Anda di halaman 1dari 23

Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

PERTIMBANGAN AUDITOR ATAS KEMAMPUAN ENTITAS DALAM MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUPNYA


Sumber: PSA No. 30 Lihat SA Seksi 9341 untuk Interpretasi Seksi ini P EN D AH U L U A N 01 Seksi ini memberikan panduan bagi auditor dalam audit atas laporan keuangan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, dalam hal auditor mengevaluasi apakah ada kesangsian tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. l, 2 Kelangsungan hidup entitas dipakai sebagai asumsi dalam pelaporan keuangan sepanjang tidak terbukti adanya informasi yang menunjukkan hal yang berlawanan. Biasanya, informasi yang secara signifikan berlawanan dengan asumsi kelangsungan hidup entitas adalah berhubungan dengan ketidakmampuan entitas dalam memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo tanpa melakukan penjualan sebagian besar aktiva kepada pihak luar melalui bisnis biasa, restrukturisasi utang, perbaikan operasi yang dipaksakan dari luar, dan kegiatan serupa yang lain. TANGGUNG JAWAB AUDITOR 02 Auditor bertanggung jawab untuk mengevaluasi apakah terdapat kesangsian besar terhadap kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam periode waktu pantas, tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal laporan keuangan yang sedang di audit

_____________________________________

Seksi ini tidak untuk diterapkan dalam audit atas laporan keuangan yang didasarkan pada asumsi likuidasi (sebagai contoh bila [a] suatu entitas dalam proses likuidasi, [b] para pemilik sudah memutuskan untuk memulai likuidasi, [c] proses hukum, termasuk kepailitan, sudah mencapai titik yang menunjukkan kemungkinan besar terjadinya likuidasi). 2 Panduan dalam Seksi ini berlaku untuk audit atas laporan keuangan yang disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau sesuai dengan basis akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Pengacuan dalam Seksi ini ke prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dimaksudkan mencakup pula basis akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia tersebut.

341.1

Standar Profesional Akuntan Publik

(selanjutnya periode tersebut akan disebut dengan jangka waktu pantas). Evaluasi auditor berdasarkan atas pengetahuan tentang kondisi dan peristiwa yang ada pada atau yang telali terjadi sebelum pekerjaan lapangan selesai. Informasi tentang kondisi dan peristiwa diperoldi auditor dari penerapan prosedur audit yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapat tujuan audit yang bersangkutan dengan asersi manajemen yang terkandung dalam laporap keuangan yang sedang diaudit, sebagaimana dijelaskan dalam SA Seksi 326 [PSA No. 07] Bukti Audit. 03 Auditor harus mengevaluasi apakah terdapat kesangsian besar mengenai kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas dengan cara sebagai berikut: (a) Auditor mempertimbangkan apakah hasil prosedur yang dilaksanakan dalam perencanaan, pengumpulan bukti audit untuk berbagai tujuan audit, dan penyelesaian auditnya, dapat mengidentifikasi keadaan atau peristiwa yang, secara keseluruhan, menunjukkan adanya kesangsian besar mengenai kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas. Mungkin diperlukan untuk memperoleh informasi tambahan mengenai kondisi dan peristiwa beserta bukti-bukti yang mendukung informasi yang mengurangi kesangsian auditor. (b) Jika auditor yakin bahwa terdapat kesangsian besar mengenai kemampuan entitas d mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas, ia harus: (i) memperoleh informasi mengenai rencana manajemen yang ditujukan untuk mengurangi dampak kondisi dan peristiwa tersebut, dan (ii) menentukan apakah kemungkinan bahwa rencana tersebut dapat secara efektif dilaksanakan. (c) Setelah auditor mengevaluasi rencana manajemen, ia mengambil kesimpulan apakah ia masih memiliki kesangsian besar mengenai kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas. Paragraf 11 sampai dengan 18 mengatur tindakan yang harus diambil oleh auditor apabila auditor memiliki kesangsian mengenai kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. 04 Auditor tidak bertanggung jawab untuk memprediksi kondisi atau peristiwa yang akan datang. Fakta bahwa entitas kemungkinan akan berakhir kelangsungan hidupnya setelah menerima laporan dari auditor yang tidak memperlihatkan kesangsian besar, dalam jangka waktu satu tahun setelah tanggal laporan keuangan, tidak berarti dengan sendirinya menunjukkan kinerja audit yang tidak memadai. Oleh karena itu, tidak

