Teknologi pengolahan padi

1

Padi – Gabah - Beras
Padi (Oryza sativa L.) adalah tanaman serealia yang paling penting bagi negaranegara berkembang dan merupakan tanaman pangan pokok bagi lebih dari setengah jumlah penduduk dunia.

Terdapat tiga kelompok padi, yaitu : Sinica (juga dikenal sebagai Japonica), Indica dan Javanica (juga dikenal sebagai padi bulu di Indonesia).

2

Terdapat empat stadia kematangan padi, yaitu stadia matang susu, stadia matang kuning, stadia matang penuh dan stadia matang mutlak.
Stadia matang susu adalah malai sudah terkulai dan butir yang dipijit mengeluarkan cairan putih susu; Stadia matang kuning adalah seluruh tanaman nampak kuning dengan bagian daun sebelah atas yang masih hijau dan gabah yang dipijit patah; Stadia matang penuh adalah bagian daun sebelah atas kuning tua, batang telah kering, gabah belum rontok dan sudah agak sulit dipecah dengan jari tangan; Stadia matang mutlak adalah seluruh tanaman sudah mati, gabah dapat jatuh bila tanaman digoyang dan sudah mengeras serta kering
3

beras dapat diolah menjadi tepung beras dan selanjutnya tepung beras dapat diolah menjadi bihun. TAHAPAN : 1. serta kue-kue kering atau basah. Selain itu. PRE – PROCESSING 2.PENGOLAHAN PADI Pengolahan padi adalah perlakuan yang dikerjakan mulai panen sampai menjadi beras. kweetiaw. PENGEPAKAN 4 . PENGGILINGAN ( PROCESSING ) 3.

5 . PENYIMPANAN SEMENTARA.PRE .PROCESSING PRE – PROCESSING DIMAKSUDKAN UNTUK MEMBERSIHKAN BAGIAN YANG TIDAK DIINGINKAN SERTA MEMUDAHKAN PENGGILINGAN. Threshing ( PENGGABAHAN ). PERLAKUANNYA : PANEN. PENGERINGAN.

tidak kurang mtang maupun terlalu matang (gabah dan malai menua dan sebagian telah kering atau mati). kadar air itu perlu dikurangi sampai menjadi 13-14 persen dengan pengeringan secara mekanis ataupun alami (penjemuran). 6 . agar diperoleh hasil produksi dengan kualitas tinggi. Serealia umumnya dipanen pada kadar air 20-30 persen. Memotong malai pada proses panen dilakukan dengan sabit atau pisau besar dan ani-ani. tetapi untuk dapat disimpan atau diolah dengan tanpa mengalami kerusakan yang berarti.Panen harus dilaksanakan pada waktu yang tepat (33-36 hari sesudah 95 persen rumpun telah berbunga).

DAN “ BLOWER “ .PERONTOKAN (THRESING) TUJUANNYA ADALAH UNTUK MEMISAHKAN TANGKAI PADI DARI BUTIRAN GABAH. 7 . AYAKAN. OPERASINYA ADALAH DENGAN CARA MERONTOKKAN ( THRESHING ). ALATNYA : THRESHER ALAT INI DILENGKAPI DENGAN ALAT PERONTOK.

alat perontok tipe silinder. tenaga mesin atau alat pemanen kombinasi (combine harvester). Perontokan gabah dengan tenaga manusia dilakukan dengan cara : membanting/memukul padi pada benda keras/padat. 8 . Perontokan gabah dapat dilakukan dengan tenaga manusia dan hewan. serta kue-kue kering atau basah. menggilas dengan traktor Pengolahan hasil panen tanaman padi yang umum dilakukan adalah pengolahan menjadi beras pecah kulit (PK) dan beras giling (sosoh). beras dapat diolah menjadi tepung beras dan selanjutnya tepung beras dapat diolah menjadi bihun. diinjak-injak atau diiles-iles. kweetiaw. alat perontok tenaga pedal.Perontokan atau proses pelepasan gabah dari tangkai dapat dilakukan segera setelah panen atau dua hari setelah panen atau setelah dikeringkan dengan sinar matahari/alat pengering. Selain itu.

