Anda di halaman 1dari 100

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH

NOMOR.... TAHUN 2006


TENTANG
GURU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan


ketentuan Pasal 10 ayat (2), 11 ayat
(4), 13 ayat (2), 14 ayat (2), 16 ayat
(4), 18 ayat (4), 19 ayat (3), 21 ayat
(2), 22 ayat (2), 26 ayat (2), 28 ayat
(2), 29 ayat (5), 35 ayat (3), 37 ayat
(5), dan 40 ayat (3) Undang-Undang
Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru
dan Dosen (Lembaran Negara
Tahun 2005 Nomor 157 Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4586),
perlu menetapkan Peraturan
Pemerintah tentang Guru;

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang


Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 1


2. Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen
(Lembaran Negara Tahun 2005
Nomor 157 Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4586);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH


TENTANG GURU

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud
dengan:
1. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas
utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan
anak usia dini jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
2. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan
yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 2


sumber penghasilan kehidupan yang
memerlukan keahlian, kemahiran, atau
kecakapan yang memenuhi standar mutu atau
norma tertentu serta memerlukan pendidikan
profesi.
3. Penyelenggara pendidikan adalah Pemerintah,
pemerintah daerah, atau masyarakat yang
menyelenggarakan pendidikan pada jalur
pendidikan formal.
4. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan
pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan
pada jalur formal dalam setiap jenjang dan jenis
pendidikan.
5. Kualifikasi akademik adalah ijazah jenjang
pendidikan akademik yang harus dimiliki oleh
guru sesuai dengan jenis, jenjang, dan satuan
pendidikan formal di tempat penugasan.
6. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan,
keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,
dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam
melaksanakan tugas keprofesionalan.
7. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat
pendidik untuk guru.
8. Sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai
pengakuan yang diberikan kepada guru sebagai
tenaga profesional.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 3


9. Gaji adalah hak yang diterima oleh guru atas
pekerjaannya dari penyelenggara pendidikan
atau satuan pendidikan dalam bentuk finansial
secara berkala sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
10. Penghasilan adalah hak yang diterima oleh guru
dalam bentuk finansial sebagai imbalan
melaksanakan tugas keprofesionalan yang
ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas
dasar prestasi dan mencerminkan martabat guru
sebagai pendidik profesional.
11. Organisasi profesi guru adalah perkumpulan
yang berbadan hukum yang didirikan dan diurus
oleh guru untuk mengembangkan
profesionalitas guru.
12. Lembaga pendidikan tenaga kependidikan
adalah perguruan tinggi yang diberi tugas oleh
Pemerintah untuk menyelenggarakan program
pengadaan guru pada pendidikan anak usia dini
jalur pendidikan formal, pendidikan dasar,
dan/atau pendidikan menengah, serta untuk
menyelenggarakan dan mengembangkan ilmu
kependidikan dan nonkependidikan.
13. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang
terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas
pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan
pendidikan tinggi.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 4


14. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di
luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan
secara terstruktur dan berjenjang.
15. Badan Standar Nasional Pendidikan yang
selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri
dan independen yang bertugas
mengembangkan, memantau pelaksanaan, dan
mengevaluasi standar nasional pendidikan.
16. Perjanjian kerja atau kesepakatan kerja
bersama adalah perjanjian tertulis antara guru
dengan penyelenggara pendidikan atau satuan
pendidikan yang memuat syarat-syarat kerja
serta hak dan kewajiban para pihak dengan
prinsip kesetaraan dan kesejawatan
berdasarkan peraturan perundang-undangan.
17. Pemutusan hubungan kerja atau pemberhentian
kerja adalah pengakhiran perjanjian kerja atau
kesepakatan kerja bersama guru karena
sesuatu hal yang mengakibatkan berakhirnya
hak dan kewajiban antara guru dan
penyelenggara pendidikan atau satuan
pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.
18.Pusat pengembangan penataran guru yang
selanjutnya disebut PPPG adalah unit
pelaksana teknis Direktorat Jenderal
Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga
Kependidikan yang memiliki tugas pokok dan

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 5


fungsi sebagai pengembang dan penyelenggara
pendidikan dan pelatihan guru dalam jabatan
pada rumpun mata pelajaran atau bidang
keakhlian.
19.Lembaga penjaminan mutu pendidikan
selanjutnya disebut LPMP adalah unit pelaksana
teknis departemen yang berkedudukan di
provinsi dan bertugas untuk membantu
pemerintah daerah dalam bentuk supervisi,
bimbingan, arahan, saran, dan bantuan teknis
kepada satuan pendidikan dasar dan menengah
serta pendidikan non-formal dalam berbagai
upaya penjaminan mutu satuan pendidikan
untuk mencapai standar nasional pendidikan.
20. Pemerintah adalah pemerintah pusat.
21. Pemerintah daerah adalah pemerintah provinsi,
pemerintah kabupaten, atau pemerintah kota.
22. Masyarakat adalah kelompok warga negara
Indonesia nonpemerintah yang mempunyai
perhatian dan peranan dalam bidang
pendidikan.
23. Daerah khusus adalah daerah yang terpencil
atau terbelakang; daerah dengan kondisi
masyarakat adat yang terpencil; daerah
perbatasan dengan negara lain; daerah yang
mengalami bencana alam, bencana sosial, atau

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 6


daerah yang berada dalam keadaan darurat
lain.
24. Departemen adalah departemen yang
menangani urusan pemerintahan dalam bidang
pendidikan nasional.
25. Menteri adalah menteri yang menangani urusan
pemerintahan dalam bidang pendidikan nasional

BAB II
KUALIFIKASI, KOMPETENSI, DAN SERTIFIKASI
GURU
Pasal 2
Guru wajib memiliki kualifikasi akademik,
kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan
rohani, serta memiliki kemampuan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Bagian Kesatu
Kualifikasi Akademik
Pasal 3
(1) Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 adalah ijazah pendidikan

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 7


akademik yang dipersyaratkan bagi guru untuk
melaksanakan tugas sebagai pendidik pada
jenjang, jenis dan satuan pendidikan atau mata
pelajaran yang diampunya.
(2) Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diperoleh melalui program
pendidikan sarjana (S1) atau program
pendidikan diploma empat (D-IV) pada
perguruan tinggi yang memiliki program
pengadaan tenaga kependidikan yang
terakreditasi atau perguruan tinggi
nonkependidikan yang terakreditasi.
(3) Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) bagi calon guru diperoleh melalui
program pendidikan sarjana (S1) atau program
pendidikan diploma empat (D-IV) secara utuh
sebagai pendidikan prajabatan (preservice)
pada perguruan tinggi yang memiliki program
pengadaan tenaga kependidikan atau perguruan
tinggi nonkependidikan yang terakreditasi.
(4) Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) bagi guru dalam jabatan dapat
diperoleh melalui pendidikan dalam jabatan
(inservice) pada program pendidikan sarjana
(S1) atau program pendidikan diploma empat
(D-IV) pada perguruan tinggi yang memiliki
program pengadaan tenaga kependidikan

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 8


terakreditasi atau perguruan tinggi
nonkependidikan yang terakreditasi.
(5) Program pendidikan kualifikasi akademik
sebagaimana dimaksud pada ayat (4) bagi guru
dalam jabatan yang diselenggarakan oleh
perguruan tinggi yang memiliki program
pengadaan tenaga kependidikan terakreditasi
atau nonkependidikan yang terakreditasi harus
bersambungan dengan program profesi yang
dipersyaratkan.
(6) Penyelenggaraan pendidikan peningkatan
kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud
pada ayat (4) pada program pendidikan dalam
jabatan (inservice) harus memperhitungkan latar
belakang pendidikan, penilaian hasil belajar
melalui pengalaman sebagai guru, pelatihan
profesional yang diikuti, prestasi akademik,
masa pengabdian dan profesional guru, serta
penghargaan lain yang dapat diperhitungkan
sebagai perolehan satuan kredit semester (sks)
bagi pendidikan kualifikasi akademik.
(7) Penentuan prosedur pengakuan hasil belajar
melalui pengalaman sebagaimana dimaksud
pada ayat (6) dan penganugerahan satuan
kredit semester (sks) sebagaimana ditetapkan
oleh perguruan tinggi penyelenggara pendidikan
kualifikasi akademik.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 9


Bagian Kedua
Kompetensi
Pasal 4
(1) Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 merupakan seperangkat pengetahuan,
keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,
dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam
melaksanakan tugas keprofesionalan.
(2) Kompetensi guru sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) meliputi kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional yang diperoleh melalui
pendidikan profesi, pelatihan profesional lain,
dan pengalaman.
(3) Kompetensi pedagogik sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) merupakan kemampuan
pengelolaan peserta didik yang meliputi:
a. pemahaman wawasan atau landasan
kependidikan;
b. pemahaman terhadap peserta didik;
c. pengembangan kurikulum/silabus;
d. perancangan pembelajaran;
e. pelaksanaan pembelajaran yang
mendidik dan dialogis;
f. evaluasi hasil belajar; dan

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 10


g. pengembangan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi
yang dimilikinya.
(4) Kompetensi kepribadian sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) merupakan kemampuan
kepribadian yang:
a. mantap;
b. stabil;
c. dewasa;
d. arif dan bijaksana;
e. berwibawa;
f. berakhlak mulia;
g. menjadi teladan bagi peserta didik dan
masyarakat;
h. mengevaluasi kinerja sendiri; dan
i. mengembangkan diri secara berkelanjutan.
(5) Kompetensi sosial sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) merupakan kemampuan pendidik
sebagai bagian dari masyarakat untuk:
a. berkomunikasi lisan dan tulisan;
b. menggunakan teknologi komunikasi dan
informasi secara fungsional;

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 11


c. bergaul secara efektif dengan peserta
didik, sesama pendidik, tenaga
kependidikan, orangtua/wali peserta didik;
dan
d. bergaul secara santun dengan masyarakat
sekitar.
(6) Kompetensi profesional sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) merupakan kemampuan
penguasaan materi pembelajaran secara luas
dan mendalam yang meliputi:
a. konsep, struktur, dan metoda keilmuan/
teknologi/seni yang menaungi/ koheren
dengan materi ajar;
b. materi ajar yang ada dalam kurikulum
sekolah;
c. hubungan konsep antar mata pelajaran
terkait;
d. penerapan konsep-konsep keilmuan dalam
kehidupan sehari-hari; dan
e. kompetisi secara profesional dalam
konteks global dengan tetap melestarikan
nilai dan budaya nasional,
yang memungkinkannya membimbing
peserta didik memenuhi Standar
Nasional Pendidikan.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 12


(7) Uji kompetensi pedagogik, kepribadian,
profesional, dan sosial dilakukan melalui
prosedur baku dengan menggunakan instrumen
yang terstandarisasi, sahih, dan handal yang
dilakukan oleh masing-masing atau beberapa
perguruan tinggi penyelenggara bekerja sama
dengan lembaga penjaminan mutu pendidikan
dan/atau pusat pengembangan penataran guru.

