Anda di halaman 1dari 8

I.

Pendahuluan
Uterotonika atau oksitosik ialah obat yang merangsang kontaraksi uterus. Banyak obat yang memperlihatkan efek oksitosik, tetapi hanya beberapa saja yang kerjanya cukup selektif dan dapat berguna dalam praktek Kebidanan. Obat yang bermanfaat itu ialah oksitosin dan derivatnya, alkaloid ergot dan derivatnya dan beberapa Prostaglandin semisintetik. Obat-obat tersebutmemperlihatkan respon bertingkat (graded-response) pada kehamilan, mulai dari kontraksi uterus spontan, ritmis sampai kontraksi tetanidan efek samping lainnya. Meskipun obat ini mempunyai efek farmakodinamik lain, tetapi manfaat dan bahayanya terutama terhadap uterus. Oksitosik merupakan obat yang penting tetapi berbahaya. Jikalau dipergunakan secara salah, obat ini dapat menimbulkan kematian ibu atau bayinya di dalam kandungan. Jikalau dipergunakan secara benar, kadangkala obat ini dapat menyelamatkan kehidupan. Berikut ini adalah petunjuk penggunaan yang benar. 1. Untuk mengatasi perdarahan setelah melahirkan. Penggunaan dengan tujuan ini adalah yang paling penting. Pada kasus perdarahan hebat setelah URI (placenta) keluar, suntikan satu ampul 0.2 mg ergonovine (atau berikan dua tablet 0.2 mg) atau ergometrine maleat (ergotrate, dan lain-lainnya) setiap jam selama 3 jam atau sampai perdarahan dapat diatasi, teruskan dengan 1 ampul (atau 1 pil) setiap 4 jam selama 24 jam. Jika tidak ada ergonovine atau jika perdarahan hebat dimulai sebelum URI lahir, suntikkan oxytocin (Pitocin). PENTING; Setiap calon ibu dan bidan harus sudah menyiapkan ampul-ampul ergonovine secukupnya untuk menghadapi perdarahan yang hebat jika terjadi. Akan tetapi, obat-obatan ini hanya boleh dipergunakan dalam keadaan berbahaya 2. Membantu mencegah perdarahan hebat setelah melahirkan. Seorang wanita yang pernah menderita perdarahan hebat setelah persalinannya, boleh diberikan 1 ampul (atau 2 pil) ergonovine segera sesudah uri keluar, dan setiap 4 jam selama 24 jam berikutnya. 3. Untuk mengatasi perdarahan pada keguguran. Penggunaan oxytocic dapat menimbulkan bahaya dan hanya seorang petugas kesehatan yang terlatih boleh menggunakannya. Namun, jika ibu mengalami kehilangan darah yang banyak karena perdarahan yang cepat sedangkan pertolongan dokter sukar diperoleh, gunakanlah oxytocic sebagaimana dianjurkan di atas. Oxytocin (Pitocin) mungkin yang terbaik. PERINGATAN: Penggunaan Ergotrate, Pitocin atau Pituitrin untuk mempercepat persalinan sangat berbahaya baik bagi ibu maupun anak-anaknya. Biasanya oxytocic jarang sekali diperlukan sebelum bayi dilahirkan, dan sebaliknya hanya seorang bidan terlatih yang boleh menggunakannya. Jangan memakai oxytocic sebelum bayi dilahirkan!

Tidak ada obat yang aman untuk memberikan kekuatan kepada ibu atau untuk mempercepat atau mempermudah persalinan. Jika anda ingin agar ibu memiliki kekuatan yang cukup selama persalinan, anjurkan kepadanya untuk makan makanan pelindung dan pembentuk tubuh selama 9 bulan kehamilannya. Juga anjurkan agar ibu lebih jarang
1

melahirkan anak. Sarankan supaya ia tidak hamil lagi sebelum ia mempunyai cukup waktu untuk memperoleh kembali kekuatan sepenuhnya Respon terhadap uterus bertingkat mulai kontraksi uterus , ritmis sampai tetani Anatomi Fisiologi Uterus

Uterus disarafi oleh: saraf kolinergik dari saraf pelvik dan saraf adrenegik dari ganglion hipogastrik Respon uterus berbeda tergantung: spesies, pubertas (makin dewasa makin nyata), hamil (makin aterm makin nyata) Mineral yang berpengaruh adalah: Na dan Ca

II. OBAT-OBAT UTEROTONIKA


1. ALKALOIT ERGOT Sumber: jamur gandum Clavicus purpurea Ergot mengandung: alkaloid ergot dan zat lain ( karbohidrat, gliserida, steroid, asam amino, amin, basa amonium kuaterner) Keracunan ergot dapat menyebabkan abortus Batas kontaminasi gandum oleh ergot adalah: < 0,3% Alkaloid pertama yang ditemukan adalah: ergotoksin merupakan campuran: ergokristin, ergokornin, alfa ergokriptin dan beta ergokriptin Ergotamin senyawa paling kuat Berdasarkan efek dan struktur kimia alkaloid ergot dibagi menjadi 3, yaitu: a. Alkaloid asam amono (ergotamin) Merupakan obat yang paling kuat dari kelompok alkaloid asam amino b. Derivat dihidro alkaloid asam amino (dihiro ergotamin) c. Alkaloid amin

Tabel 1.1. EFEK BERBAGAI SWNYAWA ALKALOID ERGOT Vaso Kontriksi dan Oksitosik Kerisakan Endotel 1. Alkaloid Asam Sangat efektif, Sangat aktif, amino terutama Ergotamin bekerja lambat dan tidak efektif per oral 2. Dihidrogenasi Kurang aktif dari Aktif terhadap Alkaloid Asam pada golongan I uterus wanita hamil Amino 3. Alkaloid Amin Sangat kurang aktif Sangat aktif, Golongan Penghambat Adrenoseptor- Aktif

Lebih aktif dari pada golongan I Tidak aktif


2

bekerja cepat, efektif pada pemberian oral

FARMAKOKINETIK Ergotamin diabsorbsi lambat dan tidak sempurna di saluran cerna Kadar puncak plasma dicapai setelah 2 jam Pemberian kofein akan meningkatkan kadar puncak plasma 2 kali lipat Dosis ergotamin IM 1/10 dosis oral absorbsi di tempat suntikan lambat reaksi perlu waktu 20 menit Dosis ergotamin IV dosis IM efek perangsangan uterus setelah 5 menit Ekskresi ergotamin melalui: empedu sedikit yang melalui urine Pada pemberian oral bromokriptin diabsorbsi lebih baik drpd ergotamin, dan dieliminasi lebih lambat Ekskresi 90% melalui empedu

FARMAKODINAMIK Efeknya sebanding dengan dosis yang diberikan. Kepekaan uterus terhadap alkaloid ergot bervariasi tergantung maturitas dan umur kehamilan. Ergotamin dan alkaloid sejenis menimbulkan vasokonstriksi dan merusak endotel kapiler. Ergotamine efektif mengurangi gejala migren melalui pengurangan amplitude pulsasi arteri karotis eksterna terjadi penguranan aliran darah arteri basiler.

Efek pada Uterus 1. Dosis kecil menyebabkan kontraksi, dosis besar menyebabkan tetani 2. Kepekaan uterus tergantung maturitas dan kehamilan 3. Semua alkaloid ergot meningkatkan kontraksi uterus secara nyata Efek pada kardiovaskuler
1. Menyebabkan vasokontriksi perifer 2. Pembendungan dan trombosis pada gangren dapat terjadi akibat vasokontriksi 3. Efek paling kuat: ergotamin, sedang (dihidroergotamin), tidak berefek

(dihidroergotoksin)

Respon Vaskular dan Migren Ergot efektik menghilangkan gejala migren. Efek ini tidak berdasarkan efek sedatif atau analgetik. Nyeri migren antara lain dihubungkan dengan peningkatan amplitudo pulsasi arteri kranial terutama cabang a. Karotis eksterna. Alkaloid ergot mengurangi amplitudo pulsasi a. Karotis eksterna melalui pengurangan aliran darah a. Basilar tanpa mengurangi aliran ke hemisfer otak.

EFEK SAMPING 1. Ergotamine merupakan ergotamin merupakan alkaloid yang paling toksik. 2. Dosis besar dapat menyebabkan : mual, muntah, diare, gatal, kulit dingin, nadi lemah dan cepat, bingung dan tidak sadar 3. Dosis keracunan fatal: 26 mg per oral selama beberapa hari, atau dosis tunggal 0,5-1,5 mg parenteral 4. Gejala keracunan kronik: perubahan peredaran darah ( tungkai bawah, paha, lengan dan tangan jadi pucat), nyeri otot, denyut nadi melemah, gangren, angina pectoris, bradikardi, penurunan atau kenaikan tekanan darah 5. Keracunan biasanya disebabkan: takar lajak dan peningkatan sensitivitas

INDIKASI ALKALOID ERGOT 1. Indikasi oksitoksik : Induksi partus aterm Mengontrol perdarahan dan atoni uteri pasca persalinan. Merangsang konstraksi setelah operasi Caesar/operasi uterus lainnya Induksi abortus terapeutik Uji oksitoksin Menghilangkan pembengkakan payudara 2. Uterotonika dan pengobatan Migren Dosis: 0,25-0,5 mg SK atau IM

Kombinasi dengan obat lain Kafein memperkuat kerja alkaloid ergot terhadap migren. Pemberian ergotamin dan kafein secara terpisah lebih dianjurkan daripada penggunaan kombinasi tetap, karena dosis ergotamin yang diperlukan bervariasi.

Pada pasien yang tidak responsif terhadap ergotamin, penambahan metoklopramid akan mempercepat pengosongan lambung. Selain itu meringankan mual dan muntah akibat ergotamin.

