Anda di halaman 1dari 6

Septya daya sukmana (10/301904/TK/37197

Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur


Bandara ini berjenis bandara publik, pemiliknya adalah pemerintah Malaysia, dan yang mengelola adalah Malaysia Airports (sepang) Sdn Bhd, dibangun pada 27 Juni 1998. Pada arah 14L/32R memiliki panjang landas pacu 4124 meter, dan pada arah 14R/32L 4056 meter dengan permukaan beton. Berdasarkan data statistic tahun 2010, pergerakan penumpang adalah sekitar 34.087.636, pergerakan angkutan dalam tonase sekitar 697.015 ton. Pergerakan pesawat sekitar 244.179. Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (bahasa Inggris: Kuala Lumpur International Airport/KLIA) adalah bandara internasional utamaKuala Lumpur, Malaysia yang terletak di Sepang, negara bagian Selangor dengan kode IATA KUL. Dibuka pada 1998, pembangunannya memakan biaya 3,5 miliar Dolar dengan slogan "Bringing the World to Malaysia and Malaysia to the World" ("Membawa dunia pada Malaysia dan Malaysia pada Dunia"). Bandara ini merupakan pangkalan untuk Malaysia Airlines dan Air Asia. Pada 2011, ia telah mencatat sebanyak 25.915.723 penumpang, menjadikannya bandara ke-14 tersibuk di dunia menurut lalu lintas penumpang internasional.

Septya daya sukmana (10/301904/TK/37197

Keunikan bandara ini adalah :


Didesain oleh arsitek dari Jepang, Kisho Kurokawa, interior dalam KLIA berbentuk seperti tenda suku Badui sementara bagian luarnya dirancang berbentuk futuristik dengan hamparan kaca dari atap bangunan hingga kakinya sehingga terkesan luas dan terang. Lokasi bangunan terminal didesain dengan menggunakan konsep Bandar Udara di tengah hutan, hutan di dalam Bandara, yang dikelilingi oleh pohon-pohon penghijauan. Konsep ini dilakukan dengan kerjasama dari Institut Penelitian Hutan Malaysia. Keseluruhan hutan hujan ditransplantasikan dari hutan dan diletakkan di tengah-tengah bangunan satelit bandara ini. Dibangun di area seluas 10.000 hektar yang dulunya adalah perkebunan karet dan kelapa sawit, pengelola KLIA berusaha menciptakan bandara ramah lingkungan dengan konsep Airport in the Forest dan Forest in the Airport. Konsep tersebut diwujudkan dengan membuat arboretum hutan hujan didalam bandara dan hutan tropis buatan di luarnya. Bila ingin menikmati keindahan hutan tropis dalam airport ini jelajahi saja KLIA Jungle Boardwalk.

Septya daya sukmana (10/301904/TK/37197

Bandara ini didesain untuk menampung hingga 130 juta penumpang per tahun. Selain karena ukurannya, bandara ini didesain agar kepadatan penumpang menyebar ke seluruh penjuru bangunan, dengan tampilan menarik dan tanda-tanda fasilitas yang disediakan dalam bahasa Melayu, bahasa Inggris, bahasa Tionghoa, bahasa Jepang dan bahasa Arab. Bahkan fasilitas untuk penyandang cacat pun telah sesuai dengan standar dunia. Luas landasan dan bangunan dari bandara ini 100 km persegi, dan secara teori dapat menampung 100 pergerakan penerbangan kapan saja. Ada 216 kaunter untuk daftar diri disusun dalam 6 lorong. Bandara ini adalah bandara pertama yang menggunakan Sistem Total Manajemen Bandara (dalam bahasa Inggris disebut Total Airport Management System atau disingkat TAMS.

Kelebihan dari bandara ini adalah: Sebuah survei yang dilakukan sebuah laman perjalanan wisata, menetapkan Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia, sebagai bandara kelima di dunia yang paling nyaman sebagai tempat untuk tidur. Berdasarkan penuturan sejumlah orang yang disurvei, mereka merasa sangat nyaman dengan fasilitas yang disediakan oleh Bandara KLIA. Fasilitas yang diacungi jempol oleh mereka adalah kursi yang empuk, staf yang ramah, dan fasilitas WiFi gratis. "Tempat duduk Bandara KLIA seperti tempat tidur yang empuk," ujar laman itu dalam ulasannya. Survei dilakukan pada tahun lalu, kepada 18.190 orang, di mana banyak dari mereka yang memuji fasilitas KLIA seperti hotel berbintang. "Stafnya sangat ramah. Bahkan, menurut saya ini lebih baik daripada sebuah hotel," ujar seorang wisatawan yang ikut disurvei, seperti dikutip Tribunnews.com dari Asiaone.com, Kamis (21/2/2013). Bandara KLIA juga menyediakan fasilitas gym dan spa.

Septya daya sukmana (10/301904/TK/37197

Tentang bandara ini : Ada dua menara pengendali lalu lintas udara di Bandara Internasional Kuala Lumpur: menara pengendali utama dan menara pengendali landasan. Menara pengendali utama Tinggi menara pengendali utama adalah 130 meter dan merupakan menara pengendali lalu lintas udara tertinggi kedua di dunia setelah menara pengendali Bandara Internasional Bangkok. Bentuk menara ini seperti obor olimpiade, menara ini digunakan sebagai tempat untuk mengendalikan sistem lalu lintas udara dan peralatan radar.

Menara pengendali landasan Menara pengendali landasan bertangung jawab sebagai perbekalan layanan lalu lintas udara kepada penerbangan, pergerakan kendaraan-kendaraan di bagian utara dan selatan dari bangunan terminal selatan dan kawasan landasan kargo. Frekuensi Pengendali Lalu Lintas Udara:

Pengantar Pembersihan Lumpur - 126.00 MHz Daratan Lumpur - 121.65 MHz, 121.80 MHz, 229 MHz Menara Lumpur - 118.50 MHz, 118.80 MHz, 229 MHz Sekitar Lumpur - 119.45 MHz, 124.20 MHz Pelayanan Otomatis Informasi Terminal (Automatic Terminal Information System atau disingkat ATIS) - 126.45 MHz

KLIA mempunyai 2 landasan paralel, yang panjang keduanya adalah 4000 meter dengan lebar 60 meter. Setiap landasan mempunyai 10 jalur taksi (jalur yang digunakan pesawat sebelum lepas landas) dengan waktu taksi berkisar antar 2 menit hingga 11 menit. Kedua landasan ini dapat digunakan untuk menangani 120 pergerakan per jam ketika salah satu landasan digunakan untuk lepas landas dan landasan lainnya digunakan untuk mendarat. Setiap landasan juga dilengkapi dengan satu jalan taksi yang lengkap dengan jalur taksi kedua dan Sistem Instrumentasi Pendaratan untuk mengarakan pendaratan penerbangan dengan aman dalam segala situasi cuaca.

Septya daya sukmana (10/301904/TK/37197

Landasan di KLIA sedang dalam proses peningkatan untuk mengakomodasikan pesawat Airbus A380. Perencanaan utama untuk perluasan KLIA termasuk penambahan 2 landasan dan 1 landasan pilihan.

Sistem Penanganan Bagasi di KLIA menawarkan daftar diri di 216 kaunter selama 24 jam dan digabungkan dengan pengendali kode bar otomatis dan dilengkapi dengan 4 tingkat pengamanan pengecekan bagasi.

8 kaunter daftar barang di pelataran parkir jangka pendek 8 kaunter daftar barang stasiun bus dan kereta api 3 tingkat sistemn pengecekan pengamanan bagasi Penyimpanan daftar barang yang awal (kapasitas mencapai 1200 tas) 33 km total panjang tali pengantar barang Sebagian dari tali ini menempuh jarak 1.1 km dari bangunan terminal utama ke bangunan satelit.

Sistem penanganan bagasi dibuat oleh Toyo Kanetsu dan pada tahun 2006 kontrak untuk memperpanjang sistem ini dari bangunan utama ke serambi stasiun Jalur Kereta Api Cepat (Express Rail Link atau disingkat ERL) telah diberikan kepada Siemens. Kasus pencurian bagasi dilaporkan secara teratur dan pada tahun 2006, 8 pekerja bandara telah dinyatakan bersalah pada kasus pencurian bagasi. Penanganan Bagasi dilakukan oleh dua perusahaan, Malaysia Airlines dan Kuala Lumpur Airport Services (KLAS). Sistem oleh Malaysia Airlines menangani hampir seluruh maskapai yang mendarat di KLIA sedangkan KLIAS menangani beberapa maskapai lainnya. IATA berstuju untuk memudahkan penggunaan RFID antara KL International Airport dan Bandara Hong KOng setelah peresmian RFID chip terkecil di Kuala Lumpur. KLIA akan menajadi bandara kedua ynag menggunakan RFID. Percobaan pengenalan bagasi RFID sedang dilakukan di Kuala Lumpur dan Hong KOng. Pengenalan bagasi dapat diminta pada kounter daftar diri Malaysia Airlines dan Cathay Pacisic. Tapi percobaan ini ditunda dikarenakan permasalahan mendapatkan pencetak. Penyelamatan Kebakaran Pelayanan penyelamatan kebakaran bandara (atau Aiport Fire and Rescue Services, juga disingkat AFRS) disediakan untuk penanganan kecelakaan penerbangan di KLIA Sepang. Ada dua stasiun pemadam kebakaran di bandara ini, yaitu:

Septya daya sukmana (10/301904/TK/37197

Pemadam Kebakaran Stasiun 1, dengan luas 170.000 kaki persegi dengan jumlah luas lantai hinga 11.400 kaki persegi (1.060 m)dengan dua tingkat struktur baja. Pemadam Kebakaran Stasiun 2, dengan luas 60.500 kaki persegi dengan jumlah luas lantai hingga 12.900 kaki persegi (1.200 m) dengan dua tingkat struktur baja.

Kedua stasun pemadam kebakaran ini dilengkapi dengan peralatan pemadam kebakaran dan keselamatan darurat. Ada 7 gerbong persediaan uap, kendaraan Ziegler 8-(8x8) senilai RM 3,8 juta per kendaraan, 1 Perintah dan Kendali, 1 Tangga, 1 kendaraan P3K, 2 gerbong air, 1 kendaraan petugas pemantau, dan 1 gerbong keselamtan untuk kedua stasiun pemadam kebakaran. Bandara Internasional KLIA adalah bandara kedua di dunia yang dilengkapi dengan cerobong difusi bahan-bahan peledak setelah Bandara Internasional Munich. Difusi dari bahan-bahan peledak tingkat tinggi dapat dihasilkan dari kedua cerobong ini dengan biaya RM 1,6 juta per cerobongnya.

Panoramic view Gedung Terminal Utama