MODUL 2

-1-

MODUL 2 : STRUKTUR STATIS TIDAK TERTENTU DAN CARA PENYELESAIANNYA DENGAN “METODA CONSISTENT DEFORMATION”
2.1. Judul : Struktur Statis Tidak Tertentu Tujuan Pembelajaran Umum Setelah membaca bagian ini mahasiswa akan mengerti apa yang disebut dengan struktur statis tidak tertentu. Tujuan Pembelajaran Khusus Mahasiswa selain dapat mengerti yang disebut dengan struktur statis tidak tertentu, juga dapat menyebutkan tingkat atau derajat ke “statis tidak tentuan” sebuah struktur. 2.1.1. Pendahuluan Dalam bangunan Teknik Sipil, seperti gedung-gedung, jembatan dan lain sebagainya, ada beberapa macam system struktur, mulai dari yang sederhana sampai dengan yang sangat kompleks. Pada mata kuliah Mekanika Teknik I, mahasiswa telah mempelajari system yang paling sederhana yaitu “struktur statis tertentu”, dimana reaksi perletakan maupun gaya-gaya dalamnya (gaya lintang, gaya normal dan momen) pada struktur tersebut dapat dicari hanya dengan pertolongan persamaan keseimbangan. Adapun persamaan keseimbangan yang dimaksud ada 3 (tiga) keseimbangan yaitu : ΣV=0 ΣH=0 (jumlah gaya-gaya vertical sama dengan nol) (jumlah gaya-gaya horizontal sama dengan nol)

Σ M = 0 (jumlah momen sama dengan nol)

Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation”

MODUL 2

-2-

Contoh struktur statis tertentu 1). RHA RMA A RAV I P

Balok diatas dua perletakan dengan beban P seperti pada Gambar 2.1. A perletakan sendi mempunyai 2

I DI M MI DI I NI N I

reaksi perletakan RHA dan RVA yang B RBV tidak diketahui besarnya,B perletakan rol mempunyai sebuah reaksi

perletakan RBV yang tidak diketahui dibesarnya.

Gambar 2.1. Balok Diatas Dua Tumpuan

Jumlah reaksi perletakan yang tidak diketahui besarnya ada 3, maka dapat dicari dengan 3 persamaan keseimbangan. Sedangkan pada sebuah potongan struktur (I), ada tiga gaya dalam (NI, DI dan MI) yang tidak diketahui besarnya, maka ketiga gaya dalam tersebut dapat dicari dengan 3 persamaan keseimbangan. Dengan demikian struktur diatas termasuk struktur statis tertentu. 2). Balok kantilever dengan perletakan jepit di beban seperti pada Gambar 2.2.  Jumlah reaksi perletakan ada 3 (RHA, RVA, RMA). B  Jumlah gaya dalam potongan pada potongan ada 3 (NI, DI, MI)

RMA

I

P

RAH A RAV Gambar 2.2. Balok Kantilever Masing-masing dapat

diselesaikan

dengan

pertolongan

3

persamaan

keseimbangan, maka struktur tersebut adalah struktur statis tertentu. 2.1.2. Definisi Struktur Statis Tidak Tertentu Suatu struktur disebut statis tidak tertentu jika tidak bisa diselesaikan dengan hanya pertolongan persamaan keseimbangan. Dalam syarat keseimbangan ada 3 (tiga) persamaan, apa bila sebuah struktur yang mempunyai reaksi
Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation”

MODUL 2

-3-

perletakan lebih dari 3 (tiga), maka reaksi-reaksi perletakan tersebut tidak bisa dihitung hanya dengan 3 persamaan keseimbangan. Struktur tersebut dikatakan struktur statis tidak tertentu. Kelebihan bilangan yang tidak diketahui terhadap jumlah persamaan keseimbangan, disebut tingkat atau derajat ke “statis tidak tentuan” suatu struktur. Apabila yang kelebihan itu reaksi perletakan maka struktur disebut “statis tidak tertentu luar” sedangkan kalau yang kelebihan itu gaya dalam maka struktur disebut “statis tidak tentu dalam”. Contoh struktur statis tidak tertentu 1). RAM RAH A RAV B RBV q I P Balok diatas 2 perletakan dengan kantilever seperti pada Gambar 2.3. A – Jepit ada 3 reaksi perletakan B – Rol ada 1 reaksi perletakan

C

Gambar 2.3. Balok statis tidak tertentu Jumlah reaksi perletakan ada 4, lebih besar dari 3 persamaan keseimbangan. Berarti bilangan yang tidak diketahui kelebihan satu dari jumlah persamaan keseimbangan. Sedangkan pada potongan ada 3 gaya dalam sama dengan jumlah persamaan keseimbangan. Dengan demikian struktur diatas disebut “statis tidak tertentu” tingkat 1 (luar). 2). q P C D A-Jepit ada 3 reaksi perletakan RAM RAH RAV B RBV RBM RBH B-Jepit ada 3 reaksi perletakan Jumlah R = 6 > 3 persamaan keseimbangan Kelebihan 3 reaksi perletakan I Portal dengan perletakan jepit dibebani seperti Gambar 2.4.

Gambar 2.4. Portal statis tidak tertentu
Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation”

MODUL 2

-4-

Sedangkan pada potongan portal statis tidak tertentu ada 3 gaya dalam gambar dengan jumlah persamaan keseimbangan. Maka struktur dikatakan “statis tidak tertentu” tingkat 3 (luar). 3). q F A-sendi ada 2 reaksi q P C D Jumlah reaksi R = 4 > 3 Kelebihan satu gaya luar. Pada potongan ada 2 x 3 gaya dalam = RAH A RAV RBV B RBH 6 > 3. Kelebihan tiga gaya dalam. Struktur dikatakan “statis tidak tertentu” tingkat 4 (satu luar, tiga dalam) B-sendi ada 2 reaksi Portal dengan perletakan sendi dibebani seperti Gambar 2.5. P E

Gambar 2.5 Portal statis tidak tertentu

2.1.3. Soal Latihan 1). D A B C Suatu balok menerus dengan tiga perletakan dan kantilever seperti pada Gambar. Perletakan A adalah sendi, B dan C adalah rol. Tentukan jenis struktur tersebut. 2). B C

D

Suatu portal dengan kantilever seperti pada Gambar. Perletakan A adalah jepit dan B adalah sendi. Tentukan jenis struktur tersebut.

A

Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation”

MODUL 2

-5-

D 3).

E

F

G Suatu portal seperti pada gambar. Perletakan A, B, dan C adalah sendi. Tentukan jenis struktur tersebut

A 4). E

B F

C

Suatu portal seperti pada gambar. C D Perletakan A dan B adalah sendi Tentukan jenis struktur tersebut. A 2.1.4. Rangkuman B

 Persamaan syarat-syarat keseimbangan ada 3 buah :

ΣV = 0 ΣH= 0 ΣM= 0

 Konstruksi disebut statis tidak tertentu jika tidak bisa diselesaikannya dengan bantuan persamaan keseimbangan.  Tingkat atau derajat ke “statis tidak tentuan” struktur adalah jumlah kelebihan bilangan yang tidak diketahui dari jumlah persamaan keseimbangan (3 buah). 2.1.5. Penutup Untuk mengukur prestasi mahasiswa dapat melihat kunci dari soal-soal yang ada sebagai Iberikut : 1) A B C D

Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation”

ada 2 reaksi perletakan B – sendi.MODUL 2 -6- A – sendi. berarti tidak kelebihan gaya dalam. ada 2 reaksi perletakan C – sendi. ada 2 reaksi perletakan B – rol. B C D A A – jepit. ada 2 reaksi perletakan Total reaksi perletakan R = 5 > 3 (persamaan keseimbangan) Berarti kelebihan 2 reaksi perletakan. I 2). Kelebihan 1 reaksi perletakan. 3). Gaya dalam pada sebuah potongan ada 3 berarti tidak kelebihan gaya dalam. I D E E G A B C A – sendi. ada 3 reaksi perletakan C – sendi. Jadi struktur termasuk “statis tidak tertentu” tingkat 1 (luar). Jadi struktur termasuk “statis tidak tertentu” tingkat 2 (luar). Gaya dalam pada sebuah potongan ada 3. ada 1 reaksi perletakan Total reaksi perletakan R = 4 > 3 (persamaan keseimbangan). ada 1 reaksi perletakan C – rol. ada 2 reaksi perletakan Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .

ada 2 reaksi perletakan B – sendi.7. 4). Gaya dalam pada sebuah potongan ada 3. ada 2 reaksi perletakan B Total reaksi perletakan R = 4 > 3 (persamaan keseimbangan) Berarti kelebihan 1 reaksi perletakan. Statically Indeterminate Structures”. Book company. INC.1.1.6. Mc Graw-Hill. 2. Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . Daftar Pustaka 1. E I C D A A – sendi. Jadi struktur termasuk “statis tidak tertentu” tingkat 4 (1 luar dan 3 dalam) 2. Chu Kia Wang.MODUL 2 -7- Total reaksi perletakan R = 6 > 3 (persamaan keseimbangan) berarti kelebihan 3 reaksi perletakan. Senarai Struktur statis tidak tertentu adalah struktur yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan persamaan keseimbangan. berarti tidak kelebihan gaya dalam Jadi struktur termasuk “statis tidak tertentu” tingkat 3 (luar). Gaya dalam pada potongan ada 2 x 3 = 6 > 3 berarti kelebihan 3 gaya dalam.

Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . Kalau suatu struktur dinyatakan statis tidak tertentu tingkat 1 (satu). sehingga butuh 1 (satu) persamaan tambahan untuk dapat menyelesaikan perhitungan struktur tersebut.1. karena mempunyai jumlah bilangan yang tidak diketahui lebih besar dari 3 (tiga) yaitu jumlah persamaan keseimbangan yang bisa disusun.2. berarti kelebihan 1 (satu) bilangan yang tidak diketahui. kalau suatu struktur dinyatakan statis tidak tertentu tingkat 2 (dua) maka butuh 2 (dua) persamaan tambahan. gaya lintang. Dari pembahasan sebelumnya kita tahu bahwa suatu struktur statis tidak tertentu adalah suatu struktur yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan bantuan 3 (tiga) persamaan keseimbangan. Pendahuluan Metoda “Consistent Deformation” ini adalah cara yang paling umum dipakai untuk menyelesaikan perhitungan suatu struktur statis tidak tertentu. Tingkat atau derajat ke statis tidak tentuan struktur. Tujuan Pembelajaran Umum Setelah membaca bagian ini mahasiswa akan memahami bagaimana menyelesaikan suatu struktur statis tidak tertentu dengan metoda “Consistent Deformation”. gaya lintang. Tujuan Pembelajaran Khusus Mahasiswa selain dapat memahami metoda “Consistent Deformation” juga dapat menyelesaikan suatu struktur statis tidak tertentu. Bilangan-bilangan yang tidak diketahui tersebut berupa gaya luar (reaksi perletakan) ataupun gaya dalam (gaya normal. yaitu menghitung semua gayagaya luar (reaksi perletakan) dan gaya-gaya dalam (gaya normal.2. dilihat dan berapakah kelebihan bilangan yang tidak diketahui tersebut terhadap 3 (tiga). momen) struktur tersebut dengan menggunakan metoda “Consistent Deformation”. momen). Judul : Penyelesaian struktur statis tidak tertentu dengan metoda “Consistent Deformation”. 2. dan seterusnya.MODUL 2 -8- 2. Dengan kata lain kita butuh tambahan persamaan untuk bisa menyelesaikannya.

Misalnya untuk perletakan rol. defleksi horizontal dan rotasi sama dengan nol. dan menghitung deformasi struktur statis tertentu tersebut akibat beban yang ada. Deformasi adalah defleksi atau rotasi dari suatu titik pada struktur. Setelah itu struktur statis tertentu tersebut dibebani dengan gaya kelebihan yang dihilangkan tadi. maka defleksi tegak lurus perletakan harus sama dengan nol. Setelah persamaan “Consistent Deformation” disusun. maka yang dihitung adalah rotasi. Demikianlah konsep dasar dari metoda “Consistent Deformation” dipakai untuk menyelesaikan struktur statis tidak tertentu. Persamaan-persamaan tambahan ini disebut persamaan “Consistent Deformation” karena deformasi yang ada harus konsisten Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . kita susun persamaan-persamaan tambahan yang diperlukan. untuk perletakan sendi defleksi vertical maupun horizontal sama dengan nol. maka dengan melihat kondisi fisik dari struktur asli. defleksi vertical. setelah gaya-gaya kelebihan tadi didapat. Deformasi yang dihitung disini disesuaikan dengan gaya kelebihan yang dihilangkan. dan gaya yang lain dapat dihitung dengan persamaan keseimbangan. maka yang dihitung defleksi horizontal pada tempat gaya yang dihilangkan tadi seharusnya bekerja. Setelah deformasi akibat beban yang ada dan gaya-gaya kelebihan yang dikerjakan sebagai beban telah dihitung. Misalnya kalau gaya yang dihilangkan tersebut gaya horizontal. maka gaya-gaya kelebihan dapat dihitung. yang dihitung defleksi vertical sedangkan kalau yang dihilangkan tersebut berupa momen. sedangkan untuk perletakan jepit. Kalau gaya vertical. dan juga dihitung deformasinya. (sesuai) dengan struktur aslinya.MODUL 2 -9- Untuk mendapatkan persamaan tambahan tersebut kita akan membuat struktur menjadi statis tertentu dengan menghilangkan gaya kelebihan yang ada.

Momen  defleksi vertical . dan dihitung deformasinya.  Beban yang ada dihilangkan.gaya vertical .  Hitung deformasi struktur statis tertentu tersebut akibat beban yang ada. Catatan : deformasi yang dihitung disesuaikan gaya kelebihan yang dihilangkan. Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . gaya kelebihan dikerjakan satu persatu bergantian.2. Setelah gaya-gaya kelebihan didapat.MODUL 2 -10- 2.gaya horizontal  defleksi horizontal  rotasi  Setelah deformasi akibat beban yang ada dan gaya-gaya kelebihan dari struktur statis tertentu tersebut dihitung. dengan melihatkan kondisi fisik struktur aslinya yaitu struktur statis tidak tertentu. . Kalau gaya kelebihan lebih dari satu. Langkah-langkah yang harus dikerjakan pada metoda “Consistent Deformation” Untuk menyelesaikan perhitungan struktur statis tidak tertentu dengan metoda “Consistent Deformation” urutan langkah-langkah yang harus dikerjakan adalah sebagai berikut :  Tentukan tingkat atau derajat ke statis tidak tentuan struktur  Buatlah struktur menjadi statis tertentu dengan menghilangkan gaya kelebihan yang ada.2. kita susunan persamaan “Consistent Deformation”  Dengan bantuan persamaan “Consistent Deformation” gaya-gaya kelebihan dapat dihitung. gaya-gaya yang lain dapat dihitung dengan bantuan 3 (tiga) persamaan keseimbangan yang ada. gaya kelebihan dikerjakan sebagai beban.

Akibat RBV sebagai beban Gambar 2. Setelah RBV didapat. Akibat gaya kelebihan (RBV) sebagai beban dihitung defleksi vertical di B (δ BV RBV) Struktur aslinya B adalah rol. Struktur statis tidak tertentu A b). B RBV B ∆BV B • Dari persamaan “Consistent Deformation” yang disusun RBV dapat dihitung. Persamaan“Consistent Deformation” Σ ∆BV = 0 ∆BV + δ BV RBV = 0 A a). RAM RBH q EI RAV L B RBV Balok diatas 2 tumpuan A – jepit B – rol R = 4 > 3 (kelebihan 1 R) Struktur statis tidak tertentu tingkat 1 (satu) RBV – sebagai gaya kelebihan B – menjadi bebas ∆BV – defleksi yang dihitung Akibat beban yang ada dihitung defleksi vertical di B (∆BV). gaya-gaya yang lain dapat dihitung dengan persamaan keseimbangan. maka seharusnya defleksi vertical di B sama dengan nol. Struktur statis tertentu q A c).MODUL 2 -11- Contoh : 1).6. Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . Akibat beban yang ada δ BV RBV A d).

RAM RAH A RAV q EI L B RBV Soal no. Struktur statis tidak tertentu A b). B a). RAM-sebagai gaya kelebihan B q A – menjadi sendi θ A – rotasi yang dihitung Akibat beban yang ada dihitung rotasi di B A (θA) Akibat RAM sebagai beban dihitung rotasi di A (ϕ AM RAM). Persamaan “Consistent Deformation” : Σ θ A = 0 θ A + ϕ AM RAM = 0 • Dari persamaan “Consistent Deformation” yang disusun. • Struktur aslinya A adalah jepit. gaya-gaya yang lain dapat dihitung dengan persamaan keseimbangan. Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . Setelah RAM didapat.1 dapat diselesaikan juga sebagai berikut : R = 4 > 3 (kelebihan 1 R) Struktur statis tidak tertentu tingkat 1 (satu). gaya kelebihan RAM dapat dihitung. Akibat beban yang ada RAM ϕ AM RAM A d).7.MODUL 2 -12- 2). Akibat RAM sebagai beban Gambar 2. Struktur statis tertentu A θA c). sebelumnya rotasi di A sama dengan nol.

