisikan penilaian kinerja is the process of identifying.8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. jadi hanya beberapa saja yang akan diulas. Menurut Kettner. 2003). measuring and developing human performance in organizations. (1999) penilaian kinerja as the assessment of the efficiency. Hilman (1994) mendefinisikan penilaian sebagai suatu proses dari evaluasi organisasi terhadap suatu model untuk perbaikan berkesinambungan. Penilaian Kinerja Definisi mengenai apa itu kinerja sangat banyak. Kemudian ada definisi lain sebagai berikut. Pada dasarnya kinerja adalah kemampuan kerja yang ditunjukkan oleh hasil kerja. Sedangkan Handoko (1995) mendefinisikan kinerja sebagai prestasi kerja yang dicapai karyawan dalam melaksanakan pekerjaan di dalam suatu organisasi Seperti halnya definisi mengenai kinerja. Penilaian kinerja perusahaan mengandung makna suatu proses atau sistem penilaian mengenai pelaksanaan kemampuan kerja suatu . quality and effectiveness of program. definisi mengenai penilaian kinerja juga sangat banyak.

Untuk menghasilkan mekanisme pengelolaan mutu yang baik. penilaian kinerja RS didasarkan atas lima faktor atau indikator. kepuasan staf dan karyawan juga merupakan indikator untuk menilai kinerja RS. Keempat. likuiditas dan profit margin. 1996 . Menurut Lumenta (2003). diantaranya melalui mekanisme pengelolaan mutu dan pemberian layanan yang baik serta tindakan medis yang akurat. Kedua. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh para pengelola RS untuk menciptakan kinerja yang unggul. Pertama. Penyakit Dalam. unit pelayanan kesehatan tingkat pertama dan sistem pelayanan kesehatan pada umumnya. Manajemen mutu ini bersifat universal yang diturunkan dari prinsip metode dasar ilmiah untuk dapat diterapkan pada industri-industri. Lingle & Scheimann.9 perusahaan atau organisasi berdasarkan standar tertentu (Kaplan & Norton. 1997). yakni indikator di bidang keuangan meliputi rentabilitas. dan sebagainya. Jumlah indikatornya sangat banyak. pelayanan medik. Brandon & Drtina. Bedah. Begitu pula indikator untuk kinerja keseluruhan RS misalnya angka kematian dan angka perawatan ulang pasien. kualitas kesling (kesehatan lingkungan) terkait dengan penanganan limbah. sanitasi. Kelima. kepuasan pasien. Radiologi. Laboratorium. 1996 . 1999). Kelima kelompok tersebut . perusahaan perlu menerapkan metode pengukuran yang efektif untuk dapat menganalisis dan menemukan aspek yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan untuk mencapai mutu yang baik. Sejak tahun 1980-an prinsip manajemen mutu banyak diterapkan di RS. Indikator ketiga adalah efisiensi. Di bidang produktivitas tempat tidur mencakup BOR (Bed Occupancy Rate). yakni bagaimana indikator ini dari waktu ke waktu mengalami perubahan. pengamanan terhadap risiko keselamatan dan lain-lain. ALOS (Average Length of Stay) dan TOI (Turn Over Interval). termasuk juga industri kesehatan (Mukti. Anak. antara lain indikator di bidang Gawat Darurat.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->