Anda di halaman 1dari 102

SISTEM PENCERNAAN

By : Hamidatus Daris S, S.Kep., Ns

Tdd dr apa sistem pencernaan tsb ? Pencernaan merupakan proses yg mengubah bahan makanan menjadi zat yg dapat diserap ke dalam peredaran darah.
Pada sistem pencernaan

Protein

Lemak

Karbohidrat

Air

Garam-garam

Vitamin

Asam amino

Gliserol & lemak

Monosakarida sederhana Terutama glukosa

Proses penting sepanjang saluran pcernaan


1.

2.

3.

4.

5.

Ingesti : masuknya mknn (bolus) ke dlm saluran pcernaan Sekresi : pengeluaran sekret pcernaan u/ mbantu proses digesti, dlm hal ini adl enzim pcernaan Digesti : phancuran bolus baik scr mekanik dan kemis mjd bentuk yg siap diabsorsi o/ villi-villi intestine Absorbsi : penyerapan o/ villi-villi intestine u/ selanjutnya masuk ke dlm sirkulasi Eliminasi : pembuangan zat-zat sisa

Struktur dinding saluran pencernaan


1.

2.

3.

4.

Lap. Serosa mrp lap tluar yg di hub dgn peritoneum Lap. Otot polos longitudinal & sirkuler plexus Aeurbach; bfungsi motorik Lap. Submukosa plexus Meissner; bfungsi sensorik yg kaya akan pbuluh darah, saraf & pbuluh limfatik Lap. Mukosa mrp lap tdalam; tdpt banyak kelenjar yg mensekresi enzim-enzim pcernaan

Sistem perdarahan sal cerna

Sirkulasi darah ke sal pcernaan berasal dr aorta yg bcabang mjd arteri celiac, gastrika, splenik, hepatika, illiaka interna & eksterna, arteri mesentrika superior & inferior 20 % dari Cardiac Output dikirim ke sal cerna u/ mdukung metabolisme Sistem vena tdd : vena gastrika, splenik, dan venavena yg lain yg bermuara ke vena hepatika vena cava inferior kembali ke jantung

Digestive organs categories

Gastrointestinal tract

=digestive tract= alimentary canal


Dentes, lingua, glandula salivatoria, hepar, vesica fellea dan pancreas

Accesory digestive organs

ORGAN SALURAN PENCERNAAN


1. 2. 3. 4. 5.

Oris (mulut) Pharynx Oesofagus Lambung Usus halus :


a) b) c)

Duodenum Jejunum Ileum Caecum Colon ascendens Colon transversum Colon descendens Colon sigmoid

6.

Usus besar :
a) b) c) d) e)

7.
8.

Rektum Anus

ORGAN SALURAN PENCERNAAN

PANKREAS ( FUNGSI EKSOKRIN )

LIVER DAN SISTEM EMPEDU

Anatomi sistem pencernaan

Systema digestivus terdiri:

Cavum oris Pharynx Oesophagus Gaster Intestinum tenue Intestinum crassum

CAVUM ORIS

Rongga mulut (mouth) Merupakan ujung proximal tractus digestivus Fungsinya untuk menghancurkan (mengunyah) makanan

Gigi-gigi dan lidah Kelenjar-kelenjar ludah

Cavum oris terdiri:

Vestibulum oris Cavum oris proprium

Vestibulum oris :

Adalah bagian dari cavum oris yang dibatasi oleh :

lateral : buccae medial : gingiva dan dentes ventral : labium superior et inferior dasar dan atap : mucosa cavum oris

Vestibulum oris :

Tempat muara saluran keluar:

Glandula parotis Glandula buccalis Glandula labialis

Cavum oris proprium :

Batas-batas :

Ventral : gingiva dan dentes Dorsal : isthmus faucium Cranial : palatum Caudal : dasar mulut yang dibentuk dari otot-otot dan jaringan lunak Lateral : dentes + gingival

Antara kedua bagian dari cavum oris tersebut ada hubungannya melalui

spatium interdentale spatium retromolare.

Ke dalam cavum oris bermuara kelenjarkelenjar antara lain :


Gld. Parotis pada vertibulum oris setinggi M2 atas Gld. Submandibularis pada papilla salivatoria sublingualis Gld. Sublingualis pada plica sublingualis dan pada duct. submandibularis.