341.2

Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

PROSEDUR AUDIT 05 Auditor tidak perlu merancang prosedur audit dengan tujuan tunggal untuk mengidentifikasi kondisi dan peristiwa yang, jika dipertimbangkan secara keseluruhan, menunjukkan bahwa terdapat kesangsian besar mengenai kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas. Hasil prosedur audit yang dirancang dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan audit yang lain harus cukup untuk tujuan tersebut. Berikut ini adalah contoh prosedur yang dapat mengidentifikasi kondisi atau peristiwa tersebut: (a) Prosedur analitik. (b) Review terhadap peristiwa kemudian. (c) Review terhadap kepatuhan terhadap syarat-syarat utang dan perjanjian penarikan utang. (d) Pembacaan notulen rapat pemegang saham, dewan komisaris, dan komite atau panitia penting yang dibentuk. (e) Permintaan keterangan kepada penasihat hukum entitas tentang perkara pengadilan, tuntutan, dan pendapatnya mengenai hasil suatu perkara pengadilan yang melibatkan entitas tersebut. (f) Konfirmasi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga mengenai rincian perjanjian penyediaan atau pemberian bantuan keuangan. PERTIMBANGAN ATAS KONDISI DAN PERISTIWA 06 Dalam pelaksanaan prosedur seperti yang disebutkan dalam paragraf 05, auditor dapat mengidentifikasi informasi mengenai kondisi atau peristiwa tertentu yang, jika dipertimbangkan secara keseluruhan, menunjukkan adanya kesangsian besar tentang kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka- waktu pantas. Signifikan atau tidaknya kondisi atau peristiwa tersebut akan tergantung atas keadaan, dan beberapa di antaranya kemungkinan hanya menjadi signifikan jika ditinjau bersama-sama dengan kondisi atau peristiwa yang lain. Berikut ini adalah contoh kondisi dan peristiwa tersebut: (a) Trend negatif---sebagai contoh, kerugian operasi yang berulangkali terjadi, kekurangan modal kerja, arus kas negatif dari kegiatan usaha, ratio keuangan penting yang jelek. (b) Petunjuk lain tentang kemungkinan kesulitan keuangan---sebagai contoh, kegagalan dalam memenuhi kewajiban utangnya atau perjanjian serupa, penunggakan pembayaran dividen, penolakan oleh pemasok terhadap pengajuan permintaan pembelian kredit biasa, restrukturisasi utang, kebutuhan untuk mencari sumber atau metode pendanaan baru, atau penjualan sebagian besar aktiva.

341.3

Standar Profesional Akuntan Publik

(d)

Masalah luar yang telah terjadi---sebagai contoh, pengaduan gugatan pengadilan, keluarnya undang-undang, atau masalah-masalah lain yang kemungkinan membahayakan kemampuan entitas untuk beroperasi; kehilangan franchise, lisensi atau paten penting kehilangan pelanggan atau pemasok utama; kerugian akibat bencana besar seperti gempa bumi, banjir, kekeringan, yang tidak diasuransikan atau diasuransikan namun dengan pertanggungan yang tidak memadai.

PERTIMBANGAN ATAS RENCANA MANAJEMEN 07 Jika, setelah mempertimbangkan kondisi atau peristiwa yang telah diidentifikas secara keseluruhan, auditor yakin bahwa terdapat kesangsian besar mengenai kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas, ia harus mempertimbangkan rencana manajemen dalam menghadapi dampak merugikan dari kondisi atau peristiwa tersebut. Auditor harus memperoleh informasi tentang rencana managemen tersebut, dan mempertimbangkan apakah ada kemungkinan bila rencana tersebut dapat secara efektif dilaksanakan, mampu mengurangi dampak negatif merugikan kondisi dan peristiwa tersebut dalam jangka waktu pantas. Pertimbangan auditor yang berhubungan dengan rencana manajemen dapat meliputi: (a) Rencana untuk menjual aktiva (i) Pembatasan terhadap penjualan aktiva, seperti adanya pasal yang membatasi transaksi tersebut dalam perjanjian penarikan utang atau perjanjian yang serupa. (ii) Kenyataan dapat dipasarkannya aktiva yang direncanakan akan dijual oleh manajemen. (iii) Dampak langsung dan tidak langsung yang kemungkinan timbul dari penjualan aktiva (b) Rencana penarikan utang atau restrukturisasi utang (i) Tersedianya pembelanjaan melalui utang, termasuk perjanjian kredit yang telah ada atau yang telah disanggupi, perjanjian penjualan piutang atau jual-kemudian-sewa aktiva (sale-leaseback of assets). (ii) Perjanjian untuk merestrukturisasi atau menyerahkan utang yang ada maupun yang telah disanggupi atau untuk meminta jaminan utang dari entitas. (iii) Dampak yang mungkin timbul terhadap rencana manajemen untuk penarikan utang dengan adanya batasan yang ada sekarang dalam menambah pinjaman atau cukup atau tidaknya jaminan yang dimiliki oleh entitas. (c) Rencana untuk mengurangi atau menunda pengeluaran (i) Kelayakan rencana untuk mengurangi biaya overhead atau biaya administrasi, untuk menunda biaya penelitian dan pengembangan, untuk menyewa sebagai alternatif membeli. (ii) Dampak langsung dan tidak langsung yang kemungkinan timbul dari pengurangan atau penundaan pengeluaran. (d) Rencana untuk menaikkan modal pemilik (i) Kelayakan rencana untuk menaikkan modal pemilik, termasuk perjanjian yang ada atau yang disanggupi untuk menaikkan 341.4

Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

(ii)

Perjanjian yang ada atau yang disanggupi untuk mengurangi dividen atau untuk mempercepat distribusi kas dari perusahaan afiliasi atau investor lain.

