P. 1
laporan pertumbuhan kecambah

laporan pertumbuhan kecambah

|Views: 525|Likes:
Dipublikasikan oleh Yulia Windarsih
FISTUM
FISTUM

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Yulia Windarsih on Mar 05, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2014

pdf

text

original

Laporan

FISIOLOGI TUMBUHAN
“Pertumbuhan Dan Perkembangan Kecambah”

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 4 YULIA WINDARSIH ASRAWATI NURHIDAYAH SADILA ROSDIANA SAMSIAR JISMA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVESITAS TADULAKO 2012

1

I. TUJUAN Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati laju pertumbuhan akar tanaman.

II. DASAR TEORI 1. Pertumbuhan Proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume atau jumlah) yang bersifat irreversible. Pertumbuhan merupakan proses kuantitatif. Alat untuk mengukur pertumbuhan disebut auksanometer. Jenis pertumbuhan dan perkembangan : a. Pertumbuhan Primer Pertumbuhan yang menyebabkan batang batang dan akar tumbuhan bertambah tinggi atau panjang. Diawali dengan pembelahan sel di daerah meristem apikal, meristem apikal terbagi atas 3 daerah yaitu daerah pembelahan, daerah pemanjangan dan daerah differensiasi. Teori tentang perkembangan meristem apikal diterangkan dengan teori histogen dan teori tunika korpus - teori tunika korpus Teori yang menyatakan bahwa titik tumbuh akar dan batang pada tumbuhan terdiri atas 2 zona yang terpisah susunannya, yaitu tunika dan korpus. Tunika merupak lapisan terluar, yang selanjutnya berkembang menjadi jaringan primer. Korpus adalah bagian pusat titik tumbuh yang memiliki kemampuan membelah ke segala arah. teori tunika korpus dikemukakan oleh ahli botani Schmidt. - Teori histogen Titik tumbuh akar dan batang pada tumbuhan disebut dengan histogen. Histogen terdiri dari plerom (bagian pusat akar dan batang yang akan menjadi empulur dan fasis), germatogen (Lapisan terluar yang akan menjadi epidermis) dan periblem (lapisan yang akan menjadi korteks). teori ini dikemukakan oleh Hanstein. b. Pertumbuhan Sekunder Pertumbuhan yang menyebabkan akar dan batang bertambah lebar. Pertumbuhan ini disebabkan adanya pembelahan pada jaringan meristem sekunder (meristem lateral. Ada dua macam meristem lateral yaitu Kambium vaskuler (terletak diantara xilem dan floem, yang menyebabkan pembelahan sel ke arah dalam membentuk sekunder, dan membelah ke arah luar membentuk floem sekunder sehingga batang tambah membesar) dan kambium gabus (disebut juga felogen terletak dibawah epidermis dekar kolenkima yang berfungsi menebalkan batang, sehingga epidermis lebih kedap terhadap air). 2. Perkembangan Perkembangan merupakan proses perubahan yang menyertai pertumbuhan, menuju tingkat pemetangan atau kedewasaan makhluk hidup. proses perubahan secara berurutan adalah dari spesialiasi, diferensiasi, histogenesis, organogenesis dan gametogenesis) Perkembangan merupakan proses kualitatif yang tidak dapat di ukur.

2

Struktur biji : Biji terdapat dalam buah, biji berkembang dari bakal biji yang dibuahi dan mengandung embrio serta cadangan makanan. Berdasarkan letak cadangan makanan, ada biji berendosperm atau beralbumin (jagung) dan ada yang tak berendosperm atau biji eksalbumin (biji bunga matahari) Perkecambahan Tahapan pertumbuhan dan perkembangan : Pembelahan sel (cleavage) : Jumlah bertambah banyak Spesialisasi: sel-sel yang sejenis berkelompok Diferensiasi sel : Sel-sel mengalami perbedaan bentuk dan fungsi Organogenesis sel: proses pembentukkan organ-organ tumbuhan Morfogenesis sel: Organ satu dengan yang yang lain memiliki kekhususan dalam bentuk dan fungsi

1. 2. 3. 4. 5.

Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan biji menjadi makhluk hidup baru. Jenis perkecambahan berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dibedakan atas: - Perkecambahan tipe epigaeal Perkecambahan yang ditandai dengan posisi kotiledon berada di atas permukaan tanah. Biasanya terjadi pada tanaman dikotil - Perkecambahan tipe hipogaeal Perkecambahan yang ditandai dengan posisi kotiledon (biji) tetap berada di dalam tanah. Biasanya terjadi pada tanaman monokotil. Perkecambahan adalah tumbuhnya embrio dalam biji secara perlahan menjadi tumbuhan dewasa. Perkecambahan dipengaruhi oleh faktor eksternal (kadar air, suhu, oksigen, dan cahaya) dan faktor internal (hormon, kematangan embrio, dann sifat dormansi biji). Urutan proses perkecambahan: Masuknya air kedalam biji > imbibisi Aktifnya enzim-enzim untuk proses metabolisme , membongkar cadangan makanan dalam kotiledon / endosperm > Hasil pembongkaran berupa sumber energi sebagai bahan penyusun komponen sel, dan pertumbuhan embrio > Embrio tumbuh dann berkembang. Faktor Internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan : 1. Genetik (hereditas) Gen adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat dalam sel makhluk hidup. Gen bekerja untuk mengkodekan aktivitas dan sifat yang khusus dalam pertumbuhan dan perkembangan. 2. Enzim Enzim merupakan suatu makromolekul (protein) yang mempercepat suatu reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup(Biokatalisator). Suatu rangkaian reaksi dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung hanya melibatkan satu jenis enzim.Perbedaan jenis gen menyebabkan terjadinya perbedaan respons pertumbuhan terhadap kondisi lingkungan yang sama. 3. Hormon (fitohormon) Hormon merupakan zat pengatur tumbuh, yaitu molekul organik yang dihasilkan oleh satu bagian tumbuhan dan ditransportasikan ke bagian lain yang dipengaruhinya. Hormon

3

dalam konsentrasi rendah menimbulkan respons fisiologis. Terdapat 2 kelompok hormon yaitu : a. Hormon pemicu pertumbuhan (auksin, Giberelin dan sitokinin) b. Hormon penghambat pertumbuhan (asam absisat, gas etilen, hormon kalin dan asam traumalin Hormon auksin banyak diproduksi di jaringan meristem. Kadar auksin dipengaruhi oleh cahaya matahari, dan auksin mempengaruhi percepatan pembelahan sel pada daerah meristem apical. Struktur auksin Struktur yang paling dikenal adalah IAA (Indol Acetik acid), yang mirip dengan asam amino triptophan. Aktivitasnya dihambat oleh cahaya matahari Auksin disintesis di meristem apikal, daun-daun muda dan biji. Fungsi hormon Auksin yaitu Merangsang pemanjangn sel pada daerah titik tumbuh, Merangsang pembentukkan akar, Merangsang pembentukkan buah tanpa biji (partenokarpi) Merangsang differensiasi jaringan pembuluh Merangsang absisi ( pengguguran pada daun) Berperan dalam dominansi apikal. Hormon Giberelin pemanfaatannya secara umum menyebabkan pertumbuhan raksasa. Fungsi Giberelin yaitu Merangsang pemanjangan batang dan pembelahan sel Merangsang perkecambahan biji Memecah dormansi biji Merangsang pembungaan dan pembuahan. Hormon Sitokinin pemanfaatannya secara umum menyebabkan pertumbuhan tunastunas samping (lateral) sehingga tanaman menjadi rimbun. Fungsi Sitokinin Bersama auksin, dan giberelin merangsang pembelahan dan pemanjangan sel, Menghambat dominansi apikal oleh auksin, Merangsang pertumbuhan kuncup lateral, Merangsang pemanjangan titik tumbuh, Mematahkan dormansi biji serta merangsang pertumbuhan embrio, Merangsang pembentukan akar cabang, Menghambat pertumbuhan akar adventive, Menghambat proses penuaan (senescence) daun, bunga dan buah dengan cara mengontrol proses kemunduran yang menyebabkan kematian sel-sel daun. Hormon Asam Absisat (ABA) adalah hormon yang menyebabkan kerontokan pada daun dan buah. Fungsi Hormon Asam Absisat (ABA) Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan di daerah titik tumbuh, Memacu pengguguran daun pada saat kemarau untuk mengurangi penguapan air, Membantu menutup stomata daun untuk mengurangi penguapan, Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan sel bahkan menghentikannya, Memicu berbagai jenis sel tumbuhan untuk menghasilkan gas etilen, Memacu dormansi biji agar tidak berkecambah. Hormon gas etilen dalam pembentukkannya, gas etilen dipengaruhi oleh O2 dan dihambat oleh CO2 Fungsi hormon gas etilen yaitu Mempercepat pematangan buah, Menghambat pemanjangan akar, batang dan pembungaan, Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokoh dann tebal, Merangsang proses absisi Interaksi antara etilen dengan auksin memacu proses pembungaan, Interaksi antara etilen dengan giberelin mengontrol rasio bunga jantan dengan bunga betina pada tumbuhan monoceus. Hormon Luka/Kambium luka/Asam traumalin Hormon yang merangsang sel-sel daerah luka menjadi bersifat meristematik sehingga mampu mengadakan penutupan bagian yang luka Vitamin B12 9riboflavin), piridoksin (vit. B6) asam ascorbat (vit. C), thiamin (vitamin B1), asam nikotinat merupakan jenis vitamin yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pertumbuhan dan perkembangan Vitamin berperan sebagai kofaktor.