Labium

Bibir Labium superior & inferior Diliputi epitel berlapis pipih Dibawah epitel terdapat m. orbicularis oris Berwarna merah karena adanya

A. labialis superior A. labialis inferior

Buccae

pipi Mempunyai lapisan:


Kulit Jaringan lemak (corpus adiposum) Bichat Fascia buccopharyngica M. buccinator Submucosa Mucosa

Palatum

Langit-langit Memisahkan cavum oris terhadap cavum nasi Fungsi membantu menghisap Terdiri:

Palatum durum (ventral) Palatum molle (dorsal)

Lidah

Linguae, glosso Jaringan muskuler Lapisan-lapisannya (tractus digestivus):


Mucosa Submucosa Muscularis Pengecapan Bicara Membantu mengunyah dan menelan

Berfungsi

LIDAH

Lidah bag.ant & post dipisahkan o/ sulkus terminalis 4 jenis papil: P. filiformis, P. fungiformis, P. sirkumvalata, P. foliata. Semua papila memp. Saraf sensorik u rasa sentuhasn Semua papila memp.kuncup keczp kec. P. filiformis

Otot-otot lidah:

Intrinsik, mengubah bentuk lidah (tipis, panjang) Extrinsik, menggerakkan lidah

Innervasi otot-otot lidah

N. cranialis XII (N. hypoglossus)

Arterialisasi lidah

A. lingualis (cabang a. carotis externa)

Kelenjar-kelenjar ludah

Glandulae salivatoria Ada


Mayor Minor

Glandula salivatoria mayor

Glandula parotis Glandula submandibularis Glandula sublingualis

Glandula salivatoria minor

Glandula palatina Glandula buccalis Glandula labialis

KELENJAR SALIVA

Penglihatan, penghiduan & pengecapan makanan mencetuskan sekresi saliva o refleks saraf. Saliva mrp campuran sekret dr semua kel.liur & mencapai 1 L dlm 24 jam. Saliva disekresi o/ 3 kel. utama Fg nya : membasahi makanan ,meningkatkan citra rasa.

PRODUKSI SALIVA

SEKRESI SALIVA

GIGI

Gigi primer/susu pd anak 5 buah tiap rahang Erupsi mulai umur 6 bln 2 th Gigi susu tanggal & mulai digantikan dg permanen mulai umur 6 th 12/13 th Gigi tetap/permanen 8 buah tiap rahang Gigi seri / incicivus u memotong Gigi taring / caninus u merobek Gigi premolar & molar u menggerus

MENELAN

Menelan dimulai sbg kerja volunter yg kmd bergabung dg perlahan mjd refleks involunter. Menelan terjadi dlm 3 tahapan :

PROSES MENELAN

PROSES MENELAN

PHARYNX

Tempat persimpangan

Tractus digestivus Tractus respiratorius


Nasopharynx (epipharynx) Oropharynx (mesopharynx) Laryngopharynx (hypopharynx)

Terdiri:

Pharynx

Panjang lebih kurang 12 cm Dari basis cranii sampai tepi bawah cartilago cricoid (setinngi vertebra cervicalis VI) Melanjutkan diri sebagai oesophagus Terdiri jaringan fibromusculer lapisan,: mucosa, submucosa, muscularis, tunica adventia

Faring

Faring adl rongga dibawah tenggorokan yg mrp sal bsama u/ sist pcernaan & sist pnafasan Didlm dinding sisi faring tdpt tonsil (organ limfoid yg mrp bag dr tim ptahanan tubuh) Motilitas yg bkaitan dgn faring & esofagus adl menelan (deglution), yg mrp keseluruhan proses pemindahan mknn dr mulut mll esofagus ke dlm lambung 3 tahap dlm proses menelan : fase volunter/bukal, fase faringeal, fase esofageal

Innervasi otot-otot pharynx

Semua oleh n. cranialis X (n. vagus) Kecuali m. stylopharyngeus oleh n. cranialis IX (n. glossopharyngeus)

Fungsi pharynx

Kontraksi pharynx sehingga mendorong bolus dari oral ke arah anal

OESOPHAGUS

Panjang 25 30 cm Setinggi vertebra cervicalis VI sampai vertebra thoracalis X Terletak selalu di ventral columna vertebralis Terdiri

Pars cervicalis (15 cm dari baris gigi depan) Pars thoracalis Pars abdominalis (40 cm dari gigi baris depan)

Innervasi oesophagus

N. cranialis X (n. vagus), yang membentuk plexus oesophagicus Nn. splanchnici

Esofagus

Merupakan tabung berotot dengan panjang 2025 cm. Dimulai dari faring, thorax, menembus diafragma dan masuk ke dalam abdomen bersambung dengan lambung. Terletak di belakang trakhea di depan vertebra.

49

Struktur Esofagus

Terdiri dari 4 lapisan : Jaringan ikat yang longgar 2 lapis otot : sirkuler & longitudinal Lapisan sub mukosa mukosa
50

Pergerakan Pada Esofagus

Esofagus dilapisi otot2 sirkuler & longitudinal sehingga meimbulkan gerakan peristaltik. Bolus makanan bergerak masuk ke lambung karena peristaltik & gaya gravitasi.

51

Esophagus

Gaster

52

Peritoneum

54

GASTER

Intraperitoneal Bagian-bagiannya:

Cardia Fundus Corpus Pylorus

Gaster

Mudah mengembang, sehingga bentuknya bervariasi, biasanya berbentuk huruf J dan sangat mobile Fiksasi

Pada cardia Omentum minus Mencampur makanan secara mekanis Secara kimiawi (pepsin)

Fungsi

Gaster (lambung)

Terletak di daerah epigastrik dan sebagian di sebelah kiri hipokondrik dan umbilikal. Bagian atas disebut fundus dan bagian bawah disebut antrum pilorik. Berhubungan dengan esofagus melalui spinkter kardia dan duodenum melalui spinkter pilorik.

57

Struktur Lambung

Lapisan peritoneal yang merupakan lapisan serosa Lapisan otot Lapisan longitudinal yg bersambung dgn esofagus Lapisan sirkuler yg paling tebal dan terletak di pilorik membentuk spinkter. Lapisan obliq yg terdapat pada bagian fundus dan berjalan mulai dari orifisium kardiak, membelok ke bawah melalui kurvatura minor. Lapisan sub mukosa terdiri dari jaringan areolar yg banyak mengandung pembuluh darah dan limfe. Lapisan mukosa berbentuk rugae (kerutan), dilapisi epitelium silindris yg mensekresi mukus.
58

Rugae Pada Lambung

60

61

Kelenjar Pada Lambung


Glandula cardiacae Menghasilkan mukus Glandula gastricae Menghasilkan pepsin dan asam lambung (HCl) Glandula pyloricae Menghasilkan hormon
62

Pencernaan Pada Lambung

Terjadi gerakan pada lambung yg berfungsi mencampur makanan dgn sekret lambung & mengosongkan makanan. Makanan bercampur dgn sekret lambung menjadi chyme. Sekresi lambung : mukus, asam lambung, tripsin, lipase, amilase & protease.
63

SEKRESI ASAM LAMBUNG

Gastric Mucus-Bicarbonate Barrier

INTESTINUM

Intestinum tenue (6 m)

Duodenum Jejenum (2/5) Ileum (3/5)


Caecum & appendix Colon ascendens, transversum, descendens, sigmoid Rectum & anus

Intestinum crassum

Usus Halus

Merupakan lanjutan lambung yang terbentang mulai pilorik sampai ileosaekal dengan panjang + 7 m. Menempati sebagian besar rongga abdomen terletak di bawah lambung dan hati. Terdapat ductus choledocus dan ductus pancreaticus. Terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum

72

73

Struktur Usus Halus

Lapisan mukosa Sangat luas karena terdapat lipatan2 mukosa dan vili serta mikrovili yang memudahkan terjadinya absorpsi. Lapisan sub mukosa Terdiri dari anyaman pembuluh darah dan saraf (pleksus sub mukosa meissner) Lapisan otot Terdiri dari lapisan otot longitudinal dan sirkuler. Lapisan serosa
74

Sekresi mukosa usus halus


Enterokinase : mubah tripsinogen pankreas mjd tripsin aktif Peptidase : bekerja pd pepton & mengubahnya mjd asam amino Maltase : mubah maltosa mjd gula sederhana, spt : glukosa Sukrase : mubah gula tebu (sukrosa) mjd gula sederhana Laktase : mubah laktosa mjd gula sederhana Lipase : melengkapi perubahan lemak mjd asam lemak & gliserol

Pencernaan Pada Usus Halus

Bolus makanan dari lambung sangat asam, dinetralkan oleh enzim pankreas (proteolistik, lipase, amilase, ion bikarbonat & air) Terjadi emulsi lemak oleh garam empedu untuk memudahkan absorpsi lemak. Nutrient diabsorpsi melalui mikrovili. Bolus bergerak karena gerakan segmental dan peristaltik.
76

Proses Pencernaan Makanan

Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pancreas. Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amylase pancreas menjadi disakarida. Disakarida kemudian diuraikan oleh disakaridase menjadi monosakarida, yaitu glukosa. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
77

Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton, maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah. Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiranbutiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh

78

Usus Besar (Colon)

Merupakan lanjutan usus halus berbentuk U terbalik terdiri dari appendiks vermiformis, colon asendens, colon trasversum, colon desendens, colon sigmoid dan rectum. Panjangnya sekitar 140 cm mulai dari valvula ileosaekal sampai anus.

79

Fungsi Kolon

Menyerap air selama proses pencernaan. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli. Membentuk massa feses Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.

80

Rektum dan Anus


Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.

81

Hepar

Kelenjar terbesar dalam tubuh Pada pria 1400-1800 gram Pada wanita 1200-1400 gram Permukaan licin: normal Permukaan berbenjol: keganasan Permukaan berkerut: cirrhosis hepatis

Hepar

Mempunyai 2 permukaan

Facies diaphragma Facies visceralis/caudalis

Mempunyai 2 lobus

Fungsi hepar

Kelenjar eksokrin menghasilkan empedu yang disimpan dalam vesica felea Kelenjar endokrin (bagian RES), misal detoksifikasi, metabolisme

Aliran darah hepar

Nutritif

Cabang-cabang a. hepatica propria


Cabang-cabang vena porta

Fungsional

Aliran limphe

Sebagian menyertai arteri ke porta hepatis lnn. Coeliaca Sebagian langsung ke permukaan hepar ke lnn. Sternalia/parasternalis, sekitar vassa mammaria interna

Kel pankreas (sbg organ eksokrin)


Kelenjar pankreas sbg organ eksokrin mensekresi enzim-enzim pencernaan berupa getah pankreas, yaitu : Tripsinogen (non aktif), diubah mjd tripsin (aktif) oleh enterokinase mubah pepton & protein mjd asam amino Amilase mengubah zat pati mjd maltosa Lipase mengubah lemak mjd asam lemak & gliserol stlh empedu mengemulsi lemak

Sekresi empedu

Empedu dihasilkan oleh hepar yg secara terus menerus disekresikan kekandung empedu mll duktus-duktus (saluran) Aliran sekresi empedu : duktus hepatikus kanan & kiri duktus hepatikus komunis duktus sistikus duktus koledokus bgabung dgn duktus pankreatikus ampula vatery duodenum

Pembentukan feses & Refleks Defekasi :

Umumnya gerakan usus besar berlangsung lambat & nonpropulsif. Metode motilitas utama yg digunakan kolon adl kontraksi haustra yg dimulai oleh ritmisitas otonom sel-sel otot polos kolon & dikontrol oleh refleks-refleks lokal yg melibatkan pleksus intrinsik Gerakan ini scr perlahan mengaduk isi kolon mll gerakan maju mundur yg menyebabkan isi kolon terpajan ke permukaan absortif 3-4 X sehari, umumnya stlh makan tjd pe nyata motilitas, yaitu kontraksi simultan segmen-segmen besar dikolon asenden & transversum shg dlm bbrp detik feses terdorong 1/3 dr panjang kolon. Kontraksi ini disebut gerakan massa (mass movement)

Saat gerakan massa dikolon mendorong ke dlm rektum, tjd peregangan rektum yg kmdn merangsang reseptor regang di dinding rektum dan memicu refleks defekasi Refleks ini disebabkan oleh sfingter anus internus melemas, rektum & kolon berkontraksi lebih kuat yg diikuti oleh melemasnya sfingter anus eksternus shg terjadi defekasi Defekasi biasanya dibantu oleh gerakan mengejan volunter yg melibatkan kontraksi simultan otot-otot abdomen & eksipirasi paksa dgn glotis dlm posisi tertutup Manuver ini menyebabkan peningkatan tekanan intraabdomen yg mbantu pengeluaran feses.

Flatus (gas usus)

Gas ini terutama berasal dr 2 sumber : udara yg tertelan selama makan (500ml) dan gas yg dihasilkan oleh fermentasi bakteri dikolon Adanya gas yg tersaring mll lumen menimbulkan suara berdeguk (borborigmi) Sebagian besar gas dikolon disebabkan oleh aktivitas bakteri, yg kuantitas & sifat gasnya bergantung pd jenis mknn & karakteristik bakteri dikolon U/ melaksanakan ekspulsi gas, otot-otot abdomen & sfingter anus eksternus scr volunter dan simultan berkontraksipe tek otot-otot abdomen shg melawan kontraksi sfingter anus mendorong udara keluar dgn kecepatan tinggi mll lubang anus (yg mbtk celah) tepi-tepi lubang anus bergetar menimbulkan suara bernada rendah yg khas menyertai keluarnya gas

Gangguan sistem pencernaan

Apendikitis Diare Konstipasi Maldigesti Parotitis Gastritis Xerostomia

98

Byebye.

102