9 .PENGERINGAN Alami Buatan PERTIMBANGAN KAPASITAS. DAN KEMAMPUAN AKAN MENENTUKAN PILIHAN CARA PENGERING APA YANG AKAN DIGUNAKAN. TUJUAN. DENGAN PENGERINGAN DIHARAPKAN KADAR AIR AKAN TURUN DARI  27% menjadi  14% CABAH DENGAN KONDISI INI TELAH CUKUP SIAP UNTUK DIGILING DAN AMAN UNTUK DISIMPAN.

68 3.13 2 60o 3.69 1.26 2.64 12.88 4 BUATAN 43o 48o 20.62 2 0.10 2.05 12.5 54o 20.34 - 6 8.TABEL PENGERINGAN PADI DENGAN SINAR MATAHARI DAN PENGERING BUATAN PENGERINGAN SINAR MATAHARI KADAR AIR AWAL: % KADAR AIR AKHIR: % LAMA PANGERINGAN ( JAM ) KEC.61 2.7 12.14 3 21.96 13.63 6 38o 20.7 13.1 12. PENGERINGAN ( KG / JAM ) KONSUMSI BAHAN BAKAR 21.37 12.4 4.53 13.64 12.3 10 .

GABAH DI TEMPATKAN PADA SUATU TEMPAT TERTENTU DAN HARUS DIJAGA AGAR GABAH TETAP KERING. 11 . SUHU PENYIMPANAN 30o – 40oC.PENYIMPANAN PENYIMPANAN INI BERSIFAT SEMENTARA SEBELUM GABAH DIGILING. KELEMBABAN 80%. KADAR AIR SEBAIKNYA  14%.

PEMECAH KULIT ( HULLER. .PEMISAH ( SEPARATOR ). . MEMECAH SEKAM. MEMISAHKAN BAGIAN HASIL PENGGILINGAN . MENGHILANGKAN LAPISAN LUAR ( KATUL ).PEMBERSIH ( CLEANER ) UNTUK MEMBERSIHKAN BIJI UTUH DARI KOTORAN. PENGGILINGAN YANG LENGKAP UMUMNYA TERJADI ATAS PERALATAN : .PENGGILINGAN (PROCESSING) TUJUAN PENGGILINGAN ADALAH MEMISAHKAN BERAS DARI BAGIAN LAINNYA YANG TIDAK DIKEHENDAKI DAN DIINGINKAN. . HUSKER ). 12 .PENYOSOH ( PEARLER ).

1-2 menit. 50oC) | Pengupasan (Huller/Rubber roll) | Beras pecah kulit | Penyosohan (polisher) | Beras giling Diagram alir pengolahan gabah menjadi beras pecah kulit dan beras giling 13 . Pengeringan 1-2 jam.Gabah | Pembersihan dan Conditioning (Pelunakan 1:20.

373 399.4 0.385 349.0.74 Densi.2.9.9.56-0.7 7.95 Gabah Beras PK B.3 6.2.0.3 1.1. energi (kkal) 378 363.8 Lemak (g) 1.7 0.67-0.6 .8 0. giling Dedak Sekam 5.3.0-9.9 2.6.5.2 2.6.5 0.4 34.8 6.45. kamba (g/ml) 0.3.1.7-2.8.29 0.3 24-29 66-74 Kand.3.332 Berat jenis (g/ml) 1.1 11.16-1.2 1.5.23 1.10-0.0.31 1.2.2 .9 0.7.0 .11.5 15.78-0.0.16 14 .0.Komposisi proksimat gabah dan bagian hasil giling pada kadar air 14 % Bagian Prot gNx5.2-21.4-19.1.3-14.7.40 0.2-10.68 0.8.20-0.64 0.9-3.85 0.9 13.3.5 .9 Abu (g) 2.0.44-1.17-1.8 Serat (g) 7.46 1.476 265.5 7.0 KH (g) 64-73 73-87 77-89 34-62 22-34 Serat (NDF) (g) 16.0 0.

