Anda di halaman 1dari 38

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Seiring dengan kemajuan teknologi, khususnya untuk komunikasi tanpa kabel (wireless) memberi pengaruh terhadap peningkatan kebutuhan terhadap jasa telekomunikasi yang cepat,mudah diakses kapan saja,dimana saja serta mampu mendukung mobiliats yang tinggi. telekomunikasi adalah WiMAX. WiMAX ( Worldwide Interoperability for Microwave Access) merupakan teknologi wireless yang menawarkan jasa telekomunikasi dengan bandwidth yang lebar dan bit rate yang besar sehingga mampu menyediakan berbagai aplikasi meliputi aplikasi suara, video, dan data dengan kecepatan tinggi. Teknologi WiMAX yang memiliki cakupan area yang luas serta mampu melayani keadaan Line Of Sight (LOS) maupun Non-Line Of Sight (NLOS) serta mampu menghemat investasi perangkat untuk membangun suatu jaringan komunikasi yang baik. Sebuah teknologi yang baik pasti memerlukan perangkat pendukung. Pada teknologi ini, perangkat pendukung yang dibutuhkan adalh antenna. Antena yang diharapkan memiliki ukuran yang kecil, ringan sehingga memudahkan pengguna dalam menggunakannya. Antena yang merupakan ciri khas dalam sistem komunikasi radio. Antenna pendukung yang digunakan dalam aplikasi WiMAX yaitu antenna rhombic. Antena Rhombic merupakan antena V ganda, atau biasa disebut dengan antena double V. Antena rhombic atau yang sering disebut dengan antena belah ketupat. Bentuk antenanya yang menyerupai "belah ketupat" menjadikan antena ini disebut antena belah ketupat antena Rhombic yang merupakan penggabungan dua buah antena V dengan pada salah satu ujung
Page | 1

Teknologi wireless

yang terbaru saat ini yang dianggap mampu memenuhi kebutuhan jasa

nya dihubungkan ke saluran transmisi dan yang lainnya ke tahanan beban / terminasi. Pola radiasi antena rhombic merupakan penjumlahan dari pola 4 antena long wire penyusunnya dan bersifat unidirectional. Antena rhombic sebagai memiliki pola radiasi yang berbeda- beda berdasarkan frekuensi kerjanya. Alasan penggunaan antenna rhombic adalah penggunaan bahan yang sederhana dan murah serta mampu menghasilkan pola radiasi optimum ke segala arah ( Omnidirectional ) dengan VSWR yang dihasilkan <1.5. 1.2 TUJUAN PENULISAN

Tujuan penulisan tugas ini adalah sebagai latihan untuk menghadapi Tugas Akhir (Pra TA). Selain itu perancangan antenna ini diharapkan dapat diaplikasikan pada kehidupan nyata. Berdasarkan kemampuan yang dimiliki antenna rhombic, diharapkan antenna ini memiliki VSWR <1.5 dengan impedansi = 61.5 j13.5. antenna rhombic ini diharapkan dapat bekerja dengan baik pada frekuensi 5.5 GHz. 1.3 BATASAN MASALAH

Permasalahan yang akan dibahas pada tugas ini adalah pola radiasi yang dihasilkan berdasarkan frekuensi kerja yang dimiliki serta VSWR yang dihasilkan pada frekuensi 5.5 GHz.

Page | 2

BAB 2 ANTENA RHOMBIC UNTUK TEKNOLOGI WiMAX

2.1 PENGERTIAN WIMAX WiMAX adalah singkatan dari Worldwide Interoperability teknologi akses nirkabel pita lebar

for Microwave Access, merupakan

(Broadband Wireless Access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband last mile, ataupun backhaul. WiMAX dan WiFi dibedakan berdasarkan standar teknik yang digabungakan. WiFi menggunakan standar IEE802.11 yang cocok untuk keperluan WLAN sedangkan WiMAX menggunakan standar IEEE 802.16 banyak digunakan didaerah asalnya yaitu Eropa dan sekitarnya. Untuk dapat membuat teknologi ini digunakan secara global maka diciptakan WiMAX . Standar global yang dipakai didunia dapat digambarkan pada gambar 2.1.

