Anda di halaman 1dari 11

Laporan Awal Fisika Energi II Modul Simulasi Model Atom Hidrogen

Nama NPM Partner NPM Jadwal Praktikum Waktu Asisten

: Annisa Yulianda : 140310100053 : Rahayu Agustia : 140310100041 : Selasa, 5 Maret 2013 : Pkl. 13.30 s.d 16.00 WIB :

LABORATORIUM FISIKA ENERGI JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN 2013

LEMBAR PENGESAHAN

Nama NPM Partner NPM Hari, Tgl. Praktikum Waktu Asisten

: Annisa Yulianda : 140310100053 : Rahayu Agustia : 140310100041 : Selasa, 5 Maret 2013 : Pkl. 13.30 s.d 16.00 WIB :

Laporan Awal

Presentasi

Laporan Akhir

Jatinangor, ............................2013 Asisten,

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Suatu atom terdiri dari elektron yang bermuatan negatif mengelilingi inti nukleus yang bermuatan positif. Pada energi tertentu, suatu elektron akan mengalami eksitasi dan de-eksitasi. Untuk bereksitasi, elektron harus memancar energi sedangkan de-eksitasi suatu elektron akan menyerap energi. Untuk memahami struktur atom dengan menggunakan atom sederhana yaitu hidrogen dan peristiwa transisi elektron dari masing-masing lintasan, maka diperlukan suatu simulasi menggunakan komputer melalui praktikum ini.

1.2 Identifikasi Masalah Dalam percobaan ini, permasalahan yang muncul yaitu bagaimana struktur atom sampel hidrogen yang kita gunakan saat ini, dan bagaimana terjadinya perpindahan lintasan elektron.

1.3 Tujuan Percobaan

1. Memahami struktur atom2. 2. Memahami peristiwa transisi elektron3. 3. Memahami kuantisasi energi
1.4 Metodologi Percobaan Percobaan ini dilakukan dalam sebuah laboratorium dengan cara simulasi komputer, dengan perangkat yang telah tersedia lalu praktikan melakukan simulasi dengan alat tersebut kemudian menganalisa hasil simulasi sesuai dengan tujuan.

1.5 Sistematika Penulisan Dari proses praktikum yang aka dilakukan kali ini dimulai dari studi literatur, simulasi komputer, analisa data, dan penyusunan laporan akhir dengan sistematika penulisan yaitu Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metoda Percobaan, Data dan Pembahasan, Kesimpulan dan Saran, serta Daftar Pustaka. BAB I PENDAHULUAN Berisikan latar belakang praktikum, identifikasi masalah, tujuan percobaan, metoda percobaan, sistematika percobaan. Serta waktu dan tempat percobaan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Meliputi pembahasan dan teori-teori penunjang yang digunakan dalam mendukung dilakukannya percobaan. BAB III METODA PERCOBAAN Membahas tentang alat dan bahan percobaan serta prosedur percobaan BAB IV DATA DAN KESIMPULAN Berisikan data yang diambil dari percobaan dan pembahasannya serta analisa hasil percobaan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Meliputi kesimpulan dari hasil percobaan dan saran untuk percobaan yang lebih baik ke depan. DAFTAR PUTAKA Berisikan refernsi-referensi yang mendukung tinjauan pustaka. 1.6 Waktu dan tempat percobaan Waktu percobaan : Selasa, 5 Maret 2013 Pukul 13.30 s.d 16.00 WIB Tempat percobaan : Laboratorium Fisika Energi Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran Jatinangor, Sumedang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Walaupun tidak dapat

pada

awalnya lagi,

atom

diartikan

sebagai

partikel

terkecil

yang

dibagi

tetapi

dalam

perkembangannya

ternyata

ditemukan

bahwa atom tersusun atas tiga jenis partikel sub-atom (partikel dasar), yaitu proton, elektron, dan neutron. Henry Gwyn-Jeffreys Moseley (1887 1915) pada tahun 1913 menemukan bahwa jumlah muatan positif dalam inti atom merupakan sifat khas masing-masing unsur. Atom-atom dari unsur yang sama memiliki jumlah muatan positif yang sama. Moseley kemudian mengusulkan agar istilah nomor atom diberi lambang Z, untuk menyebutkan jumlah muatan positif dalam inti atom.

