Anda di halaman 1dari 28

BATUAN

Oleh Drs. Helfia Ideal, M.T

Menurut asal usulnya Batuan

Batuan beku; terbentuk oleh lava yang mencapai permukaan selama aktifitas gunung berapi / letusan lalu menjadi dingin Batuan sedimen; berunsurkan batu-batuan yang sudah ada, kemudian diangkut dan diendapkan oleh angin, sungai, gletser atau es dan unsur samudera. Batuan malihan/metamorfosa; berasal dari batuan beku atau batuan sedimen yang berubah susunan dan rupanya akibat tekanan dan suhu (bahang)

SIKLUS BATUAN

Kekerasan (Hardness), diukur berdasarkan Mohs scale (1-10) ;


1. Talc Mg3Si4O10(OH)2 2. Gypsum CaSO42H2O 3. Calcite CaCO3 4. Fluorite CaF2 5. Apatite Ca5(PO4)3(OH,Cl,F) 6. Orthoclase KAlSi3O8 7. Quartz SiO2 8. Topaz Al2SiO4(OH,F)2 9. Corundum Al2O3 10. Diamond C (pure carbon)

Batuan Beku Berdasarkan Genetisnya (dilihat dari tekstur)


1.

Batuan Beku Plutonik/Intrusi : terbentuk jauh didalam perut bumi dlm kondisi tekanan tinggi, mineral-mineral penyusunnya besar, dihasilkan dari pembekuan magma yg lambat; contohnya Granit.

Bentuk intrusinya dibagi dua:


a. Bentuk Konkordan; batas/bidang kontaknya sejajar dgn bidang perlapisan batuan sekelilingnya (sill, laccolith, phacolith, lopolith dll) Sill: intrusi yg melembar sejajar dg lapisan batuan sekitarnya dg ketebalan beberapa cm s.d beberapa km.

Laccolith: sill dg bentuk kubah (plankonvex) Lopolith: bentuk lain dari sill dg ketebalan 1/10 s.d 1/12 lebar tubuhnya gn bentuk seperti lensa dimana bagian tengahnya melengkung kearah bawah karena batuan bawahnya lentur.
Phacolith: massa intrusi yang melensa yg terletak pada sumbu lipatan.

b. Bentuk Diskordan:
tubuh batuan yg mempunyai hubungan struktur yg memotong (tidak sejajar) dengan batuan induk yg diterobosnya, contohnya: Dike: Intrusi yg berbentuk tabular yg memotong lapisan batuan sekitarnya Batholith: intrusi yg tersingkap dipermukaan, berukuran >100 km persegi, bentuk takberaturan dan tdk diketahui dasarnya. Stock intrusi mirip dg

batholith, tersingkap dipermukaan, terbentuk

b. Bentuk Diskordan:
Stock intrusi mirip dg batholith, tersingkap dipermukaan, terbentuk pd lingkungan yg tidak jauh dari permukaan bumi

2. Batuan Beku Vulkanik, akibat pembekuan magma yg lebih cepat, misalnya pada saat meletusnya gunung api, maka mineral pembentuk batuannya terlihat lebih kecil contoh andesit.

Berdasarkan Kandungan Senyawa Kimia (kandungan silikatnya)


1.

2.
3. 4.

Batuan Batuan Batuan Batuan

beku beku beku beku

asam : silika > 65% menengah : silika 65 52% basa : silika 52 45% ultrabasa , 45%

Reaksi Bowen Seri dari Mineral-Mineral Utama Pembentukan Batuan Beku


Olivin Orto Piroksin Klino Piroksin Amphibol Biotit Temperatur Tinggi: Magma Basa
M in er al H i ta m M in er al P ut ih

Anortit

Bitownit
Labradorit Andesit Oligoklas Albit

Potassium Feldspar
Mineral Hitam: Mafik Mineral Putih: Felsik Muskovit Kuarsa Temperatur Rendah: Magma asam

Beberapa mineral pembentuk batuan


kuarsa felspar Ortoklas Plagioklas (kristal-kristal pencampur albit dan anortit) Muskovit Biotit Misalnya hornblenda Misalnya augit SiO2 KAlSi3O8 NaAlSi3O8-CaAl2Si2O8
Mineral-mineral terang terutama K,Na, Ca, Al

mika amfibol

KAl2(AlSi3O10)(OH,F) K(Mg, Fe)3 (AlSi3O10)(OH,F)2 Ca2(Mg,Fe)5(OH)2(Si4On)2 Seringkali dengan Al Ca(Mg,Fe)Si2O6 Terkadang juga Al dan Na (Mg, Fe)2 SiO4

Mineral mineral Gelap terutama Mg, Fe

piroksen Olivin

Contoh kandungan oksida dlm batuan yg sdh ditentukan namanya


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Struktur pd batuan beku adalah: Masif, secara keseluruhan kenampakan batuan terlihat seragam Vesikuler, pada masa batuan terdapat lubang-lubang kecil yang berbentuk bulat atau elips dgn penyebaran tdk merata Amigdaloidal, struktur vesikuler yg terisi oleh mineral Scorious, struktur vesikuler yyg penyebarannya merata dg lubang-lubang yg saling berhubungan. Aliran, kesejajaran mineral pada arah tertentu dg orientasi yg jelas Lava bantal (pillow lava) Columnar joint, struktur yg memperlihatkan seperti tiangtiang, akibat kontraksi proses pendinginan.

