Anda di halaman 1dari 17

Oleh :

RINAL BAHARSYAH HRP


070100199

PENDAHULUAN
Latar Belakang Manajemen sebuah organisasi merupakan perpaduan yang rumit antara manusia dan sistem-sistem yang melingkupi rentang kegiatan dan fungsi yang sangat luas. Fungsi manajemen adalah menarik seluruk aspek ini secara bersamaan kedalam suatu perpaduan yang utuh dan mengarahkannya untuk mencapai tujuan organisasi bersangkutan.

Ruang Lingkup Pembahasan


definisi tujuan keuntungan dasar hukum peran kebijakan keselamatan kerja keamanan bekerja

PEMBAHASAN
Defenisi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja

manajemen kesehatan dan keselamatan kerja adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang dibutuhkan pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian, dan pemeliharaan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif.

Tujuan Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Tujuan yaitu :
Menempatkan tenaga kerja sesuai dengan harkat dan

martabatnya sebagai manusia (pasal 27 ayat 2 ) UUD 1945; Meningkatkan komitmen pimpinan perusahaan dalam melindungi tenaga kerja; Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja untuk menghadapi kompetisi perdagangan global;

Keuntungan Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Keuntungan yang Tangible (terasa langsung) Menciptakan tempat kerja yang efisien dan produktif karena tenaga kerja merasa aman dalam bekerja Peningkatan moralitas karyawan Penurunan angka absensi

Keuntungan yang Intangible (tidak terasa langsung)


Pelaksanaan K3 mulai mendapat perhatian lebih luas

di kalangan masyarakat, LSM, Pemerintah, karyawan, rekan bisnis, dan lain-lain sehingga perusahaan yang melaksanakan K3 mendapatkan pencitraan yang baik. Penerapan K3 akan membangun kepercayaan para pemegang saham dan meningkatkan trans-paransi fungsi-fungsi perusahaan, mengurangi ketidakkonsistenan.

Dasar hukumManajemen K3

Peran Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Para manajer dapat mempengaruhi keselamatan kerja dengan cara:


Menetapkan kebijakan yang menuntut kinerja keselamatan kerja yang tinggi Menyediakan sumber daya untuk mencapai kebijakan tersebut Memastikan bahwa sumber daya yang disediakan tersebut telah dimanfaatkan dengan benar dan efektif Memberikan kebebasan dan kewenangan seperlunya kepada manajer d tingkat lokal untuk mencapai standarstandar kesehatan dan keselamatan kerja tingkat tinggi dengan cara mereka sendiri (memacu inisiatif dan komitmen)

Kebijakan Keselamatan Kerja Dalam pemenuhan kebijakan-kebijakan keselamatan kerja dipertimbangkan tiga bagian yaitu:
Kebijakan keselamatan kerja antara lain Mengacu

pada sarana-sarana dalam menyebarkan informasi kesehatan dan keselamatan kerja. Organisasi untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut Tertib untuk mencapai kebijakan tersebut

Keamanan Bekerja Berdasarkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Petugas yang berkompeten telah mengidentifikasi bahaya

yang potensial dan telah menilai risiko-risiko yang timbul dari suatu proses kerja. Apabila upaya pengendalian resiko diperlukan maka upaya tersebut ditetapkan melalui tingkat pengendalian. Terdapat prosedur kerja yang didokumentasikan dan jika diperlukan diterapkan suatu sistem ijin kerja untuk tugas-tugas yang berisiko tinggi. Prosedur atau petunjuk kerja untuk mengelola secara aman seluruh risiko yang teridentifikasi didokumentasikan.

Kepatuhan dengan peraturan, standar dan ketentuan

pelaksanaan diperhatikan pada saat pengembangan atau melakukan modifikasi prosedur atau petunjuk kerja. Prosedur kerja dan instruksi kerja dibuat oleh petugas yang berkompeten dengan masukan dari kerja yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas dan prosedur disahkan oleh pejabat yang ditunjuk. Alat pelindung diri disediakan bila diperlukan dan digunakan secara benar serta dipelihara selalu dalam kondisi layak pakai. Alat pelindung diri yang digunakan dipastikan telah dinyatakan baik dan dipakai sesuai dengan standar dan atau peraturan perundangan yang berlaku. Upaya pengendalian risiko ditinjau ulang apabila terjadi perubahan pada proses kerja.

Audit SMK3 Dan Sertifikasi Audit SMK3 Audit SMK3 merupakan pemeriksaan secara sistematik dan independent untuk menetukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan dan dilaksanakan secara efektif dan sesuai untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan.

Unsur Audit SMK3 ( 12 elemen ) 1. Pembangunan dan pemeliharaan komitmen 2. Strategi pendokumentasian 3. Peninjauan ulang desain dan kontrak 4. Pengendalian dokumen 5. Pembelian 6. Keamanan bekerja berdasarkan SMK3

7. Standar pemantauan 8. Pelaporan dan perbaikan kekurangan 9. Pengelolaan material dan pemindahannya 10. Pengumpulan dan penggunaan data 11. Pemeriksaan sistem manajemen 12. Pengembangan ketrampilan dan kemampuan

KESIMPULAN
Tujuan dan Sasaran Manajemen K3 adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat

kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja,


kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif.

Thank You