Anda di halaman 1dari 19

BAB I

MARIFATULLAH DALAM PENGOBATAN





$J' 9# 9# _# <) 7n/ Z# Z ?{$ 6 ?{#
L_
Hai jiwa yang tenang (an-nafsu al-muthmainnah). Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi
diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.
(QS. Al-Fajr:27-30)

Dari ayat di atas terdapat 3 pijakan bagi seorang pembekam sebagai dasar moral dalam melaksanakan bekam,
yakni:
a. Memiliki jiwa yang tenang (an-nafsu al-muthmainnah)
Pembekam hendaklah memiliki jiwa yang tenang, karena hanya kepada jiwa yang tenang Allah
memanggilnya untuk kembali kepada jalan-Nya yang lurus. Nafsu al-muthmainnah ini mampu
mengalirkan energi tersembunyi yang dapat melakukan penyeimbang kepada ruh manusia yang sakit,
dan dampak dari penyeimbang kepada ruh inilah yang menimbulkan kesan kesembuhan bagi penyakit-
penyakit jasmani.

Orang yang melihat seruan Allah ini akan membuka mata bashirahnya (mata batinnya) sehingga ia
dapat melihat hakekat yang sebenarnya bahwa sesungguhnya penyakit itu sebenarnya hadir akibat dari
ruh yang kotor.

b. Ridha
Seorang pembekam hendaknya menyadari betul bahwa apapun yang dalam kehidupan ini adalah atas
kehendak (iradah) Allah semata. Dan Allah tidak mungkin menciptakan semua itu tanpa makna, tidaklah
Allah menciptakan segala sesuati dengan sia-sia.

Oleh karena semua kejadian tidak lepas dari kehendak Allah, maka seyogyanya pembekam ridha akan
setiap ketentuan Allah, dan disamping itu pembekam hendaknya mampu menyakinkan pasien akan
memiliki sifat ridha yang meyakini bahwa tidaklah Allah menimpakan suatu penyakit kepada seseorang
melainkan pasti ada makna besar dibalik penyakit tersebut, dan Allah pulalah yang menciptakan
obatnya.

c. Menggambakan diri hanya kepada Allah
masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku. Maksudnya seorang pembekam mesti memposisikan
dirinya sebagai hamba, dan sesungguhnya itulah hakekat kedudukan manusia di hadapan rabbnya.
Dengan demikian ketika pembekam mengobati pasien maka sesungguhnya hal tersebut bukan karena
dorongan profesi/keuangan/kebendaan semata melainkan sebagai bentuk penghambaan diri kepada
Allah.

Apa balasan yang dijanjikan Allah? Seorang yang mampu melewati ketiga pijakan dasar tersebut Allah
memberikan suatu penghargaan kepada hamba-Nya berupa al-jannah (syurga)

masuklah ke dalam syurga-Ku.

Syurga merupakan balasan kasih saying Allah atas hamba-Nya. Ciri syurga adalah ketenangan dan
kesenangan (kenikmatan). Orang-orang yang telah memiliki nafsu al-muthmainnah (jiwa yang tenang)
ridha serta menghambakan diri hanya kepada Allah akan mendapatkan syurga yang tidak hanya di
akherat tetapi bahkan ketika masih ada di dunia. Mereka akan merasa diliputi rasa tenang dan senang
dalam hidupnya, sekalipun diuji dengan ujian yang macam-macam.

Kesyirikan dalam Pengobatan
Syirik merupakan dosa besar dalam pandangan Islam. Sedemikian besarnya dosa tersebut hingga Allah tidak
berkenan mengampuni orang yang melakukan perbuatan syirik, terkecuali bila orang tersebut bertobat dengan
taubatan nasuha (tobat yang sungguh-sungguh)

) !# & 8 / $ 9 9 $ 4 8 !$/ ) K=
#/
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni
dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu)
dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.
(QS. An-Nisa : 116)

Dalam pengobatan secara tidak disadari muncul perilaku kesyirikan yang terdapat di masyarakat kita. Paling
tidak ada dua jenis bentuk kesyirikan dalam pengobatan; yaitu munculnya sifat keakuan dan percaya kepada
sebab

a. Munculnya Sifat Keakuan
Ketika seorang pembekam menganggap bahwa dirinyalah yang menjadi penyebab kesembuhan
tersebut, maka sesungguhnya dalam diri pembekam tersebut telah dihinggapi sifat keakuan. Orang
yang memiliki sifat ini sesungguhnya dia telah belaku syirik, sebab ia telah menduakan Tuhan. Dia
mengakui adanya dualisme kekuasaan dalam kesembuhan suatu penyakit yaitu kekuasaan Allah dan
kekuasaan dirinya.

Sifat keakuan inilah yang telah menyebar dimana-mana. Bermula dari keinginan yang sangat besar dari
pasien untuk sembuh, sehingga apapun upaya dikerahkan untuk mendapat kesembuhan. Ketika upaya
kesembuhan itu didapat pujian diberikan secara berlebih pada pengobat yang merawatnya. Pemberian
pujian yang berlebihan itu dapat menjerumuskan pembekam pada perilaku sifat keakuan.

