Anda di halaman 1dari 1

Nama : Indrawan Bayu Permana P.

NIM : 125040100111076 Kelas : Agribisnis B

Topik : Paradigma Pemasaran di Bidang Pertanian Judul : Petani Produsen vs Tengkulak

Pendahuluan
Salah satu paradigma pemasaran akhir-akhir ini yang cukup popular adalah pemasaran produk pertanian tidak berpihak pada petani produsen terutama petani produsen dengan lahan pertanian yang relatif sempit/ terbatas. Petani produsen dengan lahan pertanian yang sempit dan didirikan dengan cara-cara bertani tradisional pada umumnya proses produksinya tidak efisien dan bahkan mengganggu biaya produksi pertaniannya hanya diperhitungkan dari biayabiaya produksi yang riil dikeluarkan sehingga biaya-biaya yang tidak keluar akan secara nyata dianggap bukan faktor produksi sehingga terus dipergunakan dalam proses biaya produksi. Biasanya yang diperhitungkan hanya tenaga kerja yang diambil dari luar keluarganya sehingga secara nyata diperlukan biaya untuk tenaga kerja tersebut contoh buruh tani yang digunakan sehingga petani produsen betul-betul secara nyata mengeluarkan biaya yang berupa upah sedangkan tenaga sendiri dan keluarganya sering tidak diperhitungkan. Akibat dari hal tersebut diatas biaya tenaga kerja sendiri/ keluarganya tersebut diperhitungkan sebagai keuntungan yang diperoleh. Ciri-ciri dari petani produsen yang tradisional yaitu tidak adanya pengetahuan tentang pasar sebagai tempat bertemu produsen dan konsumen termasuk harga pasar, permintaan dan penawaran, sehingga para petani produsen hanya dapat menerima harga pasar yang pada umumnya ditentukan oleh para pedagang perantara sebagai akibat ketidaktahuan/ tidak adanya informasi mengenai pasar pada tingkat petani produsen. Sebagai akibat lebih lanjut dari keadaan tersebut di atas maka margin harga ditingkat produsen dan di pasar lebih besar diperoleh para pedagang perantara bahkan kadang-kadang produsen hanya memperoleh pendapatan yang berupa biaya produksi tanpa keuntungan.