Pengeringan 1-2 jam. 1-2 menit. 50oC) | Penggilingan I (Gilingan batu/grinder) | Tepung kasar (40 mesh) | Pengeringan dan pendinginan | Penggilingan II (Grinder) | Tepung halus (60-120 mesh) Diagram alir pembuatan tepung beras dengan cara giling kering 15 .Beras | Pembersihan dan Conditioning (Pelunakan 1:20.

3 jam) | "Dodol" beras | Pembuatan adonan | Pengepresan dan pengayakan | Benang bihun (tampung dalam wadah berisi air) | Penirisan dan penjemuran | Bihun Diagram alir pembuatan bihun 16 .Beras | Pencucian dan perendaman (12 jam) | Penggilingan (batu giling) | Tepung beras basah | Pengukusan (karung kain.

di mana dari 40 kg beras pecah kulit terdiri atas 35 kg beras sosoh atau beras putih (white rice) dan 5 kg dedak sebagai hasil samping penggilingan dan penyosohan gabah Dedak dapat dibagi atas dua bentuk yaitu berupa bekatul (polish) sebanyak 1.5 kg dan dedak (bran) sebanyak 3.5 kg Dedak adalah hasil samping proses penggilingan padi yang terdiri dari lapisan dedak sebelah luar dari butiran padi dengan sejumlah lembaga biji Bekatul adalah lapisan sebelah dalam dari butiran padi termasuk sebagian kecil endosperm berpati 17 .Dedak Padi (Rice Bran) Dari 50 kg gabah (paddy/rough rice) dapat diperoleh 40 kg beras pecah kulit (brown rice) dan 10 kg sekam (hulls).

Stabilisasi dedak secara komersial dilakukan dengan proses ekstrusi pada suhu 125-135C selama 1-3 detik pada kadar air 11-15 persen Inaktivasi lipase telah pula dicoba dengan tiga cara.Untuk memperoleh dedak padi yang bersifat food grade dengan mutu simpan yang baik dan memiliki nilai industri tinggi. 15 menit) dan penyangraian (70-80C. yaitu pengukusan (100C. sterilisasi (121C. seluruh komponen yang menyebabkan kerusakan harus dikeluarkan atau dihambat. 18 . 2 menit). 15 menit).

TANGKAI BERAS KEPALA BERAS PECAH MENIR TEPUNG 19 . CARGO RICE PENYOSOH (DEALER) BERAS PUTIH PENGGOSOK (POLISHER) BARAS PUTIH BERSIH SEPARATOR KATUL SEKAM DEBU.GABAH PEMBERSIH (SHAKER SCREEN) GABAH BERSIH PEMECAHAN KULIT (HULLER.HUSKER) BERAS PECAH KULIT BROWN RICH. KOTORAN.

LAMA PERENDAMAN BERVARIASI TERGANTUNG DARI KADAR AIR GARAM. KEMUDIAN DIRENDAM SELAMA  3 JAM DALAM AIR ( 75 – 80 OC ) DENGAN TEKANAN 100 PSI. DIMANA PADI SEBELUM DIGILING DILAKUKAN PERENDAMAN TERLEBIH DAHULU. 1. PARBOILED RICE MEMPUNYAI KEUNTUNGAN DIBANDING BERAS BIASA .PARBOILED RICE PARBOILED ADALAH PENGOLAHAN PADI. BERAS HASIL RENDAMAN KEMUDIAN DIKERINGKAN DAN DISIMPAN ( 8 JAM ) DAN AKHIRNYA DIGILING. MENGUATKAN BIJI DAN MENGURANGI “ BROKEN RICE “ 3. LAMA PENYIMPANAN DAN WARNA YANG DI KEHENDAKI ( 2 – 12 JAM ). LEBIH TAHAN PROSES PENGOLAHAN GABAH DIBIARKAN 10 DALAM SUATU BEJANA BESAR YANG DIVAKUMKAN ( 25 INCI ). 20 . NILAI GIZI BERTAMBAH 2.