Disisi lain, pengobat demi hanya mencari cara agar pasien sembuh menempuh berbagai metoda yang
sesungguhnya bertentangan secara norma agama dan kodrat kemanusiaan itu sendiri, seperti
pengobatan dengan energi cakra, dengan semedi, dan berbagai cara yang sejenis yang jelas-jelas
berbau syirik.

b. Percaya Kepada Sebab
Ketika Nabi Musa as dikejar-kejar tentara Firaun hingga terdesak dan berada di tepi laut. Maka turunlah
firman Allah untuk memukulkan tongkat yang dibawanya ke laut dan laut terbelah sehingga seolah-olah
terbentang jalan bagi Musa dan pengikutnya menyeberangi laut tersebut selamat dari kejaran tentara
Firaun.

Siapakah yang menyelamatkan Musa dan pengikutnya? Tongkat Nabi Musa? atau Nabi Musa sendiri?
Ataukah Allah? Tentu saja kita akan mengatakan Allah. Tapi mengapa Allah memerintahkan untuk
memukulkan tongkat? Mengapa Allah tidak langsung saja membuat laut itu menjadi terbelah?

Sebab tidak meninggalkan bekas
Percaya kepada sebab menjadi syirik
Meninggalkan sebab menjadi kafir

Artinya kalau orang Islam percaya pada obat yang menghilangkan penyakit berarti dia telah syirik. Syirik
seperti itu disebabkan kekeliruan kuasa, kuasa pertama kuasa obat dan kuasa kedua kuasa Allah.

Adapun menolak sebab yang menjadikan kafir adalah ketika kita tahu tidak minum maka akan menjadi
dahaga, jika dahaga maka harus minum. Kalau kita meninggalkan minum air dan karena itu kemudian
mati, maka ia digolongkan dalam keadaan kufur sebab mati karena membunuh diri. Dalam Islam ada 5
hal yang harus dipertahankan yaitu: jiwa, harta, akal, keturunan dan agama.
Menghilangkan Kesyirikan
Seorang pengobat apakah ia herbalis atau pembekam mesti menyandarkan segala sesuatunya hanya kepada
Allah. Menyadari bahwa dirinya hanya sebagai hamba yang tidak memiliki kekuatan apa-apa. Dan apabila ia
diberi kebisaan mengobati bukan dirinyalah yang mengobati demikian pula obat yang diberikan bukan obat itu
yang menyembuhkan melainkan hanyalah sebagai sarana atau jalan dari Allah.

Allah-lah Yang Maha Kuasa yang menyembuhkan suatu penyakit dan atas kuasanya pula untuk tidak
disembuhkan.

Orang yang bersandar kepada Allah tidak akan pernah merasa kecewa dalam menghadapi kehidupan ini.
Namun pula ia tidak merasa apatis dalam menyikapi masalah. Kalaulah pengobatan yang dilakukannya sembuh
maka kesembuhan itu bukan karena dirinya, melainkan karena Allah. Sebaliknya apabila tidak sembuh
sedangkan segala daya upaya dan keilmuan dia telah kerahkan namun tidak diperoleh kesembuhan maka ia
akan ikhlas menerima kepurusan itu dan tetap bersabar.

Penyerahdirian inilah yang mendatangkan pertolongan Allah. Ketika Nabi Ibrahim hendak dibakar dan akan
ditolong oleh malaikat, Nabi Ibrahim menolaknya. Ibrahim berkata, Tuhanku menyertaiku. Karena kepasrahan
diri yang total inilah Nabi Ibrahim selamat tanpa luka sedikitpun.

Demikian pulah orang yang sakit. Separah apapun penyakit yang dideritanya, jika ia benar-benar berserah diri
kepada Allah, niscaya Allah akan menolongnya. Penyakit yang dideritanya tidak bias memberikan mudharat
(bahaya) apa-apa tehadap dirinya, sebab hanya Allah yang berkuasa.

Perbaiki niat kita. Sebuah perbuatan yang kelihatan aktifitas keseharian biasa, dapat bernilai ibadah dan
mendapat pahala dari Allah. Sebaliknya, ibadah haji sekalipun akan menjadi amalan duniawi biasa dan bahkan
bisa menjadi dosa karena niat kita.

Tapi ingat! Niat tidak menghalalkan cara. Berobat dan mengobati suatu penyakit adalah perbuatan baik, tetapi
jika kemudian ia mencari obat-obatan yang haram atau pengobatan yang bertentangan dengan ketauhidan
maka jelas hal seperti itu tidak dibenarkan.

%!# _)= z %!# _ ) #) M
%!# _G O t
(Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan Aku, Maka Dialah yang menunjuki Aku, dan Tuhanku, yang Dia memberi
Makan dan minum kepadaKu, dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku, dan yang akan
mematikan Aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
(QS. Asy Syu'araa' : 78-81)
BAB II
BEKAM (TEORI & PRAKTEK)


SEJARAH PENGOBATAN BEKAM
Methode Pengobatan yang satu ini sudah dikenal pada masa Firaun King Ramses II berkuasa, di zaman mesir
kuno kira-kira 1.200 tahun sebelum masehi, secara tidak sengaja orang-orang yang terkena lemparan batu dan
terjadi lebam pada organ tubuhnya, yang kemudian dilakukan pengeluaran darah dan ternyata banyak yang
sembuh dari rasa sakit yang dideritanya. Dengan insting yang Allah tanamkan pada makluk ciptaannya dari sala
satu sifat-sifat-Nya yang maha Agung yaitu Asy-syafii (Maha menyembuhkan) maka cara pengobatan ini sering
dilakukan dalam penyembuhan penyakit.

