Anda di halaman 1dari 2

January 22, 2002

Ni Made Muliartini (021) 8370-1608 made.muliartini@e-samuel.com

United Tractors (UNTR)


Price : Rp 410 Target Meleset, Prospek Suram
Penjualan dalam unit di 2001 meleset dari target, total penjualan FY01 mencapai Rp7 triliun (dari target sebelumnya Rp 7,7 triliun) Dicabutnya subsidi BBM dan kenaikan tarif mulai 2002 ini akan menekan marjin operasi perusahaan menjadi 15% (dari 17% di FY01 dan 18% di FY00). Prospek pertambangan suram: persaingan keras di penjualan mesin konstruksi, harga batubara dunia cenderung stagnan di FY02, kurang jelasnya pelaksanaaan otonomi daerah. Posisi likuiditas masih rawan dengan ancaman fluktuasi rupiah yang mempengaruhi bottomline. Berharap banyak dari keberhasilan divestasi Berau Coal untuk pembayaran utang. Setelah merevisi target FY02, kami memperoleh harga wajar UNTR sebesar Rp 370 atau mencerminkan 9,7% diskon dari harga pasar saat ini di Rp 410. Reduce (downgraded). Company Visit: Penjualan FY01 Tidak Bisa Penuhi Target. Penjualan perusahaan selama 2001 (dalam unit) tidak bisa memenuhi target FY01 sebelumnya. Divisi Konstruksi Mesin membukukan penjualan 627 unit Komatsu (78% dari 800 unit target perusahaan semula). Sementara itu, Divisi Kontrak Pertambangan berhasil menambang 25 juta ton batubara (94% dari target 26.5 juta ton), dan Divisi Pertambangan berhasil menambang 6.6 juta ton batubara (1,5% di atas target 6,5 juta ton).
Pencapaian Penjualan (dalam unit) tahun 2001 2001 2001 Pencapaian (estimasi realisasi) (target) Target (%)
Divisi Konstruksi Mesin Komatsu (unit) 627 800 Nissan (unit) 185 250 Forklift (unit) Divisi Kontrak Pertambangan Batubara (juta ton) 25 26.5 Overburden (juta bcm) 120 110 Divisi Pertambangan Batubara (juta ton) 6.6 6.5 Sumber: Company Visit 09/01/02 dan PT Samuel Sekuritas Indonesia 78% 74% Stock and mark et Data JCI Index

REDUCE (Downgraded)
Target Price: Rp 370

: : : : : : : :

426,151 21,7 36 633,7 1.000 1.546 485/260 1.160

Average Daily Volume (mn) Free Float (%) Market Capitalization (Rpbn) Nominal value (Rp) Share Listed/Issued (mn) 12M Hi/Lo (Rp) NBV FY02(Rp) Result Summary (Rp bn) Y/E Dec Turnover Cost of Goods Sold Gross Profit Operating Expenses Operating Profit Other Income (Exp) Pretax profit Tax Net Profit GP margin (%) OP margin (%) NP margin (%) Forecast and ratings Y/E Dec Turnover (Rpbn) Net Profit (Rpbn) EPS (Rp) PER (X) EV/EBITDA (X) PBV (X) DPS (RP) Yield (%) Net Gearing ROE (%) ROA (%) Price Performance Chart 99 3,828 457 295 1.4 2.9 0.73 10.2 155 10 00

9M01 5,478 4,385 1,093 349 745 (274) 453 (130) 302 20% 14% 6%

2001E 6,997 5,385 1,612 446 1,167 (460) 707 (212) 495 23% 17% 7%

% of FY01 78% 81% 68% 78% 64% 60% 64% 61% 61%

COM PANY UPDATE

01F 6,997 495 320 1.3 2.7 0.39 6.2 61 8

02F 7,897 730 472 0.9 2.3 0.23 2.9 51 11

03F 8,755 669 433 1.0 2.0 0.17 2.1 31 10

5,194 6 4 104.6 3.1 0.73 8.0 1 0

94% 109% 102%

Akibat tidak terpenuhin ya target FY01, kami men-downgrade target penjualan perusahaan dari Rp 7,7 triliun sebelumnya menjadi Rp 7 triliun (9% penurunan dari target awal).
Deviasi Estimasi Realisasi Terhadap Target 2001 (estimasi realisasi)
Divisi Konstruksi Mesin 2,751 Komatsu (Rp bn) 1,285 Nissan (Rp bn) 174 Forklift (Rp bn) 91 Others (Rp bn) 1,200 Divisi Kontrak Pertambangan 2,973 Batubara (Rp bn) 1,743 Overburden (Rp bn) 1,230 Divisi Pertambangan 1,274 Batubara (Rp bn) 1,274 Total Penjualan (Rp bn) 6,997 Sumber: Perhitungan PT Samuel Sekuritas Indonesia