Pasal 5
(1) Penguasaan kompetensi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 4 dimaksudkan untuk
mewujudkan pencapaian tujuan pendidikan
nasional.
(2) Pengembangan standar kompetensi guru
sebagai agen pembelajaran dilakukan oleh
Badan Standar Nasional Pendidikan dan
ditetapkan dengan Peraturan Menteri.
(3) Peningkatan kompetensi guru sebagai agen
pembelajaran secara terus menerus dan
berkelanjutan dilakukan melalui pendidikan dan
pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga
penjaminan mutu pendidikan, pusat
pengembangan penataran guru, dinas
pendidikan, perguruan tinggi, badan
kepagawaian daerah, lembaga pendidikan dan
pelatihan non-formal, organisasi profesi, pusat

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 13


sumber belajar, dan/atau lembaga pendidikan
yang diselenggarakan oleh masyarakat.
(4) Dalam rangka penjaminan mutu, lembaga
pendidikan dan pelatihan yang
menyelenggarakan peningkatan kompetensi
harus memenuhi kaidah-kaidah sistem
manajemen mutu terstandar yang meliputi:
a. Organisasi dan manajemen;
b. Sumber daya manusia;
c. Program;
d. Prosedur penyelenggaraan;
e. Ketersediaan fasilitas; dan
f. Evaluasi.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 14


(1)
Bagian Ketiga
Pendidikan Profesi
Pasal 6
(1) Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4 ayat (3), ayat (4), ayat (5), dan ayat (6)
dituangkan dalam kerangka dasar, struktur
kurikulum, dan kurikulum pendidikan profesi
yang mencakup mata kuliah - mata kuliah yang
mewadahi dan memfasilitasi pengembangan
sosok utuh pribadi guru profesional dengan
beban belajar 36 sampai dengan 40 satuan
kredit semester (sks).
(2) Pendidikan profesi bagi guru dalam jabatan
dilaksanakan sesuai dengan latar belakang
mata pelajaran yang diampunya.
(3) Rasio beban belajar untuk pendidikan profesi
meliputi:
a. untuk lulusan program sarjana (S1) atau
diploma empat (D-IV) kependidikan wajib
menempuh sebesar 60% (enam puluh
persen) teori dan praktek terkait dengan
kompetensi profesional dan 40% (empat
puluh persen) teori dan praktek terkait
dengan kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian dan kompetensi sosial;

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 15


b. untuk lulusan program sarjana (S1) atau
diploma empat (D-IV) nonkependidikan wajib
menempuh sebesar 60% (enam puluh
persen) teori dan praktek terkait dengan
kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, dan kompetensi sosial, serta
40% (empat puluh persen) teori dan praktek
terkait dengan kompetensi profesional.
(4) Pendidikan profesi wajib memuat bahan kajian
minimal:
a. landasan pendidikan;
b. perkembangan peserta didik;
c. pengembangan kurikulum;
d. belajar dan pembelajaran untuk guru kelas
atau guru mata pelajaran;
e. teknologi pembelajaran;
f. evaluasi dan pengukuran hasil belajar;
g. bimbingan dan konseling;
h. program pengalaman lapangan dan
penelitian tindakan kelas;
i. pengembangan kepribadian guru;
j. komunikasi sosial; dan

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 16


k. penguasaan bahan ajar, pendalaman konsep
dan metoda keilmuan yang menaungi atau
koheren dengan materi mata pelajaran.
(5) Satu atau beberapa bahan kajian sebagaimana
dimaksud pada ayat (4) dapat dikemas ke dalam
satu mata kuliah atau beberapa mata kuliah.
(6) Pendidikan profesi untuk calon guru
berkualifikasi sarjana (S1) atau diploma empat
(D-IV) kependidikan menitikberatkan pada
bahan kajian huruf i sampai dengan huruf k
sebagaimana dimaksud pada ayat (4).
(7) Pendidikan profesi untuk calon guru
berkualifikasi sarjana (S1) atau diploma empat
(D-IV) nonkependidikan meliputi bahan kajian
huruf a sampai dengan k sebagaimana
dimaksud pada ayat (3).

Pasal 7
(1) Pendidikan profesi terdiri atas dua bentuk yaitu
pendidikan profesi bagi calon guru dan
pendidikan profesi bagi guru dalam jabatan
yang dilakukan secara objektif, transparan, dan
akuntabel.
(2) Pendidikan profesi bagi calon guru
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan
dalam bentuk pendidikan untuk pengembangan
kompetensi guru sebagai agen pembelajaran

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 17


dengan beban belajar 36 sampai dengan 40
satuan kredit semester (sks) yang diakhiri
dengan uji kompetensi yang dilakukan oleh
perguruan tinggi yang memiliki program
pengadaan tenaga kependidikan yang
terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah.
(3) Pendidikan profesi bagi guru dalam jabatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan
dalam bentuk pendidikan untuk pengembangan
kompetensi guru sebagai agen pembelajaran
melalui bentuk siklus kegiatan uji kompetensi,
remediasi, dan uji ulang kompetensi.

Bagian Keempat
Sertifikasi Pendidik untuk Guru
Pasal 8
(1) Sertifikasi pendidik bagi guru dalam jabatan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3)
diperuntukan bagi guru dalam jabatan yang
telah:
a. memiliki kualifikasi sarjana (S1) atau diploma
empat (D-IV) kependidikan, atau
b. memiliki kualifikasi sarjana (S1) atau diploma
empat (D-IV) nonkependidikan dan akta
mengajar,

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 18


melalui uji kompetensi pada perguruan tinggi
yang memiliki program pengadaan
pendidikan tenaga kependidikan yang
terakreditasi dan ditetapkan Pemerintah.
(2) Remediasi sebagaimana dimaksud pada
Pasal 7 ayat (3) diberikan kepada guru
peserta uji kompetensi yang tidak lulus.
(3) Remediasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (3) dilakukan dalam bentuk kegiatan
profesional kesejawatan dalam kelompok
kerja guru (KKG) untuk guru pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
formal dan sekolah dasar/madrasah
ibtidaiyah (SD/MI), dan musyawarah guru
mata pelajaran (MGMP) untuk guru pada
sekolah menengah pertama (SMP)/
madrasah tsanawiyah (MTs), sekolah
menengah atas (SMA)/ madrasyah aliyah
(MA), sekolah menengah kejuruan (SMK)/
madrasyah aliyah kejuruan (MAK), dan/atau
lembaga penjaminan mutu pendidikan
dan/atau pusat pengembangan penataran
guru.
(4) Dalam rangka penjaminan mutu kegiatan
remediasi yang dilakukan oleh KKG dan
MGMP sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) dikoordinasikan oleh lembaga

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 19


penjaminan mutu pendidikan dan/atau pusat
pengembangan penataran guru.
(5) Sertifikasi pendidik bagi calon guru
mencakup proses pemberian sertifikat bagi
calon guru yang belum memiliki kualifikasi
akademik sarjana (S1) atau diploma empat
(D-IV) dan pemberian sertifikat pendidik bagi
calon guru sudah memenuhi kualifikasi
akademik sarjana (S1) atau diploma empat
(D-IV).
(6) Sertifikasi pendidik bagi calon guru yang
belum memiliki kualifikasi akademik sarjana
(S1) atau diploma empat (D-IV) dilakukan
melalui pendidikan profesi setelah yang
bersangkutan memenuhi kualifikasi
akademik sarjana (S1) atau diploma empat
(D-IV) dari perguruan tinggi yang memiliki
program pengadaan pendidikan tenaga
kependidikan yang terakreditasi.
(7) Perguruan tinggi yang melaksanakan
program sertifikasi pendidik bagi guru dalam
jabatan dapat bekerjasama dengan lembaga
penjaminan mutu pendidikan, dan/atau
pusat pengembangan penataran guru, .
(8) Pemerintah menetapkan jumlah guru yang
akan direkrut dalam program sertifikasi
setiap jenjang, jenis, dan satuan pendidikan

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 20


berdasarkan proyeksi kebutuhan nasional
setiap tahun.
(9) Proyeksi kebutuhan nasional sebagaimana
disebutkan dalam ayat (8) ditentukan
berdasarkan kriteria:
a. Usia;
b. Masa kerja;
c. Kompetensi;
d. Prestasi; dan
e. Lokasi (makin terpencil lokasinya
prioritas keikutsertaan makin tinggi).

Pasal 9
(1) Guru pada taman kanak-kanak (TK) dan
raudhatul athfal (RA) atau yang sederajat,
yang telah memiliki kualifikasi akademik:
a. sarjana (S1) pendidikan guru taman
kanak-kanak;
b. sarjana (S1) kependidikan lainnya;
c. sarjana (S1) psikologi;
d. sarjana (S1) nonkependidikan yang
memiliki akta mengajar; atau

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 21


e. diploma empat (D-IV) nonkependidikan
yang memiliki akta mengajar.
wajib mengikuti sertifikasi guru secara
langsung melalui uji kompetensi guru
taman kanak-kanak (TK) dan raudhatul
athfal (RA) atau yang sederajat sampai
dinyatakan lulus dan memperoleh
sertifikat pendidik.
(2) Guru pada sekolah dasar (SD) dan
madrasah ibtidaiyah (MI) atau yang
sederajat, yang telah memiliki kualifikasi
akademik:
a. sarjana (S1) pendidikan guru sekolah
dasar (SD);
b. sarjana (S1) pendidikan bidang studi
yang relevan dengan mata pelajaran
dalam kurikulum sekolah dasar (SD) atau
madrasah ibtidaiyah (MI) atau yang
sederajat;
c. diploma empat (D-IV) pendidikan bidang
studi yang relevan dengan mata
pelajaran dalam kurikulum sekolah dasar
(SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI) atau
yang sederajat;
d. sarjana (S1) kependidikan lain studi yang
relevan dengan mata pelajaran dalam
kurikulum sekolah dasar (SD) atau

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 22


madrasah ibtidaiyah (MI) atau yang
sederajat;
e. sarjana (S1) psikologi;
f. sarjana (S1) nonkependidikan yang
memiliki akta mengajar dan relevan
dengan mata pelajaran dalam kurikulum
sekolah dasar (SD) atau madrasah
ibtidaiyah (MI) atau yang sederajat; atau
g. diploma empat (D-IV) nonkependidikan
yang memiliki akta mengajar dan relevan
dengan mata pelajaran dalam kurikulum
sekolah dasar (SD) atau madrasah
ibtidaiyah (MI) atau yang sederajat.
wajib mengikuti sertifikasi guru secara
langsung melalui uji kompetensi sekolah
dasar atau madrasah ibtidaiyah atau
yang sederajat sampai dinyatakan lulus
dan memperoleh sertifikat pendidik.
(3) Guru pada sekolah menengah pertama
(SMP) atau madrasah tsanawiyah (MTs) atau
yang sederajat, yang telah memiliki
kualifikasi akademik:
a. sarjana pendidikan bidang studi yang
relevan dengan mata pelajaran dalam
kurikulum sekolah menengah pertama
atau madrasah tsanawiyah (MTs) atau
yang sederajat,

