Anda di halaman 1dari 10

Laporan Praktikum Biokimia Kedokteran Blok Endokrin PEMERIKSAAN KOLESTEROL DARAH (Metode CHOD-PAP)

Oleh : Nama NIM Kelompok Asisten : Adhyatma Prihatmojo : G1A007061 : XVI (Gelombang 4) : Lusiana Wulandari

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU ILMU KESEHATAN JURUSAN KEDOKTERAN PURWOKERTO 2008

LEMBAR PENGESAHAN

Oleh : Nama NIM Kelompok : Adhyatma Prihatmojo : G1A007061 : XVI

Disusun untuk memenuhi persyaratan mengikuti ujian Praktikum Biokimia Kedokteran Blok Endokrin dan Metabolisme pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

Diterima dan disahkan Purwokerto, Desember 2008 Asisten

Lusiana Wulandari K1A006013

BAB I PENDAHULUAN I. Judul Praktikum Pemeriksaan Kolesterol darah II. Tanggal Praktikum Kamis 11 Desembe 2008 III. Tujuan Praktikum 1. Mengukur kadar kolesterol darah dengan metode CHOD-PAP. 2. Menyimpulkan hasil pemeriksaan kadar kolesterol pada saat praktikum setelah membandingkannya dengan nilai normal 3. Melakukan diagnosa dini penyakit apa saja yang disebabkan oleh peningkatan kadar kolesterol dengan bantuan hasil praktikum yang dilakukan IV. Dasar Teori Kolesterol adalah komponen membran sel dan prekursor untuk hormon steroid dan asam empedu yang disintesis oleh sel tubuh dan diserap dengan makanan. Kolesterol di angkut di dalam plasma melalui lipoprotein, yang disebut kompleks antara lipid dan apolipoprotein (HDL), low density lipoprotein (LDL), Very low density lipoprotein VLDL), kilomikron. LDL berperan dalam pengangkutan kolesterol ke sel di perifer, HDL bertanggung jawab terhadap pengambilan kembali koesterol dari sel. Empat kelas perbedaan lipoprotein ini menunjukkan hubungan yang nyat terhadap atherosklerosis koroner. LDL-Cholesterol (LDL-C) menyumbang pembentukan plak atherosklerosik di dalam intima arteri dan

terkait erat dengan penyakit jantung koroner serta berhubungan dengan mortalitas. Pada saat kolesterol total dalam rentang nilai normal, peningkatan konsentrasi LDL-C menunjukkan resiko tinggi HDL-C mempunyai efek perlindungan dengan menghambat pembentukan plak dan menunjukkan terbalik dengan angka kejadian PJK. Kenyataanya, nilai HDL-C yang rendah merupakan faktor resiko independent. Beberapa uji coba klinis terkendalai menggunaan diet, perubahan gaya hidup dan atau oabat-obat yang berbeda (khususnya HMG CoA reduktase inhibitors, statins) telah menunjukkan bahwa rendahnyakadar kolesterol total dan LDL-C mengurangi resiko PJK secara drastis. V. Alat dan Bahan A. Alat 1. Spuit 3 cc 2. Torniquet 3. Eppendorf 4. Sentrifugator 5. kuvet 3 buah 6. rak tabung reaksi 7. Mikropipet ( 10 l - 100 l ) 8. makropipet ( 100l - 1000 l ) 9. yellow tip 10. Blue tip 11. Spektrofotometer 12. Placon

B. Bahan 1. Sampel (serum) 2. Working Reagen kolesterol VI. Cara kerja 1. Darah diambil dari probandus dengan terlebih dahulu dikencangkan lengan atasnya menggunakan torniquet, setelah itu darah diambil menggunakan spuit kira-kira sebanyak 3 cc. 2. Darah yang masih berada dalam spuit dimasukkan ke dalam tabung eppendorf dan disentrifugasi dengan kecepatan 4000 rpm selama 10 menit, kemudian diambil serumnya untuk sampel 3. Sampel serum sebanyak 10 l kemudian dicampur dengan reagen kolesterol sebanyak 1000 l. 4. Campuran diinkubasi selama 15 menit kemudian diukur pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 546 nm VII. Nilai normal Dicurigai Meningkat : > 220 mg/dl atau 5,7 mmol/l : > 260 mg/dl atau 6.7 mmol/l

Asosiasi Atherosklerosis Eropa merekomedasikan untuk menurunkan kadar kolesterol samapai 180 mg/dl untuk orang berusia sampai dengan 30 tahun dan 200 mg/dl diatas 30 tahun.

BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan Identitas Probandus Nama Umur Jenis kelamin : Adhyatma Prihatmojo : 20 tahun : Laki-laki

Kadar kolesterol : 165 mg/dl B. Pembahasan Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, didapatkan kadar kolesterol darah probandus adalah 165 mg/dl. Hal tersebut menunjukan nilai yang normal karena nilai normalnya <180 mg/dl. Jika ada peningkatan kadar kolesterol dalam darah dapat disebabkan karena peningkatan lemak di dalam darah disebut juga hiperkolesterolmia Pada sebagian besar pasien hiperkolesteromia terdapat peningkatan prevalensi familial terhadap keadaan ini, namun penyebabnya masih belum diketahui. Peningkatan berat badan dan pola makan memainkan peranan penting pada keadaan ini. Kolesterol LDL dapat diturunkan terutama dengan pemilihan makanan yang mengandung lemak nabati, sebaliknya lemak hewani meningklatkan sinesis kolesterol dihati dan berakibat meurunkan densitas resptor LDL sehingga kensentrasi LDL yamh kaya kolesterol di dalam serum meningkat. Akibatnya terjadi peningkatan LDL terhadap reseptor scavenger yang memperantarai pengumpulan kolesterol di makrofag, kulit, dan dnding pembuluh darah. Jadi hiperkolesterolmia merupakan faktor atherosklerosis dan penyakit jantung koroner. resiko untuk

C. Aplikasi Klinis 1. Atherosklerosis Penyakit ini merupakan penyakit arteri yang berkembang secara perlahan, dengan penebalan intima terjadi akibat penumpukan fibrosa yang secara bertahap akan menyempitkan luen, dan secara bertahap menjadi tempat perdarahan dan pembentukan trombus. Lapisan lemak meupakan tanda awalAtherosklerosis yang tampak. Lapisan ini merupakan akumulasi sel besar yang mengandung lemak di subendotel. Selanjutnya, terbentuk plak fibrosa atau aterom, yang merupakan penyebab manifestasi klinis Ath. Plak ini terdiri dari akumulasi monosit, makrofag, limfosit T, jaringan ikat, debris jaringan dan kristal kolesterol. Salah satu penyebab Ath adalah Hiperlipidemia. Kadar koleterol serum serum lebih tinggi dari >265 mg/dl pada orang yang berusia 35-40 tahun meningkatkan resiko PJK. Sekitar 70% dari kolesterol ini akan ditransport daam bentuk LDL dan pembentukan Ath berhubungan erat dengan peningkatan LDL. Kelainan pada reseptor LDL akan menyebabkan Ath yang sangat dini. 2. Penyakit Jantung Koroner Penyebab utama PJK adalah penyempitan arteri koronaria besar di bagian proksimal oleh aterosklerosis. Karena itu tekanan darah poststenosis menjadi jauh jauh lebih rendah dari pada tekanan diastolik aorta rata-rata. Untuk mengompensasi resistani yang meningkat atau tekanan yang menurun ini, cadangan koroner akan meningkat hingga melampaui batas, bahkan ketika istirahat. Makin lama rentang waktu untuk kompensasi akan habis dan

mengakibatkan diameter lumen arteri koronaria besar berkurang hingga 6070% sehingga bidang potonglintang berkurang hingga 10-15% dari nomal, akan terjadi iskemik miokard dengan nyeri hipoksik. Jika suplai O2 secara bersamaan berkurang, misal akbat penurunan tekanan darah diastolik,

keseimbanagn O2 akan terganggu, meskipun terdapat stenosis arteri koronaria yang ringan

BAB III KESIMPULAN

1. Kadar kolesterol probandus normal yaitu 165 mg/dl 2. Aplikasi klinis dari peningkatan kolesterol yaitu Atherosklerosis, Penyakit jantung koroner

Daftar Pustaka

Corwin, Elizabeth. J. 2001. Sistem Kardovaskuler. Dalam : Buku saku Patofisiologi. Jakarta : EGC Kee, Joyce L. Trigliserida (serum). Dalam : Pedoman Pemeriksan Laboratorium dan Diagnostik. Edisi 6 Jakarta : EGC Murray, Robert K. 2003. Pengangkutan dan Penyimpanan Lipid. Dalam : Biokimia Harper, edisi 24. Jakarta : EGC..... Silberbagl, Stefan ., Lang, Florian. 2007. Metabolisme Lipoprotein. Dalam : Teks dan Atlas Berwarna Patofisiologi. Jakarta : EGC. Sherwood, Lauralee. 2001. Sistem Pencernaan. Dalam : Fisiologi Manusa dari Sel ke Sistem, Edisi 2. Jakarta :

Anda mungkin juga menyukai