Struktur statis tertentu q P C D B ∆ BV ∆ BH A c). Akibat beban yang ada Akibat beban yang ada dihitung defleksi vertical dan defleksi horizontal dari B (∆BV dan ∆BH) Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . R = 5 > 3 (kelebihan 2 R) Struktur statis tidak tertentu tingkat 2. C q D P Portal dengan perletakan A jepit dan B sendi. Struktur statis tidak tertentu C D RBV dan RBH – sebagai gaya kelebihan B B – menjadi bebas ∆BV dan ∆BH .defleksi-defleksi yang dihitung A b). RBH B A RAH RAV RBV RAM a).MODUL 2 -13- 3.

e).RBH A B RBH δ BHh RBH dihitung defleksi vertical dan defleksi horizontal dari B. (1) Σ ∆BV = 0  ∆BV + δ BVV RBV + δ BVh RBH (2) Σ ∆BH = 0  ∆BH + δ BHV RBV + δ BHh RBH • Dengan 2 (dua) persamaan “Consistent Deformation” yang disusun. setelah RBV dan RBH didapat. akibat gaya kelebihan RBH • Struktur aslinya B adalah sendi. akibat gaya kelebihan RBV dihitung defleksi vertical dan defleksi horizontal dari B (δ BVV RBV dan SBHV RBV) C D Akibat gaya kelebihan sebagai RBH beban. Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . dikerjakan B δ BVV RBV δ BHV RBV RBV A d). Persamaan “Consistent Deformation”. gaya-gaya yang lain dapat dihitung dengan persamaan keseimbangan. gaya kelebihan RBV dan RBH dapat dihitung. seharusnya defleksi vertical dan horizontalnya sama dengan nol. dikerjakan δ BVH.MODUL 2 -14- C D Akibat gaya kelebihan sebagai RBV beban.

sedangkan untuk θ (rotasi).MODUL 2 -15- 2. metoda “Momen Area” dan metoda “Persamaan Garis Statis”. beban unit berupa beban unit momen ( 1).3. beban unit berupa beban unit gaya ( ↓ 1 ). Untuk menyegarkan kembali ingatan kita pada metoda “unit load” marilah kita perhatikan perumusan dan contoh perhitungan dibawah ini. Pada pembahasan kali ini kita akan menekankan pada metoda “unit load” karena metoda “unit load” dapat dipergunakan untuk menghitung deformasi dari struktur balok portal maupun konstruksi Rangka Batang. Untuk struktur balok dan portal statis tertentu rumus deformasi adalah sebagai berikut : ∆ atau θ = ∫ ∆ .defleksi s o Mx mx dx E Ix θ . Menghitung Deformasi dari Suatu Struktur Statis Tertentu Setelah mempelajari langkah-langkah yang harus dikerjakan untuk menyelesaikan struktur statis tidak tertentu dengan metoda “Consistent Deformation” diatas.Integral seluruh panjang struktur Momen positif (+) Momen negatif (-) Catatan : Untuk ∆ (defleksi). maka kita tahu bahwa menghitung deformasi pada struktur statis tertentu adalah hal yang sangat penting. Untuk menghitung deformasi ini kita bisa memakai metoda-metoda yang pernah kita pelajari pada mata kuliah Mekanika Bahan.rotasi Mx – persamaan momen akibat beban yang ada mx – persamaan momen akibat beban unit E . Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .Modulus elastis bahan batang Ix .Momen Enersia penampang batang s 0 ∫ dx . seperti metoda “Unit Load”.2.

n n i =1 Si µ i (AE) i i =1 Catatan : a). karena setiap batang mempunyai nilai gaya batang yang tetap (konstant).1 sampai dengan no. Statis Tidak Tertentu StrukturBalok Kantileverdan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .penjumlahan aljabar dari batang no. Rumus defleksi untuk konstruksi rangka batang statis tertentu adalah sebagai berikut : ∆= ∑ ∆ . µ . maka perumusannya tidak memerlukan perhitungan integral melainkan hanya penjumlahan secara aljabar saja.gaya batang akibat beban unit A – luas penampang batang E – modulus elastis bahan batang i – nomor batang dari 1 sampai dengan n ∑ .MODUL 2 -16- Arah defleksi / rotasi ditentukan oleh nilai hasil perhitungan : • • Kalau hasil perhitungan positif (+). A q EI L B Suatu struktur statis tertentu berupa balok kantilever dengan ukuran dan pembebanan seperti tergambar. arah defleksi / rotasi berlawan arah dengan beban unit yang dikerjakan. Hitunglah defleksi dan rotasi titik B akibat beban terbagi rata q. Untuk struktur konstruksi Rangka Batang statis tertentu. n Gaya batang tarik  (+) Gaya batang tekan  (-) Contoh perhitungan deformasi pada struktur statis tertentu 1). Pada struktur “Konstruksi Rangka Batang” hanya ada defleksi titik simpul. arah defleksi / rotasi searah dengan beban unit yang dikerjakan. Kalau hasil perhitungan negatif (-) .defleksi S – gaya batang akibat beban yang ada.

X Akibat beban unit momen di B ( MA = 1 RA = 0 Persamaan momen (mr) 0<x<L mr = .8. Akibat beban q MA= L 1 x RA = qL (↑) MA = ½ qL² ( B •) Persamaan momen (Mx) : 0<x<L Mx = . Akibat beban unit momen di B (• ) Gambar 2.m v =∫ dx EI 0 dx = + L ( .½ qx² Akibat beban unit gaya vertical di B (↓) RA = 1 (↑) A RA = 1 x B MA = 1 x L = L ( ) c). 1 B Persamaan momen (mv) : 0<x<L mV = .1/2qx² ) ( . Akibat beban unit gaya vertical di B (↓) MA= 1 A x d).MODUL 2 -17- Penyelesaian : Akibat beban q MA= ½ q L² q A RA = qL b).1 ) Defleksi di B : ∆ BV ∆BV = ∫ ∆ BV = + L 0 Mx.1 x X = .x ) EI qL4 8 EI L I L 1 1 1 L q x ³ dx = + [ q x 4 ]0 ∫ EI 0 2 EI 8 ( ↓ ) (kebawah) Mx m r dx EI Rotasi di B : θB = 0 ∫ Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .

1) EI dx = + I 1 qL ³ L [ qx ³]o = + ( EI 6 6EI ) (searah jarum jam). P2 = 1.5 t VA = 0 A b).0.5 B VB = 0. berapakah defleksi vertical di D (∆DV) A B dan defleksi horizontal di B (∆BH).375 + 0.5 t P1 = 2t C Suatu konstruksi Rangka Batang statis tertentu dengan ukuran dan 1 4 D 3m 3m • Akibat beban yang ada • [S] ΣH = 0  HA = 1.625 Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara (↓) c).0.5 t + 1.5 t (←) ΣMB = 0  VA x 4 + 1.5 Gaya-gaya batang didapat : µV1 = -0.1/2 qx² ) ( .5 1 µV3 = -0.625 A D VA = 0. Konstruksi Rangka Batang P2 = 1. Akibat beban unit vertikal di D Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .375 .625 µV2 = +1 µV4 = µV5 = 0.5 t S3 = -2. Kalau A dan E semua batang sama.5 t o + 1.625 +1 + 0.5 t P1 = 2t C ΣV = 0  VB = 2 t (↑) Dengan keseimbangan titik simpul gayagaya batang didapat sebagai berikut : S1 = S2 = 0 S4 = S5 = + 1. (µV) RA = RB = 0.2. a). 2).5 t o HA=1.Akibat beban yang ada C • .5 t D B VB = 2 t 2 5 3 4m beban seperti tergambar.375 Akibat beban unit vertical di D (↓).MODUL 2 -18- θB = ∫ L 0 ( .5 x 4 – 2 x 3 = 0 VA = 0 .

0.3.1875 i Vi =+ .375 µH 0 0 0 -1 -1 Σ 2.5/AE + 1.0. Setelah itu menghitung deformasi dari struktur statis tertentu tersebut akibat beban yang ada dan akibat gaya-gaya kelebihan tadi sebagai beban. (µH) o HA = 1 (→) Gaya-gaya batang didapat : 1 o HA=1 o -1 -1 D A B µH1 = µH2 = µH3 = 0 µH4 = µH5 = .9 Tabel Perhitungan Defleksi No.1875/AE .375 + 0. Penyelesaian Struktur Balok dan Portal Statis Tidak Tertentu dengan Metoda “Consistent Deformation” Dari pembahasan sebelumnya kita ketahui bahwa konsep dari metoda “Consistent Deformation” adalah membuat struktur statis tidak tertentu menjadi struktur yang statis tertentu dengan menghilangkan gaya kelebihan yang ada.5 + 1.8125/AE 0 + 1.625 +1 .4.5/AE + 11.6875/AE .09/AE 5 S µ 11.4. (↓) (kebawah) : ∆DV = ∑ AE i =1 AE : ∆BH = ∑ Si µ Hi 9 =.625 + 0. Jumlah persamaan “Consistent Deformation” tersebut sebanyak gaya kelebihan Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .2. Batang L / AE 1 5/AE 2 4/AE 3 5/AE 4 3/AE 5 3/AE Defleksi vertical di D Defleksi horizontal di B S 0 0 . lalu dengan melihat kondisi fisik struktur aslinya disusun persamaan “Consistent Deformation” .1 d).5 Sµ V / AE Sµ H / AE 0 0 0 0 + 7. (→) (kekanan) AE i =1 AE 5 µV .MODUL 2 -19- C Akibat beban unit horizontal di B (←). Akibat beban unit horizontal di B (←) Gambar 2.5 + 1.6875/BE .

