Anda di halaman 1dari 25

Penentuan Waktu Gigitan pada Bite Mark

DM UWKS Bangkalan B

Pertanyaan 1
Uwks nganjuk : apakah perimortem memiliki tanda-tanda vital? Pattimura 1: bagaimana cara membedakan bite mark dari manusia dan hewan? Uwks bangkalan: bagian mana dari tubuh manusia yang berbahaya apabila terkena gigitan? Uwks bangil: kreteria gigitan yang bagaimana yang membuat sah sebagai barang bukti? Pattimura 4: bagaimana gambaran yang di timbulkan oleh tekanan lidah pada bite mark? Unair : bagaimana cara pemeriksaan tanda-tanda intra vital (di daerah)? Pattimura 1: bgaimanakah derajat kepastian bite mark dan klasifikasinya? UHT: cara membedakan avulsi jaringan yang disebabkan oleh bite mark atau benda lainnya?

Pendahuluan
LUKA : Definisi Penyebab luka Waktu BITE MARK: Definisi Identifikasi Bentuk Lokasi Klasifikasi Analisa Gigitan hewan

Luka
Luka adalah rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh suatu trauma (Hariadi, 2010). Menurut Mansjoer (2000), luka adalah suatu keadaan ketidaksinambungan jaringan tubuh yang terjadi akibat kekerasan Wim de Jong (1996) mendefinisikan luka sebagai hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh.

Penyebab luka
1. Benda Tajam Trauma tajam ialah suatu ruda paksa yang mengakibatkan luka pada permukaan tubuh oleh bendabenda tajam. trauma tajam dikenal dalam tiga bentuk pula yaitu luka iris, luka tusuk dan luka bacok. 2. Benda Tumpul Kekerasan oleh benda keras dan tumpul dapat mengakibatkan berbagai macam jenis luka, antara lain :

Memar ( kontusi ) Pada luka memar yang mengalami kerusakan adalah jaringan subkutan sehingga pembuluh-pembuluh darah (kapiler) rusak dan pecah sehingga darah meresap ke jaringan sekitarnya. Umur luka memar : a. Mula-mula hanya timbul pembengkakan b. Kemudian berwarna merah kebiruan c. Pada hari ke 1 sampai ke 3 warna menjadi biru kehitaman d. Kemudian warna menjadi biru kehijauan, berikutnya cokelat dan akhirnya menghilang dalam 1 sampai 4 minggu.

2. Luka lecet (Abrasi)


Adalah suatu kerusakan yang mengalami lapisan atas dari epidermis akibat kekerasan dengan benda yang mempunyai permukaan yang kasar, sehingga epidermis menjadi tipis, sebagian atau seluruh lapisannya hilang. Umur Luka Lecet : Umur luka lecet secara makroskopis maupun mikroskopis dan diperkirakan sebagai berikut : a. Hari pertama sampai ketiga berwarna cokelat kemerahan karena eksudasi darah dan cairan limfe. b. 2 atau 3 hari kemudian pelan-pelan bertambah suram dan lebih gelap. c. Setelah 1 sampai 2 minggu mulai terjadi pembentukan epidermis baru. d. Dalam beberapa minggu akan timbul penyembuhan lengkap.

3. Luka terbuka / robek Seluruh tebal kulit megalami kerusakan dan juga jaringan bawah kulit sehingga epidermis terkoyak, folikel rambut, kelenjar keringat dan sebasea juga mengalami kerusakan. Pada umumnya kalau sembuh akan menimbulkan jaringan parut. Luka robek mudah terjadi pada kulit dengan adanya tulang di bawahnya.

WAKTU TERJADINYA KEKERASAN


Luka terjadi antemortem atau post mortem. Jika pada tubuh jenazah ditemukan luka maka pertanyaanya ialah luka itu terjadi sebelum atau sesudah mati. Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu dicari ada tidaknya tanda tanda intravital. Jika di temukan berarti luka terjadi sebelum mati dan demikian pula sebaliknya.

Tanda intravital itu sendiri pada hakeka tnya merupakan tanda yang menunjukan bahwa : Jaringan setempat masih hidup ketika terjadi trauma. Organ dalam masih berfungsi saat terjadi trauma

Umur luka
Untuk mengetahui kapan terjadi kekerasan, perlu diketahui umur luka. Hanya saja, tidak ada satu pun metode yang dapat digunakan untuk menilai dengan tepat kapan suatu kekerasan (baik pada korban hidup ataupun mati) dilakukan mengingat adanya faktor individual, penyulit (misalnya infeksi, kelainan darah atau penyakit defisiensi) serta factor kualitas dari kekerasan itu sendiri. Kendati demikian ada cara dapat di gunakan untuk memperkirakannya, yaitu dengan melakukan : 1. Pemeriksaan Mikroskopis 2. Pemeriksaan Makroskopis

BITE MARK
Bite mark didefinisikan sebagai suatu perubahan fisik pada suatu medium yang disebabkan oleh kontak dengan gigi atau suatu pola menyerupai struktur gigi hewan atau manusia yang tertinggal pada suatu objek atau jaringan. (Stimson, 1997)
Bowers dan Bell (1955) mendefinisikan bite mark sebagai suatu perubahan fisik pada bagian tubuh yang disebabkan oleh kontak atau interdigitasi antara gigi atas dengan gigi bawah sehingga struktur jaringan terluka baik oleh gigi manusia maupun hewan.

Dalam mempertimbangkan bite mark yang terdapat pada kulit manusia, penting diketahui bentuk luka yang mungkin terjadi. Lesi-lesi tersebut diklasifikasikan sebagai berikut :
Lebam Abrasi Garukan Cetakan Abrasi Laserasi Luka Insisi

Pemeriksaan bite mark dilakukan pada :


Pemeriksaan korban hidup Pemeriksaan bisa dilakukan di ruang bedah kepolisian di kantor polisi, pusat penanganan perkosaan, rumah sakit, ruang operasi gigi atau rumah korban.

Pemeriksaan Korban Mati Pemeriksaan dilakukan pada kejadian kriminal sebelum jenazah dipindahkan di kamar jenazah umum atau rumah sakit. Catat nama dan pekerjaan dari semua saksi yang ada, khususnya orang secara formal mengidentifikasi jenazah kepada anda.

Bentuk Bite mark


Variasi bentuk bite mark antara lain : (Bowers,1996) A. Bite mark yang disertai tanda tambahan : Ekimosis sentral (kontusi sentral), jika ada hal ini dapat disebabkan oleh 2 kemungkinan yaitu
Tekanan positif akibat penutupan gigi disertai pecahnya pembuluh darah kecil. Tekanan negatif akibat hisapan dan dorongan lidah.

Abrasi linier, kontusi, ataupun striasi. Bisa disebabkan oleh gesekan gigi dengan kulit atau cetakan permukaan lingual gigi. Gigitan ganda, terjadi saat kulit bergeser setelah kontak pertama dengan gigi, sehingga terjadi kontak lagi untuk kedua kalinya. Ekimosis perifer, karena memar yang berlebih.

B. Bite mark parsial


1. Satu lengkungan (separuh gigitan). 2. Satu atau beberapa gigi 3. Unilateral (satu sisi), karena susunan gigi yang tidak lengkap atau tekanan yang tidak teratur.

C. Bite mark yang kabur


1. Lengkungan yang menyatu, karena tekanan gigi meninggalkan bentukan cincin melengkung, yang tidak menunjukkkan tanda gigi seseorang. 2. Solid, pola cincin tidak jelas karena eritema / kontusi mengisi bagian tengah membentuk bulatan kemerahan. 3. Lengkungan tertutup, arkus maksila dan mandibula tidak terpisah tetapi menyatu pada tepinya. 4. Laten, hanya dapat terlihat dengan teknik imaging khusus.

D. Gigitan multipel / bertumpukan E. Gigitan yang merobek.

Lokasi Bite mark


lokasi tersering pada : - lengan - puting susu dan area lain payudara, - perut, paha, punggung, bahu, hidung, telinga, dan jari-jari.

Analisa Bite mark


Langkah pertama adalah memastikan bahwa tanda tersebut adalah sebuah bite mark. Langkah kedua apakah gigitan tersebut disebabkan oleh manusia atau binatang.

Mac Donald membedakan tanda-tanda yang ditemukan pada bite mark sebagai berikut.( Faridah, 2012)
1.

Tanda karena tekanan gigi ( tooth pressure marks ) 2. Tanda karena tekanan lidah ( tongue pressure marks ) 3. Tanda goresan gigi ( tooth scrape marks ) 4. Tanda yang kompleks (complex marks )

Pembahasan
Dengan melakukan pemeriksaan yang teliti, akan dapat ditentukan luka terjadi antemortem atau post mortem. Jika pada tubuh jenazah ditemukan luka maka pertanyaanya ialah luka itu terjadi sebelum atau sesudah mati. Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu dicari ada tidaknya tanda tanda intravital misalnya jaringan setempat masih hidup ketika terjadi trauma. Tanda tanda bahwa jaringan yang terkena trauma masih dalam keadaan hidup adalah adanya retraksi jaringan, reaksi vaskuler berupa eritema,vesikel dan memar. Tanda intravital lainnya adalah reaksi mikroorganisme berupa infeksi dan reaksi biokimia

Pada pemeriksaan mikroskopik ( histology ) kita dapat menentukan apakah gigitan terjadi sebelum atau sesudah kematian. Mengingat hasil makroskopik sangat variatif dan jauh dari ketepatan maka perlu di lakukan pemeriksaan mikroskopik pada korban mati. Selain berguna bagi intravitalitas luka, pemeriksaan mikroskopik juga untuk menentukan umur luka secara lebih teliti dengan mengamati perubahan perubahan histologiknya berupa Infiltrasi perivaskuler dari leukosit polymorfonuklear, dilatasi kapiler dan marginasi leukosit. Jika trauma terjadi sesudah orang meninggal dunia maka kelainan kelainan tersebut di atas tidak mungkin terjadi mengingat pada saat itu jantung dan paru parunya sudah berhenti bekerja.

Kesimpulan
Melalui pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis bite mark kita dapat menentukan apakah luka tersebut terjadi sebelum kematian atau sesudah kematian. Jika pada luka tersebut didapatkan tanda intravital maka dapat disimpulkan luka tersebut terjadi sebelum meninggal demikian juga jika tidak didapatkan tanda intravital pada luka maka luka tersebut terjadi sesudah meninggal.