P. 1
RINGKASAN MATERI MATA KULIAH TATA GUNA LAHAN MINGGU KE 11.doc

RINGKASAN MATERI MATA KULIAH TATA GUNA LAHAN MINGGU KE 11.doc

|Views: 812|Likes:
Dipublikasikan oleh Nico Irjaya Desmonda

More info:

Published by: Nico Irjaya Desmonda on Mar 03, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2014

pdf

text

original

RINGKASAN MATERI MATA KULIAH TATA GUNA LAHAN MINGGU KE 11 – 17

Dosen Pengajar : Ir. Mulyono Sadyohutomo, MCRP

Pertemuan ke -11 “Dasar – Dasar Pengembangan Tanah dan Manajemen Pertanahan” A.Pengertian Tanah Pengertian kata TANAH menurut Bahasa Indonesia ada 3, yaitu : • Tubuh Tanah (Soil), yaitu profil atau penampang lapisan tanah, seperti media tumbuhnya tanaman, dan media untuk pondasi suatu bangunan. • Material Tanah (Materials), yaitu berupa suatu benda yang dapat diangkut. • Bentang Tanah (Land), yaitu bagian muka bumi berdimensi 3 (ruang) dan tidak dapat dipindahkan, seperti lokasi suatu lahan rumah. Untuk lebih jelasanya, berikut ini ilustrasi penjelasan dari pengertian TANAH diatas :

B.Penggunaan Tanah & Pemanfaatan Tanah

 Istilah

Penggunaan

Tanah

tidak

sama

dengan

istilah

Land

Use

(Penggunaan Tanah ≠ Land Use). Penggunaan Tanah adalah apa yang ada di permukaan tanah, baik yang di sengaja dibuat oleh orang maupun tidak. Pengertian tersebut dalam bahasa Inggris, disebut Land Covers (tutupan tanah).  Sedangkan Land Uses pengertiannya hanya untuk penggunaan tanah yang disengaja atau dikehendaki manusia, misalnya : permukiman, sawah, dan sebagainya.  Sedangkan untuk yang tidak disengaja, misalnya : padang alang-alang, semak, tanah kosong disebut sebagai Land Unused.  Pemanfaatan Tanah adalah pendetailan dari penggunaan tanah tanpa merubah jenis penggunaannya, misalnya penggunaan tanah perumahan, pemanfaatannya berupa rumah tinggal dan wartel, rumah tinggal dan tempat kost, industri rumah tangga, dan lainya.  Kenyataan Penggunaan Tanah ada 4 kemungkinan, yaitu : - Penggunaan tanah yang benar -> LOSS - Tuna guna (cacat), misal : pemukiman tanpa saluran drainase. - Alpa guna (penggunaan yang salah), misal : lereng terjal untuk tanah musiman - Aguna (unused) : tanah kosong, padang alang-alang, dan sebagainya.  Pengembangan Tanah, mencakup 2 pengertian : 1. Peningkatan kualitas / nilai tanah (land clearing). 2. Pembangunan land pooling)  Beberapa factor yang berpengaruh dalam pengembangan tanah yakni ; 1. Tekanan Penduduk terhadap Tanah tanah (land development) : pembangunan prasarana, penataan bidang tanah (kasiba, lisiba, konsolidasi tanah, (land improvement) : penimbunan, pengeringan, perataan tanah (cut and fill), pembersihan

Kaitan Pembangunan Kota dengan Desa . Keterbatasan Ruang C.2.

Penyebab Kegagalan Pasar  Adanya eksternalitas penggunaan tanah /ruang. over exploited.D. Pada batas tertentu.Land Management Mengapa Pemerintah Perlu Intervensi terhadap Pemanfaatan Ruang (bentuk manajemen) ? karena tanah/ruang mengandung fungsi sebagai Public Goods : Sedangkan pada sistem ekonomi pasar bebas terjadi kegagalan dalam alokasi barang public (Market Failure for Public Goods) : under supply. Sifat Barang Publik : 1. tingkat konsumsi seseorang tidak mempengaruhi tingkat konsumsi orang lainnya (Non Rivalreous) è Marginal Production Cost = 0 F. Manfaatnya dpt dinikmati oleh siapapun (Non Excludable) 2.  Motivasi setiap orang sebagai Free Riders terhadap barang publik (memperoleh manfaat sebanyak mungkin dengan gratis. E. kalau tidak maka disebut tolol (SUCKERS) è Berakibat perilaku ceroboh terhadap Public Goods. digunakan dengan ceroboh . Efek negatif sistem pasar bebas è perlu perlindungan yg lemah. .  Informasi tidak tersedia sempurna (imperfect information)  Ketidaksamaan kesempatan setiap individu.

