Anda di halaman 1dari 6

STATISTIKA

HUBUNGAN SAMPEL DAN POPULASI

POPULASI
Populasi atau universe adalah totalitas atau keseluruhan objek yang diteliti, bisa berupa kumpulan orang (individu, kelompok, komunitas, masyarakat, dll); benda (jumlah gedung/bangunan, tempat, dll) yang ciri-cirinya akan ditaksir (diestimasi). Ciri-ciri populasi disebut parameter. Populasi dibedakan menjadi dua yaitu: 1. Populasi sampling: Contoh : Kita akan melakukan penelitian tentang Korelasi antara Frekuensi Kehadiran Kuliah dengan Prestasi Akademik di Kalangan Mahasiswa Teknik Desain dan Manufaktur PPNS. Apabila yang menjadi objek penelitian kita adalah seluruh mahasiswa Teknik Desain Manufaktur PPNS, tetapi yang diteliti (yang dijadikan sumber data) adalah seluruh mahasiswa yang tergabung dalam kepengurusan himpunan mahasiswa, maka seluruh mahasiswa Teknik Desain dan Manufaktur PPNS adalah Populasi Sampling 2. Populasi sasaran: Contoh : (sama dengan yang diatas) Dan seluruh mahasiswa yang tergabung dalam kepengurusan himpunan mahasiswa adalah Populasi Sasaran.

SAMPLE
Sampel adalah sebagian unsur populasi yang dijadikan objek penelitian. Digunakan apabila ukuran populasinya relatif besar. Sampel yang diambil dari sebuah populasi harus benar-benar mewakili populasinya, sehingga data yang diperoleh dari sampel tersebut dapat digunakan untuk menaksir ciri-ciri karakteristik populasinya. Sampel yang memiliki ciri karakteristik yang sama atau relatif sama dengan ciri karakteristik populasinya disebut sampel representatif. Ciri karakteristik sampel disebut statistik. Dalam penyusunan sampel perlu disusun kerangka sampling yaitu daftar dari semua unsur sampling dalam populasi sampling, dengan syarat: a. Harus meliputi seluruh unsur sampel
RISKITA RAKASITA 6610040002

STATISTIKA
b. Tidak ada unsur sampel yang dihitung dua kali c. Harus up to date d. Batas-batasnya harus jelas

Ada empat faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan besar kecilnya sampel, antara lain: a. Degree of homogenity dari populasi, makin homogen populasi makin sedikit jumlah sampel yang diambil b. Pressisi yang dikehendaki, makin tinggi tingkat pressisi yang dikehendaki makin banyak jumlah sampel yang diambil c. Rencana analisa, Semakin banyak variabel yang akan dianalisis maka ukuran sampelnya harus besar. d. Tenaga biaya dan waktu

Teknik dalam Pengambilan Sampel secara garis besar dapat dibagi menjadi dua:
A. Probability Sampling atau Random Sampling adalah cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. 1. Simple random sampling (pengambilan sample secara acak sederhana) sebuah sample yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elemen dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sample. Dapat dilaksanakan apabila populasi tidak begitu banyak variasinya dan secara geografis tidak terlalu menyebar. Metode yang digunakan dengan cara : undian (digoncang seperti arisan), ordinal (angka kelipatan), memakai tabel bilangan random. Contoh : Dari 500 orang mahasiswa Teknik Desain dan Manufaktur PPNS, akan diambil 25 orang untuk penelitian tentang kepuasan sarana prasarana yang ada. Cara pengambilan sampel akan dilakukan secara sistematis, dimana probabilitas untuk terambil sebagai sampel adalah 25/500 = 1/20. 2. Sistematis (systematic random sampling) Sampel yang diambil secara acak hanya unsur pertama, selanjutnya diambil secara sistematik sesuai langkah yang sudah ditetapkan. Contoh : Untuk mengambil unsur I dilakukan secara acak sederhana dari nomor pertama sampai dua puluh. Misalnya, sudah tertarik nomor 15, untuk selanjutnya diambil setiap jarak 20 satu sampel. Dalam hal ini akan diambil nomor 35, 55, 75, dan seterusnya sampai didapatkan 25 orang. 3. Strata (stratified random sampling) Untuk populasi yang bersifat heterogen. Agar semua sifat dapat terwakili, terlebih dahulu populasi tersebut dibagi menjadi beberapa strata, misalnya pendidikan (tinggi, sedang, kurang), ekonomi (kaya, sedang, miskin) Contoh : Dengan siswa SD adalah sampelnya, maka perlu ada klasifikasi siswa berdasar strata (misal kelas I, II dan III)