4

Hormon Kalin Dihasilkan pada jaringan meristem. Memacu pertumbuhan organ tubuh tumbuhan Jenisnya adalah: a. Fitokalin : memacu pertumbuhan daun b. Kaulokalin: memacu pertumbuhan batang c. Rhizokalin: memacu pertumbuhan akar d. Anthokalin: memacu pertumbuhan bunga dan buah e. Florigen hormon tumbuhan yang khusus merangsang pembentukan bunga Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan antara lain: 1. Unsur hara Kebutuhan unsur hara untuk proses pertumbuhan dan perkembangan. Unsur makro adalah Unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah banyak: C, H, O, N, S, P K, S, Ca, dan Mg. Unsur mikro adalah hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit: Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, Cl dan Ni. Unsur karbon diambil tumbuhan dalam bentuk CO2 Unsur hidrogen diambil tumbuhan dalam bentuk H2O Oksigen diambil tumbuhan dalam bentuk CO2. H2O dan O2 Unsur C, H, dan O merupakan unsur utama penyusun Karbohidrat, lemak dan protein Gejala Kekurangan unsur hara disebut defisiensi. 2. Suhu Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh suhu Suhu yang baik untuk pertumbuhan adalah sushu optimum Pertumbuhan dan perkembangan akan terhambat bila berada pada suhu minimum dan maksimum Vernalisasi adalah peningkatan perkecambahan atau pembungaan oleh suhu rendah Istilah vernalisasi diperkenalkan oleh Trofim Denisovich Lysako tahun 1920. 3. Kelembaban Kelembaban tanah dan kelembaban udara mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tanah yang lembab dan udara yang kering mempercepat pertumbuhan dan perkembangan. 4. Cahaya Cahaya (merah, biru, nila dan violet) berperan sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis. Pertumbuhan kecambah ditempat yang teduh akan berlangsung cepat, tetapi abnormal yaitu etiolasi. Daun tanaman yang terkena cahaya lebih kecil dan mesofilnya lebih tebal dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya. Stomata tanaman yang terkena cahaya ukurannya kecil dengan jumlah yang banyak dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya. Akar tanaman yang terkena cahaya lebih lebat dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya Efek fotoperiodisme, merupakan respon tumbuhan terhadap panjang pendek sinar matahari. Fotoperiodisme pada tumbuhan dikendalikan oleh fitokrom (sterling B. Hendrik) Berdasarkan respos tumbuhan terhadap panjang pendeknya waktu penyinaran, tumbuhan dibedakan atas: Tumbuhan hari pendek ) short day plant) Tumbuhan yang berbunga ketika siang hari kurang dari 12 jam Tumbuhan hari panjang (long day plant) Tumbuhan yang berbunga ketika siang hari lebih panjang dari 12 jam Tumbuhan hari netral (neutral day plant) Tumbuhan yang berbunga tidak dipengaruhi oleh panjang pendeknya penyinaran matahari.