penggunaan. H. air. persediaan & pemeliharaan bumi. c. G. & ruang angkasa. air & ruang angkasa. air & ruang angkasa.Kesimpulan : Pemerintah pengunaan tanah (ruang). 4. disebut sebagai . Menentukan & mengatur hubungan hukum antara orang dengan bumi. wakaf) kekayaan alam yang wilayah NKRI. Penggerak masyarakat (social engeneering) menuju cita-cita ideologi negara. Penegakan hukum . Pasal 2 UUPA (Hak Menguasai Negara) a. jual beli.5 Tahun 1960 PERATURAN DASAR POKOK-POKOK AGRARIA (UUPA) Merupakan amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 : Tanah dikuasai Negara utk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Mengatur dan Memfasilitasi berjalannya ekonomi pasar agar tercipta alokasi sampai dengan efisien dan adil è menghindari distorsi pasar 3. hak tanggungan /jaminan hutang. melainkan hanya menguasai dengan kewenangan (mengatur dan menyelenggarakan). hibah. Dasar Hukum Manajemen Pertanahan 1. Menentukan & mengatur hubungan hukum antar orang dalam perbuatan hukumnya yg berkaitan dengan bumi. b. air . waris. “ bumi. Mengatur & menyelenggarakan peruntukan. ruang angkasa beserta terkandung di dalamnya dalam Sumber Daya Agraria “ I. penengah (arbiter) dalam setiap konflik. ⇒Azas domein dicabut : Negara tidak lagi sebagai pemilik tanah. 2.Peran Pemerintah 1. Kerangka Dasar Manajemen Pertanahan  Menyusun Rencana Tata Ruang dan Tata Guna Tanah  Mengatur bagaimana seharusnya penduduk menggunakan Tanah  Mengatur Hak – hak atas tanah (land title)  Mengatur perbuatan hukum antar orang berkaitan dengan tanah (sewa – menyewa. Penyedia layanan publik perlu intervensi terhadap penguasaan dan 2. UU No.

Organizing. dan Controlling). . mengorganisasi.Di dlmnya ada 4 fungsi manajemen (Planning. mengadministrasikan. membangun. mengatur. serta menyelesaikan konflik yang berkaitan dengan tanah. dan mengendalikan hak dan pemanfaatan tanah. Actuating. sehingga pengertian Manajemen Pertanahan adalah : merencana.

5 Tahun 1960 tentang UUPA 2. UU No. 80 Tahun 1999 tentang Kasiba & Lisiba yg Berdiri Sendiri. pinjam pakai. 32 Th 2004 ttg Pemerintahan Daerah 8. PP No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan & Pemukiman. UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan. 5. atau mempunyai Hak terhadap Tanah Negara. PP No.Menguasai tidak harus memiliki. C. 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah . 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Utk Kepentingan Umum 12. B. Lahan Pertanian Tanaman Pangan Berkelanjutan 11. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang 7. 4. UU No. UU No. UU No. bisa saja sewa. 14. 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. PP No. UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. 41 Tahun 2009 tentang Perlind. D. UU No. UU No. 2) Jenis penggunaannya sesuai dg peruntukan dlm RTR. kerja sama. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati & Ekosistemnya. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan & Pengelolaan Lingkungan Hidup 10. UU No. Kepemilikan tanah (Hak Milik dan Hak – Hak di atas Tanah Negara) diatur dalam lingkup Hak – Hak Atas Tanah (Land Rights). 3. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air 6. 13. UU No.Pertemuan ke -12 “Penguasaan Tanah (Land Tenure) & Hak-Hak Atas Tanah (Land Rights)” A.Peraturan Perundangan mengenai Sumber Daya Agraria : 1. Mineral dan Batubara 9.2 Syarat Seseorang atau Badan Hukum dapat menggunakan tanah : 1) Yang bersangkutan menguasainya (Land Tenure). 36 Tahun 1998 tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar.

