Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Perubahan ekonomi yang terjadi secara cepat tersebut mengarah pada turunnya nilai tukar mata uang dan harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi. Krisis ekonomi dapat melanda suatu negara apabila perubahan perekonomian sudah tidak dapat dibendung lagi. Di Indonesia telah terjadi krisis moneter pada tahun 1977 yang kemudian membuat Indonesia masuk dalam krisis ekonomi berkepanjangan. Krisis ini telah menyebabkan merosotnya perekonomian Indonesia dan hingga sekarang belum menunjukkan akan berakhir. Krisis yang berkepanjangan ini mengakibatkan tidak sedikit perusahaan yang mengalami kemunduran bahkan cenderung bangkrut. Salah satu sector yang terkena dampak dari krisis ini adalah sektor industri. Sejalan dengan turunnya laju pertumbuhan sektor industri ini, persaingan antar industri sejenispun semakin ketat. Sehubungan dengan keadaan ini, peran manajemen sangat vital dalam membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Keberhasilan sebuah perusahaan dalam mencapai tujuannya tergantung pada manajemen perusahaan tersebut. Ukuran yang sering dipakai untuk menilai keberhasilan manajemen suatu perusahaan adalah laba yang diperoleh perusahaan tersebut. Laba itu dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu: harga jual produk, biaya produksi dalam pemasaran produk, serta volume penjualan. Biaya menentukan harga jual untuk mencapai tingkat laba yang dikehendaki, harga jual mempengaruhi volume penjualan, sedangkan volume penjualan langsung mempengaruhi volume produksi dan volume produksi mempengaruhi biaya. Informasi mengenai faktor yang mempengaruhi laba, dapat diketahuin jelas dalam laporan biaya. Laporan biaya tidak hanya berguna bagi pihak eksternal perusahaan akan tetapi memegang peranan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen dalam perencanaan terhadap perusahaan. Dalam perencanaan, manajemen dihadapkan pada pengambilan keputusan yang menyangkut memilih satu pilihan yang terbaik dari berbagai macam alternative pilihan. Dalam hal ini manajemen memerlukan informasi yang dapat mengurangi katidakpastian, sehingga mereka dapat menentukan pilihan yang terbaik bagi perusahaan. Salah satu jenis informasi yang diperlukan manajemen sebagai dasar

perencanaan dan pengambilan keputusan adalah informasi akuntansi diferensial yaitu suatu informasi yang menyajikan perbedaan aktiva, pendapatan dan atau biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan alternatif tindakan yang lain, manajemen membutuhkan informasi akuntansi diferensial ini untuk memilih alternatif tindakayang terbaik diantara alternatif yang tersedia, yaitu alternatif menerima atau menolak pesanan khusus. Uraian di atas adalah hal yang melatarbelakangi penulis tertarik mengangkat Analisis Informasi Akuntansi Diferensial ke dalam sebuah makalah. Dalam makalah ini akan diuraikan apa yang dimaksud dengan analisis informasi akuntansi diferensial serta hal-hal yang menyangkut dengan analisis diferensial tersebut. 1.2 Rumusan Masalah Adapun masalah yang dapat dirumuskan dalam makalah ini adalah : a. Apa yang dimaksud dengan informasi akuntansi diferensial? b. Bagaimana langkah-langkah dalam pengambilan keputusan? c. Apa manfaat analisis informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan keputusan? d. Apa pengaruh analisis diferensial dalam keputusan? 1.3 Batasan Masalah Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah : a. Untuk mengetahui bidang usaha yang digeluti oleh perusahaan ini. b. Untuk mengetahui strategi bisnis yang diterapkan dalam perusahaan ini. c. Untuk mengetahui model usaha yang diterapkan dalam perusahaan ini. d. Untuk mengetahui struktur organisasi perusahaan ini. e. Untuk mengetahui master plan perusahaan ini. 1.4 Manfaat Penulisan Adapun manfaat yang diperoleh dalam makalah ini adalah : a. Sebagai gambaran tentang komponen-komponen penting dalam perusahaan. b. Sebagai bahan pertimbangan bagi pihak terkait untuk mengembangkan strategi perusahaan yang dimiliki.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Informasi Akuntansi Diferensial Informasi akuntansi differensial merupakan informasi akuntansi yang

dihubungkan dengan pemilihan alternatif. Informasi akuntansi deferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan/atau biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan alternatif tindakan yang lain. Unsur pokok yang ada pada informasi akuntansi ini adalah bahwa informasi ini berhubungan dengan masa yang akan datang dan berbeda untuk setiap alternatif. Informasi akuntansi dierensial terdiri dari aktiva, pendapatan, dan biaya. Informasi akuntansi diferensial yang hanya bersangkutan dengan biaya disebut biaya diferensial, dan yang hanya bersangkutan dengan pendapatan disebut dengan pendapatan diferensial, sedangkan yang bersangkutan dengan aktiva disebut aktiva diferensial. Pengambilan keputusan oleh pihak manajemen dengan menggunakan informasi akuntansi diferensial terutama bertujuan untuk menentukan laba diferensial yaitu selisih lebih pendapatan diferensial dan biaya diferensial dari suatu keputusan tertentu dibandingkan dengan keputusan alternatif yang lain. Menurut Supriyono (1994), pengertian dan karakteristik pendapatan