Methode pengobatan ini terus berkembang dan sekitar 4.000 tahun sebelum masehi saat berdirinya kerajaan
Sumeria yaitu suatu daerah wilayah Irak yang dialiri sungai Eufrat dan sungai Trigis. Pengobatan ini sangat
dikenal dikalangan para raja-raja yang dilakukan oleh para tabib-tabib termasyhur dan diturunkan ilmunya
kepada para murid-murid pilihan Sedangkan di Cina, metode ini berkembang sekitar 2.500 tahun sebelum
masehi yang kemudian dikembangnkan dengan berdasarkan titik-titik meridian atau akupunktur.

Metode ini telah menjadi kebiasaan umum dilakukan para tabib-tabib dalam melakukan pengobatan kepada
pasiennya dengan menggunakan titik-titik tertentu ditubuh pasein. Gambaran titik-titik ini kemudian dituangkan
pada lembran papyrus untuk menjadi pedoman pengobatan. Titik-titik yang menjadi pedoman pengobatan ini
terus berkembang hingga ke Yunani, Saba, Romawi, Figria, Bulgaria dan Isbanji.

Pada bangsa Persia yang serumpun dengan bangsa Aria, India, Yunani, Romawi, Isbanji, Jerman, maupun
rumpun Aria Eropa lainnya yang hidup 3.000 tahun sebelum masehi, pengobatan ini berkembang bersama
dengan pengobatan al fashid yaitu pengobatan pengeluaran cairan darah dari tubuh. Di daerah Suriah dan
Iskandariyah methode ini terus dikembangkan bersamaan dengan pengobatan kay, fashid dan ramuan herbal,
tumbuh-tumbuhan laut, akar-akaran, biji-bijian, bunga dan sebagainya.

Bagi ummat Islam pengobatan ini telah menjadi sunnah Rasulullah SAW. Sebagimana telah diriwayatkan oleh
Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda;

Tidaklah aku melalui satu dari langit-langit yang ada, melainkan para malaikat mengatakan . Hai Muhammad
perintahkan ummatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat
adalah bekam, alkist dan synuniz semacam tumbuh-tumbuhan.

Anas bin malik berkata, Rasulullah SAW bersabda : Aku tidak berjalan di hadapan sekelompak malaikat pada
malam ketika aku diisrokan, kecuali mereka berkata Wahai Muhammad , perintahkanlah umatmu untuk
berbekam (HR. Tirmidzi).

Di zaman Rasulullah SAW, bekam sangat dianjurkan dan sudah menjadi kebiasaan para sahabat-sahabatnya,
selain memerintahkan umatnya untuk berobat dengan bekam, beliau juga memberikan petunjuk tentang titik-titik
yang sangat baik untuk dibekam. Walaupun Nabi Muhammad SAW bukan seorang tabib, namun semua
apayang dilakukannya berdasarkan petunjuk Allah SWT sebagaimana firman-Nya Dan tiadalah yang
diucapkannya menurut kemauan hawa nafsunya, ucapanya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan
kepadanya ( QS. An-Najm 53; 3-4).

Beberapa titik-titik yang diajarkan oleh nabi yang biasa kita sebut dengan titik sunnah diantaranya : Hammah,
Naqrah, qomahduwah, akhdzaain, kahil, mankib, dzqn, udzn, tsadyu, qithon, bathn, shodr, maqidah, rukbah,
fakhdzu, saq, rusgh, nakhid, qodam, iltiwa, wirik, nais, katifain, dan sebagainya.

Pada sekitar tahun 300 hijriyah, Bekam sangat populer di Baghdad dan merupakan pengobatan yang paling
maju. Para juru bekamnya pun bermacam-macam, dari yang belajar turun temurun, bekam jalanan, para pelajar
madrasah fikih dan ahli bekam dari perguruan tinggi seperti di lembaga kedokteran tinggi Jundi, Syahpur,
Harran, Syam dan Iskandarsyah.


DEFINISI BEKAM (AL HIJAMAH)
Bekam adalah suatu ungkapan yang dikenal oleh bangsa Indonesia seperti kop, canduk, canthuk atau
mambakan, bahasa Inggris dengan istilah cupping atau fire botle, bahasa Mandari disebut Pa Hou Kuan dan
Gua sha dalam bahasa Cina. Dalam bahasa Arab disebut Al- Hijamah yang berarti menghisap atau menyedot,
hijamah merupakan istilah awal yang dipakai dalam bentuk pengobatan ini, kemudian munculah istilah-istilah
lain yang digunakan untuk memudahkan dalam pemahaman disetiap suku dari masing-masing bangsa.

Bekam atau Hijamah berarti pristiwa penghisapan atau penyedotan untuk pengeluaran darah dari permukaan
kulit. Sedang alat yang digunakan dalam melakukan hijamah berupa tabung atau gelas kecil yang terbuat dari
tanduk, bamboo atau kaca untuk menampung darah.