RISKITA RAKASITA 6610040002

STATISTIKA
4. Area Sampling teknik pengambilan sample yang populasinya tersebar di berbagai wilayah.

5. Kluster sampling (sampel Gugus) Pada prinsipnya teknik cluster sampling hampir sama dengan teknik stratified. Jika pada stratified anggora populasi dalam satu strata relatif homogen sedangkan pada cluster sampling anggota dalam satu cluster bersifat heterogen. Contoh : sebuah penelitian ingin mengetahui pendapatan keluarga dalam suatu desa, dengan berbagai klaster, misal dari segi pekerjaan: Tani, Buruh, PNS, Nelayan. B. Non-Probability Sampling adalah setiap elemen kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. populasi tidak mempunyai

1. Sampling sistematis yaitu memilih sampel dari suatu urutan daftar menurut urutan tertentu. Contoh : anggota populasi yang terdiri dari 100 orang, dari semua semua anggota populasi itu diberi nomor urut 1 sampai 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan mengambil nomor ganjil saja, genap saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan dari bilangan lima. Untuk itu maka yang diambil sebagai sampel adalah nomor urut 1, 5, 10, 15, 20 dan seterusnya sampai 100. 2. Sampling kuota (quota sampling) teknik sampling yang didasarkan pada terpenuhinya jumlah sample yang diinginkan (ditentukan). Sebelum kuota masing-masing terpenuhi maka penelitian belum dianggap selesai. Contoh : akan melakukan penelitian tentang Karies Gigi, jumlah sampel yang ditentukan 500 orang, jika pengumpulan data belum memenuhi kuota 500 orang tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai. Bila pengumpulan data dilakukan secara kelompok yang terdiri atas 5 orang pengumpul data, maka setiap anggota kelompok harus dapat menghubungi 100 orang anggota sampel. 3. Sampling Insidental (convenience sampling) sample yang diambil dari siapa saja yang kebetulan ada, misalnya dengan menanyai siapa saja yang ditemui dijalan untuk meminta pendapat tentang topik yang sedang dikerjakan. Contoh : anda akan melakukan penelitian tentang jenis buku yang banyak dibaca di perpustakaan PPNS dan sampel yang ada ambil adalah menanyai setiap orang yang anda temui di dalam perpustakaan tersebut dengan pertanyaan yang sesuai. 4. Purposive sampling teknik pengambilan sample didasarkan atas tujuan tertentu. (orang yang dipilih betulbetul memiliki kriteria sebagai sampel) Contoh : akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan yang dijual maka sampel yang diambil adalah orang-orang yang ahali tentang makanan dan gizi.

RISKITA RAKASITA 6610040002

STATISTIKA

5. Sampling jenuh (sensus) teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Contoh : akan melakukan penelitian tentang pelajaran yang paling disukai mahasiswa Teknik Desain dan Manufaktur semester 6 A. sehingga sempel yang diambil adalah seluruh mahasiswa Teknik Desain dan Manufaktur karena hanya terdapat 24 orang. 6. Snowball sampling dimulai dari kelompok kecil yang diminta untuk menunjukkan kawan masing-masing. Kemudian kawan tesrebut diminta untuk menunjukkan kawannya lagi dan seterusnya. Berhenti sampai informasi yang didapatkan dinilai telah cukup. Contoh : Dalam penentuan sampel pada sebuah penelitian, pertama-tama dipilih satu atau dua orang sampel, tetapi karena dengan dua orang sampel ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sampel sebelumnya. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak dan sudah cukup informasi yang didapat.