2001 (target semula)


3,416 1,640 236 92 1,448 2,975 1,847 1,128 1,264 1,264 7,655

Deviasi dar i Target (%)


-19% -22% -26% -1% -17% 0% -6% 9% 1% 1% -9%

125

JCI

UNTR

100

75

50 Oct-01 Jan-01 May-01 Nov-01 Aug-01 Feb-01 Jul-01 Sep-01 Dec-01 Mar-01 Apr-01 Jun-01

This document is for information only and for the use of the recipient. It is not to be reproduced or copied or made available to others. Under no circumstances is it to be considered as an offer to sell or solicitation to buy any security. Any recommendation contained in this report may not be suitable for all investors. Moreover, although the information contained herein has been obtained from sources believed to be reliable, its accuracy, completeness and reliability cannot be guaranteed. All rights reserved by PT Samuel Sekuritas Indonesia.

January 22, 2002


Ni Made Muliartini (021) 8370-1608 made.muliartini@e-samuel.com Divisi Konstruksi Mesin. Divisi Konstruksi Mesin yang mendistribusikan peralatan berat merek Komatsu, Nissan, dan alat berat seperti forklift, beberapa tahun terakhir menyumbang porsi pendapatan terbesar untuk penjualan konsolidasi. Namun untuk tahun 2001 dan seterusnya kami perkirakan mengalami penurunan kontribusi. Lihat tabel:
Kontribusi Divisi Terhadap Penjualan Konsolidasi 1997
Divisi Konstruksi Mesin Divisi Kontrak Pertambangan Divisi Pertambangan Divisi Material Handling Total 54% 27% 5% 14% 100%

hal, antara lain: trend harga batubara internasional yang cenderung stagnan di US$18-19 per ton, penerapan otonomi daerah yang masih belum jelas, persaingan di penjualan mesin konstruksi yang tinggi, serta sektor pertambangan secara umum masih belum bangkit . Leverage Rawan. Perusahaan di FY02 ini kami perkirakan akan memerlukan sumber pendanaan dari luar untuk menanggulangi hutang jatuh tempo mereka di FY02 yang mencapai Rp 1,5 triliun.
Analisa Arus Kas 2002E 2000
Currency rate 9,595

1998
45% 41% 10% 4% 100%

1999
41% 47% 11% 0% 100%

2000
50% 38% 12% 0% 100%

2001E
39% 42% 18% 0% 100%

2002E
38% 43% 19% 0% 100%

2001E
10,400

2002E
10,000

Sumber: Perusahaan dan PT Samuel Sekuritas Indonesia

Penurunan kontribusi divisi ini terutama karena masih lesunya target pasar pengguna alat-alat berat, seperti: konstruksi, perkayuan (logging), dan pertambangan. Tahun 2001 lalu, divisi ini menjual 627 unit, turun 17% dari tahun 2000 yang berhasil menjual 728 unit. Sementara itu tahun 2002, kami menargetkan pert umbuhan 10% atau hanya berhasil menjual 690 unit dengan nilai diperkirakan mencapai Rp 3 triliun. Divisi Kontrak Pertambangan. Divisi yang didukung oleh PT Pama Persada pada 2001 kami perkirakan akan membukukan penjualan Rp 3 triliun dengan volume batuba yang berhasil ra ditambang sebesar 25 juta ton dan overburden sebesar 120 juta bcm. Volume ini in line dengan target FY01 yang kami perkirakan mencapai 26,5 juta ton batubara dan 120 juta bcm overburden. Sedangkan di tahun 2002, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan mencapai 14% atau menjadi Rp 3,4 triliun. Beberapa kontrak jangka panjang seperti Adaro Indonesia, BHP Kendilo, telah memperpanjang kontraknya Sementara itu, kontrak . pertambangan bijih emas, batu gamping, batu granit, yang sempat memberi kontribusi di FY00, dihentikan karena kontribusinya tidak material (kurang dari 10%). Divisi Pertambangan. Perusahaan lewat PT Berau Coal tahun 2001 menambang 6,6 juta ton batubara atau setara dengan Rp 1,3 triliun. Volume batubara yang diperkirakan berhasil ditambang di 2002 sebesar 8 juta ton yang setara dengan Rp 1,5 triliun. Kenaikan BBM akan Turunkan Marjin Operasi. Dengan dicabutnya subsidi BBM serta kenaikan tarif BBM yang cukup tinggi, maka kami perkirakan marjin operasi akan cukup tertekan di 2002 atau mencapai 15% setelah di 2000 dan 2001 masingmasing mencapai 18% dan 17%. Sementara itu EBITDA margin juga mengalami penurunan dari 21% di 2000 menjadi 20% di 2001 dan 2002.
Gross Margin, Operating Margin, Net Margin 2000-2004F
30% 25% 20% 15% 10% 5% 2000A 2001E
Gross Margin Operating Margin Net Margin

