Anda di halaman 1dari 20

Tugas Histologi II

MARLINA OSAHENIDA. MAS 03310177

Sel-Sel Darah

Darah terdiri atas : a.Sel-sel darah b.Cairan/plasma Darah termasuk jaringan karena terdiri atas unsur sel dan subtansi interseluler. Fungsi darah sebagai jaringan pengikat adalah menghubungkan seluruh bagian dalam tubuh sehingga merupakan integritas.

Darah yang dikeluarkan dari tubuh akan membeku, yang terdiri atas : a.Bentuk elemen b.serum (cairan kuning jernih) Pembekuan darah dapat dicegah dengan memberi antikagulan (heparin, sitrat) kemudian disentrifuge terdiri atas lapisanlapisan yang menggambar heterogenitas.

Terdiri atas 3 bagian : a. Warna merah merupakan sel-sel eritrocyt (42-47%) b. Warna putih (tipis) adalah sel-sel leukosit (1%), (buffy coat) yang ditutupi oleh lapisan halus trombosit c. Cairan kuning yang merupakan plasma darah

Plasma darah
Suatu larutan aquades yang terdiri atas : a.Protein-protein plasma b.Garam-garam organik c.Senyawa-senyawa organik antara lain (asam amino, vitamin, hormon, lipid)

Dengan ultra sentrifuge/elektroforesis protein-protein plasma dibagian atas : Albumin : mempertahankan tekanan osmotik darah a., , , globulin : antibody imunoglobulin b.Fibrinogen : pembentukan fibrin dalam langkah terakhir pembekuan

Pembuatan Sedian Darah Untuk melihat struktur sel-sel darah dengan menggunakan mikroskop cahaya dibuat sedian apus darah. Yang berguna untuk : a.Mempelajari bentuk masing-masing sel darah b.Menghitung perbandingan masing-masing jenis sel darah Setelah dibuat sediaan dapat diwarnai dengan campuran metode Romanowsky : pewarnaan Leishman, Wright, Giemsa

Diferensiasi sel-sel darah dilakukan berdasarkan 4 sifat pewarnaan : a.Afinitas untuk metilen blue: basofilia b.Afinitas untuk Azure : azurofilik (ungu) c.Afinitas untuk Eosin : asidofilia/eusinofilia d.Afinitas untuk kompleks zat warna yang terdapat warna dalam campuran disebut neutrofilis (salman pink-lila)

Jenis sel darah


Eritrosit a. Berbentuk cakram bulat bikonkaf b. Berdiameter 7,2m, bila lebih dari 9m disebut makrositik, bila kurang dari 6m disebut mikrositik. Bila suatu sedian darah terdiri dari ukuran eritrosit yang makrositik maka disebut Anisositosis c. Tidak berinti d. Komposisi molekuler eritrosit :60% air dan 40% substansi padat e. Terdiri atas protein globulin dikonjugasikan dengan pigmen hem : hemoglobulin

f.Bentuk sel erytrosit dipertahankan oleh kerangka sel yang berbentuk filamen dan mirotubuli g.Mempunyai membran plasma yang bersifat semi permiable dan berfungsi untuk menjegah keloid yang dikandungnya tetap didalam h.Tekanan osmose diluar sel-tekanan dalam sel agar terda[at keseimbangan plasma daraf bersifat isotonis dengan tekanan dalam erytocyt. NaCl 0,9%-plasma darah (larutan isotonus)

i.Eritrosit dimasukkan ke larutan hipertonus : eritrocyt berkerut (berduri) j. Eritrosit dimasukkan ke larutan hiportonus : eritocyt mengkembung dan dapat pecah menyebabkan larutan menjadi merah oleh Hb. Sifat ini disebut Fragilitas. Hemolisis bisa terjadi karena hal lain yaitu : detergen, bisa ular, plasma yang berbeda species

Hubungan histologis dan fungsi eritrosit


Berbentuk bikonkaf sehingga akan memperluas permukaan eritrosit 20-30%, akan mempercepat absorbsi dan pelepasan O2 dan menyebabkan jarak antara pusat sel dan lingkungannya menjadi pendek maka pertukaran O2 cepat. Eritrocyt tidak memiliki inti sehingga kandungan hemoglobin akan lebih banyak maka O2 lebih banyak diikat. Pinggiran eritrocyt berbentuk melengkung sehingga terlindungi dari kerusakan akibat benturan-benturan. .

Warna eritrociyt pada bagian tengah (1/3 bagian) lebih pucat karena lebih tipis (normokromik) Eritrocyt hipokromik : bagian tengah yang pucat melebar dan pinggirnya kurang berwarna Eritrocyt hiperkromatik : bagian tengah yang pucat menyempit Ada/tidak eritrocyt muda/retikulosit. Dengan pewarnaan briliant cresyl akan mengikat ribsosom sehingga menjadi basofil. Pada eritrosit akan terdapat butir-butir ribosom sebagian gambar anyaman benang disebut Retikulosit.

Lekosit
Leukosit fungsi utamanya : sistem pertahan. Berdasarkan morfologi inti dan adanya struktur khusus dalam sitoplasma dibagi atas : a. Garnulosit (75%) : dalam sitoplasma ada butir-butir/granul b. Agranulosit

Butir-butir dalam sitoplasma dibedakan atas :


Butir-butir Azurofil a. Muncul dalam sitoplasma sejak masih dalam sumsum tulang dan setelah dewasa menurun b. Butir-butir spesific berukuran lebih besar maka kemampuan mengikat warna lebih rendah c. Berisi enzim lisosom dan peroksidase d. Dengan pewarnaan ramanousky menghasilkan warna ungu kemerahahan

Butir-butir spesific
Baru tampak dalam tahap mielosit menjadi dewasa bertambah banyak Ukurannya hakus dan hanya terdapat dalam neutrofil Berisi enzim alkali fosfatase dan baktersidal Dengan pewarnaan menghasilkan warna ungu/merah muda

Arneth membagi sel neutrofil dalam 5 kelompok a.Kelompok 1: berlobus 1:9% b.Kelompok 2: berlobus 2:25% c.Kelompok 3: berlobus 3:46% d.Kelompok 4: berlobus 4:15% e.Kelompok 5: berlobus 5:5%

Trombosit
Merupakan keping darah denngan diameter 25m lengkap denan membran plasma yanng mengelilinginya. Berjumlah 150-300l Berumur 8hari Pada sedian apus dara, tromosit serang bergumpa, setiap keping ada bagian tepi berwarna biru muda yang mempunyai tonjolan bagian tengah berbutir warna ungu

Hialuromer : homogen dengan sturktur filamen dan mikrotubuli yang memungkinkan pembentukan psseudopodia Granulomer : mengandung mitikondria, granula, vakuola, sistem tubuli dan butirglikogen Trombosit berasal dari sebuah sel yang sangat besar dalam sumsum tulang yang dinamakan Megakariosit