Bekam merupakan suatu metode pengobatan yang turun temurun telah diwariskan oleh para nabi dan rasul,
yang kemudian metode atau caranya telah dikembangkan oleh masing-masing bangsa dan negara dengan
disiplin ilmu kesehatan yang dimilikinya, yang dalam mengeluarkan atau pelepasan darah statis melalui
permukaan kulit dilakukan dengan cara yang aman dan higienis untuk dicapainya nilai sebagai alat
penyembuhan yang terbaik.

Dalam kitab-kitab Thibbun Nabawi, menjelaskan tentang bekam sebagai berikut :


Bekam adalah mengeluarkan darah dari kulit dengan cara menghisap, kemudian penyayatan ringan pada
permukaan kulit, kemudian dilakukan penghisapan lagi agar darah bisa keluar dan menimbulkan kesembuhan
dengan izin Allah.

Sedang pada buku-buku barat, bekam diartikan dengan It is a therapeutic method in which a jar or cup is
attached to the surface of the skin to cause local congestion. This is achieved by the creation of a negative
pressure inside the cup via the introduction of ignited material into the jar to become local blood statis, and the
aspirate blood from the skin, to promote the circulation of qi and blood induce an analgesic effect, subdue
swelling and expel wind, cold, and damp pathogens. (Bekam adalah suatu metode pengobatan dengan
menggunakan tabung atau gelas yang ditelungkupkan pada permukaan kulit agar menimbulkan bendungan
lokal. Hal ini disebabkan oleh tekanan negatif didalam tabung, yang sebelumnya benda-benda dibakar dan
dimasukan kedalam tabung, agar terjadi pengumpulan darah lokal. Kemudian darah tersebut dikeluarkan dari
kulit dengan dihisap, dengan tujuan meningkatkan sirkulasi energy chi dan darah, menimbulkan efek analgetik
(penghilang nyeri), mengurangi pembengkakan, serta membersihkan pathogen angin baik dingin maupun
lembab.


DASAR PENGOBATAN BEKAM (AL HIJAMAH)

- - ) - - :
- - : (

Sesungguhnya Jabir bin Abdullah R.A. telah menziarahi Al-Mukna yang sedang sakit kepala. Kemudian beliau
berkata : Aku tidak akan pulang sehinggalah kamu mau berbekam kerana aku pernah mendengar Rasulullah
SAW bersabda Sesungguhnya dengan berbekam itu ada kesembuhan

Rasulullah menyatakan pada berbekam itu ada kesembuhan.. Maka siapakah yang lebih benar kata-katanya
kalau bukan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda:

Kesembuhan ada 3, dalam pisau hijamah, minum madu dan pengobatan dengan besi panas, dan aku
melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi yang dipanaskan. (HR. Bukhari).

Dari Ibnu Abbs RA. Rasulullah bersabda :
Bahwasanya Rasulullah SAW pernah berbekam dan memberi imbalan bagi yang membekam. ( H.R. Bukhari
Muslim).

Dari Abu Dawud, dalam sebuah hadist tentang Isro miroj, Nabi Muhammad SAW bersabda :
) (
Aku tidak berjalan dihadapan sekelompok malaikat pada malam ketika aku diisokan, kecuali mereka berkata,
wahai Muhammad perintahkanlah umatmu untuk berbekam.

Rasulullah SAW bersabda :

Sesungguhnya pengobatan yang paling utama yang kalian lakukan adalah Bekam. (H.R. Bukhari Muslim).

- - ) :
: (

Dari Ibnu Mas'ud sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda " Sesungguhnya aku telah melalui sekumpulan
malaikat pada malam aku di Isra' oleh Allah Taala dan mereka telah berkata ' Wahai Muhammad suruhlah
umatmu berbekam' "

Berbekam adalah sebaik- baik perubatan seperti sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:

) (...
" Sebaik pengobatan ialah dengan berbekam : ia membuang darah kotor, mencerahkan mata, meringankan
tubuh.."
) (
" Sesungguhnya sebaik-baik perawatan yang kamu lakukan ialah dengan berbekam "

ADAB BERBEKAM
Pengobatan adalah keterampilan yang penuh dengan kebaikan, oleh karena itu setiap penterapi atau pengobat
bekam harus menunjukkan sikap yang baik dalam melakukan/membantu saudaranya yang membutuhkan
pertolongannya. Pada dasarnya ada 3 prinsip yang harus dimiliki oleh setiap tenaga medis/kesehatan,
diantaranya :
1. Baik hati dan tidak mencari kekayaan pribadi
2. Tulus dan ikhlas dalam menolong
3. Mempunya keberanian dan keyakinan yang tinggi

Nabi kita Muhammad SAW adalah suri tauladan yang terbaik yang harus kita jadikan sebagai pedoman kita
dalam berprilaku, bersikap dan bertindak. Oleh kerenanya yang dilakukan oleh seorang pengobat bekam
adalah mengidupkan sunnah Rasulullah SAW dibidang pengobatan, maka adab atau sikap seorang pembekam
harus :
a. Niat karena Allah dan ikut Sunnah Rasullah SAW.
b. Ikhlas membantu atas dasar persaudaraan
c. Hendaknya dalam keadaan berwudhu
d. Ramah dan bersahabat
e. Berdialok dan sampaikan pesan-pesan hikmah kepada pasien
Niatkan menjalankan sunnah
Berdoa dan mohon kesembuhan pada Allah

f. Bentengi diri dengan Ayat-ayat Allah
Baca Taawwuz dan basmallah
Baca Ayat-ayat Allah seperti yang termaktup dalam zikir masyur dari Rasulullah
g. Doa-doa