Kegunaan Batuan

Kegunaan batuan pada dasarnya tergantung pada kekhususannya. Batuan yang agak keras atau tahan seperti granit dan sabak, merupakan bahan bangunan yang baik, Pualam suatu batuan keras, mengkilat dan berpola-pola, baik untuk bangunan maupun hiasan. Batu gamping dan tanah liat merupakan bahan baku pembuatan semen

Klasifikasi batuan beku

Secara kuantitatif biasanya menggunakan data oksida batuan ataupun normatif. Data normatif diperoleh dari hasil perhitungan kembali persentase mineral berdasarkan data oksida batuan, terdapat banyak metode dan program untuk menghitung data normatif, seperti metode CIPW (program Newpet), metode linier programming (Lpnorm), metode mass balance (Moduis Calc), metode Ritmann, Sednorm

Untuk mengelompokkan batuan berdasarkan data normatif atau oksida biasanya menggunakan 2 sampai 3 variabel, misalnya SiO2 dan K2O + Na2O atau AFM (A = K2O + Na2O, F = FeO + Fe2O2 dan M = MgO), atau persen Kuarsa, Alkali felspar dan Plagioklas.

Tekstur Batuan Beku

Tekstur adalah sifat butir mineral dan hubungan antar butir antar batuan. secara umum tekstur mineral dapat dibedakan dari kenampakan bentuk, ukuran dan hubungan kristal mineral-mineralnya.

Beberapa tekstur batuan beku

Gelas (Glassy); tidak berbutir atau tidak mempunyai kristal (amorf) Afanitik (Aphanitic) - (Fine Grain Texture); Berbutir sangat halus dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Faneritik (Phaneritic) / Coarse Grain Texture) berbutir cukup besar dan dapat dilihat tanpa mikroskop. Porfiritik (Porphyritic); mempunyai dua kristal yang dominan Piroklastik (Pyrocklastik) mempunyai frakmen material vulkanik:

3. Klasifikasi Batuan Beku


a. Batuan Beku Dalam atau Plutonik. Yaitu batuan beku yang terbentuk oleh magma yang membeku dibawah permukaan bumi. kristal-kristal besar yang perlahan-lahan berkristalisasi, misalnya kedalam bentuk batolit dan lakolit; baru akan tampak dipermukaan bumi setelah terangkat ke atas dan setelah terjadi erosi.

Ciri-ciri batuan beku dalam:


1) Pendinginannya sangat lambat. 2) Memungkinkan timbulnya kristal-kristal yang besar dan sempurna menjadi tubuh batuan beku intrusif. 3) Tubuh batuan ini mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam, karena magma dapat menguak batuan disekitarnya atau menerobos melalui rekahan.

Macam-macam batuan beku:


1) Granit dan Granodiorit; Felspar dan kwarsa adalah mineral yang sebagian besar penyusun granit dan granodiorit, mika muskovit dan biotit, pada batuan granit tersusun atas butiran-butiran hornblande. 2) Diorit; mineralnya adalah plagioklas, kwarsa, mika, amphibol dan piroksen. 3) Gabro dan Peridotit; Diorit mempunyai warna gelap, begitu pula dengan mineral piroksen dan olivin, Jika batuan beku dengan butiran kasar dinamakan olivin sebagai mineral utama disebut peridotit.

Identification of Igneous Rocks


Grain Size fine fine fine fine or mixed fine or mixed Usual Color dark light dark light medium Other glassy appearance many small bubbles many large bubbles contains quartz Composition lava glass lava froth from sticky lava lava froth from fluid lava high-silica lava Rock Type Obsidian Pumice Scoria Felsite Andesite

between felsite and medium-silica lava basalt

fine or mixed
mixed

dark
any color

has no quartz

low-silica lava

Basalt
Porphyry

large grains of large grains in finefeldspar, quartz, grained matrix pyroxene or olivine

Grain Size coarse

Usual Color Other light wide range of color and grain size like granite but without quartz

Composition

Rock Type

feldspar and quartz with minor mica, amphibole or Granite pyroxene feldspar with minor mica, Syenite amphibole or pyroxene low-calcium plagioclase and dark minerals high-calcium plagioclase and dark minerals

coarse

light medium to dark medium to dark dark dark green

coarse
coarse coarse coarse coarse

little or no quartz
no quartz; may have olivine

Diorite
Gabbro Peridotite Pyroxenite Dunite

dense; always has olivine


dense dense

olivine with amphibole and/or pyroxene


mostly pyroxene with olivine and amphibole at least 90% olivine

very coarse

any color

usually in small intrusive bodies

typically granitic

Pegmatite