diferensial,biaya diferensial dan laba diferensial adalah: 1. Pendapatan Diferensial Diferensial bermanfaat untuk pengambilan keputusan, pendapatan diferensial adalah pendapatan yang berbeda diantara berbagai alternatif keputusan yang mungkin dipilih. Pendapatan masa lalu atau masa yang akan datang yang tidak berbeda dintara berbagai alternatif keputusan yang mungkin dipilih bukan merupakan pendapatan diferensial. Dari definisi diatas karakteristik pendapatan diferensial adalah: a. Pendapatan masa yang akan datang.

b. Pendapatan yang berbeda diantara berbagai alternatif keputusan. Laba diferensial = Pendapatan diferensial Biaya diferensial 2. Biaya Diferensial Biaya diferensial adalah biaya yang akan datang yang berbeda diantara berbagai macam alternatif keputusan yang mungkin dipilih. Besarnya biaya diferensial dihitung dari perbedaan biaya pada alternatif tertentu dibandingkan dengan biaya pada alternatif lainnya. Karakteristik biaya diferensial adalah sebagai berikut: a. Biaya masa yang akan datang. b. Biaya yang berbeda diantara berbagai alternatif keputusan. Biaya yang akan datang adalah biaya yang diharapkan akan terjadi selama periode waktu yang tercakup oleh keputusan yang akan dibuat. Biaya masa lalu tidak diferensial untuk pembuatan keputusan, namun bermanfaat untuk meramal biaya yang akan terjadi dimasa yang akan datang. 3. Laba Diferensial Laba diferensial erat hubungannya dengan pengertian pendapatan diferensial dan biaya diferensial. Laba diferensial adalah laba yang akan datang yang berbeda diantara berbagai alternatif yang mungkin dipilih. Besarnya laba diferensial dihitung dari perbedaan antara laba pada alternatif tertentu dibandingkan dengan laba pada alternatif lainnya. Besarnya laba diferensial diperhitungkan dengan menggunakan rumus: Gambar 2.1: Rumus Laba diferensial Atas definisi diatas dapat disimpulkan karakteristik laba diferensial adalah sebagai berikut: a. Laba masa yang akan datang. b. Laba yang berbeda diantara alternatif keputusan. 2.2 Manfaat Informasi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Manfaat informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan keputusan jangka pendek.Umummya manajemen menghadapi 4 macam pengambilan keputusan jangka pendek yaitu :

a.

Membeli atau membuat sendiri ( Make or buy decision )

Keputusan membeli atau membuat sendiri dapat dibagi menjadi dua macam : 1. Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh perusahaan yang sebelumnya memproduksi sendiri produknya, kemudian mempertimbangkan akan membeli produk tersebut dari pemasok. Tipe ini umumnya merupakan keputusan manajemen jangka pendek, yang tidak menyangkut investasi jangka panjang. Dua kemungkinan yang dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan ini. Kemungkinan pertama adalah fasilitas yang digunakan untuk memproduksi tidak dapat dimanfaatkan jika produk dihentikan produksinya karena manjemen memilih alternatif membeli dari luar. Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternatif membeli dari luar lebih menguntungkan jika dipilih. Jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan, alternatif membeli dari luar sebaiknya tidak dipilih. Kemungkinan kedua adalah fasilitas yang digunakan untuk memproduksi dapat dimanfaatkan untuk usaha lain yang mendatangkan laba, jika produk dihentikan produksinya, karena manajemen memilih alternatif membeli dari luar. Pengorbanan dari pemilihan alternatif membeli dari luar adalah sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk membeli produk dari pemasok luar. Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternatif membeli dari luar lebih menguntungkan jika dipilih. Jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan, alternatif membeli dari luar sebaiknya tidak dipilih. 2. Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh perusahaan yang sebelumnya membeli produk tertentu dari pemasok luar, kemudian mempertimbangkan akan memproduksi sendiri produk tersebut. umumnya merupakan keputusan manajemen jangka panjang, karena kemungkinan menyangkut investasi dana dalam jumlah yang besar untuk pengadaan mesin dan perlengkapan produksi. Dua kemungkinan yang dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan ini. Pertama keputusan membuat sendiri tidak memerlukan tambahan fasilitas produksi, karena manajemen dapat memanfaatkan kapasitas yang masih menganggur dari mesin dan ekuipmen yang telah dimiliki sebelumnya. Pengorbanan dari pemilihan