KONTRAINDIKASI ALKALOID ERGOT 1. 2. 3. 4. 5. Dapat menyebabkan gangren tidak boleh diberikan pada penderita Sepsis. Penyakit pembuluh darah (arterosklerosis). Penyakit pembuluh darah koroner. Tromboflebitis Penyakit hati dan ginjal

SEDIAAN ERGOT 1. Ergotamin tatrat (merupakan kristal yang larut dalam air dan alkohol) : Tablet oral 1 mg Tablet sublingual 2 mg Injeksi 0,5 mg/ml dalam ampul 1ml 2. Ergonovin maleat (merupakan kristal berwarna putih atau kuning, tidak berbau, sensitif terhadap cahaya dan mudah larut dalam air) : Tablet oral 0,2 mg Injeksi 0,2 mg/ml 3. Metilergonovin maleat (Methergin) : Tablet oral 0,2 mg Injeksi 0,2 mg/ml 4. Metisergid maleat Tablet oral 2 mg 5. Ergotarmin tartrat Supositoria 1-2mg dengan kofein 100mg

2. OKSITOSIN Oksitosin merangsang frekuensi dan kekuatan kontraksi otot polos uterus dan kelenjar mamae. Efek ini tergabtung dari kadar estrogen. Reseptor oksitosin terletak pada mimometrium dalam membrane plasma sel otot polos. Stimulus sensoris pada serviks, vagina dan payudara merangsang hipofisis posterior melepaskan oksitosin

FARMAKOKINETIK OKSITOSIN Hasil baik pada pemakaian parenteral Cepat diabsorbsi oleh mukosa mulut Efektif untuk pemberian tablet isap Selama hamil ada peningkatkan enzim Oksitosinase atau sistil aminopeptidase berfungsi mengaktifkan oksitoksin enzim tersebut berkurang setelah melahirkan, diduga dibuat oleh plasenta Absorpsi: baik lewat mukosa hidung Distribusi: PP rendah Metabolisme: t 1 9 menit Eliminasi: ginjal

FARMAKODINAMIK OKSITOSIN IM: mula 3 5 menit, P: TD, L: 2 3 jam IV: M: segera, P: TD, L: 1 jam Inhal: M: menit, P: TD, L: 20 menit

Efek pada Uterus: 1. 2. 3. 4. Merangsang frekuensi dan kontraksi uterus Efek pada uterus menurun jika estrogen menurun Uterus imatur kurang peka thd oksitosin Infus oksitoksin perlu diamati menghindari tetani respon uterus meningkat 8 x lipat pada usia kehamilan 39 minggu

Efek pada mamae: 1. Menyebabkan kontraksi otot polos mioepitel susu mengalir (ejeksi susu) 2. Sediaan oksitosin berguna untuk memperlancar ejeksi susu, serta mengurangi pembengkakan payudara pasca persalinan

Efek Kardiovaskuler: 1. Relaksasi otot polos pembuluh darah (dosis besar) 2. Penurunan tekanan sistolik, warna kulit merah, aliran darah ke ekstremitas menurun, takikardi dan curah jantung menurun

EFEK SAMPING

Efek terapeutik: induksi persalianan, mengeluarkan ASI

Efek samping: hipo/hipertensi, mual, muntah, konstipasi, berkurangnya aliran darah uterus, ruam kulit, anoreksia Reaksi merugikan: kejang, intoksikasi air, perdarahan intrakranial, disritmia, asfiksia, janin: ikterus, hipoksia

INDIKASI OKSITOSIN 1. 2. 3. 4. 5. 6. Indikasi oksitosik. Induksi partus aterm Mengontrol perdarahan dan atuni uteri pasca persalinan Merangsang konstraksi uterus setelah operasi Caesar Uji oksitoksik Menghilangkan pembengkakan payudara.

KONTRAINDIKASI OKSITOSIN

Kontraindikasi: toksemia, disproporsi sefalofelfik, distres janin, hipersensitivitas, persalianan non vaginal yg telah diantisipasi, kehamilan (intranasal)

INTERAKSI : vasopresor, anestetik siklopropan

SEDIAAN OKSITOSIN 1. 2. 3. 4. Injeksi Oksitosin (Pitosin) 10 unit USP/ml IM atau IV Semua sediaan sintetis, yang alam mahal Semprot hidung: 40 unit USP/ml Tablet sublingual: 200 unit USP

3. PROSTAGLANDIN Ditemukan dalam ovarium, miometrium, darah menstruasi Post coitus juga ditemukan prostaglandin di vagina Jenis prostaglandin adalah: PGE dan PGF PGF merangsang uterus hamil dan tidak hamil PGE merelaksasi uterus tidak hamil, dan merangsang kontraksi uterus hamil

SEDIAAN PROSTAGLANDIN Karbopros trometamin: Injeksi 250 ug/ml


7

Dinoproston (PGE): Supositoria vaginal 20 mg Gemeprost: Pesari 1mg ( melunakan uterus) Sulpreston: Injeksi 25, 50, 100 ug/ml IM atau IV

INDIKASI PROSTAGLANDIN Indikasi oksitosik Induksi partus aterm Mengontrol perdarahan dan atoni uteri pasca persalinan Merangsang kontraksi uterus post sc atau operasi uterus lainya Induksi abortus terapeutik Uji oksitosin Menghilangkan pembengkakan mamae