Anda di halaman 1dari 2

Aku : Pemuda Thantawi

akulah pemuda itu.. bersendiri di dalam kamarku.. termenung sering pada langit malamku.. mahu menjiwai kisah terdahulu.. kelampun masih mampu merindu.. samarpun hatinya tetap pada yang Satu.. akulah pemuda itu.. yang dibilang sering diam membisu.. yang diumpat sering kaku membatu.. walhal dalam hatiku penuh merindu.. rahmat dan cinta dari yang Satu.. sekitarku tak mampu terjemahkan.. sekelilingku hanya bijak menterbalikkan.. peran agama dan bendasing dunia.. terbalik semakin menyiksa jiwa.. aku masih pemuda itu.. choba bermain rindu yang Satu.. pada lopak dunia yang memburu.. simpulnya aku tersungkur malu.. berlari tanpa jemu.. meninggal sisa asalku.. akulah pemuda itu.. sering takut melontar cahaya.. kerna gerun riak kan melata.. sering jua sembunyikan atma.. biar cintaku tetap Rahsia.. akulah pemuda itu.. yang sering tunduk pada malamku.. mendengar bisik sayup Bagindaku.. menikmati firman damai Tuhanku.. Jika engkau bukan seorang pencinta, maka jangan pandang hidupmu adalah hidup. Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan dihitung pada Hari Perhitungan nanti. Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta, akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya. Jalaluddin Rumi

"I tell the boys and girls; Allah has already written the name of your spouses for you. What you need to work on is your relationship with Allah. He will send him/her to you when you're ready. It is only a matter of time." - Sheikh Mamdouh