Anda di halaman 1dari 3

KAJIAN KRITIS

A. Bahan Kajian Kritis B. Materi Kajian Judul

: Artikel Pendidikan : : Bahasa Daerah Kini Mulai Termarginalkan Di Sekolah, Nilai Bahasa Daerah Kalah Oleh Nilai Bahasa Inggris

Sumber Jenjang Penulis Tahun Terbit

: Surat Kabar Radar Tasikmalaya : Lokal : Permana Putra : Edisi 26 Pebruari 2013

C. Aspek yang dikaji secara kritis : Relevansi dengan Dunia Pendidikan D. Hasil Kajian 1. Ringkasan Tentang Materi Kajian Bahasa Sunda adalah bahasa daerah di provinsi Jawa Barat yang dikenal sebagai bahasa ibu kini mulai jarang digunakan oleh anak-anak. Mulai tingkat SD sampai SMA saat ini lebih senang menggunakan bahasa Indonesia dalam percakaapan sehari-hari. Hal ini mengundang perhatian guru bahasa daerahyang ada di sekolah.

Penggunaan bahasa sunda sebagai bahasa pengantar sehari hari di sekolah dinilai menurun bahkan dianggapnya sebagai bahasa yang kuno dan kampungan. Hal ini bukan berarti pelajaran bahasa sunda tidak ada di sekolah, akan tetapi para orang tua siswa pun sudah mulai membiasakan kepada anak-anaknya menggunakan dan mengajarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya di kota, di pedesaan juga mulai terjadi hal seperti ini. Sehingga anak seoalah-olah tidak mengenal bahkan asing terhadap bahasa daerahnya sendiri.

Hal ini terbukti, diantaranya diungkapkan oleh Kepala SD Galunggung Aning Rosdiana yang juga pengajar mata pelajaran bahasa Sunda di sekolah tersebut. Aning mengungkapkan persolalan bahasa daerah bahasa sunda khususnya menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi pihak sekolah untuk menerapkannya. Kenyataannya anak lebih senang menggunakan bahasa Indonesia ketika bercengkrama dengan teman-temannya ketimbang bahasa sunda. Bahkan di sekolah-sekolah unggulan ( SSN, RSBI ) atau yang tergolong sekolah paforit sudah mulai merintis menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah. Sehingga siswa di tuntut untuk mahir berbahasa Inggris dengan mengikuti berbagai bimbingan atau kursus yang lumayan mahal.Sehingga produknya dapat dilihat ketika selesesai melaksanaan UAS , nilai bahasa Inggris di raport terkadang lebih besar dari pada nilai bahasa sunda sebagai bahasa daerahnya sendiri.

2. Kritik a. Kelemahan Mata pelajaran bahasa sunda sebagai mata pelajaran bahasa Daerah di sekolah siswa menganggapnya sebagai bahasa yang kuno, kampungan dan tidak ngetren, sehingga mereka kurang berminat untuk mempelajarinya. Ketika mereka menggunakan bahasa sunda dalam percakapan/ dalam suatu pembicaraan mereka tidak bisa mengenal istilah apa yang tepat dan benar untuk diucapkan, karena dalam bahasa sunda ada yang disebut dengan Undak Unduk Basa cara membedakan suatu istilah yang tepat dan benar. Banyak istilah-istilah bahasa sunda yang mereka tidak kenal dan tidak tahu artinya padahal itu adalah Bahasa Ibu ( First language ) Apalagi dengan munculnya isu bahwa di kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa daerah secara inplisit dihilangkan dimasukan ke pelajaran mulok, artinya boleh ada boleh tidak ada. Andaikan pihak birokrasi tidak peduli dengan khasanah budaya bangsa khususnya bahasa daerah dalam hal ini bahasa sunda di tatar Jawa Barat. Bagaimana karakter dan pribadi Urang Jawa Barat dimasa yang akan datang. Karena bahasa adalah mencerminkan karakter dan pribadi bangsa. b. Keunggulan Dengan menurunnya minat berbahasa sunda di kalangan pelajar, dan munculnya minat yang besar untuk mempelajari bahasa lain ( Second language ) dalam hal ini bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional, satu sisi memang menjadi satu keuntungan dan keunggulan. Dengan membiasakan diri berbahasa Indonesia berarti kita menjunjung tinggi bahasa persatuan kita, meningkatkan dan menanamkan rasa nasionalisme kita, dan menunjukan pribadi sebagai bangsa Indonesia. Dengan mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional berarti memacu kita untuk maju, menguasai dunia teknologi sehingga mampu bersaing dengan Negara lain, baik dalam bidang ekonomi, politik, social, dan budaya. Apalagi memasuki persaingan bebas di era globalisasi, era modernisasi haruslah di topang dengan kemampuan berbahasa asing yang handal. 3. Kesimpulan Bahasa daerah ( Sunda ) adalah bahasa yang menjadi ciri pribadi suatu daerah. Ciri haruslah mengakar dan lestari pada pribadi setiap insan, agar tidak kehilangan jati diri (self character ). Ada pribahasa jangan sampai Kacang lupa kulitnya dimanapun kita berada tunjukan jati diri kita yang sebenarnya ( Show the Original Self Character ). Di lingkup Nasional bahasa sunda akan menjadi ciri pribadi orang sunda ( Jawa Barat ). Di lingkup Internasional bahasa Nasional ( Bahasa Indonesia ) akan menjadi cirri pribadi bangsa Indonesia.

4. Saran a. Perbaikan Terhadap Kekurangannya Pihak sekolah dan guru mata pelajaran bahasa sunda jangan putus asa dalam menjaga, melestarikan, dan memotivasi siswa menyadarkan akan pentingnya menguasai dan membiasakan berbahasa daerah ( Bahasa Sunda ) dengan benar dan tepat sesuai dengan ketentuannya ( Undak Unduk Basa ) Di Kurikulum 2013 bahasa daerah jadikanlah mulok wajib di setiap jenjang pendidikan b. Pemanfaatan Keunggulannya dalam Pembelajaran di Kelas Keterbiasaan siswa menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional dapat dimanfaatkan oleh guru untuk meng-eksplor wawasan ilmu pengetahuan siswa dala PBM. Disamping itu, juga dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan pendidikan bila di kaitkan dengan Kriteria kelulusan siswa di UN. Logikanya, bila siswa menguasai kedua bahasa tersebut dengan mahir dan benar ( Communicative and acceptable ) kemungkinan kedua pelajaran bahasa yang di UN-kan ini akan berhasil.