...
h. Berpakaian rapih dan bersih
i. Tawakal pada Allah

WAKTU BERBEKAM
Berkenaan dengan waktu, maka ada waktu-waktu yang mustajab sebagaimanapun Allah menetapkan waktu-
waktu yang paling baik dalam beribadah dan berdoa kepada nya :
1..Waktu saat berbuka
2. Waktu 1/3 malam
3. Waktu Adzan dan iqomat
4. Waktu saat Sujud dalam Sholat
5. Waktu saat wukuf di arafah
Sedang dalam berbekam Rasulullah SAW sangat menganjurkan pada hari hari dan tanggal tertentu yang
terbaik untuk berbekam sebagaimana sabdanya :

Dari Ibnu Abbas r a. Rasulullah SAW :

Sebaik-baik kalian melakukan bekam adalah pada hari ke 17, 19 dan 21. (HR.Tirmidzi)

Dari Anas r.a. Rasulullah SAW bersabda :
Bahwasannya Rasulullah SAW melakukan bekam di akhdaain dan di kahilnya pada hari ke 17, 19, dan 21.
(H.R. Ahmad, Tirmidzi)

Dari Abu huroiroh Rasulullah bersabda :

Barangsiapa melakukan bekam pada hari ke 17, 19, atau 21 maka akan menyembuhkan berbagai penyakit. .
Dalam kitab Qonun fith Thibb, bahwa waktu untuk melakukanbekam itu jam dua atau jam tiga siang dan
dilakukan setelah mandi.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata:
Nabi Muhammad SAW berbekam, sedangkan pada saat itu beliau berpuasa ( H.R. Bukhari (1939).

Nabi Muhammad SAW berbekam sedangkan pada saat itu beliau berihrom. (H.R. Bukhari (1835)

Ibnu Sina dalam kitab beliau menyebutkan tentang waktu yang paling baik untuk berbekam ialah pada waktu
tengah hari (Pukul 14 atau 15) karena pada waktu itu saluran darah sedang mengembang dan darah-darah
toksid sedang dikeluarkan. Jadi mengikuti prinsip yang sama kita boleh menhangatkan pesakit selama jam,
istirahat selama 15 menit dan mulai dibekam. Diriwayatkan oleh Abu Hurairoh r.a Nabi Saw bersabda :

Barang siapa berbekam pada 17, 19 dan 21 hari bulan Hijriyah maka itu adalah hari hari yang menyembuhkan
penyakit.

Jenis-Jenis Bekam
Bekam terbagi dalam dua jenis, yaitu bekam kering dan bekam basah. Bekam kering dilakukan dengan hanya
melakukan hisapan pada permukaan kulit tanpa dilukai. Sehingga darah kotor akan mengumpul dibawah kulit
meninggalkan bekas berwarna merah lebam. Bekas ini akan hilang lebih lama yaitu sekitar satu minggu.

Adapun bekam basah dilakukan dengan mengeluarkan darah dari permukaan kulit dengan cara melukai kulit
dan melakukan hisapan. Sehingga ketika kulit dihisap darah akan keluar dari luka yang dibuat di permukaan
kulit.

Orang yang tidak boleh dibekam basah
1. Anak-anak dibawah 12 tahun
2. Orang tua yang sudah lemah, yang kulitnya sudah tidak elastis
3. Penderita diabetes mellitus (kecing manis) kronis, kecuali juru bekam yang benar benar ahli dan
berpengalaman dalam menangani penyakit seperti ini.
4. Pasien yang fisiknya sangat lemah
5. Infeksi kulit yang merata
6. Anak-anak penderita dehidrasi ( kekurangan cairan)
7. Penderita penyakit kanker darah ( kondisi pasien dalam keadaan lemah )
8. Penderita yang sering mengalami keguguran kandungan (pada saat kondisi hamil)
9. penderita penyakit gila, kesurupan, terkena sihir, dan sebagainya kecuali juru bekam yang telah mampu
menghadapi kasus-kasus semacam ini.
10. Penderita penyakit hepatitis A dan B apabila sedang dalam kondisi akut (kronis)
11. Penderita penyakit kuning (akut) karena hepatitis kecuali dalam pengawasan dokter. Atau orang
berpengalaman dalam menangani penyakit seperti ini.
12. Pasien setelah mengalami muntah sehingga kondisinya kembali stabil.
13. Pasien yang sedang melakukan cuci darah ( gagal ginjal ). Kecuali pembekam yang berpengalaman.
14. Pasien yang mengalami kelainan klep jatung, kecuali dibawah pengawasan dokter dan orang benar-benar
ahli bekam.
15. Orang yang sedang menderita kedinginan, sementara suhu badannya sangat tinggi.
16. Wanita yang sedang menstruasi sementara kondisinya dalam keadaan lemah dan mengalami pendarahan
cukup banyak.
17. Orang yang kondisinya tidak stabil karena menerita tekanan darah rendah.
18. Tidak dianjurkan meletakkan gelas bekam diatas urat sendi yang robek bagi pasien yang mengalami robek
urat persendian
19. Pada penderita dengan kelainan cairan sendi, dalam pembekaman jangan sampai gelas bekam diletakkan
pada daerah yang sakit, melainkan diletakkan disekitarnya
20. Tidak dianjurkan melakukan bekam tepat pada varises, tetapi dilakukan pada bagian kanan atau kiri di
sekitarnya, dan sebaiknya dilakukan secara hati-hati.
21. Jangan dilakukan langsung sesudah makan, tapi 1.5 - 2 jam sesudah makan.
22. Wanita hamil terutama didaerah sekitar perut
23. Orang yang baru saja memberikan donor darah, kecuali setelah berlalu dua atau tiga hari, tergantung pada
kondisi kesehatannya
24. Penderita vertigo (pusing tujuh keliling) sampai keadaannya rileks.
25. Orang yang mengalami ketakutan sampai jiwanya tenang.
26. Orang yang sedang kelelahan
27. Orang yang sedang kekenyangan atau orang yang sedang dalam keadaan kelaparan
28. Tidak dianjurkan melakukan mandi air dingin sesudah berbekam, tetapi boleh mandi dengan menggunakan
air hangat minimal setengah jam sesudah bekam.
29. Pasien yang menderita anemia (kurang darah) kronis.
30. Pasien yang memiliki riwayat penyakit hemovilia.