PP No. Adminiatrasi Pertanahan Dasar Hukumnya mengacu pd Dasar Hukum Manajemen Pertanahan . Pelayanan sertifikasi tanah & pencatatan perubahan subyek & obyek hak atas tanah. air & ruang angkasa. air & ruang angkasa. PPH Peralihan Hak. b. 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang 17. Pasal 2 UUPA (UU no. berikut skema penjelasannya : BP N TATA KOT A PB B LAND USE & TENURE / TITLE INVENTARISAS I & REGISTRASI PENGATURAN BANGUNAN LAND TAX / VALUE BERBASIS BIDANG TANAH FISIK KADASTER . Mengatur & menyelenggarakan peruntukan. 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan 16. persediaan & pemeliharaan bumi. Menentukan & mengatur hubungan hukum antara orang dengan bumi. F. Penataan penggunaan tanah. BPHTB). c. Untuk lebih jelasnya mengenai penejelasan diatas.15. Perpajakan tanah (PBB. air & ruang angkasa. Keppres 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. 6. 1960) . 2. E. penggunaan. 5 Th. Menentukan & mengatur hubungan hukum antara orang-orang dalam perbuatan hukumnya yang berkaitan bumi. 5. PP No. 3. Inventarisasi sumber daya tanah (baik skala wilayah maupun skala bidang tanah). Ruang Lingkup Administrasi Pertanahan Administrasi Pertanahan mencakup : 1. 4. Penataan penguasaan tanah. Penyelesaian sengketa dan konflik. Hak Menguasai Negara dalam bentuk : a.

TN utk kepentingan negara & masy. Kas Desa. tanah GG. Tanah Negara Bebas : terdiri atas : a. Misalnya. TN di kawasan budidaya yang tidak diperlukan utk negara dan Pem. Hak dilepaskan krn peraturan perundangan (tanah pert. bekas eigendom. TN untuk Kawasan Lindung = kawasan hutan lindung. dsb. kelebihan maksimum) . BUMD. 2. kawasan perlindungan daerah bawahan. Tanah Negara A. Tanah Pemerintah : TN yg dikuasai / dikelola Inst. Hak Ulayat. TANAH NEGARA 1. Buku C Desa. 3. dsb. Tanah oloran.berstatus tanah hak milik adat  Konversi hak & Penegasan / Pengakuan hak . TN yang berasal dari Pelepasan Hak (sifatnya sementara) a.. utk dimohon hak oleh pemberi ganti rugi.Tanah Militer. TANAH HAK MILIK (HM) 1. tanah hutan yang dapat dikonversi (bukan hutan tetap). Tanah Milik Desa .G. Hak Milik sdh didaftarkan / Bersertipikat (sertipikat HM). Jln Desa. sempadan pantai).. Bengkok.Status Tanah (Land Title) Status Tanah ada 2 kelompok : A.Tanah Hak Milik B. Prosedur Permohonan Sertipikat tanah : . taman nasional. Hak dilepaskan oleh pemilik asal krn sdh diganti rugi. b. 2. BUMN. Misalnya. Pemerintah.dsb. b. kawasan perlindungan setempat (sempadan sungai. Kantor Pem.berstatus tanah negara  SK Pemberian Hak Milik B. Gogolan. umum (tdk bisa dimohon hak). TN yang bisa dimohon hak untuk masyarakat. Hak Milik Secara Adat / belum bersertipikat : Petok D. absentee. Prasarana Umum.

HGB di ruang udara.(perlu Pemeriksaan Tanah. Bila punya bukti asli hak sebelum th. 1960 => dg prosedur Konversi Hak (tanpa Pemeriksaan Tanah. b. & Non Pert. Badan Hukum Instansi/Badan Hukum Pem. WNI Perorangan. Hak Pakai (HP). Biaya : pengukuran. dan pendaftaran hak. Hak Pengelolaan (HPL) Hak – hak ini berasal dari no. 1960 atau bukti tdk lengkap => Penegasan/Pengakuan Hak. HM Bersertipikat (sdh didaftarkan) .Jenis – Jenis Hak Atas Tanah (Land Right) 1. tanpa diumumkan 2 bln)./Non Pert. Bila bukti hak setelah th. HPL. Adat WNA WNI Perorangan. selama digunakan HGB HGU HPL Instansi Pem. Hak Guna Usaha (HGU). Bank Pemerintah. hak yang terkuat HP : Hak memakai TN untuk Pertania Atau Non Pertanian HGB : Hak Memiliki Bangunan di atas TN HGU : Hak menggunakan TN utk Pert. Hak Milik sebagai Bangunan di atas HGB Induk (strata title untuk Apartemen). 2. 5. 1b & 3a H. HM : HM Adat. Persertifikatan Tanah Tergantung Status Penguasaan Tanah dan Alas Hak yang dipunyai : Tanah Hak Milik Adat : a. Non Pertanian dengan Jangka Waktu Pertanian dengan Jangka Waktu Non Pertanian dengan Jangka Waktu I. Dlm arti luas dg luas lebih dari 5 Ha./non Pert. HM BersertipikatHak Ulayat HP Subyek WNI Perorangan. HGB di bawah tanah. Penggunaan Pert.4.è Tnh Pem. Hak Guna Bangunan (HGB). diumumkan 2 bln). (dg pemba-tasan luas atau kapling) Pert. 3. Badan Hukum WNI Perorangan. dg Jangka Waktu Pem. Pert . : Hak mengelola TN yg penggunaannya dpt diserahkan ke beberapa pihak dlm suatu kws kegiatan. Masing – masing pengguna dpt diberikan HGB di atas HPL atau HP di atas HPL. Dalam perkembangan penggunaan ruang. 4. Jenis Hak HM Adat. Tanah Negara Dilekati Hak.. Tanah Negara : SK Pemberian Hak . Sarana Ibadah Lembaga Masy. telah muncul : HGB di atas HM.

tanpa ijin lokasi. Ijin Perubahan Penggunaan Tanah (IPPT) è untuk keperluan perorangan & bukan untuk usaha. & BPN) atau oleh Bupati/Walikota. perdagangan dan jasa d. perlu dikendalikan : 1. Penetapan Lokasi è dalam rangka Pengadaan Tanah Untuk Pemerintah / Kepentingan Umum. Pengadaan Tanah mengacu Perpres 65 tahun 2006 tentang Perubahan atas Perpres 36 tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk kepentingan umum. Ijin Lokasi è untuk kegiatan usaha swasta : real estate. Aspek Penatagunaan Tanah dalam rangka Pemberian Hak & Pengakuan Hak Atas tanah.  Pengukuran kapling & Sertipikasinya hanya dilayani setelah ada Site Plan / Rencana Tapak yg disetujui oleh instansi terkait (Kimpraswil/Pemukiman.J. Bappekab/ko. Menghindari tanah sbg obyek spekulasi & tanah terlantar. L. b. Instrumen Pengendalian Administrasi Pertanahan : a. klarifikasi perolehan & penggunaan tanah.  Pengendalian Peralihan Hak Atas Tanah.  Pengembangan melalui Konsolidasi tanah. . 3.menghindari Pph perusahaan.Pengkaplingan. Instrumen Pengendalian Pengkaplingan :  Perijinan : Ijin lokasi. industri. K. Perumahan (komersiel) secara terselubung : . Instrumen Pengendalian Selanjutnya :  Site Plan (Rencana Tapak)  IMB  IPB (Ijin Pemanfaatan Bangunan)  Ijin Gangguan / HO  Ijin Usaha Tetap . . Menghindari Pemb.tanpa SK HGB Induk. tanpa uang Pemasukan ke Negara. dan IPPT. Tdk terjadi pemukiman kumuh baru 2. c.

Aturan diaplikasikan melalui perijinan yang diberikan kepada pemilik tanah untuk membangun / memanfaatkan tanahnya è Perijinan adalah salah satu instrumen pengendalian pemanfaatan ruang. Tujuan 3. Bertujuan agar pembangunan pada setiap bidang tanah & pemanfaatannya sesuai dg aturan RTR yang telah disahkan (landuse zoning. 3 unsur pokok : 1. C. . Perijinan memastikan bahwa pengembangan tanah oleh individu sesuai dengan lingkungannya (fit well in its neighbourhood) sehingga terjadi keadilan / keseimbangan kepentingan antara Individu & masyarakat. b. Aturan tersebut memberi perlindungan terhadap kenyamanan & kepentingan masyarakat luas. Aplikasi Pengendalian a. B. b. = Pedoman dalam bertindak untuk mencapai tujuan. Arah = Keadaan yang akan diinginkan. Sempadan Bangunan). 2. Ketinggian Bangunan. Tujuan Pengendalian Pengembangan Tanah a. Setiap rencana memp.Pertemuan ke -13 “Pengendalian Pengembangan Tanah (Land Use Control)” A. Titik Tolak = Existing Condition. KDB.

 Terdiri dari Peta Zonasi (Zoning Map) skala detail minimal 1:5000 & Text Zonasi (Zoning Text). Pengaturan Zonasi (Zoning Regulation) Manjadi Acuan pengendalian pemanfaatan ruang (perijinan.D. Setiap Zona didetailkan ke Sub – Sub Zona. PEMBERIAN 4. . Pembagian Blok dan Zona Peruntukan o o Secara fisik: BWP dibagi menjadi Sub – sub BWP. dst. INSENTIF PENGENAAN DAN SANKSI DISINSENTIF Pemanfaatan Ruang sesuai dengan Aturan sehingga tercapai Tujuan Penataan Ruang Sumber : PP No. PERIZINAN 3.  Menetapkan jenis pemanfaatan ruang & persyaratanya yang diterapkan setiap blok – blok dalam BWP. Zona-Zona Peruntukan. PENGATURAN ZONASI 2. & pengenaan sanksi)  Merupukan bagian wajib dari RDTR = rencana detail tata ruang pada bagian wilayah Perkotaan (BWP).15 Th 2010 ttg Penyelenggaraan Penataan Ruang E. Setiap Sub BWP dibagi menurut blok – blok sesuai batas fisik di lapang (terutama jalan) Secara fungsi : BWP terbagi menj. pemberian insentif/disinsentif. Pengendalian Pemanfaatan Rung PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG 1. Misal : Zona Perumahan è Sub Zona Rumah Kepadatan. F. Sangat Tinggi (R-1).

penyediaan prasarana & saranan. kemudahan perijinan. dsb. urun saham. Variasi Pemanfaatan Ruang. Ijin Usaha Tetap. Ijin Pemanfaatan Bangunan. jarak antar Bangunan. Ijin Pemanfaatan Ruang terdiri atas : 1. Ijin Penggunaan / Pemanfaatan Tanah . industri mesin & logam dasar (I-2).G. Insentif . Tampilan Bangunan 4. Disinsentif è menghambat pemb. berisi peruntukan setiap blok. mengacu pada RDTR 5.ketentuan . mengacu pada RTRW 3. Intensitas Pemanfataan . Mis. Untuk pendetailan zonasi pd Sub BWP (yang prioritas) disusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) H.Disinsentif I. yaitu peruntukan sampai dengan Sub Zona peruntukan. Insentif Non Fiskal : pemberian kompensasi. Ijin HO. mengacu pada RTRW 2. Amdal. Persyaratan jenis pemanfaatan ruang bila berbeda dengan peruntukan zona / subzona. J. 2. Ijin – ijin lainnya : Ijin Perubahan Penggunaan Tanah. subsidi silang. IMB . promosi B. 1. KDH. 2. penghargaan. KLB. 3. Ijin Lokasi*) (sekaligus ijin membebaskan tanah). bentuknya . Alat utk pengendalian pengemb. sedangkan pengadaan tanah utk kepentingan umum (pemerintah) nama ijinnya Penetapan Lokasi. Bentuknya . Tanah. Tanda Daftar Perusahaan. Insentif Fiskal : keringanan pajak atau retribusi. . Tanah yg tdk sesuai RTR. Text Zonasi Text Zonasi berisi ketentuan . dst. Tata Bangunan . Insentif è merangsang pembangunan Tanah sesuai RTR. GSB. Ketinggian Bangunan. Prasarana dan Sarana Lingkungan Minimal 5. mengacu pd Ijin Lokasi 4. 1. *) Ijin lokasi berlaku utk swasta. KDB. Perizinan Perijinan merup. Peta Zonasi Peta Zonasi . Ijin Prinsip . Zona Industri è Sub Zonanya : industri kimia dasar (I-1). dsb. Pemberian Izin Insentif dan Disinsentif A.

Laporan kepada instansi/pejabat yang berwenang bila ada dugaan penyimpangan pemanfaatan ruang. Pelanggaran Fungsi Kawasan 2.Tdk sesuai RTR & tdk berijin. .Tdk sesuai RTR & memang tdk ada ijin . b. Jenis Sanksi • • Sanksi administratif : tegoran. K. Pengajuan keberatan terhadap keputusan / ijin dari pejabat yang berwenang pada pembangunan yang dianggap tidak sesuai dengan RTR. pengenaan pajak yg tinggi 2. penghentian pemb. Disinsentif Non Fiskal . Bagi pejabat yg mengeluarkan ijin yg menyimpang dari ketentuan RTR bisa kena sanksi pidana. denda. persyaratan yg berat dlm pemberian ijin.1. c. L. perizinan. M. pemberian insentif dan disinsentif serta pengenaan sanksi. tdk menyediakan prasarana & sarana. Ikut memantau & mengawasi pelaksanaan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Pelanggaran Jenis Penggunaan & Pemanfaatan 3. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Masyarakat : a. d. denda. (Sumber : Peraturan Pemerintah No. Pengenaan Sanksi  Tingkat Pelanggaran pemanfaatan ruang : 1.. pembongkaran Sanksi pidana : hukuman penjara.Sesuai RTR tetapi tdk berijin. Masukan dalam penyusunan arahan atau peraturan zonasi. Pelanggaran Teknis Bangunan  Jenis pelanggaran : . Disinsentif Fiskal . 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang) .

dan panas bumi Pembangkit listrik dan prasarana distrubusinya Jar. Tanah tersedia untuk dibangun. / Pemda Fasos. k. Pengadaan Tanah Sebagian besar ruang permukaan bumi yang secara fisik dapat dibangun sudah ada yang menguasai : . & RTH Publik Cagar Alam dan Cagar Budaya . Pembuangan Air. Waduk. Tempat Pembuangan & Pengolahan Sampah RS Pemerintah / Pemda Fas. gas.) B. c. i. Sal. e. 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Utk Kepentingan Umum Yang termasuk kedalam kepentingan umum adalah : a. Hankamnas Jl. & Bangunan Pengairan lainnya. waris. l. m. 2 Th. g. Rel KA & sarananya Sal. Pelabuhan . Keselamatan Umum spt tanggul penanggulangan banjir. dan Terminal. d. hibah. mencakup 2 aspek : Tersedia dari segi fisik  analisa kesesuaian tanah (land suitability) Tersedia dari segi hukum  sudah dikuasai secara legal (dengan jual beli. 71 Th.dikuasai pemerintah : untuk prasarana wilayah. Umum (termasuk Jl. areal budidaya . j. dsb. f. h. hutan.Pertemuan ke -14 “Pengadaan Lahan dan Instrumen Pengembangan Lahan” A. Air Minum. & Sanitasi. Tol). Telekomunikasi dan Informatika Pem.dikuasai masyarakat : permukiman. kawasan lindung. Irigasi. Aturan Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum (Pemerintah) • UU no. 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Utk Kepentingan Umum Aturan Pelaksanaannya dijabarkan dlm : • Perpres no. kerjasama. Fasum. Bendungan. b. Infrastrukture minyak. Bandar Udara. lahar & lain2 bencana Pemakaman Umum Pem.

Instrumen Perpajakan 1. Harga ganti rugi tanah mengacu pada ketetapan Tim Penilai (Apraisal) yang independent. Pajak Kenaikan Nilai Tanah 5. Bila negosiasi buntu (pemilik tanah yang tidak setuju dengan harga ganti rugi). / Pemda Prasarana OR Pem. C.  Perlu diperkenalkan bentuk penyertaan modal bagi pemilik tanah (tanpa menjual tanah). o. Instrumen Pengembangan Tanah A. RDTR + Aturan Zonasi (zoning regulation). Pemda. Retribusi Pemb. Parkir umum Proses pembebasan tanah dilakukan dengan musyawarah. Instrumen Pasar 1. & Desa Penataan Permukiman Kumuh Perkotaan. Instrumen Perencanaan Pembangunan memilki Hak Monopoli Perencanaan Tata Ruang : 1. & Lap. dsb. Bank Tanah .n. BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan) 4. p. RTRW. q. dll :  Pengadaan tanahnya didahului dengan ijin lokasi (ijin membebaskan tanah pada lokasi yang sesuai dengan rencana tata ruang). RTBL 2. Pemerintah dapat menempuh konsinyasi uang ganti rugi dan pencabutan hak. B. 8. pd kws ttt (promoting or limiting growth). Pembebasan Tanah untuk Kepentingan Swasta Utk Real estate. PBB 3. Pembebasan Pajak bila dijual ke Pem. Promosi maupun pembatasan pemb. Prasarana Pendidikan Pem. D. Kantor Pem. / Pemda Pasar umum. r. Pajak Penjualan Properti (Pph Penjualan Properti) 2. Pajak Hak Membangun (Tax on Building Rights) 6. Pajak/Denda Thd Kapling Kosong 7. Industri.  Pembebasan tanah dilakukan melalui jual beli. Konsolidasi Tanah. Utilitas Kota (Betterment Charges) C.

Instrumen Keuangan 1. Pembatasan Luas Pembebasan / Pengusaan Tanah 4. Subsidi Bagi Ekonomi Lemah 3. Land Pooling 8. Pinjaman Dana Pengadaan Tanah 2. Ganti Rugi dlm Bentuk Saham . Pengadaan Tanah Utk Prasarana dikaitkan dg Ijin Membangun 3. Ijin lokasi. Ijin Rencana Tapak. Ijin Pemanfaatan Bangunan 10. Pembatasan Hak Membangun pd Kws Kritis (melalui disinsentif pelayanan) 5. Larangan Penelantaran Tanah 9. Nasionalisasi Penguasaan Tanah 2. Transfer Hak Membangun (Transfer of Development Rights) D. Penyitaan Tanah Demi Kepentingan Umum (Eminent Domain) 6. 8. Ijin Perubahan Penggunaan Tanah. Ijin – Ijin Pemanfaatan Tanah : Ijin Prinsip. Kerjasama Membangun (KSO. & Swasta 3. Aturan Pemecahan Bidang Tanah (subdivision control) 7. Kasiba & Lisiba 5. Konsolidasi Tanah 6. Hak Prioritas Membeli Tanah (Pre-emption Right) E. BOT) 4. Tukar Menukar Tanah Pem. IMB. Instrumen Administrasi 1. Penyiapan Utilitas 7.2.

Perumahan yang terselubung dan merugikan negara. Pengkaplingan ini perlu dikendalikan agar tidak terjadi pemukiman kumuh baru. Perpajakan Tanah. KASIBA (Kawasan Siap Bangun) & LISIBA (Lingkungan Siap Bangun) . kenyamanan. & tidak banjir. Penggunaan Tanah Pengukuran kapling hanya dilayani setelah ada Site Plan / Rencana Tapak yang disetujui oleh instansi terkait (Kimpraswil/Pemukiman. B Penyediaan Kavling Perumahan yang Diharapakan : 1. . Pengembangan Tanah memperhatikan kesehatan. 3. Pengembangan melalui KASIBA. karena : . drainase. LISIBA. Pembangunan jalan sesuai standar & menyambung dengan jaringan jalan yang sudah ada. • • Pengendalian Peralihan Hak Atas Tanah.Pertemuan ke -15 “Instrumen Pengembangan Tanah” A Pemenuhan kapling perumahan umumnya ditempuh dengan PEMECAHAN BIDANG TANAH (Land Subdivision).tanpa ijin lokasi. & keamanan lingkungan (Amenity). & BPN) atau oleh Bupati/Walikota. Konsolidasi tanah. Bappekab/ko.tanpa SK HGB Induk. 4. Bank Tanah. Utk menghindari Pemb. . Instrumen Pengendalian Pengkavlingan • • Perijinan : Ijin lokasi dan Ijin Perub. saluran pembuangan limbah. tanpa uang Pemasukan ke Negara. D.menghindari pajak Pph perusahaan. Tersedia sarana air bersih. C. 2.

Menjual kapling siap bangun dengan atau tanpa bangunan rumah. hidran kebakaran.KASIBA : Suatu kawasan yang dipersiapkan untuk pembangunan Perumahan skala besar dilengkapi prasarana jalan & lingkungan (jalan akses penghubung. Menyerahkan prasarana umum ke Pemkab / Pemkot. pemerintahan) G. Tugas Badan Penglola LISIBA 1. / kawasan. Menyiapkan RDTR dan RTBL dengan konsep hunian berimbang. Membangun akses jalan & jalan lingkungan drainase. telepon. utilitas. 2. dsb. E. RTH. jalan lingkungan. Membangun kapling matang (siap bangun) sesuai RDTR & RTBL 2. pembuangan sampah. peribadatan. Pengelolaan KASIBA & LISIBA • • Pengelola Kasiba : Pengelola Lisiba : Badan tersendiri di Pemkab/Pemkot (misalnya Masyarakat Pemilik tanah atau langsung oleh BUMD atau kerjasama dengan Badan Usaha Swasta) pengelola Kasiba Lisiba dapat pula dibangun tunggal oleh masyarakat yang disebut Lisiba berdiri Sendiri F. 32/PERMEN/M/2006 Kelebihan Kasiba/Lisiba Bagi Konsumen : Konsumen ada pilihan membeli tanah & rumah atau tanah saja Kekurangan Kasiba/Lisiba : Pembelian tanah kosong bila untuk tujuan investasi saja. air bersih. kesehatan. Tugas Badan Penglola KASIBA 1. Menyiapkan tanah untuk sarana lingkungan (pendidikan. Sumber : Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No. 3. 3. dsb). Tujuan Perpajakan Tanah 1. menghambat perkembangan lingk. perbelanjaan.) LISIBA : Suatu hamparan siap bangun skala lingkungan yang merupakan bagian dari Lisiba (Kasiba terdiri atas beberapa Lisiba). H. Tanah memberi manfaat kpd pemilik / pengguna . & Jaringan Utilitas (listrik. RTH.

Perlu diterapkan pula berdasarkan luas penguasaan tanahnya. progresif sesuai pemanfaatan. Fungsi Budgeter . Pajak tanah paling mudah dikelola krn tanah merupakan asset tdk bergerak I. 4. Pemilik memperoleh keuntungan krn harga tanah senantiasa naik. Fungsi Pajak Tanah 1. 2. waris. Tanah dpt menentukan kedudukan sosial pemiliknya 3. tarif = 5 % x Harga Jual atau NJOP • Bea Perolehan Hak Atas Tanah & Bangunan (BPHTB) : Pajak bagi yg memperoleh Tanah (& Bangunan) . Mengendalikan harga tanah b. Jenis Pajak Tanah • PBB : pajak bagi yang memanfaatkan tanah & bangunan di atasnya • PPh Penjualan Tanah (dan Bangunan) : Pajak bagi yang menjual / melepaskan Tanah (& Bangunan). Mendorong investasi 3. Fungsi Regulasi : a. b. sumber pendptan Pem. dsb. hibah. Mengatasi tanah terlantar dan spekulasi tanah c. tarif = 5 % (Harga Jual atau NJOP – J.2. Fungsi Distribusi Pendptan a. Subsidi pajak untuk kelompok miskin . membeli.

Land consolidation Konsolidasi lahan merupakan perbuatan yang dilakukan untuk memperoleh kesepakatan dalam pengelolaan lahan. Suatu lingkungan / kawasan dengan kondisi setiap individu memiliki bidang tanah yang bentuknya tidak beraturan dan tidak terdapat prasarana yang memadai serta pembangunan prasarana yang tidak memadai. Sehingga perlu adanya pengaturan bentuk kawasan tersebut. 2. kemudian dipecah . dapat dilakukan dengan tukar lokasi tanah. Model penataan kembali bidang tanah (Land Readjustment). B. Contoh: lahan pertanian di Eropa dan Amerika. C. Model konsolidasi dalam rangka pengkaplingan Konsolidasi dengan mengumpulkan beberapa tanah kosong.pecah dalam bentuk kapling – kapling tanah untuk dijual sebagai kalpling siap bangun. maka dilakukan konsolidasi lahan yaitu dengan memotong bagian lahan dari setiap pemilik kapling dengan presentase yang sama dan menggunakan potongan lahan tersebut dimanfaatkan untuk fasilitas / prasarana umum sehingga bidang – bidang tanah tertata jelas dan terbentuk lingkungan yang nyaman. Land pooling Menyatukan beberapa bidang tanah yang sempit dalam 1 are sehingga menjadi 1 bidang tanah.Pertemuan ke -16 & 17 “Instrumen Pengadaan dan Pengembangan Tanah” Instrument pengadaan tanah : A. Land sharing . 3. tempat parkir. lahan semi public dan KDB. sehingga kurang efisien penggunaanya. Konsolidasi dilakukan dengan mengumpulkan tanah-tanah yang tersebar tersebut menjadi satu. Konsolidasi lahan dibedakan menjadi 3 model : 1. Keuntungan : menambah RTH. Kemudian menggabungkan beberapa bangunan menjadi 1 bangunan bertingkat untuk bersama. Model pengumpulan tanah yang berserakan Dapat dilakukan untuk orang yang memiliki banyak bidang tanah namun letaknya tersebar.

D. Konsolodasi lahan berupa pemilik diberi hak untuk membangun di lokasi lain. Land Banking Konsolidasi tanah yang diatur oleh pemerintah. batasan waktu hak. dan kewajiban pemanfaatan tanah. lahan rawan kecelakaan.Pengadaan tanah tidak dalam bentuk jual beli tanah namun kerjasama dalam pengelolaannya. d) pengendali (pembekuan) harga tanah : melalui perpajakan serta mempersempit ruang gerak tanah (pembatasan fasilitas pendukung tanah). C) kelonggaran batasan luas penguasaan tanah. lahan disekitar lokasi penerbangan. missal : lahan kawasan konservasi. Transfer of Development Rights Pemindahan hak untuk mengembangkan kuasa pengelolaan lahan karena lokasi tersebut dibatasi oleh peraturan yang mengikat. namun jika pemilik kuasa tidak berkehendak membangun maka kuasa tersebut dapat dijual ke pihak lain. Kebijakan yang dilakukan untuk melaksanakan bank tanah : a) hak istimewa untuk pembebasan tanah. Tujuan : a) instrument pengendali harga tanah. missal : kerjasama antara pemilik tanah dengan pengembang / pemilik modal dengan kesepakatan adanya pembagian keuntungan sesuai perjanjian. b) mengalihkan keuntungan kenaikan harga tanah dari swasta ke public. b) RDTR sebagai arahan penguasaan tanah oleh lembaga bank tanah (Pemerintah). E. pihak pemerintah mengelola tanah – tanah pada kawasan tersebut dan menyediakan dalam bentuk tanah siap bangun (seperti Kasiba & Lisiba untuk pembangunan perumahan). Fungsi : .

memiliki kewenangan pengadaan tanah. Tantangan : a) berlawanan dengan system pasar bebas. c) selama tanah belum laku perlu pengamanan tanah agar tidak terjadi pendudukan liar. . c)pengaman penyedia tanah. b) perlu modal besar. d) pihak swasta mencari tanah lain yang lebih murah. b) pemegang stok tanah. Sifat : lembaga profit dengan control penuh oleh pemerintah.a)pembeli tanah.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->