P. 1
tugas dokter Rianto (Hernia Inguinalis ) devi.ppt

tugas dokter Rianto (Hernia Inguinalis ) devi.ppt

|Views: 127|Likes:
Dipublikasikan oleh Sehati Cheha

More info:

Published by: Sehati Cheha on Mar 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/10/2013

pdf

text

original

HERNIA INGUINAL

Devi Regina 406107042

Pemeriksaan Fisik

Definisi Hernia
Protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari bagian muskulo-aponeurotik dinding perut

ANATOMI

• Kanalis Inguinalis – Berjalan dari lateral-medial. dalam-luar. . cepal-caudal – Dibangun : • Aponeurosis obliquss eksternus (superfisialis) • Inferior : ligamentum inguinal • Posterior : fasia transversalis & aponeurosis transverses abdominis.

• Aponeurosis obliqus eksternal • Otot oblique internus – Bagian medial dari internal oblique aponeurosis menyatu dengan serat dari aponeurosis tranversus abdominis dekat tuberculum pubicum  conjoined tendon .

• Fascia Transversalis – Kelanjutan dari otot transversalis dan aponeurosisnya – Memiliki 2 lapisan • Ligamentum Cooper – Terletak dibelakang ramus pubis dan ramus pobis & fascia – Titik fixasi  laparoscopic teknik McVay .

• Etiologi : – Lemahnya dinding rongga perut (dapat sejak lahir atau didapat) – Akibat pembedahan sebelumnya – Kongenital – Aquisial • Tekanana intrabdominal meningkat .

Bagian Hernia • Bagian Hernia – Kantong hernia (peritoneum parietalis) – Isi Hernia (organ atau jaringan yang keluar melalui kantong hernia) – Pintu Hernia (bagian locus minoris resistance yang dilalui kantong hernia – Leher hernia – Locus minoris resistence .

Klasifikasi Hernia • Menurut terlihat atau tidaknya – Hernia eksterna – Hernia interna • Menurut sifatnya – Hernia Reponibel – Hernia Irreponibel • Menurut keadaan – Hernia Inkarserata – Hernia Strangulata • Menurut lokasi – Hernia Inguinalis – Hernia umbilikus – Hernia femoralis .

PEMERIKSAAN FISIK .

berbentuk bulat .Inspeksi • Hernia inguinal – Lateralis : muncul benjolan di regio inguinalis yang berjalan dari lateral ke medial. tonjolan berbentul lonjong – Medialis : tonjolan biasanya terjadi bilateral.

Jika penonjolan di sebelah lateral maka dapat diasumsikan bahwa itu hernia inguinalis lateral • Titik tengah antara kedua titik tersebut di atas (pertengahan canalis inguinalis) penonjolan di lateralhernia inguinal lateral . Jika penonjolan di sebelah medial maka dapat diasumsikan bahwa itu hernia inguinalis medialis • Titik yang terletak di sebelah lateral tuberkulum pubikum (AIM) di tekan lalu pasien diminta untuk mengejan.Palpasi • Titik tengah SIAS dengan tuberkulum pubicum (AIL) di tekan lalu pasien diminta untuk mengejan.

Pemeriksaan Fisik Perkusi • Bila didapatkan perut kembung. terdengar pekak pada saat perkusi pikirkan kemungkinan hernia strangulata Auskultasi • Hiperperistaltis didapatkan pada auskultasi abdomen pada hernia yang mengalami hernia inkarserata (obstruksi usus) • Auskultasi pada benjolan terdengan peristaltik usus .

Penderita diperintah untuk batuk – – Bila impuls diujung jari  Hernia Inguinalis Lateralis Bila impuls disamping jari  Hernia Inguinnalis Medialis .Finger Test 1. Menggunakan jari ke2 / ke 5 2. Dimasukkan lewat skrotum melalui anulus eksternus ke kanal inguinal 3.

Penderita diperintah untuk batuk bila rangsangan pada: – – – Jari ke-2: Hernia Inguinalis Lateralis Jari ke-3: Hernia Inguinalis Medialis Jari ke 4: Hernia Femoralis .Zeimen Test 1. Hernia kanan diperiksa dengan menggunakan tangan kanan 3. Posisi berbaring. bila ada benjolan masukkan dulu 2.

Thumb Test 1. Bila keluar benjolan berarti Hernia Inguinalis Medialis 3. Bila tidak keluar benjolan berarti Hernia Inguinalis Lateralis . Anulus internus di tekan dengan ibu jari dan penderita diperintah untuk mengejan 2.

Obturatoria) .Pemeriksaan Radiologis • USG (Ultrasound) – Pada daerah inguinal dengan posisi pasien : supine dan berdiri dengan manuver valsafa – Berguna untuk membedakan hernia incarserata dari suatu nodus limfatikus patologis atau penyebab lain • CT-Scan – Mengevaluasi pelvis untuk mencari adanya hernia obturator (hernia yang melalui canalis obturatorius yang normalnya dilewati oleh syaraf dan A. V.

2. 3. 4.PENATALAKSANAAN • Teknik herniorraphy dapat dikelompokkan dalam 4 kategori utama: 1. Open Anterior Repair Open Posterior Repair Tension Free Repair with Mesh Laparoscopic .

2. 5. 1. Insisi kulit 2 jari medial dari SIAS sejajar ligamentum inguinale atau menuju tuberkulum Pubikum. . Dipersempit dengan kain steril. 3. Perdarahan dirawat dengan baik. LAT. Desinfeksi lapangan operasi dengan povidon iodin 10%. Diperdalam sampai aponeurosis MOE.TEKNIK OPERASI HERNIA ING. 4.

.

.P.Insisi kulit SIAS T.

Insisi kulit 2 jari medial SIAS dan 3cm diatas dan sejajar Ligamentum Inguinale. .

/ ileo ing. dibebaskan sampai anulus internus (adanya preperit.sampai kelateral dari anulus internus dan ke medio-kaudal sampai anulus eksternus. Membuka apon. MOE dengan skalpel kemudian diperpanjang kekranio-lat. 7. Fat). kemudian di teugle (kait). 6. Pembebasan funikulus spermatikus dengan deppers kecil dan dengan telunjuk.5. . Cari kantong hernia dibagian ventro-medial didalam funikulus spermatikus kemudian dibuka. Hati hati nervus ileo hipog.

Membuka aponeurosis MOE .

.

PEMBEBASAN FUNIKULUS SPERMATIKUS .

Funikulus Spermatikus Diteugle Kantong Berada Diventro medial .

.

lemak dengan plain cat gut. Mc Vay. Luka operasi ditutup lapis demi lapis. 10.8. Shouldice dengan benang yang tidak diserap atau pemakaian Mesh (prolene) menurut Lichtenstein. Halstedt. kulit dg. kemudian luka operasi ditutup kasa steril. sutera. Kantong ditordir dan dijahit pada pangkalnya (anulus internus) 9.fasia dengan chromic cat gut atau PGA. . Dilakukan Jahitan PLASTIK menurut: Bassini.

E. LICHTENSTEIN : menggunakan propilene (bahan sintetik) menutup segitiga Hasselbach dan mempersempit anulus internus. Cooper. . SHOULDICE : seperti bassini ditambah jahitan fascia transversa dengan lig. • 2. HALSTEDT : seperti Bassini tetapi funikulus sperma tikus berada diluar Apponeurosis M. • 4.Melakukan Jahitan plastik : • 1. BASSINI : menjait conjoint tendon dengan ligamentum inguinale.O. • 3.

Jahitan BASSINI yakni menjahit Conjoint tendon dengan ligamen Ing. Memakai benang tidak diserap .

.Jahitan menurut HALSTED seperti Bassini tapi Funikulus diletakkan diluar app. MOE.

SHOULDICE HERNIOPLASTY .

PROLENE MESH 6 X 12 CM ATAU 8 X 16 CM .

MESH .

Pemasangan MESH untuk memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis dan mempersemptt anulus internus .

.

• Dilakukan plastik dan seterusnya seperti pada hernia ing. . • Kantong hernia dicari didalam segitiga Hasselbach. sampai pembebasan funikulus spermatikus dikait. • Pada prinsipnya sama dengan hernia inguinalis lateralis. dibebaskan. • Fascia transversa jahit kembali.Hernia Inguinalis Medialis. Lateralis. potong pada pangkalnya ikat.

Kantong hernia dibebaskan Tordir dan ikat Dilakukan Plas tik BASSINI .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->