Cash (Rp bn) 526 886 (159) Net gearing (x) 8.0 6.2 2.9 Interest coverage (x) 2.6 4.3 4.71 Current ratio (x) 2.0 1.0 1.1 Loan repayment -Rp bn 4.0 2.1 51.6 -$ mio 20.8 20.4 122.7 Capex ($ mio) 666.3 351.9 Cash FLows (Rp bn) cash from operating (196) 990 953 cash from investing (702) (897) (468) cash from financing 726 266 (1,530) Net cash flow (173) 360 (1,045) cash beginning 699 526 886 cash ending 526 886 (159) Sumber: Perusahaan & Estimasi PT Samuel Sekuritas Indonesia

Apabila financing dari luar tidak tersedia, alhasil perusahaan akan mengalami defisit kas sebesar Rp 159 miliar. Net gearing dan DER FY02 terhitung masing-masing 2.9x dan 67%, masih beresiko. Sementara itu, menurut sensitivity analysis kami, setiap depresiasi kurs Rupiah terhadap dollar sebesar Rp 500, akan menurunkan laba bersih perusahaan senilai Rp 15 miliar. Memperhatikan kondisi finansial yang rawan tersebut, keberhasilan divestasi Berau Coal sangat krusial artinya bagi perusahaan. Dengan mempergunakan Discounted Cash Flow, harga wajar Berau Coal kami hitung mencapai Rp 417,3 miliar atau setara dengan USD 40,1 juta. Nilai ini diperoleh dengan mempergunakan asumsi harga batubara stagnan di US$ 18,5 per ton hingga 2005. Nilai penjualan ini diharapkan bisa menutupi defisit kas perusahaan di FY02. Valuasi dan Rekomendasi. Setelah melakukan revisi terhadap revenue model kami berdasarkan pencapaian penjualan akt ual FY01, perubahan asumsi kurs, harga wajar kami peroleh sebesar Rp 370 atau 9,7% diskon dari harga saham di pasar saat ini. Sementara itu EV/EBITDA 02 UNTR 2x masih lebih murah dibandingkan rata-rata EV/EBITDA 3 tahun terakhir yang mencapai 2,8x. Sedangkan PE 02 mencapai 0,9x (vs rata-rata PE 3 tahun terakhir sebesar 35,7x). Kami memberi rekomendasi Reduce (downgrade dari rekomendasi Beli sebelumnya) atas saham ini mengingat keadaan fundamentalnya yang masih buruk, terutama disebabkan oleh kewajibannya yang masih rawan. Namun perlu dicatat, tidak tertutup kemungkinan sentimen positif dapat datang dari keberhasilan divestasi Berau Coal apabila berhasil dijual dengan harga tinggi.
Valuation : Sum of the parts valuation

2002F

2003F

2004F

Prospek Pertambangan 2002 Suram. Suramnya prospek pertambangan di Indonesia tahun 2002, disebabkan beberapa

Division : -Pama persada -Berau Coal -Heavy Equipment Total Less: Net debt Total Net Asset Value (NAV) NAV/Share Sumber: PT Samuel Sekuritas Indonesia

Valuation Method 3 x EV/EBITDA 01E DCF 3 x EV/EBITDA 01E

EV (Rp bn) 1,850.6 417.3 1,704.2 3,972.1 3,400.0 572.3 370.2

This document is for information only and for the use of the recipient. It is not to be reproduced or copied or made available to others. Under no circumstances is it to be considered as an offer to sell or solicitation to buy any security. Any recommendation contained in this report may not be suitable for all investors. Moreover, although the information contained herein has been obtained from sources believed to be reliable, its accuracy, completeness and reliability cannot be guaranteed. All rights reserved by PT Samuel Sekuritas Indonesia.