Skala Pengukuran dalam Penelitian


A. Nominal Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasikan obyek, individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan area geografis. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka-angka sebagai symbol. Kita tidak dapat melakukan operasi arimatika dengan angka-angka tersebut, karena angka-angka tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau ketidakadanya karaktersitik tertentu. Contoh: Data Yuni Desi Ika Astuti Kode (a) 1 2 3 4 Kode (b) 4 2 3 1

Keterangan : Kode 1 sampai dengan 4 (a) semata-mata hanyalah untuk memberi tanda saja, dan tidak dapat dipergunakan sebagai perbandingan antara satu data dengan data yang lain. Kode tersebut dapat saling ditukarkan sesuai dengan keinginan peneliti (menjadi alternatif b) tanpa mempengaruhi apa pun. B. Ordinal Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu
RISKITA RAKASITA 6610040002

STATISTIKA

yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya. Menunjukkan selisih yang sama dan tidak ada nol mutlak. Contoh: Data Yuni Desi Ika Astuti Skala Kecantikan Skala Kecantikan (a) (b) 4 10 3 6 2 5 1 1

Skala kecantikan (a) di atas menunjukkan bahwa Yuni paling cantik (dengan skor tertinggi 4), dan Astuti yang paling tidak cantik dengan skor terendah (1). Akan tetapi, tidak dapat dikatakan bahwa Yuni adalah 4 kali lebih cantik dari pada Astuti. Skor yang lebih tinggi hanya menunjukkan skala pengukuran yang lebih tinggi, tetapi tidak dapat menunjukkan kelipatan. Selain itu, selisih kecantikan antara Yuni dan Desi tidak sama dengan selisih kecantikan antara Desi dan Ika meskipun keduanya mempunyai selisih yang sama (1). Skala kecantikan pada (a) dapat diganti dengan skala kecantikan (b) tanpa mempengaruhi hasil penelitian.

C. Interval Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametric. Skala pengukuran yang mempunyai selisih sama antara satu pengukuran dengan pengukuran yang lain, tetapi tidak memiliki nilai nol mutlak Contoh: Data Yuni Desi Ika Astuti Nilai Mata Kuliah Skor Nilai Mata Kuliah (a) (b) A 4 B 3 C 2 D 1

Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai A setara dengan 4, B setara dengan 3, C setara dengan 2 dan D setara dengan 1. Selisih antara nilai A dan B adalah sama dengan selisih antara B dan C dan juga sama persis dengan selisih antara nilai C dan D. Akan tetapi, tidak boleh dikatakan bahwa Yuni adalah empat kali lebih pintar dibandingkan Astuti, atau Ika dua kali lebih pintas dari pada Astuti. Meskipun selisihnya sama, tetapi tidak mempunyai nilai nol mutlak.
RISKITA RAKASITA 6610040002

STATISTIKA
D. Ratio

Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut. Nilai absoult nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya. Adalah skala pengukuran yang paling tinggi di mana selisih tiap pengukuran adalah sama dan mempunyai nilai nol mutlak Contoh: Data Yuni Desi Ika Astuti Tinggi Badan 170 160 150 140 Berat badan 60 50 40 30

Tabel di atas adalah menggunakan skala rasio, artinya setiap satuan pengukuran mempunyai satuan yang sama dan mampu mencerminkan kelipatan antara satu pengukuran dengan pengukuran yang lain. Sebagai contoh; Yuni mempunyai berat badan dua kali lipat berat Astuti, atau, Desi mempunyai tinggi 14,29% lebih tinggi dari pada Astuti.

LITERATURE
http://contohskripsi-makalah.blogspot.com/2012/09/macam-macam-teknik-pengambilansampel.html http://contohskripsi-makalah.blogspot.com/2012/08/skala-pengukuran-dalam-penelitian.html http://asiabusinesscentre.blogspot.com/2012/07/teknik-pengambilan-sampel.html http://www.statistika-unhalu.org/berita-117-skala-pengukuran-statistik-.html

RISKITA RAKASITA 6610040002