atau kelebihan reaksi perletakan saja yang akan disajikan. Hitung gayaC gaya dalam dan reaksi perletakannya dengan metoda “Consistent Deformation”. Semakin banyak gaya kelebihan yang ada maka akan semakin banyak persamaan yang harus disusun. Gambarkan bidang M. Dari persamaan-persamaan “Consistent Deformation” yang disusun inilah besarnya gaya-gaya kelebihan yang ada dapat dihitung. B VB 6m 2m a). 2. sehingga perhitungannya akan semakin kompleks. Karena untuk struktur statis tidak tertentu dalam. Contoh-contoh penyelesaian P = 1t MA HA q = 1 t/m’ EI A VA EI Suatu balok statis tidak tertentu dengan ukuran dan pembebanan seperti tergambar. Akibat beban yang ada x1 Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . A perletakan jepit dan B perletakan rol. Struktur statis tertentu MA = 40 tm q = 1 t/m’ B 2m C Struktur tingkat 1. Penyelesaian : R = 4 > 3  kelebihan 1 reaksi.1. N dan D nya. Struktur statis tidak tertentu A EI 6m b).MODUL 2 -20- yang ada. maka untuk contoh-contoh perhitungan penyelesaian balok dan portal statis tidak tertentu berikut ini hanyalah struktur statis tidak tertentu luar. statis tidak tertentu P = 1t C VB – sebagai gaya kelebihan ∆BV – defleksi yang dicari. Maka dari itu untuk struktur balok dan portal pemakaian metoda “Consistent Deformation” ini akan lebih efektif untuk yang derajat ke statis tidak tentuannya tidak terlalu besar atau gaya kelebihannya tidak terlalu banyak. A VA = 9t EI 6m B EI 2m Akibat beban yang ada : VA = 1 x 8 + 1 = 9 t (↑) MA = ½ (1) 8² + 1 x 8 = 40 tm. kelebihan satu potongan batang saja gaya kelebihannya ada 3 (tiga). x2 c).3.

1 x 6 = -6 Persamaan momen : (mx).(1 / 2 x 2 + x ) (0) 6 .(1/2 x 2 + 3x + 4) ( x ) Mx mx 1 1 2 2 2 =∫ dx = ∫ dx 1 + ∫ d x2 EI EI EI 0 0 0 s =+ 1 1 / 8 x 4 + x 3 + 2x 2 2 2 2 EI [ ] 6 = + 450 ( ↓ ) 0 EI • Akibat beban VB = 1t (↓) δ BV = ∫ s 0 6 (-x )² m2 1 72 x 2 dx = ∫ dx 2 = [1 / 3 x 3 ]6 = + (↓ ) 2 0 EI EI EI EI 0 • Struktur aslinya B adalah rol  Σ ∆ BV = 0 Persamaan “Consistent Deformation” ∆BV + SBV VB = 0 Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .(½ x21 + x1) BA 0 < x2 < 6 Mx2 = .(½ x22 2 + 3x2 + 4) MA = 6 A VA = 1 VA = 1t (↑) MA = . CB 0 < x1 < 2 BA 0 < x2 < 6 mx1 = 0 mx2 = -x2 EI 6m x2 1 B EI 2m x1 • Akibat beban unit di B (↓) ) C • ( Akibat beban VB = 1t (↓ ) • Akibat beban yang ada : ∆ BV 2 .MODUL 2 -21- Persamaan momen : (Mx) CB 0 < x1 < 2 Mx1 = .½ x1² .x1 = .½ (x2 + 2)² – 1(x2 + 2) = .

MODUL 2 -22- 450 72 + V = 0  VB = -6.25 t (↑) EI EI B Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .

75)² = + 1.Bidang Gaya Lintang (D) AB 0 < x1 < 6  Dx1 = 2.10 .5 tm (-) (-) (+) 0 < x2 < 2 4 tm Mx2 = .28125 tm (e) reaksi perletakan balok 2.MODUL 2 -23- MA = 2.75 m (g).50 – ½ (2.5 tm A 6m VA = 2.3.Bidang Momen (M) AB 0 < x1 < 6 1t Mx1 = 2. Bidang Momen Gambar 2.Bidang Gaya Normal (N)  N = 0 .75 – x1 Dx = 0  2.28125 tm 2.½ x 22 – x2 MB = .25 t CB 0 < x2 < 2  Dx2 = x2 + 1 DC = +1 Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .75 DA = 2.75 t (↑) HA = 0 MA + VB x 6 – 8 x 4 – 1 x 8 = 0 MA = + 2.75 – x1 = 0  x1 = 2.4 tm C A B 1.½ (2)2 – 2 = .25 t 3t + B C (f) Bidang gaya lintang (D) CB 2.25 t .75 t B 2m VB = 6.x 1 → x 1 = 2.75 m 3.50 tm q = 1 t /m 1t ΣV = 0  C ΣH = 0  ΣMA = 0  VA + VB = 8 + 1 VA = + 2.5 t + A 2.75 t DBkr = 2.75 .75 – 2.75 – 6 = .50 – ½ x12 dm x1 = 0 = 2.75 x1 – 2.75m dx 1 Mmax = 2.75 x 2.

N dan D nya Penyelesaian : • R = 5 > 3 kelebihan 2 reaksi.MODUL 2 -24- DBkn = +3 2). • θA dan ∆CH deformasi yang dihitung. ΣH = 0  HA = 0 VA = VC = ½ x 1 x 4 = 2 t (↑) Persamaan momen (Mx) x1 A VA = 2t (c). EI 4m A MA 4m b). Struktur statis tidak tertentu B EI C • Gambarkan bidang M. A perletakan jepit dan C perletakan sendi 4 m • Selesaikan portal tersebut dengan metoda “Consistent Deformation” HA A MA VA 4m a). Akibat beban yang ada 0 < x1 < 4 m  Mx1= 0 0 < x2 < 4 m  Mx2 = 2 x2 – ½ x22 Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .12. B q = 1 t/m’ C Hc Vc EI Suatu struktur portal statis tidak tertentu dengan ukuran dan pembebanan seperti pada Gambar 2. Struktur statis tidak tertentu tingkat 2. • MA dan HC sebagai gaya kelebihan sehingga A menjadi sendi dan C menjadi rol. Struktur statis tertentu q = 1 t/m’ B C x2 Vc = 2t Akibat beban yang ada.

0 < x1 < 4 m  mr1 = -1 . Akibat beban unit momen di A (Beban MA = 1 tm B x2 x1 HA = 1 A VA = 1 Persamaan momen (mh) .¼ x2 Akibat beban unit horizontal di C () 1 C Vc = 1 (akibat HC = 1t ) ΣH = 0  HA = 1t (←) ΣMC = 0  VA x 4 + 1 x 4 = 0  VA = .MODUL 2 -25- Akibat beban unit momen di A B x2 EI x1 A Vc = ¼ C (beban MA = 1 tm ) ΣH = 0  HA = 0 ΣMC = 0  VA . 4 – 1 = 0  VA = ¼ (↑) ΣV = 0  VA + VC = 0  VC = .¼ (↓) Persamaan momen (mr) . 0 < x1 < 4 m  mh1 = + x1 1 . 0 < x2 < 4 m  mh2 = + x2 e). Akibat beban unit horizontal di C () (beban HC = 1t ) • Deformasi akibat beban yang ada : Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .1t (↓ ) ΣV = 0  VA + VC = 0  VC = + 1t (↑) VA = ¼ 1 1 d). 0 < x2 < 4 m  mr2 = .