UNTUK MENDAPATKAN KESERAGAMAN FRAKSI. CONDITIONING DALAM TAHAP INI BIJI DITAMBAH SEDIKIT AIR UNTUK MELUNAKKAN BAGIAN KULIT DAN ENDOSPERM. PNEUMATIC SEPARATOR .PEMBERSIHAN PEMBERSIHAN DIMAKSUDKAN UNTUK MENGHINDARKAN DARI BENDA SING DAN KOTORAN YANG MENEMPEL. UMUMNYA KADAR AIR AKAN BERTAMBAH DARI  14% MENJADI  17%. MAGNETIC SEPARATOR. 21 . BAHKAN DILENGKAPI DENGAN PEMBERSIH DEBU DENGAN PENGGOSOKAN DAN PENCUCIAN ( SCOURER ). UNTUK MENAIKKAN KADAR AIR SEBANYAK TERSEBUT DIATAS UMUMNYA DIPERLUKAN WAKTU 18 – 72 JAM. UNIT ROLLER BIASANYA DIPASANG LEBIH DARI SATU. PENGGILINGAN PENGGILINGAN UMUMNYA DAPAT BERUPA ROLL – ROLL ( BREAK ROLL. SEHINGGA MEMUDAHKAN PENGGILINGAN. PENAMBAHAN AIR DENGAN SUHU KAMAR JUGA DISEBUT DENGAN ISTILAH TEMPERING. REDUCTION ROLL ). ALAT PEMBERSIH YANG SERING DIGUNAKAN ANTARA LAIN : MILLING SEPARATOR. PADA TAHAP INI KADANG – KADANG DILAKUKAN PEMISAHAN BIJI BERDASARKAN UKURAN ( SORTER ).

GABAH BERSIH PERENDAMAN (SOAKING) PEMASAKAN GABAH PARBOILED BASAH PENGERINGAN GABAH PARBOILED KERING PENGGILINGAN 22 .

12 jam PENGEMASAN (DUS KARTON) OPP PENGEMASAN (BOX KARTON) PRODUK DODOL 23 . 125oC. 30oC. 60’ PENCETAKAN PENDINGINAN.SANTAN PENCAMPURAN PEMASAKAN. 24 jam PENGEMASAN (DOORS LAGH) TEPUNG BERAS KETAN GARAM KARANTINA.

48 JAM 24 . 20 JAM PENGGILINGAN PENGUKUSAN 40 oC .BERAS KETAN PENCUCIAN PERENDAMAN DALAM AIR 90 oC . 2. 1 JAM RICE COOCKIES PENGEMASAN AGING 5 oC .5 JAM PENUMBUKAN MOCHI PEMOTONGAN 5 X 4 mm PENGERINGAN PEMANGGANGAN 80 oC .

PENGERINGAN SEREALIA 25 .

13 12.5 2 2 4.34 13.7 8.53 20.63 6 0.14 13.96 21. PENGERINGAN ( KG / JAM ) KONSUMSI BAHAN BAKAR 12.37 20.1 26 .68 3.64 23.26 12.88 13.05 38o BUATAN 43o 48o 54o 60o 20.TABEL PENGERINGAN PADI DENGAN SINAR MATAHARI DAN PENGERING BUATAN PENGERINGAN SINAR MATAHARI KADAR AIR AWAL: % 21.62 4 1.4 12.10 2.61 6 3 2.7 12.64 KADAR AIR AKHIR: % LAMA PANGERINGAN ( JAM ) KEC.3 2.69 - 12.

. PENGEPAKAN I. PENYIMPANAN SEMENTARA. PENGERINGAN. 27 : BANYAK TERDAPAT “ BROKEN RICE “ . PENGGILINGAN ( PROCESSING ) 3.PROCESSING PRE – PROCESSING DIMAKSUDKAN UNTUK MEMBERSIHKAN BAGIAN YANG TIDAK DIINGINKAN SERTA MEMUDAHKAN PENGGILINGAN. 1. PRE . PRE – PROCESSING 2. THERSHING ( PENGGABAHAN ).PENGOLAHAN PADI YANG DIMAKSUD DENGAN PENGOLAHAN PADI SEBENARNYA ADALAH PERLAKUAN YANG DIKERJAKAN MULAI PANEN SAMPAI MENJADI BERAS. PANEN AWAL PANEN LAMBAT : RENDEMEN SEDIKIT. PERLAKUANNYA : PANEN. KARENA TOP “ CHALKY GRAINS” DAN “ IMMATURE GRAINS “ .