08 Dalam mengevaluasi rencana manajemen, auditor harus mengidentifikasi unsur-unsur terutama yang signifikan untuk mengatasi dampak negatif kondisi atau peristiwa dan harus merencanakan dan melaksanakan prosedur audit untuk memperoleh bukti audit tentang hal tersebut. Sebagai contoh, auditor harus mempertimbangkan cukup atau tidaknya dukungan tentang kemampuan perusahaan untuk mendapatkan tambahan pembelanjaan atau penjualan aktiva yang telah direncanakan. 09 Jika informasi keuangan prospektif sangat signifikan bagi rencana manajemen, auditor harus meminta kepada manajemen untuk menyediakan informasi tersebut dan harus mempertimbangkan cukup atau tidaknya dukungan terhadap asumsi signifikan yang melandasi informasi itu. Auditor harus menaruh perhatian khusus atas asumsi yang: (a) Material bagi informasi keuangan prospektif. (b) Rentan atau mudah sekali berubah. (c) Tidak konsisten dengan trend masa lalu. Pertimbangan auditor harus didasarkan atas pengetahuannya mengenai entitas, bisnis, dan manajemennya dan harus meliputi (a) membaca informasi keuangan prospektif dan asumsi yang melandasinya, (b) membandingkan informasi keuangan prospektif periode lalu dengan hasil sesungguhnya yang dicapai sampai saat ini. Jika auditor mulai menyadari faktor-faktor yang dampaknya tidak tercermin dalam informasi keuangan prospektif tersebut, ia harus membahas faktor-faktor tersebut dengan manajemen dan, jika perlu, meminta perbaikan atas informasi keuangan prospektif tersebut. P ER T I M B A N G A N DA M P A K IN F OR M A S I K E L A N G SU N GA N H I DU P EN T I T A S T ER H A D A P L A P O R A N AU D I T O R 10 Apabila setelah mempertimbangkan dampak kondisi dan peristiwa seperti tersebut dalam paragraf 06, auditor tidak menyangsikan kemampuan satuan usaha dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas maka auditor memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian. 11 Apabila setelah mempertimbangkan dampak kondisi dan peristiwa seperti tersebut dalam paragraf 06, auditor menyangsikan kemampuan satuan usaha dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas maka auditor wajib mengevaluasi rencana manajemen sebagaimana diharuskan oleh paragraf 07. Dalam hal satuan usaha tidak memiliki rencana manajemen atau auditor berkesimpulan bahwa rencana manajemen entitas tidak dapat 341.5

12 Berikut ini adalah contoh laporan auditor independen yang berisi pernyataan tidak memberikan pendapat. Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] Kami telah mengaudit neraca PT KXT tanggal 31 Desember 20X2 serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indoneisa. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prnsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Laporan keuangan terlampir telah disusun dengan anggapan perusahaan akan melanjutkan usahanya secara berkelanjutan. Seperti yang diuraikan dalam Catatan X atas laporan keuangan perusahaan telah mengalami kerugian yang berulangkali dari usahanya dan mengakibatkan saldo ekuitas negatif, arus kas negatif dari kegiatan usaha dan kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajiban pinjaman bank yang telah jatuh tempo. Hal-hal tersebut menyebabkan timbulnya kesangsian besar mengenai kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Laporan keuangan terlampir tidak mencakup penyesuaian yang berasal dari ketidakpastian tersebut. Karena adanya ketidakpastian besar mengenai kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidup seperti yang kami kemukakan dalam paragraf di atas maka keadaan ini tidak memungkinkan kami untuk menyatakan, dan kami tidak menyatakan, pendapat atas laporan keuangan tersebut di atas. [Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan publik [Tanggal] 341. 6

Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

13 Apabila auditor telah berkesimpulan bahwa rencana manajemen dapat secara efektif dilaksanakan maka auditor harus mempertimbangkan mengenai kecukupan pengungkapan mengenai sifat dan dampak kondisi dan peristiwa yang semula menyebabkan ia yakin adanya kesangsian mengenai kelangsungan hidup satuan usaha, mitigating factor dan rencana manajemen. Apabila auditor berkesimpulan bahwa pengungkapan tersebut memadai maka ia akan memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan 3 mengenai kemampuan satuan usaha dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. 14 Jika auditor berkesimpulan bahwa pengungkapan tersebut tidak memadai maka ia akan memberikan pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar karena terdapat penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Pedoman pelaporan mengenai hal ini dicantumkan dalam SA Seksi 508 (PSA No. 29) Laporan Auditor atas Laporan Keuangan Auditan. 15 Berikut ini adalah contoh laporan auditor independen yang berisi pernyataan wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai kemampuan satuan usaha dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] Kami telah mengaudit neraca PT KXT tanggal 31 Desember 20X2 serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.
Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

___________________________ Dalam keadaan tertentu apabila auditor mempunyai tingkat keyakinan tinggi mengenai efektivitas rencana manajemen, auditor dapat memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan atas hal tertentu yang mengacu ke catatan atas laporan keuangan mengenai hal tertentu tersebut.

341.7

Standar Profesional Akuntan Publik

Lampiran keuangan terlampir telah disusun dengan anggapan perusahaan akan melanjutkan usahanya secara berkelanjutan. Seperti yang diuraikan dalam Catatan X atas laporan keuangan, perusahaan telah mengalami kerugian yang berulangkali dari usahanya dan mengakibatkan saldo ekuitas negatif serta pada tanggal 31 Desember 20X2, jumlah kewajiban lancar Perusahaan melebihi jumlah aktiva sebesar Rp YYY Rencana manajemen untuk mengatasi masalah ini juga telah diungkapkan dalam Catatan X. Laporan keuangan terlampir tidak mencakup penyesuaian yang berasal dari masalah tersebut. [Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan publik] [Tanggal4 16 Kesangsian besar mengenai kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidup dalam jangka waktu pantas yang timbul dalam periode sekarang tidak berarti bahwa dasar kesangsian tersebut ada dalam periode sebelumnya. Oleh karena itu, kesangsian ini tidak berdampak terhadap laporan auditor atas laporan keuangan periode sebelumnya, yang disajikan dalam bentuk komparatif dengan laporan keuangan periode sekarang. Pedoman pelaporan mengenai hal ini dicantumkan dalam SA Seksi 508 [PSA No. 29] Laporan Auditor atas Laporan Keuangan Auditan. 17 Jika kesangsian besar mengenai kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas telah ada pada tanggal laporan keuangan tahun lalu yang disajikan dalam bentuk komparatif dengan laporan keuangan tahun sekarang dan kesangsian tersebut telah dapat dihapuskan dalam periode sekarang, maka: (a) Dalam hal laporan auditor atas laporan keuangan tahun lalu berisi pernyataan tidak memberikan pendapat, auditor harus memutakhirkan laporannya atas laporan keuangan tahun lalu yang disajikan dalam bentuk komparatif dengan laporan keuangan periode sekarang sebagaimana diatur dalam SA Seksi 508 [PSA No. 29] Laporan Auditor atas Laporan Keuangan Auditan; atau (b) Dalam hal laporan auditor atas laporan keuangan tahun lalu berisi pernyataan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan, auditor tidak perlu mengadakan pengulangan pencantuman paragraf penjelasan dalam laporan auditor. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 18 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. Dalam masa transisi tersebut berlaku standar yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standart Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. Setelah tanggal 31 Desember

341.

Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

19 LAMPIRAN
1 Berikut ini disajikan panduan untuk mempertimbangkan pernyataan pendapat atau pernyataan tidak memberikan pendapat dalam hal auditor menghadapi masalah kesangsian atas kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Apakah ada kondisi dan/atau peristiwa yang berdampak terhadap kelangsungan hidup entitas?

Tidak

SA Seksi 508 [PSA No. 29]

Apakah auditor sangsi atas kelangsungan hidup entitas?

Apakah ada rencana manajemen?

Tidak Memberikan Pendapat

Apakah rencana manajemen dapat dilaksanakan?

Tidak

Apakah cukup pengungkapan?

Tidak

Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelasan Berkaitan dengan Kelangsungan Hidup Entitas atau Penekanan atas Suatu Hal (Emphasis of a Matter)

Pendapat Wajar dengan Pengecualian atau Pendapat Tidak Wajar

341.

Standar Profesional Akuntan Publik

L APORAN AUDITOR IN DEPEN DEN TENTAN G DAM PA K MEMBURUKNYA KONDISI EKONOMI INDONESIA TERHADAP K EL A N GSUNGAN HIDUP EN TI TA S [Sumber IPSA No. 30.01; Tanggal Penerbitan 2 Maret 1998] PERTANYA AN 01 Memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dan wilayah regional Asia Pasifik pada umumnya, yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997 sebagai akibat terjadinya depresiasi mata uang di negara-negara tersebut, berdampak signifikan terhadap pelaporan keuangan perusahaan di Indonesia pada umumnya untuk tahun buku 1997. Bagaimanakah laporan auditor tentang dampak kondisi tersebut terhadap kelangsungan hidup entitas? 02 Bagaimana dampak memburuknya kondisi diungkapkan dalam laporan auditor berbahasa Inggris? ekonomi tersebut

03 Bagaimana jika auditor tidak setuju dengan kebijakan pelaporan keuangan yang diterapkan oleh manajemen entitas berkaitan dengan memburuknya kondisi ekonomi tersebut? 04 Jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut mengakibatkan keterbatasan signifikan lingkup audit yang dapat dilaksanakan oleh auditor, bagaimana dampak kondisi ini terhadap laporan auditor? IN T ER P RE T A S I 05 Dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia terhadap kelangsungan hidup entitas perlu dipertimbangkan oleh auditor dalam penyusunan laporan auditnya. Auditor independen perlu mempertimbangkan tiga hal: (1) kewajiban auditor untuk memberikan saran bagi kliennya dalam mengungkapkan dampak kondisi ekonomi tersebut (jika ada) terhadap kemampuan entitas di dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya (2) pengungkapan peristiwa kemudian yang mungkin timbul sebagai akibat dari kondisi ekonomi tersebut, (3) modifikasi laporan auditor bentuk baku jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut berdampak terhadap kemampuan entitas untuk mempertahankan kelan hidupnya. a. Auditor wajib memberikan saran kepada klien untuk menambahkan pengungkapan di dalam catatan atas laporan keuangan kliennya tentang dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dan wilayah regional Asia Pasifik pada umumnya terhadap laporan keuangan.

341.1 0

Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

Informasi yang perlu diungkapkan oleh manajemen terdiri dari empat komponen berikut ini: (1) Gambaran umum memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dan wilayah regional Asia Pasifik pada umumnya. (2) Uraian tentang tindakan manajemen dalam memberikan respon atas memburuknya kondisi ekonomi tersebut. (3) Uraian tentang rencana tindakan manajemen yang belum diimplementasikan. (4) Pernyataan manajemen bahwa penyelesaian memburuknya krisis ekonomi tersebut tergantung atas kebijakan ekonomi dan moneter yang akan diambil oleh pemerintah Indonesia, yang berada di luar kendali perusahaan. Gambaran Umum Memburuknya Kondisi Ekonomi Indonesia dan Wilayah Regional Asia Pasifik pada Umumnya Oleh karena pervasifnya dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dan wilayah regional Asia Pasifik pada umumnya terhadap posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan-perusahaan di Indonesia, pengungkapan tentang kondisi ini di dalam catatan atas laporan keuangan akan memberikan gambaran umum situasi yang dihadapi atau potensial akan dihadapi oleh perusahaan. Berikut ini disajikan contoh pengungkapan mengenai hal ini dalam catatan atas laporan keuangan. Banyak negara di wilayah regional Asia Pasifik, termasuk Indonesia, mengalami dampak memburuknya kondisi ekonomi, terutama karena depresiasi mata uang negara-negara tersebut. Akibat utamanya adalah sangat langkanya likuiditas, tingginya tingkat bunga dan kurs mata uang. Kondisi ini mencakup pula penurunan drastis harga saham, pengetatan penyediaan kredit, dan penghentian atau penundaan pelaksanaan projek konstruksi tertentu. Sangat labilnya kurs valuta asing dan tarif bunga berdampak buruk terhadap biaya dana, dan kemampuan perusahaan untuk melunasi utang dalam bentuk valuta asing (misalnya U.S. Dollar) mengingat utang perusahaan yang telah meningkat secara signifikan dalam satuan rupiah, dan tingkat bunga untuk pinjaman dalam rupiah yang telah meningkat secara signifikan. Dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia terhadap customer perusahaan telah menurunkan jumlah penjualan dan meningkatnya risiko kredit bawaan dalam piutang usaha. Dengan adanya tekanan ekonomi terhadap pemasok perusahaan, ketersediaan beberapa komponen yang digunakan dalam pabrik juga semakin ketat, sehingga meningkatkan harga bahan tersebut. [Dapat pula diungkapkan di sini tentang dampak lain memburuknya kondisi ekonomi tersebut terhadap operasi entitas]. Uraian Tentang Tindakan Manajemen dalam Memberikan Respon atas Memburuknya Kondisi Ekonomi Tersebut 341.1 1