Pasien yang harus memakai alat bekam sendiri:
1. Penderita HIV
2. Penderita hepatitis

Catatan penting:
1. Pasien diabetes parah tidak boleh dibekam di kaki dan tidak boleh menggunakan sayatan
2. Pasien anemia dan hipotensi dibekam titik demi titik, tidak boleh sekaligus
3. pasien kanker harus ditangani oleh orang yang benar-benar sudah mahir
4. hindari hijamah pada pasien yang baru mengalami cuci darah
5. hindari hijamah pada pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah


STANDAR OPERASIONAL BEKAM

STANDAR ANALISA & ANAMNESA PRA BEKAM
Sebelum melakukan pengobatan, seorang penterapi bekam harus melakukan beberapa pertanyaan kepada
pasien atau keluarganya sehingga akan mendapatkan suatu gambaran tentang kondisi pasien, dan pasien
juga di anjurkan punya alat bekam sendiri dan ada identitas serta catatan penyakit yang dapat dipantau
dalam buku pasien,

1. Pertanyaan dasar sebelum melakukan proses pengobatan bekam
- Tanyakan apakah pasien dalam keadaan kekenyangan atau tidak
- Tanyakan apakah pasien semalaman cukup istirahat apa tidak
- Tanyakan apakah pasien dalam keadaan fit apa tidak
- Tanyakan apa keluhan utamanya
- Tanyakan apakah pasien ada keluhan tambahan apa tidak
- Tanyakan sejak kapan perjalanan penyakit mulai diderita
- Tanyakan pada pasien ada riwayat penyakit diabetes apa tidak
- Tanyakan pada pasien berapa tekanan darahnya atau juru bekam mengukur tekanan darah si
pasien jika data tekanan darah belum ada
- Khusus untuk pasien wanita tanyakan apakah dalam keadaan hamil, sedang menstruasi atau
tidak.

a. Contoh rekam medis pasien :

REKAM MEDIK PASIEN
Asosiasi Bekam Indonesia ( ABI )

Tgl Masuk :
Nama Lengkap :
Alamat Lengkap :
Tgl/Lahir (Usia) :
Jenis kelamin :
Pekerjaan :
No.Tlp/Hp :
Keluhahan/Penyakit :


Pertanyaan :

1 Sudah berapa lama penyakit yang dirasakan ?
2
Apakah sudah kedokter ?
Belum

Sudah
Catatan : Apa hasil diagnose ?

Apakah ada bukti lab
?

Obat-obatan yg
diminum?
3
Apakah sudah pernah dibekam ?
Belum

Sudah
Catatan : Berapa kali ?

Kapan terakhir
dibekam ?
Berapa titik ?
4
Apakah pernah dirawat dirumah sakit ?
Belum

Sudah
Catatan : Berapa lama dirawat ?
Sakit apa ?

Kapan terakhir
dirawat ?

Perhatikan Keadaan Organ Tubuh Pasien

Daya tahan Tubuh ( Immunity system )
Mudah lelah

Mudah Infeksi

Mudah masuk angin


Mudah ngantuk

Mudah sakit

Influenza, Demam



Jantung & Peredaran Darah ( Heart & Blood Circulation system )
Lemah Jantung

Darah Kental

Kesemutan


Jantung berdebar

Kolesterol
Cendrung Darah
rendah


Darah tidak lancar

Mata berkunang
Cenderung Darah
Tinggi



Hati, Ginjal & Pembersihan Racun
( Liver, Kidney & Detoxification System )
Fungsi Hati lemah

Pinggang Sakit
Sering Menahan
Kencing


Fungsi Ginjal Lemah
Urine kotor & tidak
tuntas

Terlalu Banyak Toxin



Gangguan saluran
Ginjal
Fungsi pankreas
lemah

Indikasi Gula



Saraf, Indra & Otak ( Nervous, Sensory & Brain system)