Σ θA = 0 • dan C adalah sendi .2 )d x2 = 2 2 4 EI 1 1 [.x 2  x 2 d x2 =  x − x  =+ 2  EI  3 8 0 3EI  Deformasi akibat MA = 1 tm ϕ Am mr ² I 4 I 4 =∫ dx = ∫ ( 1)²dx 1 + ∫ EI 0 EI 0 0 EI s s 3 x2 I 4 ( x1 ) 0 + I x 2 ²dx 2 = 4 EI EI 48 4 =+ 0 16 3EI mrmh I 4 I 4 dx = ( 1)( x 1 ) d x1 + ∫ ∫ δ CHm = ∫ EI 0 EI 0 0 EI I = − EI 4 4 x2 4 ( x 2 ) dx 2 3 I  x2  40 1    =− ( ←)  x1  −  12  3EI  2  0 EI   0 • Deformasi akibat HC = 1t (→) ϕ Ah = ∫ s 0 mh mr I 4 I 4 dx = ∫ ( x 1 )( 1) d x1 + ∫ (x ) EI EI 0 EI 0 2 3 I  x2  40 1    =− = −  x1  −  12  3EI  2  0 EI   0 4 4 x2 4 dx 2 4 mh ² I I dx = δ CHh = ∫ ∫ ( x1 )² d x1 + EI EI EI 0 0 s ∫ ( x ) ² dx 2 0 4 4 2 I = EI 3  x13  I  x2  128   +   =+ ( →)  3   3  EI   0 3EI  0 4 • Struktur aslinya A adalah jepit.MODUL 2 -26- M x mr 1 4 θA = ∫ dx = ∫ EI EI 0 0s s s x 1 1 2x ( 2 .x 3 + x 4 ] 2 6 32 2 4 4 =0 8 3EI ∆ CH = 0s ∫ M x mh 1 dx = EI EI 4 ∫ 0 1 2 1 2 3 1 4 32  (→)  2 x2 . MA + ϕ Ah HC = 0 − 8 16 40 + MA − H C = 0 → −1 + 2 M A − 5 H C = 0 3EI 3EI 3EI (1) Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .x 2 ) (. Σ ∆CH = 0 Persamaan “Consistent Deformation” Σ θA = 0  θ A + ϕ Am .

t 7 t 3 x1 = 0 DA = .Deformation” 7 12 x2 = + m 7 Batang AB  NAB = - 8 tm 7 8 tm 7 16 3 t t7 7 .MA=0 VC = = (↑) MB = tm VC = t A HA = t M = tm o A VA = t ΣV = 0  VA + VC – 4 = 0 VA = t (↑) MB = VC x 4 – 4 x 2 = x 4 – 4 x 2 = -tm Bidang Gaya Normal (N) : f).+ 4 = + t 7 7 Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent12 + x2 = 0 Untuk Dx = 0  .+ x 2 7t t tm 12 x2 = 0 Dc = 7 t A 12 16 x2 = 4 m DBkm = .MODUL 2 -27- Σ∆CH = 0  ∆CH + δ CHm MA – δ CHh HC = 0 + 32 40 128 − MA + H C = 0 → +4 − 5M A + 16 H C = 0 3EI 3EI 3EI 3 HC = − t (←) 7 4 MA = − tm 7 (2) 5 x (1) + 2 x (2)  + 3 – 7 HC = 0  3 (1)  -1 + 2 MA – 5 (− ) = 0 7 q = 1 t/m’ B  C HC = t ΣH = 0  HA + HC = 0  HA = t (→) ΣMA = 0  VC x 4 + HC x 4 – 4 x 2 . Reaksi perletakan struktur statis tidak terntetu 16 t (tekan) 7 3 q = 1 t/m’ Batang BC  NBC = .t (tekan) 7 C B Bidang Gaya Lintang (D) : t 3 Batang AB Dx1 = .t 7 12 Batang CB Dx2 = .t 7 3 x2 = 4 m DBbw = .

tm 7 2 7 - 16 t 7 B C B + A A - 3 t 7 16 t C -3 - - 12 +m B 7 C 4m + 8 tm 7 A 12 t 7 4m 7 4 h). Free Body diagram Bidang Momen (M) : Batang AB  Mx1 = + = 0  MA = + 4 tm 7 4 3 . Bidang Gaya Lintang (D) (J) Bidang Momen (M) Gambar 2.(4)² = . 3 t 7 Balok statis tidak tertentu dengan 4 tm 7 .x 22 7 2 Batang CB  Mx2 = Mmax pada x2 = X2 = 4  MB = 12 12 12 1 12 72 m ( D x 2 = 0) → M max = x . 16 t 7 ukuran dan pembebanan seperti Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” tergambar. Bidang Gaya Normal (N) (d). A perletakan jepit dan B perletakan rol.x 4 = .tm 7 7 7 12 1 x 2 .MODUL 2 -28- g).12.x1 7 7 x1 x1 = 4  MB = 4 3 8 .( ) 2 = + tm 7 7 7 2 7 49 12 1 8 x 4 .

MODUL 2 -29- 2. rol B dan C A perletakan sedangkan 4m perletakan jepit. P1 = 0.5 t q = 1 t/m’ A EI 2m B EI 6m C P2 = 3t 2EI 4m Suatu balok statis tidak tertentu dengan ukuran dan pembebanan D seperti tergambar. Sebuah portal statis tidak tertentu dengan q = 1 t/m’ EI C ukuran dan pembebanan seperti dalam gambar. A 3). D dan N nya. hitung reaksi-reaksi perletakannya dengan metoda “Consistent Deformation”. B Dengan memakai reaksi momen di A (MA) sebagai gaya kelebihan. Ditanyakan : EI 4m • Kalau reaksi perletakan C vertical dan horizontal (VC dan HC) sebagai gaya kelebihan hitung reaksi-reaksi perletakan struktur statis tidak tertentu 4m tersebut dengan metoda “Consistent Deformation” • Gambarkan bidang M. Ditanyakan : Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . Gambarkan bidang M. Soal Latihan 1). A q = 1 t/m’ EI 6m Ditanyakan : EI 2m P=1t C • • 2).2.3. A perletakan jepit dan C perletakan sendi. N dan D nya.

3. D dan N nya. B perletakan rol dan D perletakan jepit Ditanyakan : • Hitung reaksi-reaksi perletakan pada struktur diatas dengan metoda “Consistent Deformation”.3. Perletakan jepit Perletakan sendi Perletakan rol : : : ∆ v = 0 . θ = 0 ∆ v = 0 . • Jumlah persamaan “Consistent Deformation” yang disusun sejumlah gaya kelebihan yang ada.MODUL 2 -30- • Hitung reaksi-reaksi perletakan pada struktur tersebut dengan metoda “Consistent Deformation”. D dan N nya. defleksi horizontal (∆H) atau rotasi (θ). 2. ∆H = 0 . Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . Rangkuman • Deformasi suatu titik pada sebuah struktur balok dan portal bisa berupa defleksi vertical (∆V). 4). ∆H = 0 defleksi ⊥ bidang perletakan rol = 0 • Persamaan “Consistent Deformation” adalah persamaan yang menyatakan deformasi suatu titik harus sesuai dengan kondisi fisik struktur asli. • Gambarkan bidang M. • Gambarkan bidang M. P1 = 1t A EI 2m B EI 5m P2 = 4t C 4m D EI Suatu balok tangga statis tidak 3 m tertentu dengan ukuran dan pembebanan seperti tergambar. • Deformasi dari sebuah perletakan adalah.

Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .MODUL 2 -31- • Gaya kelebihan yang ada sama dengan jumlah tingkat ke statis tidak tentuan suatu struktur.

25 ton 3 ton 1 ton 2.25 ton 0 2.50 ton 6.5 ton 1.75 ton 2.4. mahasiswa dapat melihat kunci dari soal-soal latihan yang ada sebagai berikut : Soal no.MODUL 2 -32- 2.3.75 m dari A B : DBKr DBKn C : DC A : MA X1 = 2.75 ton 0 3.75 m dari A B : MB C : MC Nilai 0 2. 1 Keterangan Reaksi Perletakan Titik A : HA VA MA B : VB A : DA X1 = 2.28125 ton 4 ton 0 Arah / Tanda ↑ ↑ + + + + - Gaya Normal (N) Gaya Lintang (D) Momen (M) Soal no. 2 Keterangan Reaksi Perletakan Titik A : HA VA MA C : VC HC Gaya Normal (N) A : NAB B : NBC Nilai 16 t 7 3 t 7 4 t 7 12 t 7 3 t 7 16 t 7 3 t 7 (↑) (←) Arah / Tanda (↑) (→) Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . Penutup Untuk mengukur prestasi.

5 t ↑ Arah / Tanda ↑ ↑ Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .5 t 0 1.5 t 4. 3 Keterangan Reaksi Perletakan B : VB C : VC D : MA VD MD Gaya Normal (N) Gaya Lintang (D) A : DA B : DBKr Titik Nilai 5.5 t 3 tm 0 0.5 t 2.MODUL 2 -33- Keterangan Gaya Lintang (D) A : DA Titik Nilai 3 t 7 3 t 7 16 t 7 12 t 7 0 4 tm 7 8 tm 7 72 tm 49 Arah / Tanda + - B : DBbw DBKn C : DC 12 m dari C 7 X2 = Momen (M) A : MA B : MB 12 m dari C 7 + + X1 = Soal no.

676 tm 0 1.105 t 2.5 t 1.5 t 1.369 t 2.MODUL 2 -34- DBKn X = 3 m dari B C : DCKr DCKn P2 : DP2Kr DP2Kn D: Momen (M) DD 3t 0 3t 1.579 t 1t 1t 1. 4 Keterangan Reaksi Perletakan B : VB D : HD VD MD Gaya Normal (N) B : NBC C : NCD Gaya Lintang (D) A : DA B : DBKr DBKn C : DCKr DCKn D: Momen (M) DD Titik Nilai 2.5 t 3 tm 1.105 t 2 tm + + + ↑ Arah / Tanda ↑ B : MB Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .5 t 1.631 t 5.369 t 1.369 t 0 2.5 tm 3 tm 3 tm + + + + - B : MB X = 3 m dari B C : MC D : MD Soal no.

5. Chu Kia Wang. “Indeterminate Structural Analysis”. “Statically Indeterminate Stuctures”.6. Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .S. Kinney.676 tm + - 1. 2. Book Company. Daftar Pustaka 4. • Deformasi dari struktur statis tertentu akibat beban yang ada dan gayagaya kelebihan yang dikerjakan sebagai beban haruslah sesuai dengan kondisi fisik struktur aslinya yaitu struktur statis tidak tertentu.3.847 tm 5. J.3. Mc Graw-Hill. INC. 2.MODUL 2 -35- C MC D : MD 2. Addison-Wesley Publishing Co. Senarai • Metoda “Consistent Deformation” untuk penyelesaian suatu struktur statis tidak tertentu yaitu membuat struktur menjadi statis tertentu dengan menghilangkan gaya kelebihan yang ada.

Untuk menentukan apakah sebuah “KRB” kelebihan gaya batang atau tidak.13. II I III IV V Gambar 2. sehingga kalau kelebihan gaya batang berarti juga kelebihan jumlah batang. Penyelesaian Struktur “ Konstruksi Rangka Batang “ statis tidak tertentu dengan metode “ Consisten Deformation”. Untuk struktur “KRB”.MODUL 2 -36- 2. berarti jumlah reaksi perletakannya lebih banyak dari tiga.4. Sedangkan untuk statis tak tentu dalam. sehingga kelebihan reaksi perletakan. dapat dirumuskan dengan konsep seperti berikut : Suatu “KRB” disusun oleh bentuk segitiga-segitiga yang menjamin kestabilan struktur “KRB” tersebut. Segitiga II disusun dari 1 titik simpul dan 2 Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . struktur “KRB” statis tidak tertentu adalah struktur yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan tiga persamaan keseimbangan.13. setiap batang hanya mempunyai gaya normal ( N ). segitiga I disusun dari tiga titik simpul dan tiga batang. Untuk statis tidak tentu luar. berarti kelebihan gaya dalam. Seperti juga pada struktur balok dan portal. Bentuk umum “KRB” Perhatikan bentuk umum “KRB” seperti gambar 2.

MODUL 2 -37- batang . F 1 HA A VA 8 B 9 2 10 7 G 11 12 C 6 D 13 5 3 H 4 HE E VE 8 B 9 2 10 7 G 11 12 C 6 D 13 5 3 H 4 E VE m=13 j=8 m = 2j-3 13= 2x8-3 13=13 Tidak kelebihan batang R=3 tidak “KRB” statis tertentu R=4 > 3  kelebihan 1R m=13 j=8 m = 2j-3 13= 2x8-3 13=13 Tidak kelebihan batang “KRB“ statis tidak tertentu tingkat 1 (luar) Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . kelebihan R F 1 HA A VA 2). Untuk “KRB” dengan : m< 2j-3 m >2j-3  “KRB“ tidak stabil. demikian seterusnya untuk segitiga-segitiga berikutnya disusun dari 1 titik simpul dan 2 batang. Kalau jumlah titik simpul dari suatu “KRB” dan m jumlah batangnya. Jadi struktur “KRB” statis tidak tentu dalam.  “KRB” Kelebihan jumlah batang. Hubunga tersebut dapat ditulis menjadi persamaan sbb : (m-3) = 2(j-3) m = 2j-3 Jadi untuk sebuah struktur “KRB” harus dipenuhi jumlah batang (m) sama dengan dua kali jumlah titik simpulnya dikurangi 3 (tiga). maka akan didapat hubungan antara jumlah titik simpul dan jumlah batang pada sebuah “KRB”. apabila jumlah batang lebih besar dari dua kali jumlah titik simpul dikurangi dengan tiga. Jumlah batang selain dari segitiga awal sama dengan dua kali jumlah titik simpul bukan dari segitiga awal. Contoh menentukan struktur “KRB” statis tidak tertentu : 1).

VA = 0 VB = 2 t (  ).5 t (  ).5.5 m 1.1.1. Hitung reaksi perletakan dan gaya batangnya dengan metode “ Consistent Deformation“. 1. Dengan keseimbangan titik simpul didapatkan Besarnya gaya-gaya batang. Contoh. “KRB” Statis tidak tertentu ∑ V = 0 “Metoda VB – 2 Deformation” Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan VA +Consistent = 0 .2 – 2.4. C P1 = 1. ∑ MB = 0 VA . S .5 t Suatu struktur “KRB” dengan ukuran dan beban seperti tergambar A dan E sama untuk 2 2m HB semua batang . 2.L ∆“KRB” statis tidak tertentu tingkat 1 ( luar ) =∑ A.E Akibat beban yang ada : B ∑ H = 0  HA = 1. HB – Sebagai gaya kelebihan.3 + 1. 1 dalam) Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan struktur “KRB” statis tidak tertentu dengan metoda “ Consistent Deformation “ sama dengan untuk struktur balok dan kolom. 1 5 HA A 4 D 3 P2 = 2 t B Penyelesaian : R = 4 > 3  kelebihan 1R m = 5 m = 2j .contoh penyelesaian 1). E 1 HA A VA 6 7 8 B 5 2 F 3 HD 4 D VD R=4 > 3  kelebihan 1R m=10 j=6 9 10 C 10>2x6-3 10>9 m > 2j-3 kelebihan satu batang “KRB“ statis tidak tertentu tingkat 2 (1 luar.5 = 0 ∆ HB – Defleksi yang dihitung.5 m (a).µ .3 j =4 5 =2x4-3 5 = 5 O. A dan B perletakan sendi. “KRB” Statis tidak tertentu C 1 5 4 A D 3 2 (b).MODUL 2 -38- 3).K Defleksi dihitung dengan metoda “ Unit Load “.

Gaya batang akibat beban yang ada (S) Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .5 t + 1.MODUL 2 -39- 1.5 t +2t .5 t o HA = 1.2.5 t + 1.5 t 2t VA = 2t ( c ).

1.5) = 0 +2+0=+2 Akibat beban yang ada .5t Σ MB =0  VA.VA = 0 1 ∑ V = 0  VA + VB = 0.5/AE + 3/AE S* = S + µ HB (t) 0+0=0 -2.5 3 1.5 /AE 2-5 -2.5 + 1 (-1.5 /AE + 1.5) = 0 + 1.5 / AE + 1.5 /AE 0 2 2.MODUL 2 -40- C ( Akibat HB = 1 t ∑ H = 0  HA = 1 o M = 0 V . (  ).5 / AE µ²L/AE 0 0 + 1.5/AE + 1. Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .5 A. Δ HB = Σ 5=1 i S .2 – 2.3 = 1. Tabel Perhitungan Defleksi No. Contoh KRB statis tidak tertentu luar Dengan keseimbangan titik simpul gaya-gaya batang didapatkan. VB = 0 HA = 1 A +1 D +1 Dengan keseimbangan titik simpul didapat gaya – gaya batangnya.5 – 1.5 5 1. δ BH = Σ i =1 () Persamaan “ Consistent Deformation “ : ΔBH + δBH HB = 0 C 4.5 + 1 (-1.5 3 1.3 o 0 o ∑ = B A Akibat beban unit di B horizontal ()  ). .5 t (  ) t ΣoH = 0  + 2t+ H-2.25 /AE + 2.E = AE = 3 AE () µ 2 .25 /AE 0 + 4.µ .5 4 1.51.5 /AE +2 µ 0 0 +1 +1 0 Σ S µ L/AE 0 0 + 2.5 t + HB =0 AE AE HB = -1.5 + 0 = 0 + 1.E Struktur Asli B adalah sendi  Σ ΔBH = 0 5 Akibat beban HB = 1 t (  ) .L 4. Gaya batang akibat beban unit ( Akibat HB = 1t  ) (µ) Menghitung defleksi akibat beban yang ada dan akibat beban HB 1t.5 = 0 o o D B VAΣ V = 0  t + V –2 = VB = 2 t =0 0 2 VA B HA +1. L / AE S (t) Batang 1 2.5. B ( d ).L A.14.5 = 0 HA B– HA = 0 A HB = 1. Gaya batang pada struktur statis tidak tertentu Gambar 2.5 = 0HA = 0 VA = 0 VB = 2 t (  ). (e).