dapat memberikan respon atas kondisi ekonomi tersebut tidak perlu dibuat oleh manajemen. Namun, jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut berdampak nyata dan potensial terhadap kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, auditor perlu menyarankan klien untuk mengungkapkan tindakan manajemen dalam memberikan respon atas kondisi ekonomi tersebut. Berikut ini disajikan contoh pengungkapan mengenai hal ini dalam catatan atas laporan keuangan. Dalam memberikan respon terhadap memburuknya kondisi ekonomi tersebut, dalam tahun 1997 perusahaan menjual sebagian portofolio surat berharga untuk mendanai pembayaran utang perusahaan. Perusahaan juga melakukan program pengurangan biaya yang mencakup pula pengurangan tenaga kerja. Perusahaan menjual saham perusahaan kepada pihak ketiga dan mengubah utang jangka panjang menjadi ekuitas. [Dapat pula diungkapkan di sini tindakan lain manajemen dalam memberikan respon atas memburuknya kondisi ekonomi tersebut]. Uraian Tentang Rencana Tindakan yang Belum Diimplementasikan oleh Manajemen Pengungkapan tentang hal ini tidak perlu dilakukan oleh klien jika memburuknya kondisi ekonomi Indonesia tidak berdampak nyata maupun potensial terhadap kelangsungan hidup entitas. Namun, jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut berdampak nyata dan potensial terhadap kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, auditor perlu menyarankan klien untuk mengungkapkan lebih lanjut tentang tindakan manajemen yang belum diimplementasikan dalam memberikan respon atas kondisi ekonomi tersebut. Berikut ini disajikan contoh pengungkapan mengenai hal ini catatan atas laporan keuangan. Manajemen perusahaan akan melakukan negosiasi kembali perjanjian penarikan pinjaman dengan bank dan pemasok untuk menyelesaikan masalah likuiditas dan operasi perusahaan. [Dapat diungkapkan di sini pengungkapan tentang tambahan rencana tindakan manajemen yang belum dilaksanakan]. Pernyataan Manajemen Jika diperkirakan memburuknya kondisi ekonomi Indonesia berdampak terhadap kelangsungan hidup entitas, dan manajemen entitas telah dan merencanakan untuk merespon kondisi ekonomi tersebut, auditor perlu menyarankan kepada kliennya untuk mencantumkan pengungkapan bahwa penyelesaian memburuknya kondisi ekonomi yang telah atau akan ditempuh

341.12

Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

Penyelesaian memburuknya kondisi ekonomi tergantung pada kebijakan fiskal dan moneter yang akan diambil oleh pemerintah untuk menyehatkan ekonomi--suatu tindakan yang berada di luar kendali perusahaan. Oleh karena itu, tidaklah mungkin untuk menentukan dampak masa depan terus memburuknya kondisi ekonomi terhadap likuiditas dan pendapatan perusahaan, termasuk dampak mengalirnya dana investor, customers, dan pemasok ke dan dari perusahaan. b. Fluktuasi kurs mata uang rupiah terhadap valuta asing yang terjadi setelah tanggal neraca harus dipertimbangkan pengungkapannya oleh manajemen dalam catatan atas laporan keuangan tentang peristiwa kemudian dan dampaknya terhadap posisi keuangan entitas pada tanggal neraca. Jika dampaknya signifikan, diperlukan pengungkapan secara kuantitatif tentang dampak fluktuasi kurs rupiah terhadap valuta asing atas jumlah aktiva moneter dan utang moneter dalam valuta asing tercatat. Auditor dapat pula menyarankan kepada manajemen untuk membuat informasi keuangan proforma (proforma financial information) yang menunjukkan dampak fluktuasi kurs tersebut pada tanggal laporan auditor. Dampak fluktuasi kurs tersebut dapat diungkapkan oleh auditor dalam paragraf penjelasan yang disajikan setelah paragraf pendapat. Berikut ini disajikan contoh pengungkapan informasi keuangan proforma (proforma financial information) yang menunjukkan dampak fluktuasi kurs tersebut pada tanggal laporan auditor, yang disarankan oleh auditor kepada manajemen untuk dicantumkan dalam catatan atas laporan keuangan. Contoh: Pada tanggal 14 Agustus 1997, Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan moneter yang menghapuskan rentang intervensi kurs dollar. Pada tanggal 31 Desember 1997, kurs tengah transaksi wesel ekspor yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia adalah Rp4.650 per U.S. $1, sedangkan kurs tengah transaksi wesel ekspor yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada tanggal xx Januari 1998 (tanggal laporan auditor) adalah Rpxx per U.S. $1. Jika digunakan kurs tengah transaksi wesel ekspor yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada tanggal xx Januari 1998 tersebut, potensi rugi selisih kurs bersih perusahaan dalam mata uang dollar Amerika Serikat akan meningkat sebesar lebih kurang Rpxx milyar, sehingga saldo laba proforma (defisit) perusahaan pada tanggal 31 Desember 1997 akan berkurang menjadi sebesar lebih kurang Rpxx milyar dan ekuitas proforma perusahaan pada tanggal tersebut akan berkurang menjadi sebesar lebih kurang Rpxx milyar. c. Jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha entitas, auditor tetap perlu menyarankan kepada kliennya untuk membuat pengungkapan umum tentang dampak memburuknya kondisi ekonomi tersebut, namun perlu dijelaskan bahwa kondisi tersebut tidak mempunyai dampak