Daya Tangkap
Kurang

Depresi/Stress

Sakit Kepala


Mudah Lupa/Pikun

Leher Kakuk/Tegang

Migren


Sulit Konsentrasi

Telinga Berdenging

Vertigo



Hormoh & Reproduksi ( Hormon & Reproductive System)
Kurang Bergairah

Fungsi Rahim Lemah

Sulit Buang Air Kecil


Sakit saat Haid

Benjolan di Rahim

Infeksi Saluran Urine


Haid Tidak Teratur

Gangguan Prostat



Pencernaan & Pankreas (Digestive & Pankreas System)
Asam lambung/Maag

Diare
Usus Kecil/Besar
Kotor


Sulit BAB / Sembelit

Wasir / Ambeien

Nafas Bau


Perut Kembung

Radang/Luka Usus

Gas Lambung



Pernapasan
Batuk/ Sering Bersin

Paru-paru Kotor

Alergi


Sesak Nafas
Saluran Paru-paru
Kotor

Gondok/Thyroid



Radang
Tenggorokkan

Paru-paru Lembab

Sinusitis



Tulang, Otot & Sendi ( Bones, Muscles System )

Reumatik/ Tulang
Sakit

Jari-jari Kaku

Asam Urat


Keram/kejang otot

Nyeri Punggung

Bahu Pegal



Sakit
Pinggang/Encok

Nyesri Sendi

Pengapuran





Tekanan darah (mmhg)

Systolic
(mmHg)
Diastolic
(mmHg) Kondisi Tekanan Darah :
Optimal Less than 119 Less than 79 Systolic :
Normal 120 to 129 80 to 84 Diastolic :
High - Normal 130 to 139 85 to 89
Grade 1
Hypertension 140 to 159 90 to 99
Kdr Gula
Darah :
Grade 2
Hypertention 160 to 179 100 to 109
Kdr Asam
Urat :
Grade 3
Hypertention More than 180 More than 110 Kdr Koleterol :

Tindakan Yang Dilakukan :

No.
Tgl/Bln-
Thn Terapy Keterangan Obat-obatan Dosis Penterapy










PERALATAN BEKAM
Pada zaman Rasulullah , beliau menggunakan kaca yang berupa cawan atau mangkok tinggi. Pada zaman
China kuno mereka menyebut bekam sebagai PERAWATAN TANDUK karena tanduk menggantikan kaca.
Pada kurun abad ke 18 orang-orang di Eropa menggunakan LINTAH sebagai alat untuk berbekam. Pada satu
masa, 40 Juta lintah diimpor ke negara Perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu akan dilaparkan tanpa diberi
makan jadi bila disangkutkan pada tubuh manusia dia akan terus menghisap darah-darah tadi dengan begitu
efektif sekali. Setelah kenyang dia tidak berupaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri
upacara berbekamnya.

Ada juga yang menggunakan buluh/tabung bambu, tapi ini semua memerlukan api untuk menguapkan bekas-
bekas tadi untuk mendapat vacum. Hari ini peralatan yang digunakan sesuai dengan perubahan zaman
berteknologi tinggi dan diakui oleh para Dokter di rumah sakit. Teknik-teknik menjaga kebersihan alat, tempat
dan pesakit serta perawat mesti dipatuhi.

Adapun peralatan yang diperlukan dalam proses berbekam adalah :
1. Cupping Set (Gelas Vakum) dan pump tangan
2. Lancet (Jarum-jarum kecil)
3. Lancing device atau Pisau Bedah
4. Sarung Tangan (rubber gloves)
5. Masker
6. Gunting
7. Pisau Cukur
8. Tisue kertas yang bersih
9. Kapas (steril cotton)
10. Cairan Antiseptic (alcohol atau betadin)
11. Plastik untuk tempat sampah.
12. Bak sampah

Peralan penunjang
1. Stethoscope dan Tensimeter
2. Glukometer dan Termometer
3. Tabung Oksigen