Nomor atom unsur menunjukkan jumlah proton dalam inti. Setelah dilakukan percobaan, diketahui bahwa atom tidak bermuatan listrik yang berarti dalam atom jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif, sehingga nomor atom juga menunjukkan jumlah elektron dalam unsur. Selain nomor atom, ada juga yang disebut dengan nomor massa yang biasanya diberi lambang A. Nomor massa ini digunakan untuk menentukan jumlah nukleon dalam atom suatu unsur. Nukleon sendiri adalah partikel

penyusun inti atom yang terdiri dari proton dan neutron.

2.1 Model Atom Thomson Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron. Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson.Yang menyatakan bahwa:

"Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron" Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut:

2.2 Model Atom Rutherford Hasil penelitian Rutherford sekaligus menggantikan model atom Thomson, Rutherford mengajukakan model atom yang menyatakan bahwa atom tersusun dari inti yang bermuatan positif dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif, seperti planet mengelilingi matahari. Massa atom terpusat pada inti dan sebagian besar volum atom merupakan ruang hampa/kosong. Karena atom bersifat netral, maka jumlah muatan positif dalam inti (proton) harus sama dengan jumlah elektron. Tidak beberapa lama Rutherford mengajukan model atomnya, ternyata terdapat beberapa kelemahan. Model atom Rutherford bersifat tidak stabil karena bertentangan dengan hukum fisika klasik Maxwell. Berdasarkan hukum tersebut, jika ada partikel bermuatan (elektron) mengelilingi inti atom yang memiliki muatan yang berlawanan (proton) maka elektron akan memiliki percepatan dan memancarkan energi berupa gelombang elektromagnetik, dengan demikian lama kelamaan elektron akan kehilangan energinya. Akibatnya, jari-jari lintasan semakin kecil, hingga suatu saat elektron akan bergabung inti atom. Padahal kenyataannya, atom bersifat stabil sehingga elektron tidak bergabung dengan inti atom.

2.2.1 Kelebihan Model Atom Rutherford Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak. Berdasarkan hasil percobaan hamburan partikel alfa, Rutherford mengemukakan gagasannya tentang struktur atom ---> penemu struktur atom yang menyatakan bahwa atom terdiri atas inti atom dengan elektron yang berputar mengelilinginya dalam lintasan atau orbit yang dibayangkan seperti tatasurya dimana inti atom sebagai matahari dengan

elektron-elektron sebagai planet yang berputar mengelilinginya. (model atom tata surya)

2.2.2 Kelemahan Model Atom Rutherford Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama - kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda. Apa yang terjadi? Benar. Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit.

2.4 Model Atom Bohr Tahun 1913, Niels Bohr mengajukan postulat-postulatnya tentang atom hidrogen sebagaiberikut: 1. POSTULAT PERTAMA Atom hidrogen terdiri dari sebuah elektronyang bergerak dalam orbit

berbentuk lingkaranmengelilingi inti atom. Gerak elektron inidibawah pengaruh gaya elektrostatik (gayacoulomb). 2. POSTULAT KEDUA Lintasan Orbit elektron dalam atom hidrogen yangmantap hanyalah yang mempunyai hargamomentum angular L, yang merupakan kelipatan bilangan bulat dari tetapan planck L= n . dengan n = 1,2,3... 3. POSTULAT KETIGA Dalam orbit yang mantap, elektron yangmengelilingi inti tidak memancarkan energielektromagnetik,dalam hal ini energi total E tidak berubah. 4. POSTULAT KEEMPAT Energi elektromagnetik dipancarkan sistem atom, jika suatu elektron yang melintasi orbit mantap dengan energi Ei pindah ke orbit mantaplainnya berenergi Ef, maka pancaran energi elektromagnetik memiliki frekuensi yangbesarnya:

