Teknik penarikan kesimpulan dasar, yaitu Modus Ponens dan Modus Tollens.

jenis logika yang dipakai adalah logika proposisi (propositional logic). Dalam logika proposisi, sebuah kalimat dinyatakan dengan sebuah simbol (yang mungkin berindeks). Contoh 1: p : saya makan di kelas q : saya minum di kelas p Λ q : saya makan di kelas dan saya minum di kelas (disingkat: saya makan danminum di kelas) p V q : saya makan atau minum di kelas p → q : jika saya makan di kelas maka saya minum di kelas ¬ p : saya tidak makan di kelas. Modus Ponens dan Modus Tollens sebenarnya adalah teknik penarikan kesimpulan dari logika manusia juga. Di Logika Matematika, kedua teknik penarikan kesimpulan tersebut dinyatakan dengan: Modus Ponens p→q p ——— Kesimpulan: q Modus Tollens p → q¬ q ———Kesimpulan: ¬ p Arti Modus Ponens adalah “jika diketahui p → q dan p, maka bisa ditarik kesimpulan q“. Sedangkan Modus Tollens berarti “jika diketahu p → q dan ¬q, maka bisa ditarik kesimpulan¬p“. Contoh 2: Diketahui cerita sederhana berikut: Jika saya makan di kelas maka saya minum di kelas. Saya makan di kelas. Apakah saya minum di kelas? Solusi: Menggunakan Contoh 1 di atas, kita memperoleh kalimat matematika: p → qp Menggunakan Modus Ponens, maka kita bisa menarik kesimpulan q, yang artinya saya minum di kelas. 1|Page

Apakah saya sedang makan? Solusi: Misalkan: p : saya makan q : saya belajar r : televisi mati 2|Page .Contoh 3: Diketahui cerita sederhana berikut: Jika saya makan di kelas maka saya minum di kelas. cerita sederhana tersebut dapat dinyatakan dengan 1: p → q2: q → r3: p Menggunakan Modus Ponens untuk kalimat 1 dan kalimat 3. kita memperoleh kalimat matematika: p → q¬q Menggunakan Modus Tollens. Saya makan di kelas. Saya tidak minum di kelas. Kalimat-kalimat matematikanya bisa kita ubah menjadi: 1: p → q2: q → r3: p4: q Dengan menggunakan Modus Ponens untuk kalimat 2 dan 4. Contoh 4: Diketahui cerita sederhana berikut: Jika saya makan di kelas maka saya minum di kelas. yang artinya saya minum di kelas. kita memperoleh kesimpulan r. maka kita bisa menarik kesimpulan ¬p. yang artinyasaya tidak makan di kelas. televisi sedang mati. maka kita bisa menarik kesimpulan q. Contoh 5: Diketahui cerita sederhana berikut: Jika saya makan maka saya tidak belajar. Jika televisi sedang mati maka saya belajar. yang artinya ruangan kelas menjadi kotor. Jika saya minum di kelas maka ruangan kelas menjadi kotor. Saat ini. Apakah ruangan kotor? Solusi: Misalkan: p : saya makan di kelas q : saya minum di kelas r : ruangan kelas menjadi kotor maka. Apakah saya makan di kelas? Solusi: Menggunakan Contoh 1 di atas.

yang artinya saya tidak makan. Silogisme dinyatakan dalam bentuk : Premis 1 : p Premis 2 : q Konklusi : p q r r (B) (B) (B) r Dalam bentuk simbol. cerita sederhana tersebut dapat dinyatakan dengan 1: p → ¬q2: r → q3: r Kesimpulan dengan Modus Ponens untuk kalimat 2 dan kalimat 3: q. penarikan kesimpulan dengan modus ponens dapat ditulis sebagai berikut: [(p q) ^ (q r)] (p r) Contoh : Premis 1 : Jika saya lulus maka saya bekerja. Kalimat matematika diubah menjadi: 1: p → ¬q2: r → q3: r 4: q Dengan menggunakan Modus Tollens untuk kalimat 1 dan kalimat 4. Premis 2 : Jika saya bekerja maka saya dapat uang Konklusi : Jika saya lulus maka saya dapat uang. Kaidah silogisme menggunakan sifat transitif dari implikasi. kita peroleh kesimpulan ¬p. 3|Page .maka.  Silogisme Cara penarikan kesimpulan dengan silogisme yaitu dari premis p q dan q dapat di tarik konklusi p r.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful