PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN Oleh: __________ A.

Pendahuluan Perkembangan ekonomi Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini menunjukkan tren yang membaik setelah mengalami tantangan yang cukup berat di pertengahan tahun 2008. Berbagai indikator ekonomi, seperti laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), investasi, konsumsi, ekspor yang semakin meningkat, inflasi dan nilai tukar yang semakin terkendali, serta indikator lainnya mencerminkan pemulihan dan perbaikan kondisi perekonomian. Momentum positif ini merupakan modal bagi pemerintah untuk melanjutkan programprogram pembangunan mencapai sasaran pembangunan. Namun demikian, beberapa permasalahan bangsa ini masih akan terus menghadang. Pengangguran dan kemiskinan masih belum sepenuhnya dapat ditanggulangi. Begityu pula halnya dengan permasalahan dalam pengbangunan berkelanjutan. Berbagai sarana kesehatan dan pendidikan masih membutuhkan pembangunan dan perhatian yang lebih serius dari pemerintah, baik pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kondisi infrastruktur jalan raya, pelabuhan udara dan laut, listrik, serta irigasi mengalami kerusakan dan kurang mendapat perhatian. Hal ini menyebabkan beban biaya yang tinggi bagi masyarakat maupun perekonomian nasional. Dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2010-2014, tercantum tiga agenda pembangunan nasional Indonesia, yaitu terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat, terwujudnya masyarakat, bangsa, dan negara yang demokratis, dan dan terwujudnya pembangunan yang adil dan merata. Upaya meningkatkan kesejahteraan bangsa dan menata perekonomian Indonesia,

Strategi yang berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi merupakan pilihan yang paling tepat. Untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat. pertumbuhan ekonomi perlu dipercepat. Banyak program pemerintah yang memberikan bantuan dalam berbagai hal untuk mengurangi angka kemiskinan. Upaya pemerintah untuk mengurangi kemiskinan juga tidak dapat diabaikan begitu saja. Beberapa diantaranya beras masyarakat miskin (raskin). Berdasarkan latar belakang tersebut. Apakah yang dimaksud dengan kemiskinan dan pembangunan? Bagaimanakah hubungan kemiskinan dengan pembangunan? Serta upaya apa saja yang telah dilakukan pemerintah dalam upaya mengurangi kemiskinan? Hal inilah . Permasalahan ini tentunya menjadi pokok permasalahan yang harus dituntaskan tersebih dahulu untuk dapat melangsungkan pembangunan berkelanjutan. Kemiskinan masih menjadi permasalahan pokok di Indonesia. Pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang tidak hanya mencari pertumbuhan dalam hal ekonomi melainkan juga dari segi pembangunan manusia dan lingkungannya. karena pertumbuhan saja tidak menjamin pemerataan. terbersit beberapa hal yang perlu dipertanyakan. bantuan operasional sekolah. Perjalanan dalam pembangunan menjadi suatu pemikiran yang perlu direncanakan agar Indonesia menjadi lebih maju. Kemandirian yang ada terkait dengan hubungannya dengan pembangunan berkelanjutan. pemerintah terus berusaha menyeimbangkan setiap kebijakan dan langkah antara kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan pemerataan kesejahteraan. Berbagai program yang dilaksanakan ini diharapkan nantinya dapat menimbulkan kemandirian dengan penggunaan dana yang sebaiknya. Karena itu. dan program keluarga harapan. Indonesia telah mengalami model pembangunan yang berbeda selama lebih dari 60 tahun merdeka.dituangkan dalam strategi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi yang disertai pemerataan atau growth with equity. Pertumbuhan yang dicapai haruslah memiliki kualitas yang baik.

