Anda di halaman 1dari 6

PENGENALAN POTENSI PEMANFAATAN ARUS LAUT SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN DAN BERKELANJUTAN di INDONESIA

Ahmad Hasnani Rangkuman : Indonesia adalah Negara yang kaya dengan sumber energy terbarukan, salah satunya adalah energy arus laut, lebih dari 60 % wilayah Indonesia adalah laut, potensi besarnya belum digarap secara maksimal, artikel singkat berikut membahas mengenai penyebab arus laut, cara pemanfaatan dan teknologi yang dikembangkan untuk memanfaatkan arus laut, sumber energy laut dibagi menjadi tiga, gelombang, arus laut dan pasang surut, ketiganya dapat dimanfaatkan di Indonesia. Keyword: tidal energi, arus laut, energy terbarukan, energi pasang surut

LAUT INDONESIA Laut Indonesia memiliki luas lebih kurang 5,6 juta km 2 dengan garis pantai sepanjang 81.000 km, memiliki keragaman hayati yang tinggi, lautan Indonesia adalah tempat melintasnya dua arus dari samudra pasifik dan samudra Indonesia, sehingga potensi energy arus laut sangat besar dan belum tersentuh dengan baik sampai saat ini, potensi lainya adalah Indonesia berada di garis katulistiwa, seperti kita ketahui bahwa pasang surut dipengaruhi oleh gaya grafitasi bulan dan matahari, perbedaan pasang surut antara siang dan malam juga dapat dimanfaatkan sebagai pemabangkit listrik energy pasang surut air laut, selain itu laut Indonesia terutama bagian selatan mempunyai dinamika ombak yang menarik, sepanjang tahun ketinggian ombak laut selatan beraneka ragam dari 1 m sampai dengan 3 m, hal ini juga dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga ombak. Kenapa laut? Pertama luas lautan lebih besar daripada daratan di Indonesia, kedua berdasarkan hasil penelitian, energy yang dapat dihasilkan oleh laut per meter persegi paling tinggi diantara sumber energy terbarukan lainya, gambar 1 dibawah menunjukkan blue energy (tidal) dapat menghasilkan 192.720 kwh/m2 [1]

WAVE DAN TIDAL Wave Energy Energy ombak (wave) dapat diartikan dengan energy yang didapat dari permukaan laut akibat pergerakan gelombang air laut, cara dan hasil dari ekstrasi ombak bermacam-macam mulai dari membangkitkan generator listrik, memompa air ke waduk, maupun untuk untuk destilasi air laut, ombak berbeda dengan energy pasang surut, energy dari ombak tersedia sepanjang hari, sedangkan ombak berbeda antara siang dan malam. Beberapa kenyataan tentang keuntungan dan kerugian energy ombak antara lain - Ombak mempunyai amplitudo besar di permukaan air luat, dan mengecil ke dasar lau, sehingga ekstrasi energy ombak hanya dapat dilakukan pada permukaan air laut. - Besarnya gelombang lebih susah diprediksi, tergantung angin yang bertiup - Daerah dengan perbedaan suhu besar, seperti daerah utara dan selatan berpotensi lebih besar karena memungkinkan angin bertiup lebih kencang. - Semakin besar ombak semakin besar enegy yang dihasilkan

Gambar 1. Perbandingan densitas energy

Open Knowledge and Education | http://oke.or.id

Gambar 4. Tinggi pasang surut air laut didunia [2]


Keunggulan tidal energy adalah kemudahan dalam prediksi karena posisi bulan dan matahari dapat diprediksi dengan mudah, kekurangannya adalah terdapat periode dimana ketinggian tidal tidak mencukupi yaitu saat bulan tidak berada lurus dengan air laut.

Gambar 2 . potensi tinggi ombak di dunia Berdasarkan gambar 2 diatas, daerah indonesia yang mempunyai ombak cukup besar adalah wilayah selatan, mulai dari bali sampai dengan sumatra utara Tidal Energy Energy pasang surut dapat dipahami sebagai energy yang dihasilkan dari pergerakan masa air secara besar karena terjadi pasang surut dilaut, menurut cara ekstrasi yang digunakan dapat dibagi menjadi dua, yaitu ekstrasi energy kinetic, berdasarkan pergerakan aliran bebas air laut, serta ekstrasi energy potensial, yang didapat berdasarkan beda ketinggian selama terjadinya pasang surut air laut.

