Anda di halaman 1dari 5

Bagaimanakah gerakan janin yang normal selama masa kehamilan?

Pada Saat Usia Gestasi 13-16 Minggu Awal dari Trimester Ke-2. Janin berukuran 15 cm. Kulit Janin masih transparan, telah mulai tumbuh lanugo (rambut janin). Janin bergerak aktif, yaitu menghisap dan menelan air ketuban. Telah terbentuk Mekonium (Feses) dalam usus. Jantung berdenyut 120-150/menit. Mengapa terjadi perubahan tekanan darah? Penurunan Ekspresi HLA-G Human Leukocyte antigen Protein G Menghambat Invasi trofoblas ke dalam desidua
Kelainan Vaskularisasi Plasenta Invasi Sel-sel Trofoblast Pada Lapisan otot arteri spiralis

Invasi trofoblas penting agar jaringan menjadi lunak , sehingga arteri spiralis mudah berdilatasi

Lapisan Otot tidak mengalami degenerasi sehingga tetap kaku dan keras Lumen arteri spiralis tidak mangalami distensi dan vasodilatasi Vasokonstriksi Akibat kegagalan Remodeling A.Spiralis

Aliran Darah Uteroplasenta Menurun Terjadi Hipoksia + Iskemia Plasenta Radikal Bebas Salah Satunya Radikal HIdroksil

Merusak Membran Sel, Nukleus dan Protein Sel Endotel

Disfungsi Endotel

Penurunan Produksi Prostacycline (PGE2) sebagai Vasodilator Kuat

Agregasi Trombosit Pada Daerah yang mengalami Kerusakan

Agregasi Trombosit Memproduksi Tromboksan (TXA2) Sebagai Vasokonstriktor Kuat

HIPERTENSI

Gambar : Arteri Spiralis Pada Wanita tidak Hamil, Pre-eclampsia dan Wanita hamil Normal.

Bagaimana cara penegakkan diagnosis dan WD pada kasus ini?

Criteria for the Diagnosis of Severe Preeclampsia SBP >160 mm Hg and/or DBP >110 mm Hg on two occasions at least 6 hours apart Proteinuria of 5 g or higher in a 24-hour urine specimen or 3+ or greater on two random urine samples collected at least 4 hours apart Oliguria <500 cc in 24 hours Thrombocytopenia : Platelet count <100,000/mm3 Elevated liver function test results with persistent epigastric or right upper quadrant pain Pulmonary edema Persistent, severe cerebral or visual disturbances SBP: Systolic Blood Pressure, DBP: Diastolic Blood Pressure Criteria for the Diagnosis of HELLP Syndrome Hemolysis Abnormal peripheral smear LDH >600 U/L Bilirubin >1.2 mg/dL Elevated liver enzymes Serum AST >70 U/L LDH >600 U/L Low platelets Platelet count <100,000/mm3

Ditemukan Kriteria Diagnosis diatas, menyimpulkan bahwa diagnosis pada kasus ini adalah Pre eclampsia Berat disertai Komplikasi HELLP Sindrom. Apa interpretasi dan mekanisme keabnormalan dari pemeriksaan fisik? Examination Height= 152 cm; Weight: 65 kg; her BP was 180/110 mmHg. HR: 83x/min, RR: 24x/m. She is apyrexial. : Hipertensi Her face is minimally swollen : edema pada wajah akibat penurunan tekanan onkotik dan peningkatan resistensi vascular. Abdominally she is tender in the epigastrium and beneath the right costal margin : Terjadi Peregangan kapsul Glissons dan juga gangguan fungsi enzim di Hepar The legs and fingers are middly oedematous and lower limb reflexes are very brisk, with

clonus. : Terjadi Perpindahan Cairan intravascular ke intersitium khususnya di jaringan subkutan pada jari tangan dan kaki disertai reflex klonus yang meningkat maka telah terjadi lesi pada upper motor neuron dan traktus pyramidal dan terjadi keseimbangan Asam-Basa.

Obstetric examination: Outer examination: Fundal hight 32 cm : Umur Kehamilan mencapai 36 minggu setinggi Proc. Xypoideus cephalic presentations, 3/5 palpable: Presentasi kepala bayi telah melewati pintu atas panggul. no contraction of the uteri : tidak adanya kontraksi uteri , belum ada tanda-tanda kelahiran bayi dan juga kondisi fisik ibu yang lemah akibat pre-eclampsia FHR: 150 x/menit : Normal PATOFISIOLOGI PRE-EKLAMPSIA

Daftar Pustaka 1. Decherney A, Nathan L. 2007. Current Obstetric & Gynecology Diagnosis & Treatment. E-book: McGraw Hills Company. 2. Sarwono P, Hanifa W. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 3. Gibbs R, Karlan B. 2008. Danforths Obstetric & Gynecology. E-book: Lippincot William & wilkins.

Beri Nilai