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 23


b. diploma empat pendidikan bidang studi
yang relevan dengan mata pelajaran
dalam kurikulum sekolah menengah
pertama (SMP) atau madrasah
tsanawiyah (MTs) atau yang sederajat,
c. sarjana nonkependidikan yang memiliki
akta mengajar; atau
d. diploma empat (D-IV) nonkependidikan
yang memiliki akta mengajar
wajib mengikuti sertifikasi guru secara
langsung melalui uji kompetensi guru
bidang studi sekolah menengah pertama
(SMP) atau madrasah tsanawiyah atau
yang sederajat sampai dinyatakan lulus
dan memperoleh sertifikat pendidik.
(4) Guru pada sekolah menengah atas (SMA)
atau madrasah aliyah (MA) atau yang
sederajat, yang telah memiliki kualifikasi
akademik:
a. sarjana pendidikan bidang studi yang
relevan dengan mata pelajaran dalam
kurikulum sekolah menengah atas (SMA)
atau madrasah aliyah (MA) atau yang
sederajat,
b. diploma empat (D-IV) pendidikan bidang
studi yang relevan dengan mata
pelajaran dalam kurikulum sekolah

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 24


menengah atas atau madrasah aliyah
atau yang sederajat,
c. sarjana nonkependidikan yang memiliki
akta mengajar, atau
d. diploma empat (D-IV) nonkependidikan
yang memiliki akta mengajar,
wajib mengikuti sertifikasi guru secara
langsung melalui uji kompetensi guru
bidang studi sekolah menengah atas atau
madrasah aliyah atau yang sederajat
sampai dinyatakan lulus dan memperoleh
sertifikat pendidik.
(5) Guru pada sekolah menengah kejuruan
(SMK) atau madrasah aliyah kejuruan (MAK)
atau yang sederajat, yang telah memiliki
kualifikasi akademik:
a. sarjana pendidikan bidang studi yang
relevan dengan mata pelajaran dalam
kurikulum sekolah menengah kejuruan
atau madrasah aliyah kejuruan atau yang
sederajat;
b. diploma empat pendidikan bidang studi
yang relevan dengan mata pelajaran
dalam kurikulum sekolah menengah
kejuruan atau madrasah aliyah kejuruan
atau yang sederajat;

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 25


c. sarjana nonkependidikan yang memiliki
akta mengajar yang relevan dengan mata
pelajaran dalam kurikulum sekolah
menengah (SMK) kejuruan atau
madrasah aliyah kejuruan (MAK) atau
yang sederajat; atau
d. diploma empat nonkependidikan yang
memiliki akta mengajar yang relevan
dengan mata pelajaran dalam kurikulum
sekolah menengah kejuruan (SMK) atau
madrasah aliyah kejuruan (MAK) atau
yang sederajat;
wajib mengikuti sertifikasi guru secara
langsung melalui uji kompetensi guru
bidang studi sekolah menengah kejuruan
(SMK) atau madrasah aliyah kejuruan
(MAK) atau yang sederajat sampai
dinyatakan lulus dan memperoleh
sertifikat pendidik.
(6) Guru pada sekolah dasar luar biasa (SDLB)
atau sekolah menengah pertama luar biasa
(SMPLB) atau sekolah menengah atas luar
biasa (SMALB) atau yang sederajat, yang
telah memiliki kualifikasi akademik:
a. sarjana pendidikan luar biasa atau
diploma empat pendidikan luar biasa
yang relevan dengan mata pelajaran
dalam kurikulum sekolah dasar luar biasa

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 26


atau sekolah menengah pertama luar
biasa atau sekolah menengah atas luar
biasa atau yang sederajat
b. sarjana nonkependidikan atau diploma
empat nonkependidikan yang memiliki
akta mengajar mengikuti sertifikasi guru
secara langsung melalui uji kompetensi
guru pendidikan luar biasa sekolah dasar
luar biasa atau sekolah menengah
pertama luar biasa atau sekolah
menengah atas luar biasa atau yang
sederajat,
wajib mengikuti sertifikasi guru secara
langsung melalui uji kompetensi guru
bidang studi sekolah menengah kejuruan
atau madrasah aliyah kejuruan atau yang
sederajat sampai dinyatakan lulus dan
memperoleh sertifikat pendidik.

Pasal 10
(1) Guru pada taman kanak-kanak atau raudhatul
athfal atau yang sederajat, yang telah memiliki
kualifikasi akademik sarjana nonkependidikan
atau diploma empat nonkependidikan yang
belum memiliki akta mengajar wajib mengikuti
pendidikan profesi dengan mempertimbangkan
penilaian hasil belajar melalui pengalaman

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 27


sebelum mengikuti uji kompetensi untuk
mendapatkan sertifikat pendidik.
(2) Guru pada sekolah dasar atau madrasah
ibtidaiyah atau yang sederajat, yang telah
memiliki kualifikasi akademik sarjana
nonkependidikan atau diploma empat
nonkependidikan yang belum memiliki akta
mengajar wajib mengikuti pendidikan profesi
dengan mempertimbangkan penilaian hasil
belajar melalui pengalaman sebelum mengikuti
uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat
pendidik.
(3) Guru pada sekolah menengah pertama atau
madrasah tsanawiyah atau yang sederajat, yang
telah memiliki kualifikasi akademik sarjana
nonkependidikan atau diploma empat
nonkependidikan yang belum memiliki akta
mengajar wajib mengikuti pendidikan profesi
dengan mempertimbangkan penilaian hasil
belajar melalui pengalaman sebelum mengikuti
uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat
pendidik.
(4) Guru pada sekolah menengah atas atau
madrasah aliyah atau yang sederajat, yang telah
memiliki kualifikasi akademik sarjana
nonkependidikan atau diploma empat
nonkependidikan yang belum memiliki akta
mengajar wajib mengikuti pendidikan profesi

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 28


dengan mempertimbangkan penilaian hasil
belajar melalui pengalaman sebelum mengikuti
uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat
pendidik.
(5) Guru pada sekolah menengah kejuruan atau
madrasah aliyah kejuruan atau yang sederajat,
yang telah memiliki kualifikasi akademik sarjana
nonkependidikan atau diploma empat
nonkependidikan yang belum memiliki akta
mengajar wajib mengikuti pendidikan profesi
dengan mempertimbangkan penilaian hasil
belajar melalui pengalaman sebelum mengikuti
uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat
pendidik.
(6) Guru pada sekolah luar biasa atau sekolah
menengah pertama luar biasa atau sekolah
menengah atas luar biasa atau yang sederajat,
yang telah memiliki kualifikasi akademik sarjana
nonkependidikan atau diploma empat
nonkependidikan yang belum memiliki akta
mengajar wajib mengikuti pendidikan profesi
dengan mempertimbangkan penilaian hasil
belajar melalui pengalaman sebelum mengikuti
uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat
pendidik.

Pasal 11

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 29


(1) Guru pada pendidikan anak usia dini jalur
pendidikan formal, pendidikan dasar, dan
pendidikan menengah atau yang sederajat
yang belum memiliki kualifikasi akademik
sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) wajib
mengikuti pendidikan akademik sarjana (S1)
atau diploma empat (D-IV) sesuai dengan
bidang studi pada perguruan tinggi yang
terakreditasi sampai lulus dengan
mempertimbangkan hasil belajar melalui
pengalaman (prior learning) sebagai dasar
untuk mengikuti uji kompetensi untuk
mendapatkan sertifikat pendidik dari
perguruan tinggi yang memiliki program
pengadaan tenaga kependidikan
terakreditasi yang ditetapkan oleh
Pemerintah.
(2) Hasil belajar melalui pengalaman (prior
learning) sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dinilai dengan menggunakan penilaian
portofolio untuk mendapatkan pengakuan
kredit yang dapat dijadikan pengurang beban
belajar program sarjana (S1) atau diploma
empat (D-IV).
(3) Portofolio sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) diajukan oleh guru yang bersangkutan
divalidasi dan dinilai oleh guru sejawat (peer
group) dan melalui kepala satuan pendidikan
diajukan perguruan tinggi penyelenggara

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 30


program sarjana (S1) atau diploma empat
(D-IV) yang diampu.
(4) Format portofolio sebagai borang penilaian
hasil belajar melalui pengalaman disiapkan
oleh perguruan tinggi penyelenggara
program sarjana (S1) atau diploma empat
(D-IV) yang diampu.
(5) Penghargaan atas hasil belajar melalui
pengalaman tidak melebih 70% (tujuh puluh
persen) dari beban belajar program sarjana
(S1) atau diploma empat (D-IV) setelah
dikurangi beban belajar latar belakang
kualifikasi akademik tertinggi sebelumnya.

Pasal 12
(1) Penetapan perguruan tinggi yang
menyelenggarakan program pengadaan tenaga
kependidikan yang terakreditasi diatur lebih
lanjut dalam Peraturan Menteri dengan
memenuhi kriteria:
a. pendidik dan tenaga kependidikan yang
relevan sesuai dengan Standar Nasional
Pendidikan;
b. sarana dan prasarana pembelajaran yang
memadai sesuai dengan Standar Nasional
Pendidikan;

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 31


c. akses dan daya jangkau;
d. jaringan kerjasama dengan lembaga terkait;
dan
e. catatan kinerja perguruan tinggi dalam
penyelenggaraan program pendidikan.
(2) Perguruan tinggi sebagai penyelenggara
pendidikan profesi akan dievaluasi setiap 4
(empat) tahun sekali.
(3) Perguruan tinggi yang tidak memenuhi lagi
kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dapat dicabut penetapannya.

Pasal 13a
(1) Agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu
oleh keikutsertaan guru dalam mengikuti
Pendidikan dan pelatihan , maka guru dapat
mengikuti Pendidikan dan pelatihan secara
parsial dan dari berbagai lembaga serta multi
entry dan mutli exit.
(2) Agar keikutsertaan Pendidikan dan pelatihan
dapat terekam dengan baik bagi kebutuhan
sertifikasi kepada setiap guru diberikan paspor
kemampuan.
(3) Semua keikutsertaan Pendidikan dan pelatihan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dicatat
dan diakui sebagai academic credit earning.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 32


Bagian Keempat
Masa Berlaku Sertifikat Pendidik
Pasal 13
(4) Sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 yang diperoleh guru berlaku
sepanjang yang bersangkutan melaksanakan
tugas sebagai guru pada jenis, satuan
pendidikan, dan/atau mata pelajaran yang
serumpun.
(5) Sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dinyatakan tidak berlaku apabila:
a. tidak melaksanakan tugas sebagai
guru selama 4 (empat) tahun berturut-
turut; atau
b. beralih tugas atas kehendak sendiri
maupun ditugaskan oleh pejabat
berwenang selama 4 (empat) tahun
berturut-turut.
(6) Guru yang tidak melaksanakan tugas atau
beralih tugas sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) dapat ditempatkan kembali sebagai guru
setelah yang bersangkutan lulus uji kompetensi.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 33


BAB III
HAK DAN KEWAJIBAN
Bagian Kesatu
Hak
Pasal 14
Dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya,
guru berhak:
a. memperoleh penghasilan yang pantas dan
memadai di atas kebutuhan hidup minimum
yang meliputi gaji pokok, tunjangan yang
melekat pada gaji, serta penghasilan lain
berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional,
tunjangan khusus, dan maslahat tambahan
yang terkait dengan tugasnya sebagai guru
yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan
atas dasar prestasi;
b. mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai
dengan tugas dan prestasi kerja;
c. memperoleh perlindungan dalam
melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan
intelektual;
d. memperoleh kesempatan untuk meningkatkan
kompetensi;

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 34


e. memperoleh dan memanfaatkan sarana dan
prasarana pembelajaran untuk menunjang
kelancaran tugas keprofesionalan;
f. memiliki kebebasan dalam memberikan
penilaian dan ikut menentukan kelulusan,
penghargaan, dan/atau sanksi kepada peserta
didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode
etik guru, dan peraturan perundang-undangan;
g. memperoleh rasa aman dan jaminan
keselamatan dalam melaksanakan tugas;
h. memiliki kebebasan untuk berserikat dalam
organisasi profesi;
i. memiliki kesempatan untuk berperan dalam
penentuan kebijakan pendidikan;
j. memperoleh kesempatan untuk
mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi
akademik dan kompetensi; dan/atau
k. memperoleh pendidikan dan pelatihan serta
pengembangan profesi dalam bidangnya.