Page | 3

Gambar 2.1 Standar Standar Yang Ada Dengan Spesifikasi Yan Mendukung Komunikasi Sampai Tingkat Man Disatukan Dengan Wimax

2.1.1 Perkembangan Teknologi Wireless

WiMax Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16 untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX). Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat mengalirkan data yang overlay dengan dan HSDPA. jaringan evolusi suara pada seperti GPRS, EDGE, WCDMA, Masing-masing

umumnya mengarah pada kemampuan menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada layanan yang mampu menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan (triple play). Sehingga strategi pengembangan layanan broadband wireless dibedakan Provider (BP). menjadi Mobile Perbandingan Network beberapa Operator (MNO) dan Broadband

karakteristik sistem wireless data berkecepatan tinggi digambarkan oleh First Boston seperti berikut. Perbandingan Perkembangan Teknologi Wireless

Page | 4

WiFi 802.11g

WiMAX 802.162004*

WiMAX 802.16e

CDMA200 0 1x EVDO

WCDMA/ UMTS

Approximate max reach on 100 Meters (dependent many factors) 75 Mbps 54 Mbps (20 MHz band) 30 Mbps band) 3.1 Mbps 2 Mbps (10+ fpr A) HSDPA) 8 Km 5 Km * *

Maximum throughput

(10 MHz (EVDO Rev. Mbps

Typical Frequency bands Fixed Wireless Application Wireless Broadband LAN (eg-DSL alternative ) Portable Wireless Mobile 2.4 GHz 2-11 GHz 2-6 GHz 1900 MHz

1800,1900,210 0 MHz

Mobile

Wireless Wireless

Broadband Broadband Broadband

2.1.2 Sekilas Tentang WiMAX WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah

sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX
Page | 5

merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk last mile broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise. Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN. Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA. 2.1.3 Spektrum Frekuensi WiMAX Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam

Page | 6

penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area. WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz. Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band

WiMAX sesuai dengan peta

frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz. Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi interferensi terutama di sisi satelit.

2.1.4 Elemen Perangkat WiMAX Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat

dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya. Base Station (BS) Merupakan biasanya perangkat transceiver (transmitter satu lokasi (colocated) dan receiver) yang

dipasang

dengan

jaringan Internet

Page | 7

Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:

NPU (networking processing unit card) AU (access unit card)up to 6 +1 PIU (power interface unit) 1+1 AVU (air ventilation unit) PSU (power supply unit) 3+1

Antena Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60, 90, atau 120 tergantung dari area yang akan dilayani. Subscriber Station (SS) Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises

Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena. BWA WiMAX adalah standards-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai komplemen wireline. WiMAX menyediakan akses last mile secara fixed, nomadic, portable dan mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara user dan base station. WiMAX juga merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperabilty antar perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat memberikan layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user. Pengembangan WiMAX berada dalam range kemampuan yang cukup lebar. Fixed WiMAX pada prinsipnya dikembangkan dari sistem WiFi, sehingga keterbatasan WiFi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal coverage/jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu
Page | 8

Mobile WiMAX dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi selular seperti GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMAX terdapat pada konfigurasi sistem yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman data yang lebih tinggi. Oleh karena itu sistem WiMAX sangat mungkin dan mudah diselenggarakan oleh operator baru atau pun service provider skala kecil. 2.1.5 Tinjauan Teknologi WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi. Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya. Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang

Page | 9

menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular. Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162. Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n. Manfaat Membangun Jaringan LAN (Local Area Network) Banyak keuntungan yang didapatkan dari terciptanya standardisasi industri ini. Para operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan tingkat kompatibilitas lebih tinggi. Selain itu, pasarnya juga lebih meluas karena WiMAX dapat mengisi celah broadband yang selama ini tidak terjangkau oleh teknologi Cable dan DSL (Digital Subscriber Line). WiMAX salah satu teknologi memudahkan mereka mendapatkan koneksi Internet yang berkualitas dan melakukan aktivitas. Sementara media wireless selama ini sudah terkenal sebagai media yang paling ekonomis
Page | 10

dalam mendapatkan koneksi Internet. Area coverage-nya sejauh 50 km maksimal dan kemampuannya menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh, sehingga memberikan kontribusi sangat besar bagi keberadaan wireless MAN dan dapat menutup semua celah broadband yang ada saat ini. Dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat-perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (NonLine Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut. Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap (fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya berInternet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS. Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireles
Page | 11