alternatif membuat sendiri adalah sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sendiri produk tersebut. Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternatif membuat sendiri lebih menguntungkan jika dipilih. Sebaliknya jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan alternatif membuat sendiri sebaiknya tidak dipilih. Kedua adalah keputusan membuat sendiri akan mengakibatkan manajemen memerlukan tambahan investasi dalam mesin dan ekuipmen. Pengorbanan dari pemilihan alternatif membuat sendiri adalah sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sendiri produk tersebut. Manfaat bersih yang diperoleh dibandingkan dengan besarnya investasi dalam mesin dan ekuipmen (aktiva penuh) untuk memutuskan apakah manfaat bersih yang diperoleh sebanding dengan investasi yang akan dilakukan. b. Menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk ( Sell or process further). Manajemen puncak dihadapkan pada pilihan menjual produk tertentu pada kondisinya sekarang atau memprosesnya lebih lanjut menjadi produk lain yang lebih tinggi harga jualnya. Dalam pengambilan keputusan macam ini, informasi akuntansi diferensial yang diperlukan oleh manajemen adalah pendapatan diferensial dengan biaya diferensial jika alternatif memproses lebih lanjut dipilih. c. Menghentikan atau melanjutkan produksi produk tertentu atau kegiatan usaha suatu bagian perusahaan ( stop or continue product line ) Dalam perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macam keluarga produk (product line) atau yang memilki berbagai departemen penghasil laba, Ada kalanya manajemen puncak menghadapi salah satu keluarga produknya atau salah satu departemennya mengalami kerugian usaha yang akan diperkirakan akan berlangsung terus. Dalam menghadapi kondisi ini, manajemen perlu mempertimbangkan keputusan menghentikan atau tetap melanjutkan produksi produk atau kegiatan usaha departemen yang mengalami kerugian.

Informasi yang relevan untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan ini adalah biaya difernsial dan pendapatan diferensial. Dengan dihentikannya produksi produk tertentu atau kegiatan departemen tertentu perusahaan akan kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan dari produk /departemen tertentu (foregone revenues). Pendapatan hilang ini merupakan informasi pendapatan diferensial dan merupakan pengorbanan yang ditanggung karena pemilihan alternatif menghentikan produksi produk atau departemen tertentu. Dilain pihak, dengan dihentikannya usaha departemen tertentu, perusahaan menikmati manfaat berupa biaya terhindarkan yang mrp informasi akuntansi diferensial . Jika biaya terhindarkan (yang mrp manfaat yang diperoleh ) lebih besar dari pendapatan yang hilang (yang merupakan pengorbanan) akibat dihentikannya produksi produk atau kegiatan usaha departemen tertentu, maka alternatif penghentian sebaiknya dipilih. Jika biaya terhindarkan lebih kecil dari dari pendapatan yang hilang akibat dihentikannya produksi produk atau kegiatan usaha departemen tertentu, maka alternatif penghentian tersebut tidak dipilih. d. Menerima atau menolak pesanan khusus ( special order decision ) Dalam pengambilan keputusan menerima atau menolak (pesanan khusus), informasi akuntansi adalah pendapatan diferensial dan biaya diferensial. Jika pendapatan diferensial (yaitu tambahan pendapatan dengan diterimanya pesanan khusus tersebut) lebih tinggi dibandingkan dengan biaya diferensial (yaitu tambahan biaya karena memenuhi pesanan khusus tersebut) maka pesanan khusus tersebut sebaiknya diterima. Dilain pihak , jika pendapatan diferensial lebih rendah dibandingkan dengan biaya difernsial, maka pesanan khusus sebaiknya ditolak. 2.3 Analisis Informasi Akuntansi Differensial Sebagai Alat Pengambilan Keputusan Setiap Perusahaan baik Perusahaan kecil maupun Perusahaan besar dalam menjalankan operasinya, pada dasarnya terarah pada tujuan tertentu. Jadi sebelum menjalankan kegiatannya, suatu perusahaan seharusnya terlebih dahulu menetapkan tujuan yang menjadi pusat perhatian kegiatan yang dilaksanakan. Semakin besar suatu Perusahaan maka semakin besar pula kegiatannya, baik kegiatan perusahaan itu sendiri

maupun kegiatan diluar perusahaan tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, yang pertama-tama bertanggungiawab adalah seorang Pimpinan Perusahaan atau Manajer Perusahaan. Pimpinan perusahaan yang diserahi tugas umtuk atas menjalankan semua roda kegiatan perusahaan yang harus dapat bertanggungiawab tindakan-tindakan diambil, termasuk