Pasal 15
(1) Gaji pokok dan tunjangan yang melekat pada
gaji bagi guru yang diangkat oleh Pemerintah
dan pemerintah daerah diberikan oleh
Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai
dengan peraturan penggajian.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 35


(2) Gaji pokok dan tunjangan yang melekat pada
gaji bagi guru yang diangkat oleh satuan
pendidikan yang diselenggarakan oleh
masyarakat diberikan berdasarkan perjanjian
kerja dan/atau kesepakatan kerja bersama.
Pasal 16
(1) Pemerintah memberikan tunjangan profesi
kepada guru yang diangkat oleh Pemerintah,
pemerintah daerah, atau masyarakat yang
telah memiliki sertifikat pendidik.
(2) Tunjangan profesi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diberikan setara dengan 1 (satu)
kali gaji pokok guru yang diangkat oleh
Pemerintah atau pemerintah daerah pada
tingkatan, masa kerja, dan kualifikasi yang
sama.
(3) Tunjangan profesi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran
pendapatan dan belanja negara (APBN) dan
anggaran pendapatan dan belanja daerah
(APBD).
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai mekanisme
pembelian tunjangan profesi guru sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diatur dengan
Peraturan Menteri.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 36


Pasal 17
Guru tetap pada satuan pendidikan yang
diselenggarakan oleh masyarakat yang memiliki
sertifikat pendidik mendapatkan tunjangan profesi
sebagai berikut:
a. yang telah bekerja selama 0 (nol) - 4 (empat)
tahun mendapatkan tunjangan profesi setara
dengan tunjangan profesi pendidik yang
memiliki golongan III/a dengan masa kerja
golongan 0 (nol) tahun.
b. yang telah bekerja selama 5 (lima) – 8 (delapan)
tahun mendapatkan tunjangan profesi setara
dengan tunjangan profesi pendidik yang
memiliki golongan III/b dengan masa kerja
golongan 0 (nol) tahun.
c. yang telah bekerja selama 9 (sembilan) – 12
(dua belas) tahun mendapatkan tunjangan
profesi setara dengan tunjangan profesi
pendidik yang memiliki golongan III/c dengan
masa kerja golongan 0 (nol) tahun.
d. yang telah bekerja selama 13 (tiga belas) - 16
(enam belas) tahun mendapatkan tunjangan
profesi setara dengan tunjangan profesi
pendidik yang memiliki golongan IIId dengan
masa kerja golongan 0 (nol) tahun.
e. yang telah bekerja selama 17 (tujuh belas) – 20
(dua puluh) tahun mendapatkan tunjangan

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 37


profesi setara dengan tunjangan profesi
pendidik yang memiliki golongan IV/a dengan
masa kerja golongan 0 (nol) tahun.
f. yang telah bekerja selama 21 (dua puluh satu) –
24 (dua puluh empat) tahun mendapatkan
tunjangan profesi setara dengan tunjangan
profesi pendidik yang memiliki golongan IV/b
dengan masa kerja golongan 0 (nol) tahun.
g. yang telah bekerja selama 25 (dua puluh lima) -
28 (dua puluh delapan)tahun ketika
mendapatkan tunjangan profesi setara dengan
tunjangan profesi pendidik yang memiliki
golongan IV/c dengan masa kerja golongan 0
(nol) tahun.
h. yang telah bekerja selama 29 (dua puluh
sembilan) - 31(tiga puluh satu) tahun
mendapatkan tunjangan profesi setara dengan
tunjangan profesi pendidik yang memiliki
golongan IV/d dengan masa kerja golongan 0
tahun.
i. yang telah bekerja selama 31 (tiga puluh satu)
tahun atau lebih dan/atau dapat menunjukkan
kredit kumulatif ketika mendapatkan tunjangan
profesi setara dengan tunjangan profesi
pendidik yang memiliki golongan IV/e dengan
masa kerja golongan 0 tahun.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 38


Pasal 18
(1) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah
memberikan tunjangan fungsional kepada
guru yang diangkat oleh satuan pendidikan
yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan
pemerintah daerah sebesar 50% (lima puluh
persen)dari gaji pokok.
(2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah
memberikan subsidi tunjangan fungsional
kepada guru yang diangkat oleh satuan
pendidikan yang diselenggarakan oleh
masyarakat sebesar 25% (dua puluh lima
persen) dari gaji guru yang diangkat oleh
satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh
Pemerintah dan pemerintah daerah.
(3) Tunjangan fungsional sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dan subsidi tunjangan
fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) dialokasikan dalam anggaran pendapatan
dan belanja negara dan/atau anggaran
pendapatan dan belanja daerah.

Pasal 19
(1) Tunjangan khusus sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 13 diberikan kepada guru yang
bertugas di daerah khusus.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 39


(2) Penetapan mengenai daerah khusus diatur
dalam Keputusan Presiden.

Pasal 20
(1) Guru yang bertugas di daerah khusus berhak
atas rumah dinas yang disediakan oleh
pemerintah daerah sesuai kewenangannya.
(2) Rumah dinas sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) memenuhi standar kelayakan huni dan
digunakan selama guru yang bersangkutan
bertugas.

Pasal 21
(1) Maslahat tambahan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 14 merupakan tambahan
kesejahteraan yang diperoleh dalam bentuk
bentuk tunjangan pendidikan, asuransi
pendidikan, beasiswa, dan penghargaan bagi
guru, serta kemudahan untuk memperoleh
pendidikan bagi putra dan putri guru, pelayanan
kesehatan, atau bentuk kesejahteraan lainnya.
(2) Tunjangan pendidikan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diberikan kepada guru yang telah
mengabdi minimal 10 (sepuluh) tahun.
(3) Asuransi pendidikan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diberikan kepada guru melalui

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 40


pembayaran premi oleh Pemerintah atau
pemerintah daerah paling lama 5 (lima) tahun.
(4) Asuransi pendidikan sebagaimana dimaksud
pada ayat (3) hanya digunakan untuk
peningkatan kualifikasi dan/atau kompetensi
guru yang bersangkutan.
(5) Beasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) diberikan kepada guru yang telah mengabdi
minimal 5 (lima) tahun, berprestasi, dan
berdedikasi.
(6) Beasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat
(5) hanya digunakan untuk peningkatan
kualifikasi dan/atau kompetensi guru yang
bersangkutan.
(7) Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diberikan kepada guru,
istri/suami, dan maksimum 2 (dua) orang putra-
putrinya sampai usia 18 (delapan belas) tahun.
(8) Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) berupa subsidi biaya asuransi
kesehatan.
(9) Sumber dana subsidi biaya asuransi kesehatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dialokasikan dari anggaran pendapatan dan
belanja negara dan/atau anggaran pendapatan
dan belanja daerah.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 41


(10) Kesejahteraan lain sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilaksanakan sesuai peraturan
perundang-undangan.
(11) Maslahat tambahan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) sampai dengan ayat (10) tidak
dapat diperoleh dalam waktu yang bersamaan.

Pasal 22
(1) Putra-putri guru yang telah memenuhi
persyaratan akademik mendapat
kesempatan memperoleh akses pendidikan
dan keringanan biaya pendidikan dalam
satuan pendidikan yang diselenggarakan
oleh Pemerintah atau pemerintah daerah.
(2) Kesempatan memperoleh akses pendidikan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
berupa kesempatan memperoleh peluang
pertama dari sekelompok calon siswa yang
telah memenuhi persyaratan akademik yang
sama pada satuan pendidikan yang
diselenggarakan oleh Pemerintah atau
pemerintah daerah secara transparan,
terbuka, adil, dan akuntabel.
(3) Apabila terdapat lebih dari satu putra-putri
guru yang memperoleh akses pendidikan
yang sama sebagaimana dimaksud pada
ayat (2), pengaturan lebih lanjut mengenai

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 42


penerimaannya ditentukan oleh satuan
pendidikan yang bersangkutan.
(4) Keringanan biaya pendidikan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dapat berupa
kesempatan memperoleh beasiswa atau
pembebasan sebagian biaya operasional
pendidikan pada satuan pendidikan yang
diselenggarakan oleh Pemerintah atau
pemerintah daerah.

Pasal 23
Hak atas kekayaan intelektual sebagaimana
dimaksud dalam pasal 12 huruf (c) mencakup
hak cipta atas penulisan buku, makalah, dan
karangan ilmiah, serta hasil penelitian, hasil
penciptaan, hasil karya teknologi, hasil karya
seni maupun penemuan dalam bidang ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni serta
sejenisnya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 24
(1) Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan,
guru berhak mendapatkan promosi sesuai
dengan tugas dan prestasi kerja;

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 43


(2) Promosi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi kenaikan pangkat, jenjang jabatan
fungsional, dan menjabat jabatan struktural.

Pasal 25
(1) Guru memiliki hak yang sama untuk
mendapatkan penghargaan.
(2) Guru yang mendapatkan penghargaan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah
guru berprestasi, berprestasi luar biasa,
berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di
daerah khusus.
(3) Guru berprestasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (2), yaitu guru yang memiliki prestasi yang
karyanya diakui secara internasional dan/atau
nasional dalam kaitannya dengan inovasi
pembelajaran atau bimbingan, penemuan
teknologi tepat guna, menciptakan karya seni,
karya tulis ilmiah, atau prestasi di bidang
olahraga.
(4) Guru berprestasi luar biasa sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) yaitu guru yang
disamping memenuhi syarat sebagaimana
dimaksud pada ayat (3), karyanya mendapatkan
hak paten dan diakui secara nasional dan/atau
internasional.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 44


(5) Guru berdedikasi luar biasa sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) adalah guru yang
memiliki komitmen kuat dalam menjalankan
tugas di bidang pendidikan layanan khusus
dan/atau pendidikan khusus yang dibuktikan
dengan prestasi yang karyanya diakui secara
internasional dan/atau nasional dalam kaitannya
dengan inovasi pembelajaran atau bimbingan,
penemuan teknologi tepat guna, menciptakan
karya seni, dan karya tulis ilmiah di bidangnya.
(6) Guru yang bertugas di daerah khusus
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah
guru yang mengajar di daerah terpencil atau
terbelakang, daerah dengan kondisi masyarakat
adat yang terpencil, daerah perbatasan dengan
negara lain, daerah yang mengalami bencana
alam, bencana sosial, atau daerah yang berada
dalam keadaan darurat lain.
(7) Persyaratan yang harus dipenuhi oleh guru yang
mendapat penghargaan yaitu guru yang aktif
melaksanakan tugas pembelajaran/bimbingan
konseling, belum pernah dikenai sanksi disiplin
dan sanksi hukum pidana, mempunyai masa
kerja secara terus menerus sekurang-kurangnya
8 (delapan) tahun, mampu menunjukkan bukti
fisik prestasi yang orisinil, serta mendapat
rekomendasi dari unit kerjanya, dan/atau
instansi yang kompeten.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 45


RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 46
Pasal 26
(1) Guru yang gugur dalam melaksanakan tugas
pendidikan dan pembelajaran di daerah khusus
memiliki hak yang sama untuk mendapatkan
penghargaan.
(2) Penghargaan kepada guru yang gugur
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
diberikan oleh Pemerintah, pemerintah daerah,
masyarakat, organisasi profesi, dan/atau
satuan pendidikan.
(3) Penghargaan kepada guru yang gugur dalam
melaksanakan tugas di daerah khusus oleh
Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) sesuai dengan ketentuan perundang-
undangan.

