Anda di halaman 1dari 8

Nama

: Yeni Pertiwi

Kelas

: 6TCB

Nim

: 0610 3070 1241

Membuat Simulasi Jaringan LAN menggunakan Cisco Paket Tracer

Paket Tracer Packet Tracer adalah sebuah software yang dikembangkan oleh Cisco. Dimana software tersebut berfungsi untuk membuat suatu jaringan komputer atau sering disebut dengan computer network. Dalam program ini telah tersedia beberapa komponenkompenen atau alatalat yang sering dipakai atau digunakan dalam system network tersebut, Misalkan contoh seperti kabel Lan ( cross over, console, dll ) , HUB, SWITCHES, ROUTER dan lain sebagainya. Sehingga kita dapat dengan mudah membuat sebuah simulasi jaringan computer di dalam PC Anda, simulasi ini berfungsi untuk mengetahui cara kerja pada tiaptiap alat tersebut dan cara pengiriman sebuah pesan dari komputer 1 ke computer lain dapat di simulasikan juga disini. Sekarang kita akan membuat simulasi jaringan LAN menggunakan Cisco Paket Tracer.

A. Simulasi 1

Pada simulasi yang pertama ini kita akan menghubungkan lima buah PC dan Hub dengan menggunakan Conections >Automatically (ini berfungsi untuk penggunaan kabel secara otomatis) dan mengirim data data dari PC0 ke PC2.

- Langkah pertama siapkan 5 buah PC yang tersusun seperti gambar dibawah ini:

siapkan 5 buah PC yang tersusun seperti gambar dibawah ini: - Lalu kemudian siapkan juga satu

- Lalu kemudian siapkan juga satu buah HUB yang digunakan sebagai , kemudian hubungkan masing-masing PC ke HUB menggunakan kabel Conections >Automaticallyyang dapat dilihat seperti gambar dibawah ini:

-Lalu ganti masing-masing IP address nya. Sebagai contoh yang saya gunakan pada masing-masing PC, yaitu:

-Lalu ganti masing-masing IP address nya. Sebagai contoh yang saya gunakan pada masing-masing PC, yaitu:

PC0 IP address = 192.168.0.2 PC1 IP address= 192.168.0.3 PC2 IP address = 192.168.0.4 PC3 IP address= 192.168.0.5 PC4 IP address= 192.168.0.6 Cara nya dengan mengklik sebuah PC yang akan dibuat IP addressnya, lalu klik bagian desktop kemudian isikan seperti gambar berikut ini:

(Untuk PC lainnya lakukan dengan langkah yang sama).

ini: (Untuk PC lainnya lakukan dengan langkah yang sama). - Lalu untuk menjalankan simulasinya kita perlu

- Lalu untuk menjalankan simulasinya kita perlu tambahkan PDU yang terletak di panel sebelah kanan dan klik di PC pengirim kemudian klik satu kali lagi pada PC penerima yaitu dari PC0 ke PC2. Seperti gambar berikut:

- Berikutnya untuk mengetahui apakan simulasi yang kita buat telah berhasil atau tidak, kita akan

- Berikutnya untuk mengetahui apakan simulasi yang kita buat telah berhasil atau tidak, kita akan melakukan Ping Dari PC0 ke PC2. Klik dua kali PC0, pada kotak dialog yang muncul pilih dekstop, lalu klik Command Prompt. Ketikkan ping 192.168.0.4, lalu klik enter. Apabila ping menghasilkan replay maka percobaaan yang kita buat telah berhsil yang dapat dilahat sebagai berikut:

kita buat telah berhsil yang dapat dilahat sebagai berikut: - Terakhir untuk menjalankannya kita klik panel

- Terakhir untuk menjalankannya kita klik panel simulasi pada menu utama Packet Tracer, akan muncul display Simulation Panel, lalu tekan “Auto Capture/Play

penerimaan data akan dianimasikan. Yang dapat

sehingga proses pengiriman dan kita lihat seperti gambar berikut:

- Lalu simulasi akan berjalan seperti gambar dibawah ini: B. Simulasi 2 Pada simulasi yang
- Lalu simulasi akan berjalan seperti gambar dibawah ini: B. Simulasi 2
-
Lalu simulasi akan berjalan seperti gambar dibawah ini:
B.
Simulasi 2

Pada simulasi yang kedua ini kita akan menghubungkan empat buah PC dengan Switch menggunakan Straight-trough dan mengirim data data dari PC0 ke PC2.

- Langkah pertama siapkan empat buah PC yang kemudian dihubungkan dengan menggunakan kabel Straight-trough, yang dapat kita lihat seperti gambar berikut:

- Klik PC0, lalu pada kotak dialog klik Dekstop, lalu klik IP Configuration. Isikan IP

- Klik PC0, lalu pada kotak dialog klik Dekstop, lalu klik IP Configuration. Isikan IP Adress dengan 192.168.0.1 dan Subnet Mask-nya 255.255.255.0 Begitu juga untuk PC lainnya ganti dengan langkah yang sama, yaitu:

PC1 IP address 192.168.0.2 PC1 IP address 192.168.0.3 PC1 IP address 192.168.0.4 Seperti yang terlihat berikut ini:

IP address 192.168.0.4 Seperti yang terlihat berikut ini: - Sama seperti langkah pada simulasi menggunakan HUB,

- Sama seperti langkah pada simulasi menggunakan HUB, untuk menjalankan simulasidi Switch juga kita perlu tambahkan PDU yang terletak di panel sebelah kanan dan klik di PC pengirim kemudian klik satu kali lagi pada PC penerima yaitu dari PC1 ke PC3. Seperti gambar berikut:

- - tidak, kita akan melakukan Ping Dari PC1 ke PC3. Klik dua kali PC1,

- - tidak, kita akan melakukan Ping Dari PC1 ke PC3. Klik dua kali PC1, pada kotak dialog yang muncul pilih dekstop, lalu klik Command Prompt. Ketikkan ping 192.168.0.4, lalu klik enter. Apabila ping menghasilkan replay maka percobaaan yang kita buat telah berhsil yang dapat dilahat sebagai berikut:

Berikutnya untuk mengetahui apakan simulasi yang kita buat telah berhasil atau

apakan simulasi yang kita buat telah berhasil atau - Terakhir untuk menjalankannya kita klik panel simulasi

- Terakhir untuk menjalankannya kita klik panel simulasi pada menu utama Packet Tracer, akan muncul display Simulation Panel, lalu tekan “Auto Capture/Play

penerimaan data akan dianimasikan. Yang dapat

sehingga proses pengiriman dan kita lihat seperti gambar berikut:

- Lalu simulasi akan berjalan seperti gambar dibawah ini: Perbedaan penggunaan Hub dan Switch, di

- Lalu simulasi akan berjalan seperti gambar dibawah ini:

- Lalu simulasi akan berjalan seperti gambar dibawah ini: Perbedaan penggunaan Hub dan Switch, di dalam

Perbedaan penggunaan Hub dan Switch, di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut. Ini akan sangat berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai suatu bridge.

Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya. Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan. Ini semua bisa dilakukan karena

switch dapat secara pintar melakukan forward traffic paket data khusus hanya kepada device-device yang terlibat saja.