Segala permasalahan yang terjadi di Indonesia. Menurut Bank Dunia. B.yang akan menjadi pokok-pokok permasalahan yang perlu dibahas lebih lanjut. Namun. budaya.5 juta dan menurunkan pengangguran terbuka sebanyak 8.000 per hari (Wikipedia. Di tengah kondisi seperti demikian. dengan garis kemiskinan ditetapkan pada tingkat penghasilan sebesar AS$1. sulit untuk tidak memercayai data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilakukan dengan dukungan sumberdaya manusia terbaik di bidangnya dan dana APBN yang besar. 17. Penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode Maret 2011-Maret 2011 tampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut1. sering dihubungkan dengan kebutuhan. dan kekurangan di berbagai keadaan hidup (Wikipedia. baik dari segi keamanan. Di satu sisi. tentunya masyarakat menjadi lebih bingung lagi karena cerita tersebut tidak sejalan dengan klaim pemerintah yang menyatakan bahwa tahun 2010 pemerintahan berhasil mengurangi penduduk miskin sebanyak 1.55. Pembahasan 1. 2011). . “Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2011”. kalangan ini hidup dengan kurang dari AS$2 atau Rp. 2011. Sementara Pemerintah Indonesia melalui Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2011 lalu mengumumkan angka kemiskinan di Indonesia sebesar 12. Jakarta: BPS. Selama periode Maret 2010-Maret 2011 inflasi umum 1 Badan Pusat Statistik (BPS). Dari salah satu informasi yang dilansir oleh Bank Dunia yang memperhitungkan bahwa kurang lebih sebanyak 100 juta orang atau 49% dari total penduduk Indonesia berada dalam kondisi miskin dan rentan menjadi miskin. 2011).32 juta orang.49%. tidak mudah juga untuk menerima klaim pemerintah bahwa jumlah orang miskin berkurang. Fenomena Kemiskinan di Indonesia Kemiskinan merupakan suatu keadaan. sosial. kesulitan. Isu mengenai kemiskinan tentu saja banyak mencuat belakangan ini. dan lain sebagainya tidak jarang yang berakar dari masalah kemiskinan. a.

d. lebih kurang 51 ribu desa merupakan desa perdesaan.09% dari 101. b. 2011). Namun sejalan dengan publikasi tersebut.4% dari produksi padi tahun 2010 (angka tetap (ATAP) yang sebesar 66. Rata-rata upah harian buruh bangunan naik sebesar 7. konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 4. Mawardi (2011) melalui artikelnya yang berjudul “Penyebab . terlihat fenomena pemberdayaan ekonomi kerakayatan di perdesaan menghadapi berbagai masalah yang tidak sederhana.14% selama periode Maret 2010-maret 2011.06 juta ton GKG. Produksi padi tahun 2011 (hasil angka ramalan/ARAM II) mencapai 68.5%.20 pada bulan Maret 2010 menjadi 103. Hal ini tentunya membuat angka kemiskinan di Indonesia menjadi rancu dan kurang kredibel. Lebih lanjut dinyatakan bahwa kemiskinan yang diderita masyarakat desa. yaitu sebesar 6. Begitu pula halnya dengan program-program pembangunan yang telah dijalankan pemerintah.633 desa diantaranya tergolong miskin (Budi dan Ari.554 desa di Indonesia.47 juta ton. dan sekitar 20. khususnya petani dan nelayan tradisional.65%. Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 2. Pada periode yang sama.5% terhadap Triwulan I-2010.32 pada bulan Maret 2011. Dari sekitar 65. naik sekitar 2. c. e.4%.relatif rendah. dan kemiskinan itu sudah diterimanya sebagai warisan yang tumn temurun. pertumbuhan ini lebih tinggi dari Triwulan I-2010 yang tumbuh sebesar 6. Berbagai pemberdayaan perekonomian rakyat di perdesaan kurang berhasil. antara lain akibat pengurasan asset perdesaan selama ini. Perekonomian Indonesia Triwulan I-2011 tumbuh sebesar 6.

