Anda di halaman 1dari 3

Karyanto, dkk / Estimasi Porositas Batuan dan Saturasi Air Berdasarkan Formulasi Arhie dengan Inversi

Kuadrat Terkecil
65



Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVI HFI Jateng & DIY, Purworejo 14 April 2012
ISSN : 0853-0823

Estimasi Porositas Batuan dan Saturasi Air Berdasarkan
Formulasi Arhie dengan Inversi Kuadrat Terkecil

Karyanto
1
, Wahyudi
2
, Ari Setiawan
2
, Frinsyah Virgo
1

1
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Fisika Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
2
Program Studi Geofisika Jurusan Fisika Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Email: karyantodjon@yahoo.com

Abstrak Penelitian untuk mengestimasi besaran porositas dan saturasi air dari batuan berdasarkan persamaan
Archie. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode inversi kuadrat terkecil. Dari hasil penelitian tersebut
bahwa porositas batuan dan saturasi air dapat diestimasikan dengan metode inversi kuadrat terkecil, jika parameter-
parameter batuan seperti faktor formasi, tortuousitas, faktor sementasi dari batuan diketahui. Hasil yang lebih akurat
akan didapatkan jika tersedianya informasi awal parameter-parameter masukan.

Kata kunci: Porositas, saturasi air, inversi, persamaan Archie

Abstract This Research estimated parameters of rock porosity and water saturation based on Archie equation that
used least squares inversion method. Results of this study showed that rock porosity and water saturation can be
estimated by least squares inversion method, if rock parameters as formations factors, tortuosity, cementation factor
have been known. More accurate results would be obtained if initial information about input parameters is available.

Key words: porosity, water saturation, inversion, Archie equation


I. PENDAHULUAN
Pada penyelidikan geofisika, terkadang memerlukan
informasi (besaran fisika) lain berdasarkan pada besaran
fisika yang terukur namun informasi tersebut tidak dapat
diturunkan langsung dari besaran yang terukur [1].
Untuk penyelidikan hidrogeologi misalnya diperlukan
parameter porositas () dan saturasi air (s
w
) dari formasi
yang diselidiki. Permasalahan akan muncul jika kita
hanya menggunakan metode tahanan jenis dalam
penyelidikan tersebut karena dengan metode ini hanya
akan diperoleh tahanan jenis batuan (). Untuk itu
diperlukan permrosesan lebih lanjut untuk mendapatkan
(mengestimasi) parameter porositas dan saturasi air
berdasarkan data tahanan jenis.
Untuk kasus di atas Archie memformulasikan
hubungan antara tahanan jenis batuan () sebagai fungsi
dari porositas (), fraksi (s), dari pori yang terisi fluida
dan tahanan jenis fluida pengisi pori (
w
): [2]

= o1
-m
s
-n

w
(1)
a, m, dan n merupakan parameter-parameter petrofisika
masing-masing tortuousitas, faktor sementasi, dan
eksponen saturasi.
Jika perbandingan antara tahanan jenis batuan () dan
tahanan jenis fluida pengisi pori (
w
) adalah faktor
formasi (F), maka Persamaan (1) menjadi
F = o1
-m
s
-n
(2)
Persamaan tersebut diselesaikan dengan metode
estimasi non-linear Lavenberg-Marquardt [3], yaitu
dengan menguraikan persamaan ke dalam deret Taylor
dengan mengabaikan orde kedua dan seterusnya,
sehingga diperoleh
F
t
= F

+ _
P
t
b
]
] (Jb
]
)
k
]-1
(3)
b: parameter yang dicari
b
o
: parameter model awal
d=b-b
o

F

: faktor formasi observasi


F

: faktor formasi model awal


j: jumlah parameter yang dicari
_
P
t
b
]
] = [ (4)
Merupakan deferensial fungsi F

terhadap parameter
model. Dari persamaan (2) dilakukan diferensial parsial
sebagai berikut:
P

q
= -mo
-(m+1)
s
-n
(5)
P

s
= -no
-m
s
(n+1)
(6)
Kedua persamaan diselesaikan dalam bentuk matriks,
sehingga diperoleh
`

F
11
F
21
F
31
F
41
F
51/

=
`

F
11
0
F
21
0
F
31
0
F
41
0
F
51
0
/

+
`

[
11
1
[
12
2
[
21
1
[
22
2
[
31
1
[
32
2
[
41
1
[
42
2
[
51
1
[
52
2
/

[
J
Js
(7)

66 Karyanto, dkk / Estimasi Porositas Batuan dan Saturasi Air Berdasarkan Formulasi Arhie dengan Inversi Kuadrat
Terkecil


Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVI HFI Jateng & DIY, Purworejo 14 April 2012
ISSN : 0853-0823

`

F
11
F
21
F
31
F
41
F
51/

-
`

F
11
0
F
21
0
F
31
0
F
41
0
F
51
0
/

=
`

[
11
1
[
12
2
[
21
1
[
22
2
[
31
1
[
32
2
[
41
1
[
42
2
[
51
1
[
52
2
/

[
J
Js
(8)
Bila F=F

-F

, maka dapat dituliskan F=J.m, dimana m


(d dan ds) adalah parameter yang dicari. Persamaan
tersebut diselesaikan dengan metode kuadrat terkecil,
sehingga akan diperoleh persamaan
F = ([
1
. [ +
2
I)m (9)

2
adalah faktor redaman dan I adalah matriks identitas.
Sehingga persamaan menjadi
m = ([
1
. [ +
2
I)
-1
[
1
. F (10)
Proses iterasi akan konvergen jika selisih antara
parameter estimasi akhir (n) dengan parameter estimasi
sebelumnya (n-1) mencapai minimum. Solusi dari proses
inversi ini adalah

n
=
n-1
+J (11)
s
n
= s
n-1
+Js (12)
Persamaan (11) dan (12) inilah yang akan dicari
harganya untuk beberapa jenis batuan sampel, dan
kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan hasil dari
pengukuran di laboratorium.

II. METODE PENELITIAN
Langkah-langkah dari penelitian seperti yang
tertuang dalam diagram alir pada Gambar 1.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Proses yang dilakukan program yaitu melakukan
perhitungan faktor formasi dengan menggunakan
porositas dan saturasi model awal (masukan). Kemudian
akan dilakukan perbandingan nilai faktor formasi model
awal ini terhadap faktor formasi lapangan (observasi).
Dengan menggunakan inversi kuadrat terkecil akan
didapatkan nilai dan s. Perhitungan faktor formasi
kembali dilakukan dengan nilai porositas
n
=
n-1
+
dan nilai saturasi air s
n
= s
n-1
+s. Tahap selanjutnya
adalah melakukan perhitungan kesalahan (error) dengan
cara mencari selisih faktor formasi sekarang dengan
faktor formasi dari data observasi. Jika nilai kesalahan
masih lebih besar dari 10
-6
, maka semua proses di atas
akan diulang kembali dengan nilai porositas dan saturasi
air sekarang menjadi nilai porositas dan saturasi air
model awal. Proses tersebut akan diulang-ulang sampai
didapatkan nilai kesalahan yang lebih kecil dari 10
-6
.
Dan jika nilai kesalahan lebih kecil dari 10
-6
, maka nilai
porositas dan saturasi air adalah nilai-nilai yang dicari










Gambar 1. Diagram alir penelitian.
.
Dalam penelitian parameter masukan
o
(porositas
model awal), s
o
(saturasi model awal), a (tortuositas), m
(faktor sementasi), dan n (eksponen saturasi) merupakan
parameter-parameter petrofisika yang mempunyai harga
tergantung pada jenis litologi batuannya. Harga
koefisien tortuositas biasanya berkisar anatara 0,6
sampai dengan 2 bergantung pada jenis batuannya, harga
m anatara 1 sampai dengan 3 bergantung jenis sedimen,
bentuk pori serta jenis porositas, distribusi dan
kemampatannya[4]. Dan harga n antara 1,2 sampai
dengan 2,2 yang ditentukan berdasarkan eksperimen.
Proses inversi dalam penelitian ini dilakukan dengan
program Matlab, yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel1
berikut ini,