Gambar 5. Distribusi periode pasang surut

TEKNOLOGI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA OMBAK Terdapat berbagai jenis cara untuk mengekstrasi energy ombak menjadi energy listrik, beberapa yang sering digunakan didunia saat ini adalah Anaconda Bulge Wave Sistem Ombak laut yang naik turun dimanfaatkan untuk menggerakkan air didalam tabung besar dan panjang, tabung flexible tersebut berukuran 6-15 m dengan panjang sampai dengan 150 m

Gambar 3. Posisi bulan, matahari dan pasang surut air laut Perbedaan pasang surut terjadi karena gravitasi bulan dan matahari, karena bulan berjarak lebih dekat, air pasang lebih pada saat bulan purnama lebih banyak daripada air pasang saat matahari bersinar tegak di siang hari, ilustrasi gambar 1 menunjukkan terjadinya pasang surut dan letaknya karena pengaruh bulan dan matahari.

Gambar 6. Prinsip kerja anaconda bulge wave Air yang masuk dari ujung dengan katup searah ditambah pergerakan ombak yang naik turun menyebabkan tabung tersebut terisi air terus menerus dan menekan kearah belakang, seperti gerak perislitik pada usus di perut, bagian belakang Open Knowledge and Education | http://oke.or.id

erdapat sistem hridrolik yang terhubung dengan motor listrik, sistem ini dipengaruhi oleh tinggi ombak, kecepatan ombak, dan ukuran dari bulge. Oister Hydraulic Piston System

bagian dengan panjang setiap bagian 50 m dan diameter tabung 3 m. (gambar 9), hasil penelitian menunjukkan pelamis dengan panjang 180 m dan diameter 4 m, dapat menghasilkan energy listrik sebesar 750 kW, dengan kedalaman rata-rata air laut 50 m. [4]

Gambar 7. Oister wave energy converter [3] Technology hydrolic piston, mengubah energy ombak untuk menggerakkan piston, lalu mengangkat air dalam saluran tekanan tinggi dan disalurkan ke hydroelectric generator, salah satu sistem yang terkenal saat ini adalah oister, buatan dari aquamarine power.ltd, di dunia potensi penggunaan hydrolic piston mencapai 60 Gw (Gambar 8)

Gambar 9. pelamis attenuators tampak atas dan samping

Gambar 10. posisi hydrolic ram, generator, dan spring Sistem attenuetor lainya dapat ditemui pada McCabe wave pump, prinsip kerjanya sama dengan pelamis, namun terdapat tiga bagian utama pontoon, pada bagian akhir pontoon terhubungkan dengan pumpa hyrolik, air laut yang dipompa disalurkan ke generator listrik [5].

Gambar 8. potensi ombak yang sesuai untuk hydrolic piston Walau lautan Indonesia tidak termasuk yang sesuai dengan hydrolik piston, karena ombaknya masih kecil, namun indonesia memiliki ZEE yang jaraknya 200 mil dari bibir pantai, explorasi lebih lanjut masih memungkinkan teknologi ini untuk digunakan di perairan Indonesia. Attenuators Pelamis System Attenuators terdiri dari banyak bagian yang mengambang secara paralel terhadap arah gelombang, energy didapatkan dari pergerakan setiap bagian, karena antar bagian bergerak saling menekuk mendorong hydrolik ram yang berada di tabung untuk menggerakkan generator listrik (gambar 10), salah satu yang terknenal adalah pelamis, pelamis dapat bergerak secara naik turun maupun berbelok ke kanan dan ke kiri, sebuah pelamis pada umumnya terdiri dari minimal 3

gambar 11: wave pump

Oscillating Water Column Sistem (OWC) Energi ombak OWC terbentukn melalui efek osilasi tekanan udara pada kolam akibat fluktuasi pergerakan gelombang yang masuk ke dalam chamber. Tekanan udara tersebut digunakan untuk menggerakkan turbin angin, prinsip kerjanya dapat dilihat pada gambar 12 dibawah Open Knowledge and Education | http://oke.or.id 3

Keunggulan pada AWS adalah tidak dibutuhkan tempat yang luas untuk mengekstrasi energy ombak, di eropa dan USA sedang diuji coba untuk digunakan secara luas (gambar 14), walaupun sampai saat ini biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi AWS tergolong lebih mahal dibandingkan sistem pembangkit listrik energy gelombang lainya [7]