Bohr mengasumsikan bahwa electron dapat berpindah dari orbit yang satu ke orbit yang lain dengan memancarkan atau menyerap energy disebut transisi electron. Ketika berpindah dari orbit yang luar ke orbit yang dalam, electron akan memancarkan energy sebesar E=hf, dengan f adalah frekuensi gelombang yang dipancarkan. Jika electron berpindah dari orbit yang lebih dalam ke orbit yang lebih luar, electron akan menyerap energy sebesar hf. Energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya proses transisi elektron dari kulit yang lebih dalam ke kulit yang lebih luar harus lebih besar dari pada selisih tingkat energi dari lintasan asal dan lintasan tujuan. Proses ini disebut sebagai proses eksitasi. Proses transisi elektron tidak hanya terjadi pada lintasan-lintasan yang

berurutan, mungkin saja terjadi transisi dari lintasan M ke lintasan K. Energi yang dipancarkan oleh transisi elektron dari lintasan M ke lintasan K lebih besar daripada transisi dari lintasan L ke lintasan K. Tingkat energi lintasan dari setiap atom tidak sama.

BAB III METODA PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan 1. Seperangkat komputer 2. Modul simulasi

3.2 Prosedur Percobaan 1. Memahami Struktur Atom Hidrogen Membuka simulasi Peth, maka akan terlihat gambar seperti di bawah :

Lakukan langkah-langkah seperti di bawah ini : Klik Predication, maka akan terlihat model-model atom (ada 6 model atom) Klik di salah satu model yang akan diamati, maka akan terlihat modelnya Mengamati cahaya : klik light control, lalu klik lagi cahaya di salah satu cahaya yang akan diamati (white atau monochromatic), akan terlihat gambar berkas cahaya. Untuk dapat mengamati lebih teliti, geser-geser slider kearah slow, atau gunakan tombol pause kemudian gunakan tombol step.

2. Memahami Peristiwa Transisi Elektron Atom Hidrogen Untuk mengetahui bahwa energi elektron atomik terkuantisasi, diantaranya dengan mengamati interaksi atom tersebut dengan cahaya (foton) yang jatuh pada atom tersebut. Simulasinya sebagai berikut : Klik pada model atom yang akan kita amati (misal atom hidrogen). Klik foton yang akan kita pakai (white atau monochromatic), jika yang digunakan monochromatic sebaiknya slider terlebih dahulu ditempatkan pada panjang gelombang yang paling besar (780 nm). Klik light control, kemudian amati dan catat panjang gelombang dan apa yang terlihat. Mengubah-ubah besarnya panjang gelombang foton dari yang paling kecil, mengamati dan mencatat apa yang terjadi. (Data pengamatan ditulis dalam bentuk tabel). Mengamati setiap foton yang diabsorbsi dan setiap foton yang diemisikan. Untuk mengamati panjang gelombang foton dan banyaknya foton yang diemisikan, klik show spectrometer, akan terlihat panjang gelombang dan banyaknya foton-foton yang diemisikan. Untuk mengamati tingkat energi atom hidrogen, klik energy level, maka akan terlihat sketsa atom hidrogen.

DAFTAR PUSTAKA

Mulyana, Cukup. 2011. Diktat Praktikum Fisika Energi II. Jatinangor: Laboratorium Fisika Energi Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-sma-ma/tabel-periodikunsur-dan-struktur-atom/partikel-dasar-sifat-sifat-partikel-dasar-susunanatom/

http://www.scribd.com/doc/95809737/Teori-Atom-Hidrogen-MenurutBohr http://yodaperutapratama.blogspot.com/2012/05/teori-atomrutherford.html http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Vika%20Susanti/T homson.html http://harmeidarisa.blogspot.com/2012/01/transisi-elektron-danspektrum.html