341.13

di Indonesia, auditor memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian dan dapat mempertimbangkan untuk tidak membuat paragraf penjelasan setelah paragraf pendapat d. Jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut berdampak terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha entitas, namun tidak menimbulkan keraguan signifikan auditor tentang kelangsungan hidup entitas yang diaudit, auditor perlu menyarankan kepada kliennya untuk membuat pengungkapan tentang dampak memburuknya kondisi ekonomi tersebut dalam catatan atas laporan keuangan klien. Dalam kondisi ini, jika menurut pendapat auditor, laporan keuangan entitas disajikan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, auditor memberikan laporan berisi pendapat wajar tanpa pengecualian dengan tambahan bahasa penjelasan setelah paragraf pendapat untuk penekanan atas suatu hal (emphasis of a matter) tentang memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dan wilayah regional Asia Pasifik pada umumnya. Contoh laporan auditor berikut ini berisi paragraf penjelasan yang disajikan setelah paragraf pendapat yang memuat pendapat wajar tanpa pengecualian: Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] [Sama dengan paragrafpengantar laporan auditor bentuk baku] [Sama dengan paragraf lingkup audit laporan auditor bentuk baku] [Sama dengan paragraf pendapat laporan auditor bentuk baku] Catatan X atas laporan keuangan berisi pengungkapan dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan tindakan yang ditempuh dan rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. Laporan keuangan terlampir mencakup dampak memburuknya kondisi ekonomi tersebut, sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. [Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan publik] [Tanggal] e. Jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut menimbulkan keraguan besar auditor tentang kelangsungan hidup entitas yang diaudit dan sudah diungkapkan oleh klien secara memadai pada catatan atas 341.1 4

Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

auditor memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan tambahan paragraf keempat setelah paragraf pendapat untuk mengungkapkan tentang ketidakpastian signifikan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Contoh paragraf keempat yang disajikan setelah paragraf pendapat yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] [Sama dengan paragrafpengantar laporan auditor bentuk baku] [Sama dengan paragraf lingkup audit dalam laporan auditor bentuk baku] [Sama dengan paragrafpendapat dalam laporan auditor bentuk baku] Laporan keuangan terlampir disusun dengan anggapan bahwa perusahaan akan melanjutkan operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Catatan X atas laporan keuangan berisi pengungkapan dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan tindakan yang ditempuh dan rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. Laporan keuangan terlampir mencakup dampak memburuknya kondisi ekonomi tersebut, sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Sebagai akibat memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dan wilayah regional Asia Pasifik pada umumnya, terdapat ketidakpastian signifikan tentang kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, dan oleh karena itu terdapat ketidakpastian signifikan tentang apakah perusahaan akan dapat merealisasikan aktiva dan menyelesaikan pembayaran kewajiban dalam bisnis normal perusahaan dan pada nilai yang dinyatakan dalam laporan keuangan. [Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan publik] [Tanggal] f. Jika manajemen tidak membuat pengungkapan memadai tentang memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dalam laporan keuangan tahun buku 1997, auditor memberikan pendapat wajar dengan pengecualian, 4 jika laporan keuangan secara keseluruhan menyajikan secara wajar posisi keuangan dan hasil usaha entitas untuk
____________________________

Dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, jika memburuknya kondisi ekonomi Indonesia tidak berdampak negatif terhadap laporan keuangan entitas dalam tahun 1997 dan tahun buku sesudahnya, dan manajemen tidak bersedia untuk mengungkapkan gambaran umum kondisi tersebut dalam catatan atas laporan keuangan, sedangkan laporan keuangan disajikan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, auditor dapat memberikan

341.15

Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] [Sama dengan paragraf pengantar laporan auditor bentuk baku] [Sama dengan paragraf lingkup audit dalam laporan auditor bentuk baku] Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mewajibkan pengungkapan faktor risiko tertentu yang berdampak signifikan terhadap kondisi perusahaan yang dilaporkan atau operasi perusahaan di masa depan. Laporan keuangan terlampir tidak berisi pengungkapan tentang dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Banyak negara di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia, mengalami memburuknya kondisi ekonomi yang terutama sebagai akibat depresiasi mata uang di wilayah tersebut. Menurut pendapat kami, kecuali tidak diungkapkannya informasi sebagaimana disebutkan dalam paragraf di atas, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan perusahaan KXT tanggal 31 Desember 1997, hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. [Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan [Tanggal] g. Jika manajemen tidak mau membuat pengungkapan tentang dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia tersebut terhadap laporan keuangan entitas dan tidak mau melakukan penyesuaian, padahal dampaknya sangat material, sehingga menurut pertimbangan auditor akan dapat menyesatkan pemakai laporan keuangan, auditor memberikan pendapat tidak wajar atas laporan keuangan auditan. Berikut ini disajikan contoh paragraf yang berisi penjelasan tentang alasan yang menyebabkan auditor memberikan pendapat tidak wajar yang dicantumkan sebelum paragraf pendapat. Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] [Sama dengan paragrafpengantar laporan auditor bentuk baku] 341.1 6

Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

Memburuknya kondisi ekonomi Indonesia berdampak sangat material terhadap posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan untuk tahun buku 1997. [Uraikan di sini dampak sangat material memburuknya kondisi ekonomi tersebut terhadap pos pos tertentu dalam laporan keuangan]. Manajemen tidak mengungkapkan hal tersebut dalam laporan keuangan dan tidak melakukan penyesuaian sebagaimana yang seharusnya dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Menurut pendapat kami, karena dampak tidak dilakukannya pengungkapan dan penyesuaian sebagaimana disebutkan dalam paragraf di atas terhadap laporan keuangan tahun buku 1997, laporan keuangan tersebut di atas tidak menyajikan secara wajar, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, posisi keuangan perusahaan tanggal 31 Desember 1997 dan hasil usaha, dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. [Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan publik] [Tanggal] h. Jika memburuknya kondisi ekonomi Indonesia berdampak sangat material terhadap kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan kemungkinan besar hal tersebut akan terjadi, auditor memberikan laporan yang berisi pernyataan tidak memberikan pendapat. Berikut ini disajikan contoh laporan auditor yang di dalamnya auditor menyatakan tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan. Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] Kami telah mengaudit neraca perusahaan KXT tanggal 31 Desember 1997 serta laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. [Sama dengan paragraf lingkup audit laporan auditor bentuk baku] Catatan X atas laporan keuangan terlampir berisi ringkasan dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia atas posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan dan langkah-langkah yang ditempuh dan rencana yang dibuat oleh manajemen di dalam merespon kondisi tersebut. Laporan 341.17

tarif bunga, yang berakibat terhadap kurangnya likuidasi dan memburuknya kondisi ekonomi Indonesia, adalah tidak mungkin untuk menentukan dampak memburuknya kondisi ekonomi tersebut terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan dalam tahun 1998. Karena adanya ketidakpastian besar mengenai kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidup seperti yang kami kemukakan dalam paragraf di atas, maka keadaan ini tidak memungkinkan kami untuk menyatakan, dan kami tidak menyatakan, pendapat atas laporan keuangan tersebut di atas. [Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan publik] [TanggalJ 06 Dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dan wilayah regional Asia Pasifik pada umumnya terhadap laporan keuangan entitas diungkapkan dalam laporan auditor berbahasa Inggris sebagai berikut: a. Auditor wajib memberikan saran kepada klien untuk menambahkan pengungkapan di dalam catatan atas laporan keuangan klien tentang dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dan wilayah regional Asia Pasifik pada umumnya terhadap laporan keuangan. Note X: Economic Environment Many Asia Pacific countries, including Indonesia, are experiencing adverse economic condition mainly resulting from currency devaluation in the region, the principal consequences of which have been an extreme lack of liquidity and highly volatile exchange and interest rates. The crisis has also involved declining prices in shares listed on the Indones stock exchanges, tightening of available credit, stoppage or postponement of certain construction projects, and a growing oversupply of real property. Volatility in exchange and interest rates has adversely affected the Company's cost of funds, as well as its capacity to service its debts, given that balances of the Company's borrowings denominated in (applicable nonlocal currencies like U.S. dollar) have increased significantly in rupiah terms, and interest rates on rupiah-denominated loans have increased significantly. Certain of the Company's investments have been written down for impairment due to depreciation in their specific prices attributable to the weakness of the issuer. The effects of the adverse economic condition on the financial condition of the Company's customers have slowed down sales and increased credit risk inherent in receivables from customers. Given the economic pressures on the Company's suppliers, the availability of certain components used in the manufacture of the Company's product has tightened, increasing related prices. (Describe other affected transactions and operations). 341.18

Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

In response to these economic events, during 1997, the Company sold a portion of its securities portfolio at a loss to fund repayments of debt. The Company also initiated a cost-cutting program that included a reduction in its work force. (Discuss other actions taken in response to the economic conditions). The Company's liquidity needs in 1998 may require additional sales of securities and certain real estate assets. If the economic condition persists, these assets will be sold at a loss, which will be recognized at the time of sale. The Company has been renegotiating its loan agreements with banks, as well as its agreements with suppliers and identifying alternatives sources of key components. (Describe other actions planned but not yet implemented). Resolution of the adverse economic condition is dependent on the fiscal and monetary measures that will be taken by the government, actions which are beyond the Company's control, to achieve economic recovery. It is not possible to determine the future effect a continuation of the adverse economic condition may have on the Company's liquidity and earnings, including the effect flowing through from the Company's investors, customers, and suppliers. b. Jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut berdampak terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha entitas, namun tidak menimbulkan keraguan signifikan auditor tentang kelangsungan hidup entitas yang diaudit, auditor perlu menyarankan kepada kliennya untuk membuat pengungkapan tentang dampak memburuknya kondisi ekonomi tersebut dalam catatan atas laporan keuangan klien. Dalam kondisi ini, jika menurut pendapat auditor, laporan keuangan entitas disajikan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, auditor memberikan laporan berisi pendapat wajar tanpa pengecualian dengan tambahan bahasa penjelasan setelah paragraf pendapat untuk penekanan atas suatu hal (emphasis ofa matter) tentang memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dan wilayah regional Asia Pasifik pada umumnya. Contoh paragraf penjelasan dalam bahasa Inggris yang disajikan setelah paragraf pendapat yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian disajikan berikut ini: Independent Auditor's Report [Addressee] [Same as the introductory paragraph ofstandard audit report]