5

5. Air Air merupakan senyawa yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Air sebagai pelarut unsur hara dalam tanah, dan memelihara temperatur tanah. Pertumbuhan berlangsung efektif pada malam hari, karena kandungan air dalam tumbuhan lebih tinggi dari pada siang hari. 6. pH pH sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Pada kondisi pH normal, kandungan unsur-unsur yang diperlukan seperti Ca, Mg, P dan K cukup tersedia. pH asam memiliki kandungan unsur Al, Mo, Zn yang dapat meracuni tumbuhan.

III. ALAT DAN BAHAN Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :  Alat 1. Gelas Aqua 2. Polibag 3. Mistar 4. Alat tulis menulis  Bahan 1. Kapas 2. Air 3. Kacang tanah 4. Kacang hijau 5. Kacang merah 6. Jagung 7. Batang ubi kayu

IV. PROSEDUR KERJA Adapun prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut : Menyediakan alat dan bahan yang diperlukan. Merendam selama semalam biji yang akan ditanam. Memasukkan kapas kedalam gelas aqua dan membasahinya. Menanam biji didalam gelas aqua dan menutupnya lagi dengan kapas basah. Melakukan pengamatan selama 7 hari, dan mengukur serta mengamati pertumbuhan dan perkembangan kecambah dari biji.

1. 2. 3. 4. 5.

6

V. HASIL PENGAMATAN Data hasil pengamatan: Tinggi (cm) No 1. 2. 3. 4. Bahan Kacang hijau Kacang merah Kacang tanah Jagung
1 18/11/2012 2 19/11/2012 3 20/11/2012 4 21/11/2012 5 22/11/2012 6 23/11/2012 7 24/11/2012

1,3 cm 0 0,6 cm 0

5,5 cm 0 1,7 cm 0,8 cm

9,5 cm 0,5 cm 2 cm 2,4 cm

20,5 cm 1,7 cm 2,5 cm 6,8 cm

27,2 cm 3,6 cm 4,5 cm 12,3 cm

30,3 cm 13,7 cm 8,8 cm 19,2 cm

31,8 cm 24,6 cm 15,8 cm 26,1 cm

Batang 5. ubi 0 0 0 0 0 0 kayu Ket.: Semua kacang-kacangan, jagung, dan batang ubi ditanam pada 17 November 2012

0

7

VI. PEMBAHASAN Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi (berarti "minum"). Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik. Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan mitosis, seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula makin besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah. 1. Kacang Hijau Pada pengamatan kacang hijau, dihari pertama pengamatan setelah penanaman, biji telah mengalami perubahan yaitu dengan adanya bakal akar dan bakal tunas. Pada pengamatan hari ke-1 tinggi batang = 1,3 cm, hari ke-2 tinggi batang = 5,5 cm, hari ke-3 tinggi batang = 9,5 cm, hari ke-4 tinggi batang = 20,5 cm, hari ke- 5 tinggi batang = 27,5, hari ke-6 tinggi batang = 30,3 cm, dan hari ke-7 tinggi batang = 31,8 cm. Pengukuran tinggi dilakukan mulai dari pangkal batang sampai ke pucuk. Rata-rata pertumbuhan pertambahan panjang kecambah kacang hijau yang diamatai selama 7 hari adalah 18 cm. Pertambahan tinggi tampak pesat pada kacang hijau, hal ini disebabkan karena tempat penyimpanan gelas diruang yang kurang cahaya sehingga auksin pada kecambah sangat aktif dan menyebabkan tinggi kecambah tumbuh lebih panjang. Selain hormon auksin, kelembaban juga berpengaruh pada perkecambahan, kelembaban dari kapas menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada kecambah, karena banya air yang terserap oleh biji dan mengaktifkan enzim-enzim pertumbuhan. Enzim berfungsi mempercepat reaksi dalam biji. Kacang hijau proses perkecambahannya sangat cepat karena ukuran biji yang kecing sehingga memudahkan air masuk dan mengaktifkan enzimnya. Tipe perkecambahan kacang hijau adalah epigeal, yaitu hipokotil tumbuh memanjang sehingga kotiledon ikut terangkat ke permukaan. 2. Kacang merah Pada pengamatan kacang merah, selama pengamatan hari ke-1 dan ke-2 tidak ada tanda-tanda untuk perkecambahan. Pada hari-3 muncul bakal akar, dan beberapa jam kemudian tumbuh bakal tunas dengan panjang 0,5 cm. Pada hari ke-4 tinggi batang = 1,7 cm, pada hari ke-5 tinggi batang = 3,6 cm, pada hari ke-6 tinggi batang = 13,7 cm, dan pada hari ke-7 tinggi batang = 24,6 cm. Pertumbuhan kacang merah lebih lambat daripada kacang hijau, karena kacang merah memiliki ukuran yang jauh lebih besar daripada kacang hijau, sehingga membutuhkan waktu lebih untuk proses imbibisi untuk mengaktifkan enzim pertumbuhannya. Selain ukuran yang besar, kulit biji kacang merah cukup keras, sehingga bakal akar dan bakal daun harus memiliki sumber energi yang cukup banyak untuk

