Anda di halaman 1dari 3

PEMBERIAN ASI

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Air susu ibu khusus dibuat untuk bayi manusia. Kandungan gizi dari ASI sangat khusus dan sempurna serta sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi. ASI dibedakan dalam tiga stadium yaitu: 1.Kolustrum, 2.Air susu transisi/ peralihan, 3.Air susu matur. Kolustrum Kolustrum adalah air susu yang pertama kali keluar pada hari pertama sampai hari ke empat pasca persalinan.Kolustrum mengandung tinggi protein, mineral, garam, vitamin A, nitrogen, sel darah putih dan antibodi yang tinggi zat antibodi untuk mencegah dan menetralisir bakteri, virus, jamur dan parasit. Meskipun kolostrum yang keluar sedikit menurut ukuran kita, tetapi volume kolostrum yang ada dalam payudara mendekati kapasitas lambung bayi yang berusia 1-2 hari. Volume kolostrum antara 150-300 ml/24 jam. Kolostrum juga merupakan pencahar ideal untuk membersihkan zat yang tidak terpakai dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bagi bayi makanan yang akan datang. ASI Transisi/ Peralihan ASI peralihan adalah ASI yang keluar sejak hari ke-4 sampai hari ke-10. Kadar imunoglobulin dan protein menurun, sedangkan lemak dan laktosa meningkat. ASI Matur ASI matur disekresi pada hari ke sepuluh dan seterusnya. ASI matur tampak berwarna putih.

Sepuluh Keistimewaan Pemberian ASI: 1. ASI adalah cairan hidup ASI mengandung daya tahan tubuh dan enzim-enzim yang dibutuhkan tubuh bayi dalam proses pencernaan makanan. Berbeda dengan susu formula Asal tahu saja, 1 sendok teh kolostrum memiliki nilai gizi sesuai dengan kurang lebih 30 cc formula.

2. Menyusui bukanlah sekadar memberi makan, tapi juga mendidik anak. Sambil menyusui, eluslah si bayi dan dekaplah dengan hangat. Tindakan ini sudah dapat menimbulkan rasa aman pada bayi, sehingga kelak ia akan memiliki tingkat emosi dan spiritual yang tinggi. 3. Kolostrum memiliki daya tahan tubuh 17-20 kali lebih baik dibanding ASI berikutnya. Jumlah kolostrum memang tidak banyak. Kolostrum hanya tersedia mulai hari pertama hingga maksimal hari ketiga atau keempat. Menyusui tidak menyusui, kolostrum tetap ada. Setelah itu, keluar susu peralihan. 4. Ibu menyusui dapat mengonsumsi apa saja, kecuali rokok, minuman keras, dan narkoba. Ada sebagian orang berpendapat, ibu menyusui jangan makan sambal nanti bayinya mencret. Atau, jangan minum es nanti bayinya batuk. Pendapat ini tidak benar. Tak ada larangan makanan yang mutlak bagi ibu menyusui. Tapi, memang ada sebagian bayi yang tidak kuat terhadap makanan tertentu. Ini biasanya ditandai dengan mencret pada bayi. Untuk menghindarinya, ibu cukup tidak mengonsumsi makanan tersebut. 5. Agar produksi ASI optimal, ibu harus berpikir positif bahwa ia mampu memberikan ASI. Produksi ASI sangat dipengaruhi kondisi psikis si ibu. Bila hati ibu tenang, bahagia, maka produksi ASInya bakal berlimpah. ASI diproduksi sesuai dengan permintaan. Bila bayi Anda butuh 100 cc maka ASI yang bakal diproduksi pun 100 cc. Jadi, jangan takut ASI-nya tidak mencukupi kebutuhan bayi. Kemungkinan hanya 1 dari 1.000 wanita yang tidak dapat menyusui. Oleh karena itu setiap ibu harus yakin dapat menyusui bayinya. 6. Kebutuhan cairan bagi ibu yang menyusui akan diatur oleh tubuh ibu itu sendiri. Bila ibu butuh cairan, pasti akan timbul rasa haus. Kalau ada anggapan harus banyak minum dapat menghasilkan ASI yang banyak, itu hanyalah mitos. 7. ASI tak bakalan basi. ASI selalu diproduksi oleh pabriknya di wilayah payudara. ASI yang tidak dikeluarkan akan diserap kembali oleh tubuh ibu. Jadi, ASI dalam payudara tak pernah basi dan ibu tak perlu memerah dan membuang ASI-nya sebelum menyusui. 8. Wilayah aerola cukup dibersihkan dengan ASI. Sebelum menyusui, jangan bersihkan aerola (daerah gelap sekitar puting) dengan air. Gunakan ASI, karena sudah mengandung antibodi.

9. ASI menjadikan anak lebih pandai. Menurut penelitian pada tahun 1997, kepandaian anak yang minum ASI pada usia 9 1/2 tahun mencapai 12,9 poin lebih tinggi daripada anak-anak yang minum susu formula. 10. Menyusui dapat dilakukan hingga anak berusia 2 tahun. Menyusui dengan ASI sampai dengan usia anak mencapai 2 tahun masih mampu memenuhi 1/3 kebutuhan kalori, 1/3 kebutuhan protein, 45 persen kebutuhan akan vitamin A dan 90 persen kebutuhan akan vitamin C.

Bagaiman dapat memberikan ASI kepada bayi secara optimal walaupun ibu bekerja: 1. Susuilah bayi terus menerus selama cuti melahirkan dan jangan mulai memberikan susu botol. 2. Susuilah bayi sebelum berangkat kerja dan setelah ibu tiba di rumah, terutama pada waktu malam hari dan selama libur di rumah. 3. Kalau bayi sudah berumur 4 bulan, mulai berikan makanan pendamping ASI sewaktu ibu sedang bekerja. 4. Ibu harus cukup istirahat dan banyak makan dan minum agar produksi ASI lancar.

Cara menyusui yang baik dan benar * Sebaiknya sebelum menyusui, ibu mencuci tangan terlebih dahulu. * Ibu dan bayi harus berada dalam keadaan santai, tenang dan nyaman. * Letakan kepala bayi ditahan dengan telapak tangan. * Perut bayi menempel pada badan ibu, telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus. * Waktu mulai menyusui, peganglah bagian bawah payudara dengan ke-empat jari dan ibu jari diletakkan di bagian atas payudara. * Sentuhkan puting pada bibir atau pipi bayi untuk merangsang agar mulut bayi terbuka lebar. * Masukan seluruh puting dan sebagian besar lingkaran di sekitar puting (areola) ke mulut bayi.