yaitu aspek ekonomi. 2. kota. Keberlanjutan Ekologis b. kelemahan (2011) yaitu fisik. Laporan ini mendefinisikan Pembangunan Berkelanjutan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. politik. sosial. yaitu: a. bebarapa penyebab keterkucilan. Keberlanjutan di Bidang Ekonomi . sikap atau perilaku. masyarakat) yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. bisnis. dan. Faktor-faktor inilah yang kemudian bersatu dan menyebabkan kemiskinan akut di Indonesia. mengungkapkan ketidakberdayaan. faktor Lebih lanjut materi. melainkan multifaktor. menyatakan bahwa dalam pembangunan yang berkelanjutan terdapat aspek keberlanjutan yang perlu diperhatikan. Sejalan dengan pemikiran tersebut. Berdasarkan konsep pembangunan berkelanjutan tersebut. Salim (2005) dalam bukunya Sustainable Future: Menggagas Warisan Peradaban bagi Anak Cucu. kekurangan kerentanan. Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan. Seputar Pemikiran Surna Tjahja Djajadiningrat. Konsep Pembangunan Berkelanjutan ini kemudian dipopulerkan melalui laporan WCED berjudul “Our Common Future” (Hari Depan Kita Bersama) yang diterbitkan pada 1987. Berbagai faktor-faktor penyebab tersebut kemudian menjalin hubungan sebab-akibat yang cukup rumit sehingga berujung pada ketidakmampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. maka indikator pembangunan berkelanjutan tidak akan terlepas dari aspek-aspek tersebut diatas. Mawardi kemiskinan.Kemiskinan Menurut Orang Miskin” mengingatkan bahwa penyebab atau akar kemiskinan tidak bersifat tunggal. dan budaya. ekologi/lingkungan.

Hal ini tidak hanya terfokus pada isu-isu megenai lingkungan strategis. Pembangunan berkelanjutan pada dasarnya memiliki cakupan yang sangat luas. kelestarian peningkatan keseimbangan hidup non lingkungan. konservasi sumberdaya alam vital. Keberlanjutan Sosial dan Budaya d.c. sehingga dan kualitas mereka selalu mengupayakan mengutamakan material. b. dan . Keenam tolok ukur itu meliputi: a. dapat dicapai melalui teknologi inovatif yang berdampak minimum terhadap lingkungan. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial. Pro Lingkungan Berkelanjutan. Pro Keadilan Sosial. Pro Ekonomi Kesejahteraan. maksudnya adalah keadilan dan kesetaraan akses terhadap sumberdaya alam dan pelayanan publik. Keberlanjutan Pertahanan Keamanan Otto Soemarwoto dalam Sutisna (2006) mengajukan enam tolok ukur pembangunan berkelanjutan secara sederhana yang dapat digunakan baik untuk pemerintah pusat maupun di daerah untuk menilai keberhasilan seorang Kepala Pemerintahan dalam pelaksanaan proses pembangunan berkelanjutan. Keberlanjutan Politik e. c. maksudnya adalah pertumbuhan ekonomi ditujukan untuk kesejahteraan semua anggota masyarakat. maksudnya etika lingkungan non antroposentris yang menjadi pedoman hidup masyarakat. menghargai diversitas budaya dan kesetaraan jender.

Pembangunan dan Kemiskinan Pada uraian sebelumnya telah diuraikan bahwa pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. pembangunan\ berkelanjutan mencakup tiga . gagasan keterbatasan. Di dalam konsep tersebut terkandung dua gagasan penting. khususnya kebutuhan esensial kaum miskin sedunia yang harus diberi prioritas utama. Lebih luas dari itu. kualitas kehidupan dan lingkungan umat manusia tanpa mengurangi akses dan kesempatan kepada generasi yang akan dating untuk menikmati dan memanfaatkannya. Pertama. tujuan pembangunan ekonomi dan sosial harus dituangkan dalam gagasan keberlanjutan. serta meningkatkan potensi masa kini dan masa depan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi masyarakat. dan perubahan kelembagaan yang kesemuanya ini dalam keadaan yang selaras. yang bersumber pada kondisi teknologi dan organisasi sosial terhadap kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebututuhan kini dan hari depan. Pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan. Dokumen-dokumen PBB. terutama dokumen hasil World Summit 2005 menyebut ketiga hal dimensi tersebut saling terkait dan merupakan pilar pendorong bagi pembangunan berkelanjutan. yang didalamnya terdapat eksploitasi sumberdaya. Jadi. yaitu pembangunan ekonomi. Budimanta dalam Mulyana (2005) menyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah suatu cara pandang mengenai kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam kerangka peningkatan kesejahteraan. gagasan kebutuhan. Kedua. arah investasi orientasi pengembangan teknologi.akan tetapi jauh lebih luas daripada itu. pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan. 3. Dalam proses pembangunan berkelanjutan terdapat proses perubahan yang terencana. Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan.

Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa ada korelasi yang kuat antara pertumbuhan ekonomi dengan kemiskinan. Sebaliknya. tentunya perlu juga dikaji mengenai faktor-faktor yang berpengaruh pada tingkat kemiskinan. Idealnya. ketiga hal tersebut dapat berjalan bersama-sama dan menjadi fokus pendorong dalam pembangunan berkelanjutan. semestinya dasar pertimbangan dalam pembangunan mencakup pula aspek aspirasi politis dan sosial budaya dari masyarakat setempat. Dari kondisi ini dapat ditarik suatu garis besar bahwa kemiskinan dan pembangunan memiliki hubungan yang sangat erat. Setelah mengkaji 3 pilar utama dari pembangunan bekelanjutan. Pada setiap tahap.lingkup kebijakan: pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi ini tentunya merupakan salah satu tujuan dari pembangunan berkelanjutan. pertumbuhan ekonomi merupakan satu-satunya tujuan bagi dilaksanakannya suatu pembangunan tanpa mempertimbangkan aspek lainnya. terutama dokumen hasil World Summit 2005 menyebut ketiga pilar tersebut saling terkait dan merupakan pilar pendorong bagi pembangunan berkelanjutan. tidak terwujudnya keberhasilan dalam pembangunan akan menyebabkan kenaikan jumlah kemiskinan. Tahap pertama dasar pertimbangannya hanya pada keseimbangan ekologi. tujuan pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi namun dengan dasar pertimbangan aspek-aspek yang semakin komprehensif dalam tiap tahapannya. pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan (selanjutnya disebut 3 Pilar Pembangunan berkelanjutan). dan struktur ekonomi. Pada era sebelum pembangunan berkelanjutan digaungkan. Selanjutnya pada era pembangunan berkelanjutan saat ini ada 3 tahapan yang dilalui. Keberhasilan dalam hal pembangunan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga kemiskinan berkurang. Tahap kedua dasar pertimbangannya harus telah memasukkan pula aspek keadilan sosial. Dokumen-dokumen PBB. tingkat pendidikan. Tahap ketiga. Ketiga faktor tersebut adalah pertumbuhan. .

Dari seluruh program berbeda tersebut dapat ditarik suatu persamaan. Bila dicermati. misalnya titik berat kegiatan program hanya mengintervensi pada satu aspek saja. Kedua. 2010. program pemberdayaan lebih dimaknai secara parsial. terdapat beberapa kelemahan mendasar dari berbagai program pengentasan kemiskinan selama ini. Program Penanggulangan Dampak Krisis Ekonomi (PDM-DKE). Kemudian juga diteruskan dengan bergulirnya Program Subsidi Langsung Tunai/Bantuan Langsung Tunai (SLT/BLT) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 2007 : 5). belum diintegrasikan dalam suatu program pemberdayaan yang terpadu (Fathurrohman. sebagai deretan Upaya program Mengurangi pengentasan Kemiskinan mengurangi kemiskinan telah banyak diluncurkan oleh pemerintah. Hal ini terjadi karena program lebih bersifat dan berorientasi pada ‘belas kasihan’ sehingga dana bantuan lebih dimaknai sebagai “dana bantuan cuma-cuma” dari pemerintah. seperti aspek ekonomi atau aspek fisik. Ketiga. Konsep ini dianggap menghilangkan kendala sikap mental dan kultural yang dimiliki oleh warga miskin. Program Tabungan Kesejahteraan Rakyat Kredit Usaha untuk Kesejahteraan Rakyat (Takesra-Kukesra). . “Upaya Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Lokal”. asumsi yang dibangun lebih menekankan bahwa warga miskin membutuhkan modal. Muaranya adalah rendahnya tingkat perubahan terhadap cara pandang sikap.4. dkk. tidak optimalnya mekanisme pemberdayaan warga miskin. Tujuan utama dari keseluruhan program tersebut adalah berupaya untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dalam suatu rangkaian program pemberdayaan. Program Untuk Pembangunan kemiskinan. dan Program Jaring Pengaman Sosial Bidang Kesehatan (JPS-BK)2. Semarang: Artikel Ilmiah Universitas Diponegoro. dan perilaku warga miskin dan warga masyarakat lainnya dalam memahami akar kemiskinan. dkk. mulai dari Inpres Desa Tertinggal (lDT). 2 Taufiq. yaitu persamaan tujuan. Pertama.