2.1.6 Vendor Berikut ini perusahaan pembuat perangkat WiMAX: Motorola InfiNet Wireless Aperto EION Axxcelera Xirka

2.1.7 Operator 4G WiMAX Pertama di Indonesia Sitra WiMAX adalah operator 4G WiMAX pertama di Indonesia yang meluncurkan layanan 4G Wireless Broadband di bulan Juni 2010. Sitra WiMAX adalah bagian dari Lippo Group dan merek dagang terbaru dari PT. Firstmedia Tbk. Sitra WiMAX akan melayani 4G Wireless Broadband pertama di Indonesia di daerah terpadat dan sekaligus memiliki hak izin BWA termahal yaitu di coverage Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Propinsi Banten, Sumatera Utara, dan Propinsi NAD. Sebelum hadir secara komersial untuk publik, Sitra telah melayani sedikitnya 2000 pelanggan di kawasan Jakarta Barat dan Karawaci yang mendapatkan layanan ujicoba gratis sejak September 2010. 2.2 PARAMETER ANTENA RHOMBIC Dalam perancangan sebuah antenna, terlebih dahulu kita harus

mengetahui parameter dari antenna tersebut. Parameter dari sebuah antenna dapat membantu kiat untuk merancang antenna yang kita inginkan berdasarkan parameter sebuah antena. Beberapa parameter dari sebuah antenna Rhombic yaitu :

Page | 12

Gambar 2.3 antenna rhombik 2.2.1 Panjang Elemen Antenna (L) `Sebuah antenna pasti memiliki elemen, setiap elemen pasti memiliki dimensi ukuran. Salah satu dimensi ukuran sebuah antenna adalah panjang elemen antenna (L). Panjang elemen ( L) merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi pola radiasi yang akan dihasilkan dalam perancangan sebuah antenna . untuk menghitung panjang elemen sebuah antenna terlebih dahulu kita harus mengaetahui panjang gelombang yang dihasilkan dalam perancangan antenna tersebut. Berikut adalah langkah untuk menghitung panjang elemen antenna :

Dimana

dengan C = 3 x 10

m/s

2.2.2 Ketinggian Antena ( H ) Ketinggian suatu antenna akan mempengaruhi pola radiasi yang dihasilkan serta akan berpengaruh terhadap gain yang dihasilkan. Sebelum merancang sebuah antenna,terlebih dahulu kita harus menghitung ketinggian antenna yang akan kita gunakan. Untuk menghitung ketinggian antenna dapat menggunakan rumus :
Page | 13

2.2.3 Sudut Antar Elemen (A) Antena rhombik yang merupakan antenna berbentuk belah ketupat yang terdiri dari 4 elemen yang saling berhubungan keempat ujungnya dan membentuk beleh ketupat. Pertemuan dari keempat elemen tersebut membentuk sudut (A). Besarnya sudut antar elemen mempengaruhi pola radiasai yang dihasilkan serta mempengaruhi gain yang dihasilkan.

BAB 3 PERANCANGAN DAN PERHITUNGAN ANTENA

Pada WiMAX.

bab ini dibahas mengenai perancangan antenna rhombik yang

dapat beroperasi pada frekuensi 5.5 GHz untuk diaplikasikan pada teknologi

Secar umum, perancangan antenna rhombik akan melalui tahapan tahapan perancanagan yaitu penentuan frekunsi yang diinginkan,penentuan jenis elemen yang digunakan. Keuntungan merancang antenna rhombik ini adalah memiliki bentuk yang sederhana,praktis serta dapat menghasilkan kriteri a seperti yang diinginkan. Beberapa langkah penting yang dilakukan dalam perancangan antenna seperti yang diinginkan :

Page | 14

1. Perhitungan

dimensi

antenna

sesuai

frekuensi

kerja

yang

diinginkan.

