Anda di halaman 1dari 2

BAB I TINJAUAN PUSTAKA A.

Definisi Skizofrenia Skizofrenia adalah sekelompok gangguan psikosis fungsional dengan gejala terpecahnya unsur-unsur kepribadian (proses berfikir, afek dan emosi, kemauan dan psikomotor) yang mulai timbul pada usia kurang dari 45 tahun (PPDGJ II). Skizofrenia hibefrenik disebut juga dis organized type atau kacau balau ditandai dengan gejala 1. In koherer 2. Alam perasaan yang datar tanpa ekspresi serta tidak serasi 3. Perilaku kekanak-kanakan 4. Waham tidak Jelas 5. Halusinasi yang terpecah 6. Perilaku aneh B. Etiologi 1. Teori Somatogenik 1.1 Keturunan Didapatkan atau dipastikan bahwa ada faktor keturunan juga yang memperngaruhi timbulnya skizofrenia. Hal ini telah dibuktikan dengan penelitian tentang keluarga-keluarga penderita skizofrenia dan terutama anak-anak kembar satu telur, angka kesakitan dari saudara tiri adalah 0,9%-1,8%, bagi saudara kandung 7-15%, bagi anak dengan salah satu yang orang tuanya menderita skizofrenia 40-60%, bagi kembar satu telur (monozigot) 61-86%. Tetapi pengaruh keturunan tidak sederhana seperti hukum Menderl, skizofrenia diturunkan melalui gen yang resesif potensi ini mungkun kuat, mungkin lemah tetapi selanjutnhya tergantung pada lingkungan individu tersebut apakah terjadi skizofrenia atau tidak. 1.2 Endokrin Diperkirakan bahwa skizofrenia mungkin disebabkan oleh suatu gangguan endokrin, teori ini dikemukakan berhubungan degan timbulnya skizofrenia pada saat pubertas. Waktu kehamilan atau puerperium dan waktu klimakterium, tetapi hal ini tidak dapat dibuktikan. 1.3 Metabolisme

Teori ini dikemukakan karena banyak klien yang menderita skizofrenia tampak pucat atau tidak sehat, ujung ekstremitas agak sianosis, nafsu makan berkurang dan berat badan turun, tetapi