namun berbagai program tersebut belum dapat dikatakan efektif dan efisien karena masih tidak mampu menghasilkan masyarakat yang sejahtera dan mandisi secara sepenuhnya sebagai tujuan dasar dari pembangunan di Indonesia. Kemiskinan dapat diartikan sebagai suatu keadaan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup yang behubungan dengan kesulitan dan kekurangan hidup. Fenomena kemiskinan di tengah pembangunan berkelanjutan yang terjadi di Indonesia telah mendorong pemerintah untuk melakukan berbagai upaya pengentasan kemiskinan sebagai dasar-dasar pembangunan. walaupun tidak dipungkiri bahwa hal ini merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan pembangunan. 2. Kesimpulan Berdasarkan kajian yang telah diuraikan sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulan sehubungan dengan kemiskinan dan pembangunan.Berdasarkan kondisi tersebut. Dengan penekanan pada berbagai aspek dalam kehidupan masayarakat ini setidaknya kita harus menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditinjau dari permasalahan ekonomi aja. C. Ketiadak pencapaian hasil akan memberikan keterpurukan bagi kelanjutan bangsa ini. Tanpa pembangunan terhadap kualitas manusia. perlu disadari bahwa program-program pengetasan kemiskinan harus didasarkan pada pembangunan terhadap kualitas manusianya juga. Hal inilah yang perlu disadari untuk dapat melanjutkan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Pengentasan kemiskinan sebagainya menjadi dasar dari program-program pembangunan di Indonesia. Rekomendasi Seyogyanya pemerintah Indonesia tidak hanya berfokus pada . Pembangunan dapat diartikan sebagai proses yang dilakukan secara sadar dan berkelanjutan mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kesimpulan dan Rekomendasi 1. upayaupaya dan program yang dilakukan pemerintah tidak akan mencapai hasil yang maksimal.

Daftar Pustaka .program-program pengetasan kemiskinan berdsarkan “belas kasihan”. Pemerintah juga perlu mempehatikan faktor manusia yang akan dibina dan diberdayakan secara mentalitas. ataupun dasar pemenuhan kebutuhan akan modal. Program yang dilaksanakan selanjutnya diharapkan dapat mewujudkan mentalitas yang baik dari manusia-manusia Indonesia. pemerintah juga seharusnya tidak hanya berfokus pada satu aspek ekonomi saja. Selain tu. Pembangunan terhadap kualitas manusia tentunya sangat penting agar Indonesia dapat mencapai kondisi yang lebih baik. karena kualitas kehidupan tentunya bukan hanya ditentunya oleh kondisi ekonomi saja.

un. 2005. Sustainable Future: Menggagas Warisan Peradaban bagi Anak Cucu. Bahan Rujukan UT.org. dkk. Seputar Pemikiran Surna Tjahja Djajadiningrat. “Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2011”. “Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2010-2014”. “Enam Tolok Ukur Pembangunan Berkelanjutan”.net. Budi dan Ari.Badan Pusat Statistik. Jakarta: Lembaga Penelitian FEUI. Universitas Gadjah Mada. . Jakarta: Sekretaris Negara Republik Indonesia. “Penyebab Kemiskinan Menurut Orang Miskin”. N. 2005. Bahan Rujukan UT. 2011. “Upaya Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Lokal”. Faturochman. 2007. Jakarta: BPS. Jakarta : Indonesia Center for Sustainable Development. Bahan Rujukan UT. Semarang: Artikel Ilmiah Universitas Diponegoro. 2010. Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan. United Nation. Membangun Gerakan Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan Masyarakat. 1987. Mawardi. dkk. The 2005. Mulyana. http://www. Wahyu. dkk. Republik Indonesia. “Our Common Future”. “World Summit”. Wikipedia. 2005. Taufiq. Sutisna. 2010. http://id. Tempo Interaktif. “Kemiskinan”. 2006. “Menelusuri Simpul Kemiskinan Masyarakat Desa”. Salim. 2011.un-documents. 2011. Bunga Rampai Pembangunan Kota Indonesia dalam Abad 21. http://www.wikipedia. Emil.org/wiki/Kemiskinan. 2011. World Commission on Environment and Development. dkk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful