Anda di halaman 1dari 3

Nama : I Komang Kabeh NIM : 1014041039

TUGAS POLITIK HUKUM

JAWABAN : 1. Adapun alasan mengapa politik hukum mengkaji rechsidee dari Negara Indonesia yaitu bahwa seperti yang kita ketahui politik hukum merupakan suatu kebijakan yang diambil untuk mencapai hukum yang diharapkan masyarakat. Kaitannya dengan rechsidee merupakan cita hukum yang diharapkan oleh masyarakat, didalam hal ini politik hukum sebagai titik tolak yan mengarahkan tujuan dan cita hukum suatu Negara. Adapun rechsidee cita hukum Indonesia tercantum didalam norma dasar Negara sebagai landasan dasar arah pembangunan hukum nasional sekaligus sebagai landasan pembentukan konstitusi. Jadi rechsidee ini sebagai landasan dan batasan dalam politik hukum agar sesuai dengan yang dicitakan dalam cita hukum nasional yang termuat dalam pancasila. Pancasila inilah sebagai cita hukum yang menjadi landasan dalam politik hukum nasional. 2. Didalam penetapan SPPN rancangan RPJM yang harus diprioritaskan hubungannya dengan polhum nasional yaitu : - Lebih memprioritaskan pembangunan yang bertujuan melakukan perubahan dalam masyarakat agar lebih maju, lebih makmur, lebih kuat ikatan kebangsaannya, dan lebih adil. Seperti yang kita ketahui Pembangunan nasional merupakan proses bersifat multidimensional mencakup perubahan struktur sosial,peri laku, kelembagaan nasional Percepatan pertumbuhan ekonomi ,penguranganketimpangan, penanggulangan kemiskinan. - Perubahan keseluruhan sistem social utuk memenuhi kebutuhan dasar & keinginanmasyarakat Jadi didalam RPJM harus lebih memprioritaskan kebutuhan social, ekonomi masyarakat.

3. Mengenai pemberlakuan hukum di Indonesia tentunya menjadi suatu kenyataan bahwa Indonesia adalah Negara yang multikulturalisme sehingga tidak salah kalau pemicu konflik yang dapat menyebabkan disintegrasi itu yaitu karena multikulturalisme itu juga. Terkait hukum yang berlaku di Indonesia untuk sekarang ini masih ada hukum yang unifikasi dan ada memang plularisme seperti hukum adat disetiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini menurut saya unifikasi sebaiknya ditetapkan pada hukum yang bersifat landasan sedangkan untuk hukum disetiap daerah yang berbeda ada hukum yang pluralisme asalkan hukum itu tidak bertentangan dengan hukum nasional. Mengenai unifikasi itu maksudnya adalah untuk menciptakan kesatuan hukum . dalam hal ini politik hukum sangat berperan penting apalagi sekarang adanya otonomi daerah sebagi produk hukum yang berlandaskan desentralisasi pembangunan hukum, politik, social dan ekonomi. Jadi antara unifikasi dan pluralisme itu sebenarnya satu kaitan dimana yang satu sebagai acuan dan yang satu sebagai hukum masyarakat . 4. Menurut saya konfigurasi politik hukum yang otoriter akan maka produk hukumnya akan berkarakter ortodoks/konservatif/elitis, sedangkan Di dalam negara yang konfigurasi politiknya demokratis, maka produk hukumnya akan berkarakter responsif/populistik, konfigurasi politik otoriter diartikan sebagai susunan sistem politik yang lebih memungkinkan negara berperan sangat aktif serta mengambil hampir seluruh inisiatif dalam pembuatan kebijakan negara. konfigurasi politik demokratis yang diartikan sebagai susunan sistem politik yang membuka kesempatan (peluang) bagi partisipasi masyarakat secara penuh untuk ikut aktif menentukan kebijaksanaan umum . melihat hal itu sehingga politik hukum yang otoriter tidak dapat melahirkan produk hukum yang demokratis.

5. Adapun SPPN tentunya punya landasan oprasional dan konstitusional . dalam hal ini landasan dasar SPPN tentunya pancasila kemudian landasan konstitusinya yaitu UU SPPN , UU No 25 TH 2004. Adapun secara umum rincian landasan SPPN sesuai tujuan pembangunan nasional seperti : Amandemen Keempat UUD NRI 1945 Tidak ada GBHN

Pemilihan Presiden secara langsung Pemilihan Kepala Daerah secara demokratis UU 23/2003 tentang Pemilihan Presiden Mengamanatkan CaPres menyampaikan visi, misi, program Revisi UU 22/1999 Desentralisasi dan otonomi daerah Pemilihan Kepala Daerah secara langsung Pemantapan kedudukan provinsi Reformasi Pengelolaan Keuangan Negara UU 17/2003 tentang Keuangan Negara Penyusunan RAPBN berpedoman pada RKP Penyusunan RAPBD berpedoman pada RKPD UU 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara UU 15/2004 tentang Pemeriksaan dan Tanggungjawab KN