Anda di halaman 1dari 2

SULUK SUNAN KALI JAGA

http://pesanggrahanjagadwali.blogspot.com/ 2010/02/suluk-sunan-kali-jaga.html Seorang wali Alloh yang santun dan arif billah,mengajarkan berbagai ilmu dan ajaran bijak, salah satunya yakni doa/(KIDUNG RUMEKSA ING WENGI) atau doa untuk menjaga keselamatan di malam hari. sebelum ritual doa ajaran para wali menganjurkan untuk melakukan Mutih. Yakni upaya menahan hawa nafsu dalam hidup kita sehari-hari.agar berperilaku yang makruf pada sesama. Mutih itu di maksudkan mengurangi mkan, yang di makan hanya ubi-ubian yang tawar rasanya. Dan minumpun cukup air tawar'tak ada asin dan manis, berapa lamanya?adalah menurut kemampaun, bisa 3 / 7/21/40 hari,agar cukup menurunkan dorongan emosi hawa nafsu lainya. jika di umpamakan, air laut deru ombak reda, air jadi tenang dan jernih. ikan di dalamnya tampak jelas. Hati yang tenang dan pikiran yang jernih membuat doa yang dipanjatkan terkonsentrasi. Kata yang ada dalam kalimat doa teresapi. Daya dari pengucapan Doa bangkit dan Doa jadi nyata. Maka rejeki akan datang dari arah yang tak di sangkasangka.Tapi iingat rejeki bukanlah uang semata, tapi kesehatan dan keselamatan itu rejeki juga namanya. orang barat berkata: bekerja itu berdoa dan berdoa itu bekerja. Doa ini banyak sekali manfaatnya,,bila di baca ke air lalu di pakai mandi, sebagai sarana untuk mendapatkan jodoh, dan juga bisa menyembuhkan penyakit. dan masih banyak lagi hasiat lainya. Inilah Doanya: "Ana kidung rumeksa ing wengi Teguh hayu luputa ing lara luputa bilahi kabeh

Jim setan datan purun Paneluhan tan ana wani Miwah panggawe ala Gunaning wong luput Geni atemahan tirta Maling adoh tan ana ngarah ing mami Guna duduk pan sirna// Sakehing lara pan samya bali Sakeh ngama pan sami miruda Welas asih pandulune Sakehing braja luput kadi kapuk tibaning wesi Sakehing wisa tawa Sato galak tutut Kayu aeng lemah sangar Songing landhak guwaning wong Lemah miring Myang pakiponing merak// Pagupakaning warak sakalir Nadyan arca myang segara asat Temahan rahayu kabeh Apan sarira ayu Ing ngideran kang widadari Rineksa malaekat Lan sagung pra rasul Pinayungan ing Hyang sukma Ati Adam utekku baginda Esis Pangucapku ya Musa// Napasku nabi Ngisa linuwih Nabi Ya'kup pamiyarsaning wong Dawud suwaraku mangke Nabi Brahim nyawaku Nabi Sleman kasekten mami Nabi Yusuf rupeng wong Edris ing rambutku Baginda Ngali kuliting wong Abu Bakar getih daging Ngumar singgih Balung baginda Ngusman// Sungsum ingsun patimah linuwih Siti Aminah bayuning angga Ayub ing ususku mangke Nabi Nuh ing jejantung

Nabi Yunus ing otot mami Netraku ya Muhammad Pamuluku Rasul Pinayungan Adam Kawa Sampun pepak sakathahe para nabi Dadyo sariro tunggal//

mulia. Siti Aminah sebagai kekuatan badanku. Nanti Nabi Ayub ada di dalam ususku. Nabi Nuh di dalam jantungku. Nabi Yunus didalam ototku. Mataku ialah Nabi Muhammaad. Air mukaku rosul dalam lindungan Adam dan Hawa. Maka, lengkaplah semua rosul yang menjadi satu badan.

Terjemahan Indonesia; Ada kidung rumeksa ing wengi. Yang menjadikan kuat selamat terbebas dari semua penyakit. Terbebas dari segala petaka. Jin dan setanpun tidak mau. Segala jenis sihir tidak berani. Apalagi perbuatan jahat. Guna-guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuripun menjauh dariku. Segala bahayapun akan lenyap. Semua penyakit pulang ketempat asalnya. Semua hama menyingkir dengan pandangan kasih. Semua senjata tidak mengena. bagaikan kapuk jatuh di besi. Segenap racun menjadi tawar. Binatang buas menjadi jinak. Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring, dan sarang merak. Kandangnya semua badak. Meski batu dan laut mengering. Pada akhirnya semua selamat. Sebab badanya selamat. Di kelilingi oleh bidadari. yang dijaga oleh malaikat, dan semua rosul, dalam lindungan Tuhan. Hatiku Adam dan otakku nabi Sis. Ucapanku ialah nabi Musa. Napasku nabi isa yang amat mulia. Nabi Ya'kub pendengaranku. Nanti Nabi Dawud menjadi suwaraku. Nabi Ibrahim sebagai nyawaku. Nabi Sulaiman menjadi kesaktianku. Nabi Yusuf menjadi rupaku. Nabi Idris pada rambutku. Ali sebagai kulitku. Abu bakar darahku dan Umar dagingku. Sedangkan Usman sebagai tulangku. Sumsumku adalah Fatimaah yang amat Diposkan oleh PESANGGRAHAN JAGAD WALI di 07.45