Pasal 27
(1) Pemerintah kabupaten wajib menyediakan
biaya pemakaman dan/atau biaya perjalanan
untuk pemakaman guru yang gugur di
daerah khusus.
(2) Guru yang gugur dalam melaksanakan tugas
pendidikan dan pembelajaran di daerah
khusus, putera dan/atau puterinya berhak
mendapatkan beasiswa sampai ke
perguruan tinggi dari Pemerintah dan/atau
pemerintah daerah.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 47


Pasal 28
(1) Penghargaan kepada guru sebagaimana
dimaksud dalam pasal 24 ayat (2) dapat
diberikan pada tingkat satuan pendidikan,
desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota,
provinsi, nasional, dan/atau internasional.
(2) Penghargaan kepada guru dapat diberikan
dalam bentuk satyalencana, tanda jasa, bintang
jasa, kenaikan pangkat istimewa, finansial,
piagam, jabatan fungsional, jabatan struktural,
bintang jasa pendidikan, dan/atau bentuk
penghargaan lain sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
(3) Penghargaan kenaikan pangkat istimewa dapat
diberikan kepada guru yang memiliki prestasi
dan dedikasi luar biasa untuk 1 (satu) kali
selama masa kerja.
(4) Penghargaan kenaikan pangkat istimewa dapat
diberikan kepada guru yang bertugas di daerah
khusus untuk 1 (satu) kali selama masa kerja.
(5) Penghargaan kepada guru dapat diberikan
dalam rangka memperingati ulang tahun
kemerdekaan Republik Indonesia, ulang tahun
provinsi, ulang tahun kabupaten/kota, ulang
tahun satuan pendidikan, hari pendidikan

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 48


nasional, hari guru nasional, dan/atau hari besar
lain.
(6) Penghargaan yang diterima oleh guru selain
penghargaan finansial dan kenaikan pangkat
istimewa dapat dihitung sebagai angka kredit.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 49


Pasal 29
Pemerintah menetapkan hari guru nasional tanggal
25 November sebagai penghargaan kepada guru.

Pasal 30
(1) Setiap guru memiliki hak yang sama atas
perlindungan dalam melaksanakan tugas.
(2) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) meliputi perlindungan hukum, perlindungan
profesi, serta perlindungan keselamatan dan
kesehatan kerja.

Pasal 31
(1) Perlindungan hukum sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 29 ayat (2) mencakup perlindungan
hukum terhadap tindak kekerasan, ancaman,
perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau
perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik,
orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi,
atau pihak lain.
(2) Guru memiliki hak imunitas untuk memberikan
hukuman secara fisik kepada siswanya
sepanjang tidak sampai mencederai siswanya.
(3) Guru yang mendapatkan ancaman dan/atau
kekerasan fisik dari peserta didik atau orang tua

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 50


peserta didik berhak untuk tidak memberikan
layanan pendidikan kepada peserta didik yang
bersangkutan sampai dengan tindakan
ancaman dan/atau kekerasan fisik tersebut
diselesaikan secara hukum atau menurut
peraturan lain yang ditetapkan.
(4) Guru yang menerima sanksi dari atasanya tanpa
alasan yang jelas dan dapat dibernarkan secara
hukum dapat tidak mengikuti sanksi itu.
(5) Setiap guru harus terbebas dari ancaman fisik
dan mental dari peserta didik, orang tua peserta
didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain.
(6) Pemerintah dan atau pemerintah daerah
memfasilitasi pembentukan lembaga bantuan
hukum untuk guru.

Pasal 32
(1) Perlindungan profesi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 29 ayat (2) mencakup perlindungan
terhadap pemutusan hubungan kerja yang tidak
sesuai dengan peraturan perundang-undangan,
pemberian imbalan yang tidak wajar,
pembatasan dalam menyampaikan pandangan,
pelecehan terhadap profesi, dan
pembatasan/pelarangan lain yang dapat
menghambat guru dalam melaksanakan tugas.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 51


(2) Setiap guru tidak boleh diberi sanksi pemutusan
hubungan kerja tanpa mengikuti prosedur
sebagaimana diatur dalam perjanjian kerja atau
kesepakatan kerja bersama.
(3) Penyelenggara satuan pendidikan atau satuan
pendidikan wajib melindungi guru dari praktik
pembayaran imbalan yang tidak wajar.
(4) Setiap guru memiliki kebebasan akademik untuk
menyampaikan pendapat yang dapa
dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
(5) Setiap guru memiliki kebebasan untuk
mengungkapkan ekspresi, kreatifitas, dan
inovasi baru yang memiliki nilai tambah tinggi
dalam proses pendidikan dan pembelajaran;
(6) Setiap guru harus terbebas dari tindakan
pelecehan atas profesinya dari peserta didik,
orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi,
atau pihak lain.

Pasal 33
(1) Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan,
guru berhak memperoleh rasa aman dan
jaminan keselamatan dalam melaksanakan
tugas;
(2) Hak memperoleh rasa aman dan jaminan
keselamatan dalam melaksanakan tugas

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 52


dilakukan oleh pengelola satuan pendidikan,
Pemerintah dan pemerintah daerah;
(3) Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan,
guru berhak memiliki kebebasan untuk
berserikat dalam organisasi profesi;

Pasal 34
(1) Rasa aman dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf g
meliputi jaminan dari ancaman psikis dan fisik
dari peserta didik, orang tua/wali peserta didik,
atasan langsung, teman sejawat, dan
masyarakat luas.
(2) Keselamatan dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf g
meliputi perlindungan terhadap risiko gangguan
keamanan kerja, kecelakaan kerja, kebakaran
pada waktu kerja, bencana alam, kesehatan
lingkungan kerja, dan/atau risiko lain
sebagaimana diatur dalam peraturan
perundang-undangan mengenai
ketenagakerjaan.
(3) Setiap guru harus terbebas dari tindakan risiko
gangguan keamanan kerja dari peserta didik,
orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi,
atau pihak lain.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 53


(4) Setiap guru berhak atas asuransi dan/atau
jaminan pemulihan kesehatan yang ditimbulkan
akibat kecelakaan kerja, kebakaran pada waktu
kerja, bencana alam, kesehatan lingkungan
kerja, dan/atau risiko lain.

Pasal 35
(1) Kebebasan dalam memberikan penilaian
kepada peserta didik sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 14 huruf f meliputi penetapan
substansi, prosedur, instrumen penilaian, dan
keputusan akhir dalam penilaian harian,
bulanan, semesteran, ujian akhir, dan atau
bentuk penilaian lain yang terkait dengan proses
belajar dan pembelajaran.
(2) Ikut menentukan kelulusan peserta didik
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi
penetapan taraf penguasaan kompetensi,
standar kelulusan mata pelajaran, dan kelulusan
ujian akhir.
(3) Pemberian penghargaan kepada peserta didik
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf f
meliputi pemberian penguatan dalam proses
pembelajaran, penetapan nilai, penetapan
peringkat, dan penghargaan lain yang terkait
dengan prestasi peserta didik.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 54


(4) pemberian sanksi kepada peserta didik
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf f
meliputi teguran dan hukuman yang bersifat
mendidik.

Pasal 36
Kebebasan untuk berserikat dalam organisasi
profesi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14
huruf h meliputi mengeluarkan pendapat secara
lisan atau tulisan atas dasar keyakinan akademik,
memilih dan dipilih sebagai pengurus organisasi
profesi, dan bersikap kritis terhadap kinerja
organisasi profesi.

Pasal 37

Kesempatan untuk berperan dalam penentuan


kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 14 huruf i meliputi akses terhadap
sumber informasi kebijakan, partisipasi dalam
pengambilan kebijakan pendidikan pada tingkat
sekolah, memberikan masukan dalam penentuan
kebijakan pada tingkat yang lebih tinggi atas dasar
pengalaman terpetik dari lapangan.

Pasal 38

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 55


Memperoleh pendidikan dan pelatihan serta
pengembangan profesi dalam bidangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf k
meliputi kesamaan memperoleh kesempatan untuk
mengikuti pelatihan dan pengembangan profesi,
dan pengakuan atas hasil pelatihan berupa
penugasan yang tepat.

Pasal 39
Memperoleh kesempatan mengembangkan dan
meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi
serta pengembangan profesi dalam bidangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf j
dilakukan dengan biaya Pemerintah dan atau
pemerintah daerah atau biaya sendiri.

Pasal 40
(1) Setiap guru berhak memperoleh cuti tahunan.
(2) Cuti tahunan untuk guru yang diangkat oleh
Pemerintah diatur sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
(3) Waktu cuti tahunan untuk guru selama 12 (dua
belas) hari kerja.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 56


(4) Cuti tahunan untuk guru yang diangkat oleh
penyelenggara satuan pendidikan atau satuan
pendidikan milik masyarakat diatur dalam
perjanjian kerja atau kesepakatan kerja
bersama.
(5) Guru yang bertugas di daerah khusus berhak
cuti tahunan tambahan atau cuti pulang ke
daerah asal bagi guru yang bertugas di daerah
khusus 1 (satu) kali dalam satu tahun atas biaya
Pemerintah.
(6) Cuti tahunan tambahan atau cuti pulang ke
daerah asal bagi guru yang bertugas di daerah
khusus diberikan selama 12 (dua belas) hari
kerja.
(7) Cuti tahunan dan cuti tahunan tambahan atau
cuti pulang ke daerah asal hanya dapat diambil
pada tahun berjalan.
(8) Cuti untuk guru dapat dilakukan jika tidak
mengganggu proses pembelajaran secara
keseluruhan.

Pasal 41
(1) Guru dapat memperoleh cuti untuk studi.
(2) Cuti untuk studi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) meliputi cuti untuk studi dalam rangka

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 57


peningkatan kualifikasi, pendidikan profesi, dan
cuti sabatikal.
(3) Guru yang memperoleh cuti untuk studi dalam
rangka meningkatkan kualifikasi, pendidikan
profesi, cuti sabatikal, dan/atau cuti untuk studi
dalam bentuk lainnya sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 40 ayat (2) tetap memperoleh hak
gaji penuh.
(4) Cuti untuk studi dalam rangka peningkatan
kualifikasi, pendidikan profesi, atau cuti sabatikal
diberikan kepada guru yang telah memiliki masa
kerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
(5) Cuti sabatikal mencakup kegiatan penelitian,
magang, penulisan buku, dan pertukaran guru
antarnegara.
(6) Waktu cuti sabatikal maksimum 3 (tiga) bulan
dan dapat diperpanjang paling lama 1 (satu) kali
waktu maksimum.
(7) Guru golongan IV berhak mendapatkan cuti
sabatikal 5 (lima) tahun sekali dan, Guru
golongan III berhak mendapatkan cuti sabatikal
6 (enam) tahun sekali.
(8) Cuti untuk studi dalam rangka peningkatan
kualifikasi atau cuti sabatikal diberikan kepada
guru sepanjang tidak mengganggu proses
pembelajaran peserta didik;

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 58


(9) Guru yang cuti untuk studi dalam rangka
meningkatkan kualifikasi atau cuti sabatikal
harus mendapat persetujuan dari kepala
sekolah dan dinas pendidikan setempat.

BAB IV
PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN

Pasal 42
(1) Pembinaan dan pengembangan guru meliputi
pembinaan dan pengembangan profesi dan
karier.
(2) Pembinaan dan pengembangan profesi guru
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi
pembinaan kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional.
(3) Pembinaan kompetensi guru sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) dilakukan melalui
pelatihan, pendidikan lanjutan, program
magang, penugasan dalam jabatan, rotasi
kerja, penelitian, kelompok belajar, belajar
berprogram, belajar mandiri, dan metode lain
yang sesuai.
(4) Pembinaan dan pengembangan profesi guru
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 59


dilakukan melalui tugas-tugas atau pekerjaan
sesuai kriteria tugas dan pekerjaan dalam
jabatan fungsional guru.
(5) Pembinaan dan pengembangan profesi guru
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan oleh lembaga penjaminan mutu
pendidikan, pusat pengembangan penataran
guru, dan/atau lembaga lain sebagaimana
dimaksud pada Pasal 5 ayat (4).
(6) Hasil pembinaan dan pengembangan profesi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui
sebagai kredit untuk memasuki jenjang
pendidikan profesi secara proporsional bagi
mereka yang akan mengikuti pendidikan
profesi.
(7) Pembinaan dan pengembangan karier
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi
penugasan, kenaikan pangkat, dan promosi.
(8) Penugasan sebagaimana dimaksud pada ayat
(6) meliputi seminar dan lokakarya
kependidikan, mendapat tugas tambahan
sebagai kepala sekolah/wakil kepala sekolah,
dan atau jabatan internal sekolah lainnya serta
tugas tugas eksternal mewakili sekolah.
(9) Kenaikan pangkat guru sebagaimana dimaksud
pada ayat (6) mengikuti sistem angka kredit

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 60


yang berlaku kecuali kenaikan pangkat
istimewa.

BAB V
ANGGARAN PENINGKATAN KUALIFIKASI
AKADEMIK DAN
SERTIFIKASI PENDIDIK
Pasal 43
(1) Menteri menetapkan jumlah guru dalam
jabatan yang direkrut untuk mengikuti
peningkatan program pendidikan kualifikasi
sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV)
berdasarkan rasio jumlah guru setiap jenjang
dan jenis di masing-masing kabupaten/kota
dengan kuota nasional setiap tahun.
(2) Kriteria penentuan prioritas guru peserta
peningkatan program pendidikan kualifikasi
sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) bagi
guru dalam jabatan setiap jenjang dan jenis
pendidikan berdasarkan daftar urutan
kepegawaian atau berdasarkan kualifikasi, usia,
dan pengalaman mengajar.
(3) Anggaran peningkatan program pendidikan
kualifikasi sarjana (S1) atau diploma empat (D-
IV) bagi guru dalam jabatan yang diangkat pada

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 61


satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh
Pemerintah, pemerintah daerah, dan
masyarakat dibiayai oleh Pemerintah dan
pemerintah daerah.
(4) Anggaran peningkatan kualifikasi sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) terdiri atas biaya
investasi, biaya operasi, dan biaya personal.
(5) Biaya investasi peningkatan kualifikasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (4) meliputi
biaya penyediaan sarana dan prasarana,
pengembangan sumber daya manusia, dan
modal kerja tetap yang ditanggung oleh
Pemerintah sesuai dengan peraturan
perundangan-undangan.
(6) Biaya operasi peningkatan kualifikasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (4) meliputi:
a. gaji pendidik dan tenaga kependidikan
serta segala tunjangan yang melekat pada
gaji;
b. bahan atau peralatan pendidikan habis
pakai; dan
c. biaya operasi pendidikan tak langsung
berupa daya, air, jasa telekomunikasi,
pemeliharaan sarana dan prasarana, uang
lembur, transportasi, konsumsi, pajak,
asuransi, dan lain sebagainya.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 62


(7) Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana
dimaksud pada ayat (6) sebesar 60% (enam
puluh persen) ditanggung oleh Pemerintah
melalui APBN dan sebesar 40% (empat puluh
persen) ditanggung oleh pemerintah daerah
melalui APBD.
(8) Biaya personal sebagaimana dimaksud pada
ayat (4) meliputi biaya pendidikan yang harus
dikeluarkan oleh guru dalam jabatan sebagai
peserta program peningkatan kualifikasi untuk
bisa mengikuti proses pembelajaran secara
teratur dan berkelanjutan.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 63


(9) Biaya personal sebagaimana dimaksud pada
ayat (8) sebesar 40% (empat puluh persen)
ditanggung oleh Pemerintah melalui APBN dan
sebesar 60% (enam puluh persen) ditanggung
oleh pemerintah daerah melalui APBD.
(10)Masyarakat dapat membantu pendanaan
peningkatan kualifikasi guru sebagaimana
dimaksud pada ayat (4).
(11)Jumlah guru yang dapat mengikuti peningkatan
kualifikasi ditentukan oleh pemerintah daerah
melalui dinas pendidikan kabupaten/kota sesuai
dengan pagu yang telah ditetapkan.
(12)Guru dapat mengikuti peningkatan kualifikasi atas
inisiatif sendiri di luar pagu yang telah ditetapkan
dengan biaya sendiri.

Pasal 44
(1) Menteri menetapkan jumlah guru dalam
jabatan yang direkrut untuk mengikuti program
sertifikasi berdasarkan rasio jumlah guru setiap
jenjang dan jenis pendidikan yang terdapat di
masing-masing kabupaten/kota dengan kuota
nasional setiap tahun.
(2) Kriteria penentuan prioritas guru peserta
program sertifikasi setiap jenjang dan jenis
pendidikan berdasarkan daftar urutan

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 64


kepegawaian atau berdasarkan sertifikasi, usia,
dan pengalaman mengajar.
(3) Anggaran peningkatan program sertifikasi bagi
guru dalam jabatan yang diangkat pada satuan
pendidikan yang diselenggarakan oleh
Pemerintah, pemerintah daerah, dan
masyarakat dibiayai oleh Pemerintah dan
pemerintah daerah.
(4) Anggaran program sertifikasi sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) terdiri atas biaya
investasi, biaya operasi, dan biaya personal.
(5) Biaya investasi program sertifikasi sebagaimana
dimaksud pada ayat (4) meliputi biaya
penyediaan sarana dan prasarana,
pengembangan sumber daya manusia, dan
modal kerja tetap yang ditanggung oleh
Pemerintah sesuai dengan peraturan
perundangan-undangan.
(6) Biaya operasi program sertifikasi sebagaimana
dimaksud pada ayat (4) meliputi:
a. gaji pendidik dan tenaga kependidikan
serta segala tunjangan yang melekat pada
gaji;
b. bahan atau peralatan pendidikan habis
pakai; dan

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 65


c. biaya operasi pendidikan tak langsung
berupa daya, air, jasa telekomunikasi,
pemeliharaan sarana dan prasarana, uang
lembur, transportasi, konsumsi, pajak,
asuransi, dan lain sebagainya.
(7) Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana
dimaksud pada ayat (6) sebesar 60% (enam
puluh persen) ditanggung oleh Pemerintah
melalui APBN dan sebesar 40% (empat puluh
persen) ditanggung oleh pemerintah daerah
melalui APBD.
(8) Biaya personal sebagaimana dimaksud pada
ayat (4) meliputi biaya pendidikan yang harus
dikeluarkan oleh guru dalam jabatan sebagai
peserta program sertifikasi untuk bisa
mengikuti proses pembelajaran secara teratur
dan berkelanjutan.
(9) Biaya personal sebagaimana dimaksud pada
ayat (8) sebesar 40% (empat puluh persen)
ditanggung oleh Pemerintah melalui APBN dan
sebesar 60% (enam puluh persen) ditanggung
oleh pemerintah daerah melalui APBD.
(10)Masyarakat dapat membantu pendanaan
program sertifikasi guru sebagaimana dimaksud
pada ayat (4).
(11)Jumlah guru yang dapat mengikuti program
sertifikasi ditentukan oleh pemerintah daerah

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 66


melalui dinas pendidikan kabupaten/kota sesuai
dengan pagu yang telah ditetapkan.
(12)Guru dapat mengikuti program sertifikasi atas
inisiatif sendiri di luar pagu yang telah
ditetapkan dengan biaya sendiri.

BAB VI
PENUGASAN SEBAGAI GURU DALAM
KEADAAN DARURAT

Pasal 45
(1)Dalam keadaan darurat, Pemerintah dapat
memberlakukan ketentuan wajib kerja kepada
guru dan/atau warga negara Indonesia lainnya
yang memenuhi kualifikasi akademik dan
kompetensi untuk melaksanakan tugas sebagai
guru di daerah khusus di wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
(2)Keadaan darurat sebagaimana yang dimaksud
pada ayat (1) adalah situasi luar biasa yang
terjadi di daerah khusus yang disebabkan oleh
bencana alam, bencana sosial, atau situasi lain
yang mengakibatkan kelangkaan guru sehingga
proses pembelajaran tidak dapat terlaksana.
(3)Warga negara yang dapat ditugaskan sebagai
guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 67


memenuhi kualifikasi akademik sarjana (S1) atau
diploma empat (D-IV) dan kompetensi guru.
(4)Wajib kerja sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) merupakan pelaksanaan tugas sebagai guru
paling lama 2 (dua) tahun
(5)Penempatan warga negara sebagai guru dalam
rangka wajib kerja sebagaimana dimaksud pada
ayat (4) ditetapkan oleh Menteri dengan
memperhatikan permintaan pemerintah daerah.
(6)Pembiayaan sebagai akibat dari pelaksanaan
wajib kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dibebankan kepada APBN.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 68


Pasal 46
(1) Pemerintah dan atau pemerintah daerah dapat
menetapkan pola ikatan dinas bagi calon guru
untuk memenuhi kepentingan pembangunan
pendidikan nasional atau kepentingan
pembangunan daerah.
(2) Pola ikatan dinas bagi calon guru sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) meliputi pola ikatan
dinas Pemerintah dan pola ikatan dinas pada
pemerintah daerah.
(3) Pola ikatan dinas Pemerintah bagi calon guru
sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan guru
secara nasional berdasarkan prioritas
kebutuhan daerah.
(4) Pola ikatan dinas pemerintah daerah bagi calon
guru sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan guru
di daerah yang bersangkutan.