Gambar 12. Oscillating Water Column Sistem Pertama pergerakan ombak (1) akan masuk kedalam kolom (2) lalu udara tertekan keatas didalam kolom (3) setelah melewati katub (5) angin yang terkompresi menggerakkan turbin angin (7) yang terhubung dengan generator, yang menkonversikan gerakan turbin menjadi listrik (8). Di Indonesia OWC sudah dibangun di daerah gunung kidul, jawa tengah, sedangkan tipe modelnya dapat dilihat di Technopark Parang racuk, Yogyakarta dikembangkan oleh BPPT, teknologi ini dinamakan PLTO (Pembangkit Listrik Tenaga Ombak) beroperasi dikedalaman 4-10 m dengan rpm maksimal 3000 rpm, listrik yang dihasilkan mencapai 3400 KW [6]. OWC yang sering digunakan terdapat dua tipe, yaitu tipe fixed dan floating, Archimedes Wave Swing System AWS menggunakan prinsip archimedes bahwa benda dalam air dapat dibagi menjadi tiga, melayang, mengapung dan tenggelam, memanfaatkan pergerakan naik turun karena perbedaan ketinggian ombak dikonversikan menjadi gerakan vertical, didalam tabung terdapat stator dan rotor, stator terikat di dasar laut, sehingga posisinya tidak berubah, namun rotor terikat pada tabung yang dapat bergerak secara naik turun mengikuti irama ombak dengan bebas (gambar 13)

Gambar 14 : ilustrasi ladang AWS di laut lepas Wave Dragon Prinsip kerja wave dragon adalah mengumpulkan ombak di laut lepas ditampung dalam sebuah kolam, lalu di bagian tengah kolam dipasang low head water turbine, air yang masuk dalam kolam diarahkan ketengah lalu memutar turbine air tersebut, test pertama kali di lakukan di Nissum Bredning, Denmark, pada tahun 2009 wave dragon berkapasitas 7MW sudah berhasil dipasang.

Gambar 15 :prinsip kerja wave dragon Sebenarnya masih banyak sistem yang digunakan untuk mengubah energi ombak menjadi energi listrik, seperti point absorber, underwater buoy, dan floating buoy, dan sistem lainya terus dikembangkan di seluruh dunia, karena 2/3 bagian dunia ini adalah laut yang menyimpan banyak energi terbarukan dan berkelanjutan. PENGUKURAN ENERGI OMBAK Ombak terjadi karena pergerakan angin yang melewati air laut secara terbuka, dibandingkan dengan energi angin, maupun photovoltaic, [8] energi ombak tergolong energi terbarukan, angin terjadi karena perbedaan tekanan udara yang Open Knowledge and Education | http://oke.or.id

Gambar 13 : Prinsip Kerja AWS

disebabkan pemanasan oleh matahari, karena itu ombak dapat dikatakan sebagai konsentrasi energy dari panas matahari, proses perpindahan ini paling banyak terjadi di daerah sekitar katulistiwa karena bersuhu lebih panas umumnya pada lintang 30- 60 [9], energi yang terkandung dalam ombak dapat dihitung dengan persamaan

berhubugan antara muara dan laut tidak dapat berkembang biak dengan, UK memutuskan untuk menghentikan pemakaian barrage tidal system mulai tahun 1980 an.

dengan P = wave power ( W/m), = densitas air laut 1,025 kg/m3, percepatan grafitasi 9.8 m/s/s, T = periode ombak (s) dan H = tinggi ombak (m) TEKNOLOGI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PASANG SURUT AIR LAUT terdapat dua jenis metode yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga pasang surut, yang pertama adalah barrage tidal system, energy diperoleh dari ekstrasi energy potensial, yang kedua adalah free flow tidal system, energy pada sistem ini diperoleh dari ekstrasi energy kinetic prinsip kerjanya sama persis dengan kincir angin.

Free Flow Tidal Turbine FFTT saat ini sedang marak dikembangkan, prinsip kerjanya sama persis dengan wind turbine, bahkan bentuk dari tidal turbine sangat mirip dengan wind turbine, sistem tidak memerlukan bendungan, namun langsung terpasang di lautan lepas, gaya dorong dihasilkan dari pegerakan energy kinetic arus laut, dikarenakan densitas air lebih tinggi dari pada angin, FFTT dapat menghasilkan energy yang lebih besar dengan ukuran yang sama untuk wind turbine.