341.19

Standar Profesional Akuntan Publik

Note X includes a summary of the effect of adverse economic condition in Indonesia has had on the Company, as well as measures the Company has implemented or plans to implement in response to the economic condition. The accompanying financial state- ments as of December 31, 1997, include the effects of the economic condition to the extent they can be determined and estimated. [Auditor's signature, auditor's name, auditor's license number, firm's license number] [Date] c. Jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut menimbulkan keraguan besar auditor tentang kelangsungan hidup entitas yang diaudit dan sudah diungkapkan oleh klien secara memadai pada catatan atas laporan keuangan, serta menurut pendapat auditor, laporan keuangan entitas disajikan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, auditor memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan tambahan paragraf keempat setelah paragraf pendapat untuk mengungkapkan tentang ketidakpastian signifikan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Contoh laporan auditor yang berisi paragraf keempat yang disajikan setelah paragraf pendapat yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian. Independent Auditor's Report [Addressee] [Same as the introductory paragraph ofstandard audit report] [Same as the scope paragraph of standard audit report] [Same as the opinion paragraph ofstandard audit report] The accompanying financial statements have been prepared assuming that the Company will continue to operate as a going concern. Note X includes a summary of the effect of the adverse economic condition in Indonesia has had on the Company, as well as measure the Company has implemented or plans to implement in response to the economic condition. The accompanying financial statements as of December 31, 1997, include the effects of the economic condition to the extent they can be determined and estimated. As a result of the matters described in Note X,

341.20

Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

d. Jika memburuknya kondisi ekonomi Indonesia berdampak terhadap kemampuan entitas di dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, auditor memberikan laporan yang berisi pernyataan tidak memberikan pendapat. Berikut ini disajikan contoh laporan audi-tor yang di dalamnya auditor menyatakan tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan. Independent Auditor's Report [Addressee] [Same as the introductory paragraph ofstandard audit report] [Same as the scope paragraph of standard audit report] Note X includes a summary of the effects the adverse economic condition in Indonesia has had on the Company, as well as measures the Company has implemented or plans to implement in response to the economic condition. The accompanying statements include the effects of the economic condition to the extent they can be determined and estimated. Given the volatility of the foreign exchange and interest rates, which has resulted in a lack of liquidity and has continued to affect the Indonesian economy, it is not possible to determine the effects the economic condition will have on the Company's financial position and the results of its operations during 1998. Because of the significance of the matter discussed in the preceding paragraph, we are unable to express, and we do not express, an opinion on the 1997 financial statements. (Auditor's signature, auditor's name, auditor's license number, firm's license number] [Date] 07 Dapat terjadi auditor tidak setuju dengan manajemen tentang kebijakan yang diterapkan dalam pelaporan keuangan tentang dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia berikut ini: a. Ketidaktepatan kebijakan akuntansi yang dipilih oleh manajemen untuk mempertanggungjawabkan dampak kondisi ekonomi tersebut. b. Metode penerapan kebijakan akuntansi (termasuk ketidaktepatan estimasi akuntansi). c. Kecukupan pengungkapan dalam laporan keuangan (termasuk pengungkapan tentang ketidakpastian bawaan). Jika dampaknya material, namun secara keseluruhan laporan keuangan adalah wajar, dalam keadaan seperti ini auditor harus memberikan

341.2 1

Standar Profesional Akuntan Publik

08 Jika lingkup audit sangat terbatas dan bukti audit kompeten yang cukup tidak dapat diperoleh auditor untuk mengatasi ketidakpastian yang timbul sebagai akibat keterbatasan lingkup audit tersebut auditor harus menyatakan tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan entitas. Panduan mengenai hal ini dapat dilihat pada Seksi 508 [PSA No. 29] Laporan Auditor atas Laporan Keuangan Auditan paragraf 22 dan paragraf 34. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 09 Interpretasi Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan auditor yang diterbikan setelah tanggal 2 Maret 1998. Penerapan untuk laporan auditor yang diterbitkan sebelum tanggal tersebut diizinkan.

341.22

Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Keiangsungan Hidupnya

LAMPIRAN: PERTIMBANGAN AUDITOR INDEPENDEN TENTANG DAMPAK MEMBURUKNYA KONDISI EKONOMI INDONESIA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP ENTITAS

Apakah memburuknya kondisi ekonomi berdampak terhadap posisi keuangan dan hasil usaha entitas? a Apakah memburuknya kondisi ekonomi berdampak terhadap kelangsungan hidup usaha entitas?

Apakah laporan keuangan wajar?

Saran kepada klien untuk mengungkapkan memburuknva kondisi ekonomi Indonesia

Pendapat wajar tanpa pengecualian

Tidak

Apakah laporan Y keuangan wajar?

Saran kepada klien untuk mengungkapkan memburuknya kondisi ekonomi Indonesia Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan (emphasis of a matter)

Ya

Tidak

Apakah terdapat tindakan yang ditempuh dan rencana manajemen untuk mengatasi masalah oing concern?

Tidak

Tidak

Pernyataan tidak memberikan pendapat

Tidak

Pendapat wajartanpa Apakah pengungkapan klien memadai? Apakah laporan keuangan wajar? pengecualian dengan paragraf keempat tentang masalah going concern

Tidak

Apakah laporan keuangan secara keseluruhan wajar?

Pendapat wajar dengan pengecualian

Tidak

341.23