Perhitunga ini meliputi panjang elemen (L) yang

digunakan,ketinggian (H) yang diinginkan, dan lebar sudut antar eemen( A) yang diinginkan. 2. Simulasi antenna berdasarkan hasil perhitungan didapat menggunakan software 4nec2. 3. Evaluasi perancangan antenna. Beberapa langkah diatas akan dijelaskan lebih lanjut pada diagram alir rancangan. 3.1
MULAI

yang telah

DIAGRAM ALIR PROSES PERANCANGAN ANTENNA RHOMBIK Setiap pekerjaan pasti membutuhkan proses, begitu juga
Menentukan Frekuensi kerja yang diinginkan

pada

perancangan antenna rhombik yang bekerja pada frekuensi 5.5 GHz memiliki beberapa tahapan perancangan yang akan disajikan dalam bentuk diagram alir (flowchart). Pada gambar 3.1 diperlihatkan diagram alir perancangan antenna rhombik yang dilakukan.
Jenis elemen wire

Menentukan panjang elemen, ketinggian, lebar sudut antar elemen

Pola radiasi yang diinginkan, VSWR < 1.5

EVALUA SI

Page | 15 SELESAI

Gambar 3.1 Diagram Alir (Flowchart) Perancangan Antena 3.2 PERLENGKAPAN YANG DIGUNAKAN

Peralatan yang digunakan dalam perancangan antenna ini terdiri dari perangkat lunak (software) yang digunakan untuk simulasi perancangan antenna tersebut. Adapun software yang digunakan dalam perancangan antenna ini adalah software 4nec2. 3.3 PERANCANGAN ANTENNA

3.3.1 Menentukan Karakteristik Antenna

Page | 16

Dalam perancangna sebuah antenna, kita harus mengetahui frekuansi kerja antenna yang kita inginkan. Dalam perancangan antenna ini, frekuensi kerja yang diinginkan adaalah 5.5 GHz yang diharapkan dapat diaplikasikan pada teknologi WiMAX . Pada frekuensi kerja tersebut, diharapkan antenna dapat menghasilkan VSWR < 1.5 .
3.3.2 Menghitung Nilai Parameter Yang Diinginkan

Pada antenna rhombik terdapat beberapa parameter yang sangat mempengaruhi dalam perancangan sebuah antenna rhombic. Beberapa parameter tersebut yaitu : 1. Panjang Elemen Antenna (L) 2. Ketinggian Antena ( H ) 3. Sudut Antar Elemen (A) 3.3.3 Desain Antena Yang Ingin Dirancang Perancangan antenna rhombik yang akan digunakan pada aplikasi teknologi WiMAX diharapkan mempunyai bentuk yang sederhana, ringan, dan mempunyai ukuran yang relative kecil. Berikut ini adalah gambaran tentang antenna Rhombik yang akan dirancang : GAMBAR BELUM DIMASUKIN

3.3.4 Simulasi Pada software 4nec 2 Setelah memperoleh data yang diinginkan melalui tahapan

perhitungan kemudian kita dapat melakukan simulasi perancangan antenna rhombik menggunakan software 4nec2. 3.3.5 Evaluasi
Page | 17

Ketika pada saat melakukan simulasi, kita menemukan suatu masalah yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan,maka kita dapat melakukan evaluasi terhadap perancangan antenna yang kita lakukan.
3.4 PERHITUNGAN

Sebelum memulai perancangan,terlebih dahulu perlu menghitung nilai nilai elemen yang akan kita gunakan. 1. Panjang elemen antenna (L) Antena yang akan dirancang adalah antenna rhombik yang diharapkan mampu bekerja pada frekuensi 5.5 GHz dengan A = elemen yang akan digunakan adalah : . Maka panjang

Sebelum

menghitung

panjang

elemen,

terlebih

dahulu

kita

harus

mengetahui panjang gelombang (

dari antenna tersebut.

Selanjutnya

Setelah mengetahui panjang elemen (L) yang digunakan, selanjutya nilai L akan digunakan pada penentuan titik koordinat pada sumbu X dan Y pada saat simulasi pada 4nec2 dengan rumus yang akan digunakan yaitu:

Page | 18

Untuk Elemen 1 :

Untuk elemen 2 :

Untuk elemen 3 :

Untuk elemen 4 :
Page | 19

2. Ketinggian Antena (H) Untuk menghitung ketinggian antenna yang digunakan, dapa menggunakan rumus yaitu :

Setelah diperoleh data diatas kemudian dapat dilakukan simulasi pada software 4nec2 untuk perancangan antenna rhombik. 3. Sudut Antar Elemen (A) Dalam sebuah perancangan antenna Rhombik, suatu pola radiasi dipengaruhi oleh sudut yang dibentuk oleh antar elemen. Sudut yang digunakan dalam perancangan antenna ini adalah 60 o. Sudut ini digunakan karena dengan pertimbangan bahwa pada sudut 60
o

SWR yang dihasilkan

bagus. Walaupun belum memiliki SWR yang sempurna yaitu SWR =1.