Ya
Tdk
Error 10
-6
F
o
Estimasi F
o

Inversi Kuadrat Terkecil
m=(J
T
.J+
2
.I)
-1
J
T
.F
m=(, s)
Inisialisasi

o
dan S
o
Perhitungan
F=F
o
+ F
o

Inisialisasi

o
dan s
o

Persamaan Matriks
F = J.m
Error
Perhitungan Error

=
n-1
+J
=
n-1
+d
s=s
n-1
+ds
Karyanto, dkk / Estimasi Porositas Batuan dan Saturasi Air Berdasarkan Formulasi Arhie dengan Inversi
Kuadrat Terkecil
67



Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVI HFI Jateng & DIY, Purworejo 14 April 2012
ISSN : 0853-0823

Tabel 1. Hasil estimasi porositas batuan dan saturasi air
Sampel Porositas () Saturasi Air (s)
01 0,3672 0,9362
02 0,5639 0,9276
03 0,5946 0,9212

Sedangkan sebagai pembandingnya pada Tabel 2 yang
merupakan porositas batuan hasil pengukuran di
laboratorium.

Tabel 2. Porositas batuan hasil pengukuran di
laboratorium
Sampel Porositas () Hasil Lab
01 0,3336
02 0,5665
03 0,5200

Dari Tabel 1 yang mengambil 3 sampel batuan
didapatkan harga porositas berkisar 36,72 % - 59,46 %
yang berarti bahwa dari volume total batuan terdapat
36,72 % - 59,46 % pori-pori didalamnya, biasanya akan
diisi oleh fluida. Sedangkan harga saturasi air berkisar
antara 92,12 % - 93,62% yang berarti bahwa dari
volume total batuan terisi air sekitar 92,12% - 93,62%.
Hasil ini jika dibandingkan dengan hasil penelitian
laboratorium (Tabel 2) ada perbedaan meskipun tidak
terlalu besar. Juga hasil tersebut jika dibandungkan
dengan literatur estimasi dan aplikasi log [5] juga ada
perbedaan. Kekurang akuratan ini terjadi karena
kurangnya informasi/data awal terhadap parameter-
parameter masukan. Dalam memasukkan model awal
(initial model) perlu dipilih harga yang mendekati harga
yang sesungguhnya (sesuai harga referensi), karena jika
kita salah dalam memasukkan model awal akan
menyebabkan harga parameter yang dicari menjadi tidak
konvergen. Jika hal ini terjadi maka proses memasukkan
model awal harus diulangi. Program yang dibuat masih
memerlukan pengembangan lebih lanjut, terutama dalam
pembatasan model awal sehingga hasil yang didapat
akan menjadi konvergen.

IV. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ini diambil
kesimpulan sebagai berikut:
1. Metode inversi kuadrat terkecil dapat digunakan
untuk mengestimasi nilai porositas batuan dan
saturasi air berdasarkan persamaan Archie.
2. Meskipun hasil yang diperoleh masih berbeda
dengan harga pada literatur, namun metode ini dapat
menjadi perbandingan dalam penentuan porositas
batuan dan saturasi air.
3. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, maka
diperlukan parameter-parameter awal dari batuan
yang diteliti dan pengembangan program yang dapat
membuat hasil perhitungan menjadi konvergen
terutama dalam pembatasan model awalnya.

PUSTAKA
[1] G. Dannowski and U. Yaramanci, 1999, Estimation for
Water Content and Porosity using Combined Radar and
Geoelectircal Measurement, European Journal of
Enviromental and Engineering Geophysics, Germany.
[2] J.M. Reynold, 1997, An Introduction to Applied and
Enviromental Geophysics, John Wiley and Sons, United
Kingdam.
[3] W. Menke, 1989, Geophysical Data Analysis: Discrete
Inverse Theory, Academic Press Inc., New York.
[4] J.C. Schon, 1998, Physical Properties of Rock:
Fundamental and Principles of Petrophysics, 2nd
Edition, Netherland.
[5] A.Harsono, 1997, Evaluasi Formasi dan Aplikasi Log,
Edisi ke-8, Schlumberger Oilfield Service, Jakarta.