mempertanggungiawabkan seluruh kekayaan Perusahaan yang berada dibawah kekuasaannya untuk digunakan dalam kegiatan tersebut. Dalam rangka menjalankan tugas tersebut perlu membuat perencanaan dan pengawasan terhadap operasi perusahaan. Salah satu cara dan masalah yang perlu diperhatikan dalam perusahaan adalah pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan itu merupakan tugas yang cukup berat bagi seorang pimpinan perusahaan ataupun manajer perusahaan, sebab Manajemen yang baik sangat tergantung pada kecakapan serta kemampuan Pimpinan untuk membuat keputusan yang tepat bagi perusahaannya. Di dalam pengambilan keputusan biasanya manajer selalu dihadapkan dengan berbagai pilihan, misalnya apakah perusahaan akan membeli peralatan yang baru atau meneruskan penggunaan peralatan-peralatan lamanya untuk tujuan operasi perusahaan pada periode selanjutnya. Dan hal tersebut merupakan keputusan yang cukup sulit buat manajer atau seorang pimpinan perusahaan. Salah satu tugas dari seorang manajer perusahaan adalah memilih atau menentukan aktiva-aktiva mana saja yang dapat dimasukkan dalam investasi dan juga divisi-divisi apa saja yang menggunakan aktiva tetap yang tua dan yang menggunakan aktiva tetap yang baru pada aktivitas perusahaan tersebut. Aktiva tetap didalam perusahaan manufaktur mempunyai sifat yang berbeda dengan aktiva yang ada dalam perusahaan pertambangan. Dalam pertambangan aktiva tetap adalah berupa wasting asset, yang lambat laun akan habis karena kegiatan perusahaan. Sebaliknya aktiva tetap dalam perusahaan manufaktur pada umumnya selalu dipertahankan dalam kondisi puncak untuk selalu memproduksi pada periode berikutnya. Dalam hubungannya dengan uraian tersebut diatas, maka seorang Manajer atau Pimpinan Perusahaan sangat membutuhkan suatu alat Bantu yang digunakan untuk pengambilan keputusannya. Salah satu kriteria alat Bantu yang dapat digunakan oleh Perusahaan guna menunjang Pengambilan Keputusan Keuangan adalah perlunya penerapan Informasi Akuntansi Differensial. Yang mana Informasi ini selalu

berhubungan dengan berbagai pemilihan alternatif di dalam proses pengambilan keputusan. Di dalam pemilihan alternatif, dua rangkaian tindakan atau lebih dinyatakan secara spesifik dan manajer memilih salah satu yang dianggap terbaik. Manajer selalu mencari alternatif yang paling mungkin dapat digunakan untuk mencapai tujuan organisasi. Yang mana tujuan akhir perusahaan adalah memaksimalkan tingkat kembali investasi (modal). Besarnya tingkat kembali modal oleh para investor akan dibandingkan dengan biaya kesempatan (Opportunity Cost) yang dimilikinya. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan tingkat kembali modal dan juga memaksimalkan tingkat profitabilitas perusahaan, dan salah satu alternatifnya adalah menerapkan analisis Akuntansi differensial seperti yang telah disebutkan diatas tadi. Analisis tersebut dapat digunakan oleh perusahaan untuk memilih keputusan mana yang akan ditetapkan oleh manajer untuk kelanjulan operasi perusahaan pada masa yang akan datang. Misalnya ada dua pilihan pada suatu perusahaan, membeli kendaraan baru atau mempertahankan kendaraan yang lama. Untuk memilih salah satu dari alternatif tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah karena memilih satu alternatif diantara dua alternatif berarti harus siap dengan segala konsekuensi dan juga resiko yang akan dialami oleh perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut di atas dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa pemilihan alternatif membeli mesin baru atau meneruskan penggunaan mesin lama sangatlah penting bagi suatu perusahaan, demikian juga mesin mana yang akan dimasukkan dalam unsur investasi untuk digunakan kembali pada periode selanjutnya.

BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, PT DUTA INTERNATIONAL adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan umum, yang menawarkan jasa bantuan e-commerce / internet marketing untuk memudahkan semua member DUTA INTERNATIONAL memulai usahanya sebagai agen pulsa yang berbasis teknologi internet. . 3.2 Saran Saran yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan ini adalah, kepada pembaca hendaknya berhati hati jika ingin bergabung dengan salah satu perusahaan yang bergerak di bidak jasa dengan menawarkan berbagai keuntungan yang didapat jika bergabung dengan perusahaan tersebut.Sebelum kita bergabung di dalam perusahaan tersebut, terlebih dahulu kita harus tahu betul bagaimana perusahaan tersebut, bergerak di bidang apa, dan apakah perusahaan tersebut telah memiliki izin dari pemerintah,sebab hal ini akan sangat bergunana bagi kita.

DAFTAR PUSTAKA
Randu. 2009. PT Duta Internasional. http/office@duta4future.com

11