PEMECAH KULIT ( HULLER. MEMBERSIHKAN BIJI UTUH DARI KOTORAN. 28 . KELEMBABAN 80%. II. PENGGILINGAN ( PROCESSING ) TUJUAN PENGGILINGAN ADALAH MEMISAHKAN BERAS DARI BAGIAN LAINNYA YANG TIDAK DIKEHENDAKI DAN DIINGINKAN. PEMISAH ( SEPARATOR ). SUHU PENYIMPANAN 30o – 40oC. GABAH DI TEMPATKAN PADA SUATU TEMPAT TERTENTU DAN HARUS DIJAGA AGAR GABAH TETAP KERING. UNTUK. MENGHILANGKAN LAPISAN LUAR ( KATUL ).PENYIMPANAN PENYIMPANAN INI BERSIFAT SEMENTARA SEBELUM GABAH DIGILING. PENYOSOH ( PEARLER ). KADAR AIR SEBAIKNYA  14%. MEMISAHKAN BAGIAN HASIL PENGGILINGAN . HUSKER ). PENGGILINGAN YANG LENGKAP UMUMNYA TERJADI ATAS PERALATAN : PEMBERSIHAN ( CLEANER ). MEMECAH SEKAM.

OPERASINYA ADALAH DENGAN CARA MERONTOKKAN ( THRESHING ). HUSUS. PENGERINGAN PERTIMBANGAN KAPASITAS. ALATNYA : THRESHER ALAT INI DILENGKAPI DENGAN ALAT PERONTOK. 29 . AYAKAN.PENGGABAHAN ( THRESHING ) TUJUANNYA ADALAH UNTUK MEMISAHKAN TANGKAI PADI DARI BUTIRAN GABAH. TUJUAN. DENGAN PENGERINGAN DIHARAPKAN KADAR AIR AKAN TURUN DARI  27%  14% CABAH DENGAN KONDISI INI TELAH CUKUP SIAP UNTUK DIGILING DAN AMAN UNTUK DISIMPAN. DAN “ BLOWER “ . DAN KEMAMPUAN AKAN MENENTUKAN PILIHAN CARA PENGERING APA YANG AKAN DIGUNAKAN.

PNEUMATIC SEPARATOR .PEMBERSIHAN PEMBERSIHAN DIMAKSUDKAN UNTUK MENGHINDARKAN DARI BENDA SING DAN KOTORAN YANG MENEMPEL. SEHINGGA MEMUDAHKAN PENGGILINGAN. 30 . ALAT PEMBERSIH YANG SERING DIGUNAKAN ANTARA LAIN : MILLING SEPARATOR. PENAMBAHAN AIR DENGAN SUHU KAMAR JUGA DISEBUT DENGAN ISTILAH TEMPERING. UMUMNYA KADAR AIR AKAN BERTAMBAH DARI  14% MENJADI  17%. UNTUK MENAIKKAN KADAR AIR SEBANYAK TERSEBUT DIATAS UMUMNYA DIPERLUKAN WAKTU 18 – 72 JAM. BAHKAN DILENGKAPI DENGAN PEMBERSIH DEBU DENGAN PENGGOSOKAN DAN PENCUCIAN ( SCOURER ). UNTUK MENDAPATKAN KESERAGAMAN FRAKSI. MAGNETIC SEPARATOR. PADA TAHAP INI KADANG – KADANG DILAKUKAN PEMISAHAN BIJI BERDASARKAN UKURAN ( SORTER ). CONDITIONING DALAM TAHAP INI BIJI DITAMBAH SEDIKIT AIR UNTUK MELUNAKKAN BAGIAN KULIT DAN ENDOSPERM. UNIT ROLLER BIASANYA DIPASANG LEBIH DARI SATU. REDUCTION ROLL ). TIAP SET ROLL DILENGKAPI DENGAN SISTEM PEMISAH ( SCALPER ) DAN PENYARING (PLANTSIFTER). PENGGILINGAN PENGGILINGAN UMUMNYA DAPAT BERUPA ROLL – ROLL ( BREAK ROLL.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful