Anda di halaman 1dari 1

Dimatamu, ada sebuah rindu. Mencari tempat untuk menumpahkannya. Kuambil pena dan secepat itu sepi mencariku.

angan mencariku terlalu jauh, segera temui aku di lembar puisiku, perempuan yang berbagi nyeri dengan pena dan aksara. Dimatamu, ada sebuah rindu. Mencari tempat untuk menumpahkannya. iarkan puisi ini terus tertulis diatas kertas putih ini, sayang. Mencari kata yang tepat untukmu. Sebab cinta selalu punya jatah untuk jatuh; meski telah berulang kau hindari Kepada perempuan: kalian tidak pernah merasa aman sampai seorang laki-laki hadir di sisimu sementara kami selalu merasa aman sampai seorang perempuan hadir di sisi kami. Adakah yang serupa cinta, membutakan kita begitu rupa, dari segala yang pura-pura. Jangan salahkan aku yang tak juga keluar dari pikiranmu, aku suka tersesat di sana; di kerumitannya. Akulah pengembara yang tersesat, mencari jalan pulang menuju hatimu yang tenang.