6 – 4. Gaya batang akibat beban ( S ) Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . 2). E +3 F Dengan keseimbangan titik simpul gaya – gaya batang didapat : ( c ). “ KRB “ Statis Tertentu 4t C H -3Σ H = 0  -3 A A VA = 4t 4t D Σ MB =0  VA. ∆ CF – defleksi yang dicari ( perpindahan relatif titik C dan F ).3 = B 0 -4 o -4 VA = 4 t (  ). HA A VA 7 6 8 E 5 3m 9 F 10 4 1 P = 4t C 2 P = 4t D 3 B VB 4m Suatu “ KRB “ dengan ukuran dan beban seperti pada gambar : A = Perletakan sendi. 3m ( b ). “KRB” statis tidak tertentu 1 A 7 6 8 E 5 F 10 4 KRB “ Statis tidak tertentu tingkat 1 (dalam. Σ 4 +5 V = 0  VA + VB –+5– 4 = 0 VB = 4 t (  ). * Akibat beban yang ada : -3 VB = 4t = 0. B = Perletakan Engsel.) S9 – sbg gaya kelebihan. Besaran A dan E sama untuk semua batang.MODUL 2 -41- Catatan : Gaya-gaya batang pada “ KRB “ statis tidak tertentu dapat dihitung dengan menjumlahkan gaya-gaya batang pada “ KRB “ statis tertentu akibat beban yang ada dan akibat HB .9 – 4. C 2 D 3 B Penyelesaian : *R=3 tidak kelebihan R m = 10 m>2j-3 j =6 10 > 9 kelebihan 1 batang. Hitunglah reaksi perletakan dan gaya-gaya 3m batangnya dengan metoda “Consistent Deformation” (a).

8 + = -0.08 /AE 0 0 + 1.481) = -2. tarik ) (μ) VA = 0 Σ V = 0  VA + VB = 0 VB = 0 Dengan keseimbangan titik simpul gaya-gaya batang didapat Menghitung ΔCF ( perpindahan relatif titik C dan F ) akibat beban yang ada dan S9 = 1 t ( tarik ) Tabel Perhitungan Defleksi No.E A.MODUL 2 -42- o A C .815 0 + 1 (-1.28 =+ A.0.8 (-1.L 12.4 /AE 0 +12. tarik ).6 (-1.E Struktur aslinya titik C dan titik F dihubungkan oleh batang 9. perpindahan relatif titik C dan F sama dengan perubahan panjang batang 9 ( ΔL9 ). L / AE S (t) Batang 1 3 /AE -3 2 3 /AE -3 3 3 /AE -3 4 5 /AE +5 5 3 /AE +3 6 5 /AE +5 7 4 /AE -4 8 5 /AE 0 9 5 /AE 10 4 /AE -4 L/AE µ Sµ 0 -0. Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .815 10 Akibat beban yang ada : ΔCF = Σ i =1 SµL 25.481) = + 3.8 ( akibat S9 1 1 t.8 F ( d ).28 AE S* = S + µ (t) HB -3+0 =-3 .6 Σ + AE ²L/AE µ 0 + 1.481) = -2.6 0 0 -0.481 -1481 -4 . -0.0.8 0 +5.56/AE 0 +2.4 /AE 0 0 -5.08 /AE 0 +2.0. Gaya batang akibat beban unit (akibat Sg = 1 t.6 1 D o B Akibat Beban unit searah batang 9 ( arah CF ) = 0.6 =+ AE A.9 + 0 = 0 E -0.889 +5+0=+5 -4 .8 (-1.8 /AE 0 +12.481) = -2111 3 + 0 = -3 +5+0=+5 + 3 .3 + 0 (-1.6 0 -0. 1 o 0 ΣH=0H A Σ MB =0  VA.E ( mendekat ) ( mendekat ) 10 Akibat S9 = 1 t (tarik) : δCF = Σ i =1 µ 2 .56/AE + 12.8 /AE 25.481) = -1.0.8 +1 -0.

111t .2.889t F (e) Gaya Batang pada struktur statis tidak tertentu 6t CStruktur “ KRBD“ dengan ukuran dan pembebanan seperti tergambar.15.6 A. 4 3 2 Hitunglah reaksi perletakan dan gaya gaya batangnya dengan metode “Consistent Deformation “.2.2.28 5 S9 = S  S9 = .E ) 9 Persamaan “ Consistent Deformation “ Σ Δ CF = Δ L9 Δ CF + δ CF S9 = Δ L9 Catatan : kalau batang S9 tarik .E F menjauh . 4t A VA = 4t +5t . A 5 dan B perletakan sendi .E A.815 t B VB = 4t +5t E +3. maka Δ dan 25.481 t -3t C D -3t . Besaran A dan E untuk semua batang adalah 1 4m sama.815 t -1.2.1.815 t 4t . Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .481 t ( tekan ) A. Contoh KRB statis tidak tertentu dalam 2. A 3m B Gambar 2.E 9 L9 memanjang. Soal latihan 1).L 9 (A.2. perpindahan relatif titk C Sehingga persamaan “ Consistent Deformation “ dituliskan sebagai berikut : Gaya-gaya batang untuk “ KRB “ statis tidak tertentu dihitung dengan rumus : S* = S + µ S9 Reaksi perletakan untuk “ KRB “ statis tidak tertentu sama dengan reaksi “ KRB “ statis tertentu akibat beban ditambah dengan reaksi perletakan akibat S9.4.MODUL 2 -43- Δ L9 = S9 . 12.

5 3 4 B 4m D 4m 7 E 3). A dan 3t B perletakan sendi.4. C dan D perletakan E F 2 rol Luas penampang batang8 9 batangnya adalah sebagai berikut : 7 6m 10 3 A 50 2 9 t 1 = A8 = A9 = A3 = 4.5 t “ Consistent Deformation “. 1 C Hitunglah reaksi perletakan dan gaya A 2 gaya batangnya dengan metode 6 3m 1. akan bertambah panjang .MODUL 2 -44- 2). 2. A perletakan sendi .4. 2. Perpindahan relatif antara dua titik simpul yang dihubungkan oleh sebuah batang sama dengan perubahan panjang batang tersebut Apabila batang tersebut menerima beban tarik . Penutup Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .5 t 1 6 A 8m Suatu “KRB “ dengan ukuran dan pembebanan seperti tergambar. sehingga perpindahan relatif titik simpul yang dihubungkan oleh batang tersebut akan saling menjauh.5 tcm 9t 4 A2 = A5 = A5 = A6 = 40 cm2 4 B C 2 D A7 = A10 = 30 cm 8m 8m Sedangakan besaran E sama untuksemua batang. 4. Apabila batang tersebut menerima beban tekan akan bertambah pendek. Rangkuman.3. sehingga perpindahan relatif titiksimpul yang dihubungkan oleh batang tersebut akan saling mendekat. Pada struktur “ KRB “ yang dimaksud deformasi adalah hanya deformasi translasi ( perpindahan ) titik simpul dan perletakan.4. Besaran A dan E untuk semua batang adalah sama. Hitunglah reaksi perletakan dan gaya-gaya batangnya dengan metoda “Consistent Deformation“ . Suatu “KRB “ dengan ukuran dan pembebanan seperti tergambar . E = 2 x 106 kg/cm2.

306 t C VD=3. mahasiswa dapat melihat kunci dari soal-soal latihan yang ada sebagai berikut : Soal no 1 : C + 3.605 8m 6m -6.8 t B VB = 8 t Soal no 2 : A HA= 8t VA=2.656 t + 2.2 t -4 t + 3.667 t D 6t .4.1t .497 t 4.8 t 4m -2t 4m 3t + 2.5 t 3m Gaya-gaya tertentu. batang dan reaksi perletakan pada “ KRB “ statis tidak A HA = 3.296 t Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .2 t 3m VA = 8 t HB = 2.5 .197 B +1. batang dan reaksi A 9t 6t +5. batang dan reaksi perletakan pada “ KRB “ statis tidak Soal no 3: -0.998 t +6.8 t .5 t -1.119 t F + 4.4t +5.5 t Gaya-gaya tertentu.2.206 t E -2.4.5 t 1.4.398t 8m 8m perletakan pada “ KRB “ statis tidak D VC=15.473 VA=8.267 t Gaya-gaya 4m tertentu.MODUL 2 -45- Untuk mengukur prestasi .1t HB=8t VB=2.007 t 9t 4.333 t + 2.733 t + 5.

Chu Kia Wang. Senarai • Metoda “Consistent Deformation” untuk penyelesaian suatu struktur “KRB” statis tidak tertentu yaitu membuat “KRB” tersebut menjadi struktur statis tertentu dengan menghilangkan gaya kelebihan yang ada. 2.S. Book Company.4. Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .MODUL 2 -46- 2.5.6. J. 2.4. ”Statically Inderteminate Structure”. yaitu “KRB” statis tidak tertentu tersebut.5. Inc. “Indeterminate Structural Analysis”. Penyelesaian Struktur Statis Tidak Tertentu Akibat Penurunan Perletakan dengan Metoda “Consistent Deformation”. Kinney. Addison-Wesley Publishing Co. Mc Graw-Hill. Daftar Pustaka 1. • Defleksi dari struktur “KRB” statis tertentu akibat beban yang ada dan akibat gaya kelebihan sebagai beban haruslah sesuai dengan kondisi fisik dari struktur aslinya. 2.

L Karena perletakan A adalah jepit. Deformasi yang dihitung hanya akibat gayaStruktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .17 Untuk menyelesaikan struktur statis tidak tertentu akibat penurunan perletakan dengan metoda “Consistent Deformation” konsep dasarnya sama dengan akibat pembebanan.MODUL 2 -47- Berbeda dengan strukur yang statis tertentu apabila terjadi perbedaan penurunan perletakan akan menimbulkan gaya-gaya dalam pada struktur statis tidak tertentu. Sebagai contoh apabila balok diatas dua tumpuan sederhana (balok statis tertentu) perletakan B turun sebesar ∆ terhadap perletakan A (Gambar 2. apabila terjadi penurunan perletakan B terhadap perletakan A sebesar ∆. A EI L a). sehingga bisa menerima rotasi yang terjadi. Karena L perletakan A adalah sendi dan perletakan B adalah rol.16 B ∆ B1 A θ= ∆ L B ∆ B1 b). sehingga akan terjadi gaya dalam berupa momen di A untuk mengembalikan rotasi di A menjadi nol.16) maka balok tersebut akan berotasi pada titik A dan B sebesar ∆ . Akibat B turun sebesar ∆ Gambar 2. Balok tidak menerima gaya dalam akibat penurunan perletakan B tersebut. Sedangkan kalau balok statis tidak tertentu. Akibat B turun sebesar ∆ θ= Gambar 2. Balok statis tertentu ∆ θ= L B A EI L a). akan terjadi rotasi sebesar ∆ pada titik A dan B.17). maka rotasinya haruslah sama dengan nol (θ A = 0). dimana A perletakan jepit dan B perletakan rol (Gambar 2. maka perhitungan deformasi akibat beban tidak ada. Hanya saja karena disini tidak ada pembebanan. Balok statis tidak tertentu MA B A ∆ L b).

B turun 2 cm  ∆B = 0. E beton = 2 x 105 kg/cm². Penyusunan persamaan “Consistent Deformation” nya. hitung reaksi perletakan dan gayaB gaya dalam balok tersebut dengan metoda “Consistent Deformation”. Kalau terjadi penurunan perletakan B sebesar ∆B A B ∆ = 2 cm.02 m Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . misalnya terjadi penurunan diperletakan A.MODUL 2 -48- gaya kelebihan yang dikerjakan sebagai beban.00 m. Balok statis tidak tertentu 60 cm. VA VB L = 6m Bentangan balok L = 6. Balok statis tertentu B VB – sebagai gaya kelebihan ∆BV – defleksi yang dicari Balok Beton 40 / 60 Ix = 1/12 (40) 60³ = 720. B’ b). Perletakan B turun ∆B = 2 cm A EI L=6m c). Balok dari bahan beton dengan ukuran 40 x a).5.400 tm² Akibat beban unit di B vertikal (akibat VB = 1t) (↓) VA = 1t (↑) MA = 1 x 6 = 6 tm R = 4 > 3.000 = 144 x 109 kg cm² = 14. Contoh penyelesaian Akibat penurunan Perletakan MA HA Sebuah balok statis tidak tertentu dengan EI A B perletakan A jepit dan B rol seperti pada Gambar 2.1.000 cm 4 E = 2 x 105 kg/cm² EI = 2 x 105 x 720. 2. Untuk memilih gaya kelebihan yang dihilangkan sebaiknya disesuaikan dengan kejadian yang timbul pada struktur aslinya.18. dengan melihat kejadian yang timbul pada struktur aslinya. kelebihan 1 reaksi : MA = 6 A x 1 B VA = 1t d). Akibat beban unit vertikal di B (↓ ) (akibat VB = 15 ↓ ) 0 < x < 6 m  mx = -x BA δ BV = ∫ = mx ² (-x)² dx = ∫ x EI EI 0 6 1 1 6 72 (↓ ) [ x ³]0 = + EI 3 EI Struktur aslinya perletakan. maka gaya kelebihan yang dihilangkan adalah reaksi vertikal perletakan A (RAV).

24 tm MB = 4 x 6 – 24 = 0 Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .02 m. B 4t B B VB=4t EI 14400 ) = 0.02 EI B VB = 0. x – MA = 4x – 24 MA = .18. 72 V = 0. Bidang Momen (M) Gambar 2.02 x MA=24 tm A V =4t A e).MODUL 2 -49- Persamaan “Consistent Deformation” : Σ ∆B = 0. Bidang Gaya Lintang (D) g). Reaksi perletakan akibat B turun 2 cm 4t A 24 tm A + f).02 x = + 4 t (↓ 72 72 ΣV = 0  VA + VB = 0 VA = 4t (↑) ΣH = 0  HA = 0 ΣMA = 0 MA – VB x 6 = 0 MA = 4 x 6 = 24 tm Bidang N  N = 0 Bidang D : =0<x<6m Dx = + 4t  DA = 4t DB = 4t Bidang M : = 0<x<6m Mx = VA .

5. . dengan E = 2 x 105 kg/cm². 4m Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” . C perletakan sendi. Luas penampang batang semua sama A = 9. dan terjadi penurunan di C sebesar 2).Suatu struktur “KRB” seperti tergambar.6 cm² dengan E = 2 x 106 kg/cm². dengan 3m E = 2 x 105 kg/cm². A 4m Hitunglah reaksi-reaksi perletakannya dengan metoda “Consistent Deformation”. Gambarlah bidang M. N dan D Suatu balok tangga seperti tergambar.2.Hitunglah reaksi-reaksi perletakan dan gayagaya batangnya. A perletakan jepit. Kalau E I A E I 2m B E I 5m C 4m 3). Soal Latihan 1). . B perletakan rol dan D perletakan jepit. D Gambarlah bidang M.Hitunglah reaksi-reaksi perletakannya dengan metoda “Consistent Deformation”. balok dari beton ukuran 30/50 cm. A 3 B 1 2 5 4 7 D 4m E C 6 3m .MODUL 2 -50- 2. N dan D nya. B C EI  Suatu portal seperti pada gambar. Kalau terjadi penurunan di B sebesar 5 cm. dan terjadi penurunan perletakan B sebesar 2 cm. Kalau balok dan kolom struktur dari beton ukuran 30 / 40 cm EI 4m 2 cm. A dan B perletakan sendi.

428 tm Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .571 t Reaksi perletakan dan momen-momen batang akibat C turun 2 cm.MODUL 2 -51- 2. apabila m terjadi perletakan B bergeser kekanan. Untuk mengukur prestasi mahasiswa dapat melihat kunci dari soal-soal latihan yang ada sebagai berikut : Soal No. yang dipakai sebagai gaya kelebihan adalah reaksi horizontal di B (RBH). 1 MB =6. Gaya kelebihan yang dipakai harus disesuaikan dengan terjadinya penurunan pada struktur statis tidak tertentu. yaitu statits tidak tertentu yang mengalami penurunan perletakan. persamaan consistent deformation disusunan dari melihat deformasi akibat gaya kelebihan pada struktur statis tertentu. Rangkuman Pada penyelesaian struktur statis tidak tertentu akibat penurunan perletakan.714 t MA = 3. haruslah sesuai dengan kondisi struktur aslinya.5.714 t HA = 2. Misalnya perletakan A turun yang dipakai sebagai gaya kelebihan adalah reaksi perletakan vertikal di A (RAV).3.856 tm B C 2. Vc = 1.571 t A VA = 1.

5.13 tm A B VB = 0. Chu Kia Wang. “Indeterminate Structural Analysis”. J. Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .S.5. Mc Graw-Hill. C A C Reaksi perletakan dan gaya-gaya 0 batang akibat perletakan B turun 5 cm B .426 t Soal no.MODUL 2 -52- Soal no. 3 VA = 2133 kg .5. Kinney. 2. 2.426 t momen batang akibat B turun 2 cm. Inc. Book Company.2844 kg + 3556 kg + 3556 kg .2844 kg VB = 2133 kg D 0 E 2. 2 D MD = 3.2133 kg VD = 0. Senarai • Metoda “Consistent Deformation” untuk penyelesaian suatu struktur “KRB” statis tidak tertentu yaitu membuat “KRB” tersebut menjadi struktur statis tertentu dengan menghilangkan gaya kelebihan yang ada.834 tm HD = 0 Reaksi perletakan dan momenMC = 2. Daftar Pustaka 1. Addison-Wesley Publishing Co.4. “Statically Indeterminate Structures”.

yaitu “KRB” statis tidak tertentu tersebut. Struktur Statis Tidak Tertentu dan Cara Penyelesaiannya dengan “Metoda Consistent Deformation” .MODUL 2 -53- • Defleksi dari struktur “KRB” statis tertentu akibat beban yang ada dan akibat gaya kelebihan sebagai beban haruslah sesuai dengan kondisi fisik dari struktur aslinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful