Anda di halaman 1dari 4

4. PROGRAM PEMERIKSAAN RINCI PENILAIAN EFISIENSI, EFEKTIVITAS DAN EKONOMI A.

Audit Ekonomi Audit ekonomi dan efisiensi bertujuan untuk menentukan bahwa suatu entitas telah memperoleh, melindungi, menggunakan sumber dayanya (karyawan, gedung, ruang dan peralatan kantor) secara ekonomis dan efisien. Untuk dapat mengetahui apakah organisasi telah menghasilkan output yang optimal dengan sumber daya yang dimilikinya, auditor dapat membandingkan output yang telah dicapai pada periode yang bersangkutan dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, kinerja tahun-tahun sebelumnya dan unit lain pada organisasi yang sama atau pada organisasi yang berbeda. Hasil dari analisis penilaian ekonomi RSUD DR. SENTOSA: (Lampiran 1) Asumsi dari data diatas biaya untuk membandingkan input adalah dengan menggunakan biaya investasi, berikut adalah beberapa temuan, rekomendasi, dan hasil audit terkait dengan hasil analisis ekonomi:

Temuan Besarnya input yang diproksikan dengan biaya anggaran dan biaya untuk memperoleh yang diproksikan dengan biaya investasi bahwa biaya investasi lebih kecil dibanding dengan investasi yang dilakukan

Hasil Audit Pada anggaran biaya menunjukkan nilai Rp78,031,606,000.00

Rekomendasi Dari temuan ini diharapkan agar di masa datang investasi

Dan biaya investasi untuk RSUD DR. menunjukkan Rp29,078,000,000.00 SENTOSA ditingkatkan secara maksimal dengan penghematan.

B. AUDIT EFISIENSI

Efisiensi merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan. Dapat disimpulkan bahwa ekonomi mempunyai arti biaya terendah, sedangkan efisiensi mengacu pada rasio terbaik antara output dengan biaya (input). Karena output dan biaya diukur dalam unit yang berbeda, maka efisiensi dapat terwujud ketika dengan sumber daya yang ada dapat dicapai output yang maksimal atau output tertentu dapat dicapai dengan sumber daya yang sekecil-kecilnya. Hasil dari analisis efisiensi dapat dilaihat pada table berikut: (Lampiran 2) Berikut adalah hasil temuan, rekomendasi, dan hasil audit yang telah dilakukan:

Temuan Secara keseluruhan besarnya output dan input menunjukkan bahwa input lebih kecil dari output hal ini menunjukan tingkat keefisienan di RSUD DR. SENTOSA sudah terwujud, namun ada sebagian kecil dari hasilnya menunjukkan bahwa input lebih besar hal ini ditunjukkan pada unit kerja instalasi rehab medic, sanitasi dan laundry, instalasi sarana prasarana RS, instalasi gizi, instalasi rekam medic, instalasi teknologi informasi dan instalasi bagian dan bidang.

Hasil Audit Dapat dilihat pada table diatas besarnya input dan output.

Rekomendasi Untuk nilai input yang lebih besar dari output diharapkan kinerjanya ditingkatkan dengan koordinasi yang bagian di tiap unit kerja, sistem informasi di unit kerja dikaji ulang.

C. AUDIT EFEKTIVITAS Efektivitas berkenaan dengan dampak suatu output bagi pengguna jasa. Untuk mengukur efektivitas suatu kegiatan harus didasarkan pada kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika hal ini belum tersedia, auditor bekerja sama dengan manajemen puncak dan badan pembuat

keputusan untuk menghasilkan kriteria tersebut dengan berpedoman pada tujuan pelaksanaan suatu program. Meskipun efektivitas suatu program tidak dapat diukur secara langsung, ada beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan suatu program, yaitu mengukur dampak/pengaruh, evaluasi oleh konsumen dan evaluasi yang menitikberatkan pada proses, bukan pada hasil. Tingkat komplain dan tingkat permintaan dari pengguna jasa dapat dijadikan sebagai pengukuran standar kinerja yang sederhana untuk berbagai jasa. Evaluasi terhadap pelaksanaan suatu program hendaknya mempertimbangkan apakah program tersebut relevan atau realistis, apakah ada pengaruh dari program tersebut, apakah program telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan apakah ada cara-cara yang lebih baik dalam mencapai hasil. Berikut ini adalah hasil dari analisis efektivitas dari RSUD DR. SENTOSA:

Efektivitas: Membandingkan antara output dengan outcomenya Outcome: Tercapainya pelaksanaan standar pelayanan minimal (SPM) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Unit kerja Instalasi Gawat Darurat Instalasi Rawat Jalan Instalasi Rawat Inap Instalasi Rawat Intensif Instalasi Bedah Sentral Instalasi Laboratorium Instalasi Radiologi Instalasi Rehab Medik Instalasi Forensik dan Medicolegal Instalasi Farmasi Persentase 70% 90% 90% 90% 90% 90% 90% 80% 90% 90%

11 12 13 14 15 16 17

Instalasi Sanitasi/Laundry Instalasi Diklat Instalasi Sarana dan Prasarana RS Instalasi Gizi Instalasi Rekam Medik Instalasi Teknologi Informasi Bagian dan Bidang

90% 90% 90% 90% 90% 90% 90%

Kesimpulan: Secara keseluruhan efektivitas dari tiap unit kerja sudah memadai, hanya perlu ditingkatkan, agar dapat mencapai outcome 100%.