Page | 20

BAB 4 HASIL SIMULASI DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas lebih lanjut tentang perancangan antenna rhombik yang sebelunnya telah melalui beberapa tahapan. Simulasi merupakan titik tolak untuk sebuah perancangan antenna rhombik. Karena pada tahapan ini kita dapat mengetahui hasil dari perhitungan yang telah kita cari. Pada tahapan ini juga kita dapat mengetahui pola radiasi dari sebuah antenna serta gain yang dihasilkan oleh antenna tersebut. Berikut ini merupakan hasil simulasi dari sebuah antenna rhombik dengan menggunakan data data yang telah dihitung sebelumnya.

Page | 21

GAMBAR 4.1 ANTENA RHOMBIK

GAMBAR ANTENA Plane)

4.2

POLA

RADIASI (Vertical

RHOMBIK

Page | 22

GAMBAR ( Horizontal Plane)

4.3

POLA

RADIASI

ANTENA

GAMBAR 4.4 SIMULASI PADA SMITHCHART

Page | 23

GAMBAR 4.5 RANGKAIAN RLC MATCHING

Page | 24

GAMBAR 4.6 GRAFIK SWR DAN KOEFISIEN REFLEKSI

GAMBAR 4.7 GRAFIK TOTAL GAIN DAN F/R BACK BERDASARKAN FREKUENSI

Page | 25

GAMBAR 4.8 GRAFIK IMPEDANSI DAN PHASE

GAMBAR 4.9 GRAFIK TOTAL GAIN BERDASARKAN FREKUENSI

Page | 26

Berdasarkan simulasi diatas diperoleh beberapa data data yang akan disajikan dalam bentuk tabel . TABEL HASIL SIMULASI ANTENA RHOMBIK PADA FREKUENSI 5.5 GHz PARAMETER Impedansi SWR Efficiency Radian Efficiency Input power Radiant power Voltage Current HASIL SIMULASI 61.5 j13.5 1.38 100 100 100 100 80.3 + j 0 1.25 + j 0.27 % % W W V A SATUAN

Berdasarkan simulasi diatas, menghasilkan beberapa data yang menunjukkan bahwa antenna rhombik ini diaplikasikan pada teknologi WiMAX . Antenna rhombik ini memiliki SWR = 1.38 yang menunjukkan bahwa antara saluran transmisi dengan beban (Antena ) memiliki kecocokan (matching). Walaupun sebenarnya SWR yang bagus adalah 1. Untuk menjadikan SWR = 1 perlu memperbesar daya (power) karena SWR dan power berbanding terbalik. Pola radiasi yang dihasilkan adalah omnidirectional dengan gain yang diperoleh yaitu 7.7 dB. Dengan efficiency yang dihasilkan adalah 100 %. Beberapa hasil diatas belum sempurna karena masih terjadi perpotongan antara elemen 1 dan elemen 2 yang tidak diketahui penyebabnya. SWR yang besar sepertinya tersebut.
Page | 27

masih dipengaruhi oleh tidak matchingnya

elemen

Pada hasil simulasi diatas, terdapat beberapa pilihan untuk rangaian RLC Matching dengan berbagai pilihan. Setiap rangkain RLC yang disajikan akan menghasilkan SWR yang sama yaitu 1.38. dari rangkaian RLC diatas menunjukkan bahwa rangkaian ini dapat memblok DC dan melewatkan AC.

BAB 5
Page | 28

KESIMPULAN

Pada tugas perancangan ini dirancang antenna rhombic yang akan diaplikasikan pada teknologi WiMAX. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu : 1. Antenna Rhombic juga dapat diaplikasikan dengan baik untuk teknologi WiMAX yang memiliki frekuensi yang tinggi. Wlaupun sebenarnya antenna Rhombik merupakan antenna untuk frekuensi HF UHF. Hasil yang diperoleh pada simulasi pun tidak begitu buruk, Antena Rhombik memiliki SWR = 1.38. Hasil yang cukup baik karena hal ini belum melalui tahapan evaluasi. 2. Pola radiasi yang dihasilkan merupakan gabungan 2 pola radiasi bidireksional untuk bidang vertical dan bidang horizontal sehingga menghasilkan pola radiasi omnidirectional. 3. Rangkaian matching yang digunakan adalah rangkaian matching yang dapat memblok DC dan melewatkan AC.

