Anda di halaman 1dari 3

PERANAN DAN TUGAS GURU DALAM PROSES PENDIDIKAN

Oleh: Maman Herman, S.Pd MGMP B.Inggris Wil. Manonjaya

UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa : Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembengkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan ,pengembangan diri, kepribadian,kecerdasan,akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat,bangsa,dan Negara. Dengan demikian guru mempunyai peranan yang sangat penting dan sangat menentukan dalam keberhasilan dunia pendidikan. Oteng Sutisna (1989:107) mengemukakan bahwa keberhasilan program pendidikan tidak hanya bergantung pada konsep-konsep program yang disusun dengan cermat dan teliti saja. Akan tetapi pada pewrsonil yang mempunyai kesanggupan dan keinginan untuk berprestasi. Tanpa personil yang cukup epektif,program pendidikan yang dibangun di atas konsep-konsep yang baik serta dirancang dengan teliti tidak mungkin tercapai. Demikian juga pendapat Depdikbud (1994: 63) yang mengemukakan bahwa guru adalah sumber daya manusia yang diharapkan mampu mengerahkan dan mendayagunakan factor-faktor lainnya sehingga tercipta proses belajar mengajar yang bermutu.tanpa mengabaikan factor-faktor lain, guru dapat dianggap sebagai factor utama yang menentukan keberhasilan dunia pendidikan di Indonesia. Guru adalah ujung tombak dalam proses pendidikan,proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan,karena secara langsung guru mentransper berbagai ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kaidah-kaidah pendidikan kepada siswa dalam proses belajar mengajar dengan berbagai model dan strategi pembelajaran. Bruce Joyee dan Marshall Weil mengelompokannya pada empat hal , yaitu : 1. Sebagai proses informasi; 2. Perkembengan pribadi; 3. Interaksi social; 4. Modifikasi tingkah laku. Proses belajar mengajar merupakan serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu ( Moh.Uzer Usman, 1999: 4 ). Peranan guru adalah untuk menciptakan serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan yang dilakukan dalam situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang menjadi tujuan ( Wrighman, 1977: 23 ) Tingkat kemampuan professional guru akan berpengaruh pada keberhasilan proses pendidikan itu sendiri. Keberhasilan itu sendiri snat bergantrung pada perencanaan. Implementasi perencanaan melibatkan kemampuan guru dan kepiawaian kepala sekolah dan factor yangf lainnya juga turut menentukan. Moh Uzer Usman (1999: 8 ) menggambarkan secara singkat tentang tugas pokoik seorang guru. Menurutnya tugas dan peranan guru adalah sebagai berikut :

1. Guru sebagai Demonstrator. Dalam hal ini guru hendaknya : - Mampu mengembangkan dan meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan yang dimilikinya - Mampu dan trampil dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK), dan memahami kurikulum - Mampu memotivasi siswa untuk bisa menerima dan memahami serta menguasai ilmu pengetahuan. 2. Guru sebagai Pengelola Kelas. Dalam hal ini guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar yang kondusif, menyenangkan dan terorganisir. Lingkungan eksternal dan internal perlu diatur dan diarahkan sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan.Karena faktor lingkungan juga turut menentukan dan berpengaruh terhadap proses belajar mengajar.Oleh karena itu perlu ada hububgan komunikasi antara guru sekolah dan lingkungan sekitar.Guru harus memberi kesempatan kepada siswa untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa tanggung jawab sehingga tercipta proses belajar mengajar yang efektif Serta efisien dengan hasil yang optimal. 3. Guru sebagai Mediator dan Fasilitator. Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, materi,metrode,dan evaluasi. Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumbert belajar yang berguna dan dapat menunjang pencapaian dan tujuan pembelajaran, baik berupa nara sumber, buku teks, atau sumber lain yang relevan. 4. Guru sebagai Evaluator. Guru harus mampu memberikan penilaian terhadap hasil kinerja siswa. Tujuan dari penilaian adalah untuk mengetahui dan mengukur penguasaan siswa terhadap pelajaran yang telah diajarkan.Informasi dari hasil evaluasi merupakan umpan balik terhadap proses belajar mengajar yang akan dijadikan tolok ukur untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran berikutnya sehingga hasilnya semakin optimal. 5. Guru sebagai Administrator Dalam hal ini guru harus berperan sebagai : a. Pengambil inisiatif, pengarah, dan penilai kegiatan-kegitan pendidikan b. Wakil masyarakat, yang berarti guru bsebagai warga sekolah juga warga masyarakat harus mencerminkan sebagai warga masyarakat yang baik. c. Orang yang ahli dalam mata pelajaran. Guru bertanggungf jawab dalam mewariskan ilmu pengetahuan dan budaya kepada peserta didik. d. Penegak disiplin, guru harus menjaga dan member contoh berdisiplin. e. Pelaksana Asministrasi Pendidikan. Guru harus pandai membuat admnistrasi pendidikan. f. Peminpin generasi muda g. Penerjemah kepada masyarakat. Artinya guru berperan untuk menyampaikan segala perkembangan kemajuan dunia sekitar kepada masyarakat, khususnya masalah dunia pendidikan.

Peranan guru dalam proses pengajaran belum bisa digantikan


oleh mesin,radio,tape recoeder,ataupun computer yang paling modern sekalipun. Masih banyak unsur manusiawi seperti sikap,sistem nilai, perasaan, motivasi, kebiasaan,dan lain-lain yang merupakan hasil dari proses pengajaran, tidak dapat dicapai melalui alat-alat tersebut

( Nana Sujana )

Diambil dari Penerbit PT Karsa Mandiri Persada Cetakan 2008