Barrage Tidal Sistem Telnologi pasang surut dengan membangun DAM merupakan teknologi yang paling lama digunakan, extrasi energy didapat dari perbedaan ketinggian antara air di dalam DAM dan diluar DAM (laut), saat pasang air mengalir memasuki DAM, sampai kondisi tertentu lalu air tersebut ditahan, bila laut sudah surut air dialirkan kembali ke laut melewati turbine air, sehingga energy listrik diperoleh (gambar 16)

Gambar 17. Tidal turbine di dalam laut Bentuk dari tidal turbine sangat beragam seperti halnya wind turbine, tidal turbine terbesar dipasang scotlandia berbobot 1300 ton dengan tinggi sekitar 22m, dengan kecepatan aliran laut 2.65m/s mampu menghasilkan daya sampai dengan 4000 Twh setiap tahun, diharapkan turbine ini mampu digunakan lebih dari 1000 rumah tangga. [10]

Gambar 16. Prinsip kerja Barrage tidal system Dalam perkembangannya sistem DAM ini bedampak pada lingkungan, walau berrhasil menghasilkan energy listrik yang lumayan besar, namun ecology air, dan berbagai jenis satwa yang Gambar 18 : tidal turbine terbesar di dunia AK1000

PENGUKURAN ENERGI TIDAL

Open Knowledge and Education | http://oke.or.id

Untuk tidal (pasang surut) terdapat dua buah jenis yang dapat diekstrasi yaitu energy potensial dan energy kinetic, energy potensial digunakan untuk barrage tidal system, dimana perbedaan ketinggian saat pasang surut yang dijadikan untuk menghitung energy potensial yang terkadung dalam pasang surut air laut, persamaan untuk menghitung energy potensial

keinginan pemerintah yang ingin mengurangi emisi karbon, tantangan yang harus dihadapi adalah melakukan penilitan lebih mendalam lagi, terhadap berbagai technology tersebut agar optimal digunakan diwilayah laut Indonesia.

References [1] Maser. M, Tidal energy a primer Blue energy Canada Inc. 2004. [2] 10 fact tidal energy, Australian institute of energy, 2009. [3] Courtesy: Aquamarine Power Ltd,
http://www.treehugger.com

Dengan P = daya yang dihasilkan (W/m), Cd = discharge coefficient, A = luas penampang (m2), g = gravitasi bumi. Z1-Z2 adalah perbedaan ketinggian antara permukaan air laut dan permukaan air dalam DAM. Untuk free flow tidal turbine, secara ideal aliran yang diekstrak dari energy kinetic dapat dihitung dengan persamaan [11]

Dengan , A dan U adalah densitas air laut, luar permukan turbine dan kecepatan aliran air laut. Selama turbine berputar kecepatan relative akan selalu bergerak dan menghasilkan gaya lift dan drag, resultant dari keduanya merupakan gaya tagensial, daya mekanis dari turbine dapat dihitung dengan persamaan [12]

[4] pelamis wave power, brochure, 2011 [5] Polaski, K., 2003, Waiting for the Waves, The IEA Ocean Energy Systems Newsletter, Issue 2, Sept. Available at http://www.iea-oceans.org/newsletters/news2.pdf. [6] Jurnal Nasional oscillating water column, pembangkit listrik tenaga ombak, 2008, available at http://www.alpensteel.com. [7] the engineer magazine insight new wave hal 26, Nov 2007 [8] Bedard, R., et al., 2005, Final Summary Report, Project Definition Study, Offshore Wave Power Feasibility Demonstration Project, EPRI Global WP 009 US Rev 1, Jan. 14, 2005. [9] Mineral Management Service, Technology White Paper on Wave Energy Potential on the U.S. Outer Continental Shelf, 2006 [10] Atlantis Unveils The Worlds Largest Tidal Turbine The AK1000, Aug 2010 ,http://www.atlantisresourcescorporation.com [11] Lang, C. Harnessing Tidal Energy Takes New Turn, IEEE Spectrum, September, p 13;2003. [12] Anderson,J Fundamental of aerodynamics McGraw-Hill Science/Engineering/Math, 2006

Developer Team Open Knowledge and Education.


i

Dimana, , Ft , dan r adalah sudut azimuth turbine, gaya tangensial dan turbine radius

KESIMPULAN Saat ini teknologi pemanfaatan arus laut, ombak, dan pasang surut sedang giat dikembangkan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dengan banyaknya garis pantai di Indonesia dan berbagai jenis teknologi yang berkembang sangat memungkinkan untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga air laut, hal ini adalah sejalan dengan Open Knowledge and Education | http://oke.or.id