Page | 29

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/WiMAX diakses tanggal 29 November 2012 pukul 21.30 WIB http://www.ipellejero.es/hf/antenas/rombica/english.html diakses tanggal 1 Desember 2012 pukul 12.05 WIB http://www.google.co.id/url? sa=t&rct=j&q=HORIZONTAL+RHOMBIC+ANTENNAS+BY+E+BRUCE& source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCcQFjAA&url=http%3A%2F %2Fwww.alcatel-lucent.com%2Fbstj%2Fvol14-1935%2Farticles %2Fbstj14-1135.pdf&ei=ftO5UKToH8_PrQeV3YCICQ&usg=AFQjCNFd-y1auDNEsM_nL4a5gvD-tu7qw diakses tanggal 1 Desember 2012 pukul 10.57 WIB

Page | 30

LAMPIRAN TUTORIAL PENGGUNAAN SOFTWARE 4 nec2 DALAM PERANCANGAN ANTENA RHOMBIK 1. Buka aplikasi 4nec2

2. Selanjutnya akan tampil kotak dialog seperti gambar dibawah ini:

Page | 31

3. Untuk memasukan input yang diinginkan, Klik menu File Open pilih antenna yang dinginkan (Rhombic.nec) SELANJUTNYA open. Double Klik/

4. Untuk memasukan input data yang kita buat, Klik Edit input (.nec) file / f6. selanjutnya akan muncul kotak dialog seperti gambar dibawah ini :

Pada kotak dialog diatas masukan Frekuensi yang kita inginkan dan tentukan Ground/Free space yang kita inginkan. Untuk frekuensi yang saya gunakan yaitu F = 5500 MHz ( untuk aplikasi WiMax) Free space

Selanjutnya klik Geometry maka akan muncul kotak dialog seperti gambar dibawah ini :
Page | 32

Pada kotak dialog ini ada beberapa elemen penting yaitu :

Nr

menyatakan

jumlah

elemen

yang

digunakan.

Karena antenna rhombic

merupakan antenna dengan 4

elemen,maka pada kolom Nr Ada 4 nomor yaitu 1-4.

Type : menyatakan jenis elemen yang digunakan. Dalam hal ini saya menggunakan wire.

Tag : menyatakan urutan elemen pada antenna. Segs : menyatakan segment setiap kawat. X1 ,X2 sumbu X. : menyatakan posisi lengan/ elemen pada

Y1 ,Y2 sumbu Y.

: menyatakan posisi lengan/ elemen pada

Z1 ,Z2 sumbu Z.

: menyatakan posisi lengan/ elemen pada

Radius

: menyatakan diameter elemen antenna

Page | 33

Berdasarkan data diatas, saya menggunakan beberapa input yaitu :

Selanjutnya Klik Symbol, di mana pada kotak dialog ini kita akan memasukan beberapa parameter penting dalam perancangan antenna rhombic. Beberapa data yang dimasukkan pada antenna ini merupakan data input melalui hasil perhitungan.

Page | 34

5. Setelah semua input dimasukkan kemudian save atau dengan meng klik gambar disket yang ada di kanan atas .

Untuk
Menyimp an

6. Setelah disave, kemudian dapat mengeksekusinya / untuk mengetahui pola radiasinya dengan cara menge klik gambar kalkulator yanga ada di kanan atas.

Page | 35

Untuk meng eksek usi input

7. Setelah itu akan muncul kotak dialog seperti gambar dibawah ini,

kemudian pilih far field Pattern generate

8. Untuk selanjutnya akan muncul kotak dialog yang menampilkan pola radiasi dari antenna yang kita rancang.

Page | 36

9. Untuk menampilkan pola radiasi dalam bentuk 3D, pilih dan klik 3D pada menu Main. Kemudian pada kolom sebelah kanan pilih hide structure kemudian pilih multi color untuk menampilkan pola radiasi dalam tiga dimensi.

10.

Selanjutnya berikut gambar antena rhombic berdasarkan 2D

dan 3D.

Page | 37

Page | 38