Anda di halaman 1dari 10

PENGGUNAAN METODE STAD DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MENGKALIBRASI SPRAYER PADA SISWA SMK PERTANIAN NEGERI 1 SURABAYA

PROGRAM PPG TERINTEGRASI (PROGRAM PPGT) FAKULTAS TEKNIK UNIVERITAS NEGERI MALANG 2013

Latar Belakang
Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan untuk mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang maju sangat pesat, maka Mengkalibasi Sprayer mempunyai peranan yang sangat penting, yakni Mengkalibrasi Spayer merupakan salah satu Ilmu dasar yang kegunaannya dan tidak dapat dipisahkan dari Ilmu dalam mengoperasikan sprayer, karena hubungannya sangat erat. Pengajaran Mengkalibrasi Sprayer di sekolah bertujuan agar siswa dapat memperoleh kemampuan berpikir logis, kritis dan sistematis. Melalui pengajaran Mengkalibasi Sprayer, siwa mampu mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara logis dan memiliki keterampilan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari.

Perumusan Masalah
Berdasarkan berbagai permasalahan dalam pembelajaran Mengkalibrasi Spayer yang telah diuraikan dan dibatasai pada latar belakang diatas, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana penedekatan keterampilan proses dengan metode STAD dapat diterapkan dalam proses pembelajaran Mengkalibrasi Spayer pada siswa kelas X SMK Pertanian Negeri 1 Surabaya? 2. Apakah pendekaan keterampilan proses dengan metode STAD yang diterapkan dalam proses pembelajaran Mengkalibrasi Sprayer pada siswa kelas X SMK Pertanian Negeri 1 Surabaya mampu meningkatkan kualitas belajar siswa?

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Mengetahui penerapan metode pembelajaran yang efektif pada mata pelajaran mengkalibrasi sprayer pada siswa kelas X di SMK Pertanian Negeri 1 Surabaya. 2. Meningkatkan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran Mengkalibrasi Sprayer pada siswa kelas

Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut : 1. Jika pembelajaran pada mata pelajaran Mengkalibasi Sprayer menggunakan metode STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMK Pertanian Negeri 1 Surabaya maka H0 di tolak. 2. Jika penerapan pembelajaran model STAD tidak dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran Mengkalibasi Sprayer pada siswa kelas X SMK Pertanian Negeri 1 Surabaya maka H0 di terima

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian tindakan kelas ini antara lain: A. Bagi Lembaga Manfaat penelitian tindakan kelas ini bagi lembaga antara lain: meningkatkan kinerja B. Bagi Guru Manfaat penelotian tindakan kelas ini bagi guru antara lain: meningkatkan keterampilan guru dalam rangka membelajarkan siswa, serta meningkatkan profesionalisme guru. c. Bagi Siswa Manfaat penelitian tindakan kelas ini bagi siswa antara lain: meningkatkan prestasi siswa, kreatifitas siswa, proses belajar siswa, dan kemampuan mengingat siswa.

METODE PENELITIAN
A. RANCANGAN PENELITIAN
Alat dan metode pengumpulann data yang digunakan dalam penelitian adalah tes, observasi dan angket.

B. LOKASI DAN SUBYEK PENELITIAN


Lokasi penelitian ini adalah di SMK Pertanian Negeri 1 Surabaya, sedangkan subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II di SMK Petanian Negeri 1 Surabaya sebanyak 38 siswa

C. PENGUMPULAN DATA
Guru mempersiapkan alat evaluasi yang memuat penilaian afektif dan kognitif (dengan cara tes, observasi dan angket selama pembelajaran berlangsung.

D. ANALISIS DATA Hasil belajar siswa dianalisis berdasarkan ketuntasan belajar siswa, yaitu lebih dari 80% siswa sudah mencapai taraf penguasaan konsep yang diberikan (tuntas). Uji hipotesa terhadap hipotesa yang dikemukakan pada awal penelitian ini akan diuji dengan menggunakan software SPSS/Exel. Data diuji dengan menggunakan statistik dan non parametrik. Untuk menentukan kelas uji coba dan kelas eksperimen, digunakan sampling random sederhana

Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif


1. 2. 3. 4.

5.
6.

Fase 1 (Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa) Fase 2 (Menyampaikan informasi) Fase 3 (Mengorganisasikan siswa ke dalam Kelompok-kelompok belajar) Fase 4 (Membimbing kelompok bekerja Bekerja dan belajar) Fase 5 (Evaluasi) Fase 6 (Memberikan Penghargaan)