8

menembusnya. Tipe perkecambahan kacang merah adalah epigeal, yaitu hipokotil tumbuh memanjang sehingga kotiledon ikut terangkat ke permukaan. 3. Kacang tanah Pada pengamatan kacang tanah, pada hari ke-1 belum ada perkecambahan. Pada hari2 muncul bakal akar dan bakal tunas 1,7 cm. Pada hari-3 2 cm, pada hari ke-4 2,5 cm, pada hari ke-5 4,5 cm, pada hari ke-6 8,8 cm dan pada hari ke-7 15,8 cm. Pertumbuhan perkecambahan pada kacang tanah lebih lambat daripada kacang hijau karena ukuran bijinya yang lebih besar. Tetapi perkecambahan kacang tanah lebih cepat daripada kacang merah karena kulit yang membungkus biji kacang tanah lebih mudah ditembus, yaitu berupa selaput. Tipe perkecambahan kacang tanah yaitu epigeal. 4. Jagung Pada pengamatan jagung, pada hari ke-1 belum menunjukkan tanda perkecambahan. Pada hari ke-2 ada perkecambahan dengan panjang 0,8 cm. Pada hari ke-2 tinggi batang = 0,8 cm. Pada hari ke-3 tinggi batang = 2,4 cm, pada hari ke-4 tinggi batang = 6,6 cm, pada hari ke-5 tinggi batang = 12,3 cm, pada hari ke-6 tinggi batang = 19,2 cm dan pada hari ke-7 tinggi batang = 26,1 cm. Perkecambahan pada jagung juga agak lambat karena ukurannya dan kulit bijinya yang sukar ditembus. Tipe perkecambahan jagung adalah hipogeal, yaitu pertumbuhan epikotil yang menembus tanah. 5. Batang ubi kayu Pada pengamatan batang ubi kayu, tidak ada tanda tunas akan muncul. Hal ini disebabkan karena batang ubi kayu yang digunakan sudah cukup tua sehingga sulit untuk memulai pertunasan, batangnya pun tampak kering, sehingga dimungkinkan bahwa selselnya banyak yang telah mati dan menjadi berkayu.

9

VII.

KESIMPULAN

 

Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari laporan ini adalah sebagai berikut : Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan biji menjadi makhluk hidup baru. Perkecambahan Tahapan pertumbuhan dan perkembangan : 1. Pembelahan sel (cleavage) : Jumlah bertambah banyak 2. Spesialisasi: sel-sel yang sejenis berkelompok 3. Diferensiasi sel : Sel-sel mengalami perbedaan bentuk dan fungsi 4. Organogenesis sel: proses pembentukkan organ-organ tumbuhan 5. Morfogenesis sel: Organ satu dengan yang yang lain memiliki kekhususan dalam bentuk dan fungsi Faktor yang mempengaruhi proses perkecambahan antara lain : 1. Faktor internal yaitu Genetik (hereditas), Enzim, dan Hormon (fitohormon). 2. Faktor eksternal yaitu Unsur hara, Suhu , Kelembaban , Cahaya , Air , dan pH.

10

VIII. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2011. Perkecambahan. http://id.wikipedia.org/wiki/Perkecambahan (Diakses 29 November 2012) Anonim. 2010. Pertumbuhan dan perkembangan. http://id.scribd.com/doc/47066084/MAKALAH-BIOLOGI-2 (Diakses 29 November 2012) Sasmitamiharja, D. dan Siregar, H.A. 1994. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. FMIPA-ITB. Yogyakarta.

11

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->