Anda di halaman 1dari 16

Empirisme

Kelompok 3 : Handayani (2225102168) Indria Fatma Sari (2225100072) Izmi Istiqomah(2225102149)

Pengertian Empirisme
Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Istilah empirisme di ambil dari bahasa Yunani empeiria yang berarti coba-coba atau pengalaman.

Ciri- ciri Empirisme


Pengetahuan tentang kebenaran yang sempurna tidak diperoleh melalui akal. Kebenaran adalah sesuatu yang sesuai dengan pengalaman manusia. Menekankan bukti, terutama yang ditemukan karena percobaan.

Beberapa Jenis Empirisme


1. Empirio-Kritisisme (Machsisme) Inti aliran ini adalah ingin membersihkan pengertian pengalaman dari konsep substansi, keniscayaan, kausalitas, dan sebagainya, sebagai pengertian apriori. 2. EmpirisRadikal Suatu aliran yang berpendirian bahwa semua pengetahuan dapat dilacak sampai pada pengalaman inderawi

3. Empirisme Logis Empirisme Logis berpegang pada pandanganpandangan berikut : a) Ada batas-batas bagi Empirisme. b) Semua proposisi yang benar dapat dijabarkan (direduksikan) pada proposisiproposisi mengenai data inderawi yang kurang lebih merupakan data indera yang ada seketika c) Pertanyaan-pertanyaan mengenai hakikat kenyataan yang terdalam pada dasarnya tidak mengandung makna.

Ajaran-ajaran pokok empirisme yaitu:


1. Pandangan bahwa semua ide atau gagasan merupakan abstraksi yang dibentuk dengan menggabungkan apa yang dialami. 2. Pengalaman inderawi adalah satu-satunya sumber pengetahuan, dan bukan akal atau rasio. 3. Semua yang kita ketahui pada akhirnya bergantung pada data inderawi.

4. Semua pengetahuan turun secara langsung, atau di simpulkan secara tidak langsung dari data inderawi (kecuali beberapa kebenaran definisional logika dan matematika). 5. Akal budi sendiri tidak dapat memberikan kita pengetahuan tentang realitas tanpa acuan pada pengalaman inderawi dan penggunaan panca indera kita. Akal budi mendapat tugas untuk mengolah bahan bahan yang di peroleh dari pengalaman.

6. Empirisme sebagai filsafat pengalaman, mengakui bahwa pengalaman sebagai satusatunya sumber pengetahuan.

a. Teori tentang makna


Teori pada aliran empirisme biasanya dinyatakan sebagai teori tentang asal pengetahuan yaitu asal usul ide atau konsep. Nihil Est in Intellectu Quod Non Prius Feurit in Sensu (tidak ada sesuatu di dalam pikiran kita selain didahului oleh pengalaman)

b. Teori pengetahuan Empirisme menolak kebenaran a priori (setiap kejadian tertentu mempunyai sebab, dasardasar matematika dan beberapa prinsip dasar etika itu benar dengan sendirinya) karena tidak ada kemampuan intuisi rasional. Semua kebenaran yang disebut tadi adalah kebenaran-kebenaran yang diperoleh lewat observasi (kebenaran a posteriori).

Tokoh-Tokoh Empirisme
Aliran empirisme dibangun oleh Francis Bacon (1210-1292) dan Thomas Hobes (1588-1679), namun mengalami sistematisasi pada dua tokoh berikutnya:
1. John Locke 2. David Hume

1. John Locke
Lahir : 1632, Bristol, Inggris. Wafat : 1704, Oates, Inggris. Profesi : Ahli politik, ilmu alam, dan kedokteran. Karya : Essay Concerning Human Understanding (1600), Letters on Tolerantion (1689-1692) dan Two Treatises on Government (1690). Aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap aliran rasionalisme. Menurut empiris, dasarnya ialah pengalaman manusia yang diperoleh melalui panca indera.

Locke berpendapat bahwa sebelum seorang manusia mengalami sesuatu, pikiran atau rasio manusia itu belum berfungsi atau masih kosong. Situasi tersebut diibaratkan Locke seperti sebuah kertas putih (tabula rasa) yang kemudian mendapatkan isinya dari pengalaman yang dijalani oleh manusia itu. Rasio manusia hanya berfungsi untuk mengolah pengalaman-pengalaman manusia menjadi pengetahuan sehingga sumber utama pengetahuan menurut Locke adalah pengalaman.

Ada dua macam pengalaman manusia: pengalaman lahiriah (sense atau eksternal sensation) dan pengalaman batiniah (internal sense atau reflection). Pengalaman lahiriah adalah pengalaman yang menangkap aktivitas indrawi yaitu segala aktivitas material yang berhubungan dengan panca indra manusia. Kemudian pengalaman batiniah terjadi ketika manusia memiliki kesadaran terhadap aktivitasnya sendiri dengan cara 'mengingat', 'menghendaki', 'meyakini', dan sebagainya.
Kedua bentuk pengalaman manusia inilah yang akan membentuk pengetahuan melalui proses selanjutnya.

2. David Hume
Lahir Wafat : 1711, Edinburg, Scotland. : 1776 di kota yang sama.

Hume seorang yang menguasai hukum, sastra dan juga filsafat. Karya tepentingnya ialah: An Encuiry Concercing Human Understanding (1748) An Encuiry Into The Principles of moral (1751).

I never catch my self at any time with out a perception (saya selalu memiliki persepsi pada setiap pengalaman saya). Seluruh pemikiran dan pengalaman tersusun dari rangkaianrangkaian kesan (impression). Pemikiran ini lebih maju selangkah dalam merumuskan bagaimana sesuatu pengetahuan terangkai dari pengalaman, yaitu melalui suatu institusi dalam diri manusia (impression, atau kesan yang disistematiskan ) dan kemudian menjadi pengetahuan. Di samping itu pemikiran Hume ini merupakan usaha analisias agar empirisme dapat di rasionalkan terutama dalam pemunculan ilmu pengetahuan yang di dasarkan pada pengamatan (observasi ) dan uji coba (eksperimentasi), kemudian menimbulkan kesankesan, kemudian pengertian-pengertian dan akhirnya pengetahuan.

Bagaimana orang mengetahui es itu dingin ? Dalam pernyataan tersebut ada tiga unsur :
yang mengetahui (subjek) yang diketahui (objek) cara mengetahui bahwa es itu dingin (dengan menyentuh langsung lewat alat peraba)

Seorang Empiris akan mengatakan, karena saya merasakannya dan seorang ilmuwan juga merasakan seperti itu. Dengan kata lain, seorang Empiris akan mengatakan bahwa pengetahuan itu diperoleh lewat pengalamanpengalaman inderawi yang sesuai.