Pasal 47
(1) Pengelolaan ikatan dinas bagi calon guru
meliputi rekruitmen, pembiayaan, masa tugas
ikatan dinas, standar besaran biaya,
penempatan pascastudi, dan sanksi.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 69


(2) Rekruitmen sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) meliputi penelusuran bibit unggul daerah,
seleksi menurut kebutuhan, dan seleksi
berdasarkan kuota.
(3) Pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) meliputi beasiswa penuh, beasiswa parsial,
dan subsidi.
(4) Masa tugas ikatan dinas dengan beasiswa
penuh sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dengan ketentuan 2 (dua) kali lama waktu
beasiswa ditambah 1 tahun.
(5) Masa tugas ikatan dinas dengan parsial atau
subsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dengan ketentuan 1 (satu) kali lama waktu
beasiswa ditambah 1 (satu) tahun.
(6) Standar besaran pembiayaan ikatan dinas
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
ditetapkan oleh Pemerintah dan/atau
pemerintah daerah.
(7) Penempatan pascastudi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur oleh Pemerintah dan/atau
pemerintah daerah.
(8) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
berupa pengembalian biaya ikatan dinas
sebesar 2 (dua) kali lipat dari biaya yang
diterima selama ikatan dinas.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 70


Pasal 48
Guru tamatan lembaga pengadaan tenaga
kependidikan penerima beasiswa yang
ditempatkan di daerah khusus diangkat langsung
dengan status sebagai pegawai negeri sipil pusat.

BAB VII
PENGANGKATAN, PENEMPATAN,
PEMINDAHAN, DAN PEMBERHENTIAN
Pasal 49
(1) Pengangkatan dan penempatan guru yang
diangkat oleh Pemerintah dan/atau pemerintah
daerah dilakukan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
(2) Pengangkatan dan penempatan guru
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan
berdasarkan kebutuhan guru baik di tingkat
nasional maupun di tingkat daerah.

Pasal 50
(1) Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau
pemerintah daerah dapat ditempatkan pada
jabatan struktural.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 71


(2) Jabatan struktural sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) meliputi jabatan yang ada dalam
struktur birokrasi sesuai dengan peraturan
perundang - undangan.
(3) Penempatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dapat dilakukan berdasarkan prestasi kerja,
kebutuhan, keahlian, dan formasi.
(4) Guru yang telah selesai menjalankan tugas
sebagai pejabat struktural dapat ditugaskan
kembali sebagai guru sesuai dengan peraturan
perundang - undangan.
(5) Penempatan guru pada jabatan struktural
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) serta
implikasi yang diakibatkannya pada status
kepegawaian dan semua bentuk tunjangan yang
melekat diatur sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

Pasal 51
(1) Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau
pemerintah daerah wajib menandatangani
pernyataan kesanggupan untuk ditugaskan di
daerah khusus paling sedikit selama 2 (dua)
tahun.
(2) Guru yang bertugas di daerah khusus
memperoleh hak yang meliputi kenaikan
pangkat rutin secara otomatis, kenaikan pangkat

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 72


istimewa sebanyak 1 (satu) kali, dan
perlindungan dalam pelaksanaan tugas.
(3) Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau
pemerintah daerah yang telah bertugas selama
2 (dua) tahun atau lebih di daerah khusus
berhak pindah tugas setelah tersedia guru
pengganti.
(4) Dalam hal terjadi kekosongan guru, Pemerintah
atau pemerintah daerah wajib menyediakan
guru pengganti untuk menjamin keberlanjutan
proses pembelajaran pada satuan pendidikan
yang bersangkutan.

Pasal 52
(1) Pemindahan guru yang diangkat oleh
Pemerintah atau pemerintah daerah dapat
dilakukan antarprovinsi, antarkabupaten/kota,
antarkecamatan, maupun antarsatuan
pendidikan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
(2) Pemindahan guru yang diangkat oleh
Pemerintah atau pemerintah daerah
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilakukan berdasarkan kebutuhan guru baik
ditingkat nasional maupun di tingkat daerah
sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 73


(3) Pemindahan guru yang diangkat oleh satuan
pendidikan yang diselenggarakan oleh
masyarakat, baik atas permintaan sendiri
maupun kepentingan penyelenggara,
dilakukan berdasarkan perjanjian kerja atau
kesepakatan kerja bersama.

Pasal 53
(1) Beban kerja guru mencakup:
a. merencanakan pembelajaran, yaitu
membuat sebuah persiapan/satuan acara
pembelajaran dalam rangka pembelajaran
yang menjadi tanggung jawab dan beban
kerja guru;
b. melaksanakan pembelajaran, yaitu
melaksanakan kegiatan pembelajaran
dalam kelas yang sesuai dengan beban
kerja guru;
c. menilai hasil pembelajaran, yaitu kegiatan
memberikan evaluasi terhadap hasil
proses pembelajaran dalam kelas yang
sesuai dengan beban kerja guru;
d. membimbing dan melatih peserta didik,
yaitu melakukan bimbingan dan latihan
kepada peserta didik dalam proses
pembelajaran sesuai dengan beban kerja
guru; dan

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 74


e. melaksanakan tugas tambahan, yaitu
beban kerja guru yang menjadi tugas
tambahan dalam melaksanakan kegiatan
pokok sebagai beban kerja guru.
(2) Beban kerja guru kelas sekurang-kurangnya
24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan
sebanyak-banyaknya 40 (empat puluh) jam
tatap muka per minggu.
(3) Beban kerja guru mata pelajaran sekurang-
kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap
muka dan sebanyak-banyaknya 40 (empat
puluh) jam tatap muka per minggu.
(4) Beban kerja guru mata pelajaran Pendidikan
Jasmani, Pendidikan Agama, atau guru mata
pelajaran lainnya dapat dipenuhi dengan
melakukan proses pembelajaran di satuan
pendidikan lain.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 75


BAB VIII
KETENTUAN LAIN
Pasal 54
(1) Guru bimbingan dan konseling yang
bertugas pada satuan pendidikan sekolah
menengah pertama (SMP) dan madrasah
tsanawiyah (MTs) atau yang sederajat,
sekolah menengah atas (SMA) dan
madrasah aliyah (MA) atau yang sederajat,
sekolah menengah kejuruan (SMK) dan
madrasah aliyah kejuruan (MAK) atau yang
sederajat memiliki kedudukan yang sama
dengan guru mata pelajaran.
(2) Beban kerja guru bimbingan dan konseling
disetarakan dengan layanan bimbingan
terhadap 150 (seratus lima puluh) peserta
didik sama dengan 24 (dua puluh empat) jam
tatap muka per minggu.
(3) Ketentuan lebih lanjut tentang kualifikasi,
kompetensi, dan sertifikasi pendidik sebagai
guru bimbingan dan konseling diatur dengan
Peraturan Menteri.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 76


BAB IX
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 55
Pada saat berlakunya keputusan ini, semua
Keputusan dan atau Peraturan yang bertentangan
dengan ketentuan dalam Peraturan ini dinyatakan
tidak berlaku.

Pasal 56
Hal-hal lain yang belum diatur dalam peraturan ini
akan diatur lebih lanjut dengan ketentuan tersendiri.

Pasal 57
Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal .................................
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 77


PENJELASAN
ATAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK
INDONESIA
NOMOR ... TAHUN ....
TENTANG
DOSEN

I. UMUM
Pembukaan Undang - Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa
tujuan dibentuknya pemerintahan Negara Republik
Indonesia adalah untuk melindungi segenap
bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan
sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut,
pendidikan merupakan faktor yang sangat
menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 mengamanatkan bahwa (1) setiap warga
negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap
warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan
pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah
mengusahakan dan menyelenggarakan satu Sistem
Pendidikan Nasional, yang meningkatkan keimanan
dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 78


mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur
dengan undang-undang; (4) Negara
memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-
kurangnya 20% (dua puluh persen) dari anggaran
pendapatan dan belanja negara (APBN) serta dari
anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD)
untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan
pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah
memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi
dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan
persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta
kesejahteraan umat manusia.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional memiliki visi
terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata
sosial yang kuat dan berwibawa untuk
memberdayakan semua warga negara Indonesia
agar berkembang menjadi manusia yang
berkualitas sehingga mampu dan proaktif
menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
Kualitas manusia yang dibutuhkan oleh
masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia pada
masa mendatang adalah manusia yang memiliki
watak dan kemampuan untuk menghadapi
persaingan yang semakin ketat dengan bangsa lain
di dunia. Kualitas manusia Indonesia tersebut
dihasilkan melalui penyelenggaraan pendidikan
yang bermutu. Oleh karena itu, guru mempunyai

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 79


fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat
strategis. Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menyatakan bahwa pendidik merupakan tenaga
profesional. Kedudukan guru sebagai pendidik
profesional mempunyai visi terwujudnya
penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan
prinsip-prinsip profesionalitas untuk memenuhi hak
yang sama bagi setiap warga negara dalam
memperoleh pendidikan yang bermutu.

Pengakuan atas kedudukan guru sebagai pendidik


profesional mempunyai misi untuk melaksanakan
tujuan Peraturan Pemerintah ini sebagai berikut:
1. meningkatkan martabat guru;
2. menjamin hak dan kewajiban guru;
3. meningkatkan kompetensi guru;
4. memajukan profesi serta karier guru;
5. meningkatkan mutu kemampuan untuk
melaksanakan tugas utama yang meliputi
mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik;
6. meningkatkan mutu pendidikan nasional;
7. mengurangi kesenjangan ketersediaan guru
antarsatuan pendidikan dan antardaerah dari
segi jumlah, mutu, kualifikasi akademik, dan
kompetensi;
8. mengurangi kesenjangan mutu pendidikan
antarsatuan pendidikan dan antardaerah; dan

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 80


9. meningkatkan pelayanan pendidikan yang
bermutu.
Kedudukan guru sebagai pendidik profesional
berfungsi untuk melaksanakan Sistem Pendidikan
Nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan
nasional, yakni berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta
menjadi warga negara yang demokratis dan
bertanggung jawab.
Dalam melaksanakan tugasnya, guru harus
memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, serta
sertifikasi yang dipersyaratkan dan memperoleh
penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum
sehingga memiliki kesempatan untuk meningkatkan
kemampuan profesionalnya. Selain itu, juga perlu
diperhatikan upaya-upaya memaksimalkan fungsi
dan peran strategis guru yang meliputi penegakan
hak dan kewajiban guru sebagai pendidik
profesional, pembinaan dan pengembangan karir
guru, perlindungan hukum, perlindungan profesi,
serta perlindungan keselamatan dan kesehatan
kerja.

Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut,


diperlukan strategi yang meliputi:

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 81


1. penyelenggaraan pendidikan untuk peningkatan
kualifikasi akademik, kompetensi, dan
pendidikan profesi untuk memperoleh sertifikat
pendidik.
2. pemenuhan hak dan kewajiban guru sebagai
tenaga profesional sesuai dengan prinsip
profesionalitas;
3. penyelenggaraan kebijakan strategis dalam
pengangkatan, penempatan, pemindahan, dan
pemberhentian guru sesuai dengan kebutuhan,
baik dalam jumlah, kualifikasi akademik,
kompetensi, maupun sertifikasi yang dilakukan
secara merata, objektif, transparan, dan
akuntabel untuk menjamin keberlangsungan
pendidikan;
4. penyelenggaraan kebijakan strategis dalam
pembinaan dan pengembangan profesi guru
untuk meningkatkan profesionalitas dan
pengabdian profesional;
5. peningkatan pemberian penghargaan dan
jaminan perlindungan terhadap guru dalam
pelaksanaan tugas profesional;
6. penguatan kesetaraan guru yang bertugas pada
satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh
Pemerintah dan pemerintah daerah dengan
guru yang bertugas pada satuan pendidikan
yang diselenggarakan oleh masyarakat;
7. penguatan tanggung jawab dan kewajiban
Pemerintah dan pemerintah daerah dalam
merealisasikan pencapaian anggaran

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 82


pendidikan untuk memenuhi hak dan kewajiban
guru sebagai pendidik profesional; dan
8. peningkatan peran serta masyarakat dalam
memenuhi hak dan kewajiban guru.

Pengakuan kedudukan guru sebagai pendidik


profesional merupakan bagian dari pembaharuan
Sistem Pendidikan Nasional yang pelaksanaannya
memperhatikan berbagai peraturan perundang-
undangan antara lain di bidang pendidikan,
kepegawaian, ketenagakerjaan, keuangan, dan
pemerintahan daerah.

Sehubungan dengan hal itu dan untuk


melaksanakan Undang - Undang Nomor 14 Tahun
2005 tentang Guru dan Dosen sebagaimana
mestinya, diperlukan pengaturan tentang
kedudukan, tugas, fungsi, dan peran guru sebagai
pendidik profesional dalam suatu Peraturan
Pemerintah tentang Guru.

II. PASAL DEMI PASAL


Pasal 1
Cukup jelas
Pasal 2

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 83


Cukup jelas
Pasal 3
Cukup jelas
Pasal 4
Cukup jelas
Pasal 5
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Yang termasuk sumber belajar
antara lain kelompok kerja
guru, musyawarah guru mata
pelajaran, atau kelompok
belajar sejenis.
Ayat (4)
Cukup jelas

Pasal 6
Cukup jelas
Pasal 7

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 84


Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Dalam melakukan uji kompetensi
perguruan tinggi dapat bekerjasama
dengan lembaga penjaminan mutu
pendidikan dan pusat pengembangan
penataran guru.
Ayat (3)
Program pendidikan profesi dapat
dilakukan secara utuh maupun
parsial.
Yang dimaksud program pendidikan
profesi secara utuh dilakukan dengan
mengambil seluruh beban belajar
pendidikan profesi.
Yang dimaksud dengan program
pendidikan secara parsial yaitu
dengan memperhitungkan perolehan
hasil belajar melalui pengalaman
dan/atau alih kredit hasil belajar dari
perguruan tinggi lain sebagai
pengurang beban belajar pendidikan
profesi sampai setinggi-tingginya 70
% (tujuh puluh persen) dari total
beban belajar.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 85


Program pendidikan profesi secara
parsial dapat dilaksanakan melalui
kerjasama antara perguruan tinggi
yang menyelenggarakan program
pengadaan tenaga kependidikan
terakreditasi yang ditetapkan oleh
Pemerintah dengan pusat
pengembangan penataran guru, atau
universitas, institut, atau sekolah
tinggi yang memiliki program studi
sejenis.
Portfolio adalah perangkat penilaian
hasil belajar melalui pengalaman yang
dikemas dalam bentuk dokumen
menunjukan hasil belajar yang
diperoleh (stand alone document).
Kriteria dan Prosedur penilaian
portofolio ditetapkan oleh perguruan
tinggi penyelenggara pendidikan
profesi.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Bagi guru peserta uji kompetensi yang
belum lulus wajib mengikuti program
remidiasi sebelum mengikuti uji
kompetensi ulang sebanyak dua kali.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 86


Bagi yang tetap tidak lulus setelah
mengikuti ujian ulang sebanyak dua
kali, maka yang bersangkutan
diberikan perlakuan tersendiri sesuai
dengan peraturan perundang-
undangan.
Ayat (6)
Cukup jelas.
Ayat (7)
Cukup jelas.
Ayat (8)
Cukup jelas.
Ayat (9)
Cukup jelas.

Ayat (10)
Cukup jelas.
Pasal 8
Ayat (1)
a. Cukup jelas.
b. Cukup jelas.
c. Cukup jelas.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 87


d. Cukup jelas.
e. Catatan kinerja mencakup antara
lain kasus-kasus pelanggaran
akademik, angka efisiensi
edukasi, dan kualitas lulusan.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 12
Cukup jelas
Pasal 13
a. Cukup jelas
b. Cukup jelas
c. Cukup jelas
d. kesempatan untuk meningkatkan
kompetensi meliputi kompetensi
pedagogik, kepribadian,
profesional, dan sosial melalui
pendidikan profesi, penataran dan
penyegaran, pelatihan, penelitian
tindakan kelas, seminar, lokakarya,
forum KKG/MGMP, magang,

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 88


belajar mandiri, dan kegiatan
lainnya.
e. Hak memperoleh dan
memanfaatkan sarana dan
prasarana pembelajaran
sebagaimana dimaksud butir (e)
pasal (11) mencakup buku,
media dan alat peraga, alat dan
bahan praktikum, serta ruang
belajar dan ruang kerja dengan
mebelairnya;
f. Cukup jelas
g. Cukup jelas
h. Cukup jelas
i. Cukup jelas
j. Cukup jelas
k. Cukup jelas

Pasal 14
Cukup jelas
Pasal 15
Cukup jelas
Pasal 16
Cukup jelas

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 89


Pasal 17
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Subsidi tunjangan fungsional
bagi guru yang diangkat oleh
satuan pendidikan yang
diselenggarakan oleh
masyarakat adalah
a. yang telah bekerja selama 0-4
tahun mendapatkan tunjangan
fungsional setara dengan
tunjangan fungsional pendidik
yang memiliki golongan III/a
dengan masa kerja golongan 0
tahun.
b. yang telah bekerja selama 5-8
tahun mendapatkan tunjangan
fungsional setara dengan
tunjangan fungsional pendidik
yang memiliki golongan III/b
dengan masa kerja golongan 0
tahun.
c. yang telah bekerja selama 9-12
tahun mendapatkan tunjangan
fungsional setara dengan
tunjangan fungsional pendidik
yang memiliki golongan III/c

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 90


dengan masa kerja golongan 0
tahun.
d. yang telah bekerja selama 13-16
tahun mendapatkan tunjangan
fungsional setara dengan
tunjangan fungsional pendidik
yang memiliki golongan IIId
dengan masa kerja golongan 0
tahun.
e. yang telah bekerja selama 17
tahun atau lebih dan/atau dapat
menunjukkan kredit kumulatif
ketika mendapatkan sertifikat
pendidik dianggap memiliki
golongan IV/a dengan masa
kerja golongan 0 tahun
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 18
Cukup jelas
Pasal 19
Cukup jelas
Pasal 20
Cukup jelas
Pasal 21
Ayat (1)

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 91


Cukup jelas
Ayat (2)
Untuk menunjukkan bahwa
seorang calon siswa adalah
anak guru, pada saat
pendaftaran yang bersangkutan
menyertakan:
a. Surat keterangan dari kepala
sekolah di tempat guru bekerja;
b. Akte kelahiran anak; dan
c. Kartu keluarga.
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Cukup jelas
Pasal 22
Cukup jelas
Pasal 23
Cukup jelas
Pasal 24
Cukup jelas
Pasal 25

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 92


Cukup jelas
Pasal 26
Cukup jelas
Pasal 27
Cukup jelas
Pasal 28
Cukup jelas
Pasal 29
Cukup jelas
Pasal 30
Cukup jelas
Pasal 31
Cukup jelas
Pasal 32
Cukup jelas
Pasal 33
Cukup jelas
Pasal 34
Cukup jelas
Pasal 35
Cukup jelas

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 93


Pasal 36
Cukup jelas
Pasal 37
Cukup jelas
Pasal 38
Cukup jelas

Pasal 39
Cukup jelas
Pasal 40
Cukup jelas
Pasal 41
Cukup jelas
Pasal 42
Ayat (1)
Lembaga penjaminan mutu
pendidikan di setiap provinsi
bekerjasama dengan dinas
pendidikan provinsi/kabupaten/
kota melakukan pendataan guru
yang perlu ditingkatkan
kualifikasi pendidikannya.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 94


Dalam menentukan
perencanaan kebutuhan guru
dalam jabatan yang direkrut
untuk mengikuti peningkatan
program pendidikan kualifikasi
sarjana (S1) atau diploma
empat (D-IV) bagi guru dalam
jabatan di tingkat nasional
menteri mendapatkan masukan
dari unit utama terkait dalam
pendataan dan peningkatan
mutu pendidik dan tenaga
kependidikan.
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Cukup jelas
Ayat (5)
Cukup jelas
Ayat (6)
Cukup jelas
Ayat (7)

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 95


Cukup jelas
Ayat (8)
Yang termasuk biaya personal guru
dalam jabatan sebagai peserta
program peningkatan kualifikasi
antara lain pakaian, transpor, buku
pribadi, konsumsi, akomodasi, dan
biaya pribadi lainnya.
Ayat (9)
Cukup jelas
Ayat (10)
Cukup jelas
Ayat (11)
Cukup jelas
Ayat (12)
Cukup jelas
Pasal 43
Ayat (1)
Lembaga penjaminan mutu
pendidikan di setiap provinsi
bekerjasama dengan dinas
pendidikan provinsi/kabupaten/
ota melakukan pendataan guru

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 96


yang perlu mengikuti program
sertifikasi.
Dalam menentukan
perencanaan kebutuhan guru
program sertifikasi di tingkat
nasional menteri mendapatkan
masukan dari unit utama terkait
dalam pendataan dan
peningkatan mutu pendidik dan
tenaga kependidikan.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Cukup jelas.

Ayat (6)
Cukup jelas.
Ayat (7)
Cukup jelas.

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 97


Ayat (8)
Cukup jelas.
Ayat (9)
Yang termasuk biaya personal guru
dalam jabatan sebagai peserta
program sertifikasi antara lain
pakaian, transpor, buku pribadi,
konsumsi, akomodasi, dan biaya
pribadi lainnya.
Ayat (10)
Cukup jelas.
Ayat (11)
Cukup jelas.
Ayat (12)
Cukup jelas.
Pasal 44
Cukup jelas
Pasal 45
Cukup jelas
Pasal 46
Cukup jelas
Pasal 47

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 98


Cukup jelas
Pasal 48
Ayat (1)
Pengangkatan dan penempatan
guru yang dimaksud termasuk
guru yang dipekerjakan pada
satuan pendidikan yang
diselenggarakan oleh
masyarakat.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 49
Cukup jelas
Pasal 50
Cukup jelas

Pasal 51
Cukup jelas
Pasal 52
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 99


Yang dimaksud jam tatap muka
adalah lama waktu pertemuan
pembelajaran tatap muka sesuai
dengan ketentuan kurikulum masing-
masing satuan pendidikan.
Pasal 53
Cukup jelas
Pasal 54
Cukup jelas
Pasal 55
Cukup jelas
Pasal 56
Cukup jelas

RPP GURU 28 MARET 2006 LPMP 100