A. Tahapan berbekam
Ada beberapa tahapan dalam berbekam yang harus diketahui oleh setiap pembekam agar apa yang
dilakukannya didasari dengan pengetahuan. Bekam tidak semudah mengatakannya, hal ini perlu adanya tehnik
dan perlakukan (manipulasi) bekam yang lebih serius sehingga proses pembekaman dapat berjalan dengan
sempurna. Beberapa hal langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam berbekam diantaranya :
1. Pra Bekam
Ada 3 hal yang harus dipersiapkan dalam berbekam agar mendapatkan hasil yang optima , sebagai berikut :
a) Persipan peralatan bekam :
Gelas Kop/kaca pastikan sudah dalam keadaan Steril
Jarum atau surgical blade hanya satu kali pakai/satu orang satu
Sarung tangan sekali pakai
Kapas/ kasa steril
Gunting
Alat cukur.
Masker
Tempat sampah/Limbah cair & Kering
Minyak Zaitun
Antiseptik
b) Persiapan untuk pasien :
Pasien dalam keadaan rileks, nyaman dan jangan terlalu tegang atau takut.
Pasien dalam keadaan tidak terlalu kenyang
Pastikan bahwa pasien tidak sedang mengkonsumsi obat pengencer darah.
Pasien harus menceritakan keadaan penyakit yang dideritanya
Pasien hendaknya selalu membaca doa kesembuhan dirinya (berzikir)
c) Bagi pembekam :
Pembekam harus dalam keadaan sehat, sebaiknya dalam keadaan berwudhu.
Awali pembekaman dengan membaca Basmallah dan Doa Kesembuhan
Jelaskan kepada pasen segala sesuatu tentang bekam dan pastikan pasien sudah mengisi
lembar persetujuan tindakan
Lakukan wawancara mengenai riwayat kesehatan pasien.
Lakukan pemeriksaan / diagnosa tanda vital dan fisik pasien dan catat dalam lembar
pemeriksaan.
Perhatikan Suhu Udara pasien dan lingkungan / ruangan,
Penentuan titik bekam disesuaikan dengan keluhan pasien.
Tentukan titik yang akan di bekam, bersihkan dan disinfeksi daerah tersebut.
Sebaiknya lakukan pembekaman di titik titik bekam yang disunnahkan.
Buat pasien yang baru pertama kali, titik bekam perlu dibatasi.
Setelah titik bekam ditentukan, lakukanlah relaksasi ringan pada daerah yang akan di bekam,
dengan jalan di pijat atau dikop luncur.
Pasang alat bekam atau gelas sesui dengan ukuran, kemudian divacum
Kekuatan pemvakuman disesuaikan dengan kondisi pasien
Setelah 3 5 menit gelas vacuum dibuka, kemudian ditusuk atau disayat.
Jumlah penusukan disesuaikan dengan besarnya kop dengan jarak antara tusukan kurang lebih
0.5 - 1 cm dengan arah melingkar, horizontal atau vertical
Bagi yang menggunakan sayatan, arah sayatan adalah vertical dengan hanya satukali proses
pengulangan.
Pasang kembali gelas divacuum pada titik tersebut,
Setelah 3 5 menit, gelas dibuka dan darahnya dibersihkan dengan kapas atau kasa steril
Pembekaman dengan menggunakan penusukan jarum dapat diulang kurang lebih 2 3 kali
pengulangan.
Setelah proses vakum selesai, bekas penusukan atau sayatan dibersihkan dengan antiseptic,
kemudian di beri zaitun/habasauda oil dan dilakukan pemijatan ringan.

2. Pada Saat Bekam
- Maksimal Jumlah titik : sesuai titik sunah
- Lamanya pengulangan : 2 3 kali
- Jumlah darah maksimal 250 cc
Titik titik pembekaman wajib di awasi oleh pembekam sejak awal hingga akhir selama proses
pembekaman.
Perhatikan dan komunikasikan mengenai kondisi pasien selama pembekaman, seperti
kenyamanan dan keadaan fisik.
Bila pasien mengalami ketidak nyamanan misalnya mual, muntah atau mukanya pucat, maka
segera lepaskan pembekaman.
Bila pasien pingsan, lepaskan alat bekam, bersihkan luka bekamnya kemudian pasien
dibaringkan.
Lakukanlah penekanan (akupresur) pada titik dibawah hidung ( gambar terlampir)
Berikan minuman manis hangat seperti madu, jahe, atau jus kurma.

3. Paska Bekam
Setelah pembekaman selesai berikan pijatan ringan disekitar titik bekam,
Bersihkan atau sterilkan peralatan dan rapikan
Menganjurkan pasien untuk mengkonsumsi supplement/obat-obatan herba untuk menunjang
kesehatannya

B. STERILISASI PERALATAN BEKAM
Alat/bahan yang dipakai untuk melakukan sterilisasi diataranya
Clorin
Alkohol
H2O
2

Bethadin

C. STANDAR PENGGUNAAN TEMPAT
1. Tempat tertutup
2. Bersih
3. Nyaman
4. Sirkulasi udara cukup
5. Pasien tidak berada tepat pada hembusan angin dari AC maupun kipas angin.
6. Cukup Penerangan

D. PENANGAN LIMBAH
1. Sampah bekam berupa tissu, sarung tangan karet sebaiknya dimusnahkan dengan cara dibakar
2. Sampah bekam berupa jarum sebaiknya di tanam atau dimusnahkan di mesin penghancur jarum
suntik di dinas kesehatan atau puskesmas setempat.

E. PENANGANAN KHUSUS PENYAKIT KRONIK
Khusus untuk pasien yang terinveksi HIV AIDS dan hepatitis sebaiknya memiliki alat bekam sendiri.

F. KONDISI DARURAT PADA KASUS PEMBEKAMAN
Pasien Pingsan atau Kolaps
Untuk pasien yang mengalami pingsan atau kolaps pada saat dibekam hendaknya pembekam
harus tetap tenang.
Proses bekam di hentikan, alat kop di lepas, kemudian bersihkan dan pasien
Pasien di baringkan dengan posisi terlentang mendatar. Kepala diletakkan lebih rendah dari kaki
dengan cara meletakkan bantal pada pantat atau tungkai pasien. JANGAN LETAKKAN BANTAL
DIKEPALANYA.
Longgarkan semua pakaiannya.
Beri udara segar dengan membuka jendela di ruangan, atau letakkan pasien di ruangan yang
bersikulasi udara baik. Atau beri oksigen.
Jangan beri makanan atau minuman kecuali sudah siuman.
Jika sudah siuman beri minuman hangat seperti teh atau air hangat dengan madu.
Jika belum sadar juga beri bekam kering pada puncak kepala atau pijat-pijat daerah puncak kepala
atau antara hidung dan bibir.
Pendarahan pada Titik Bekam
Kadang bila tusukan jarum atau sayatan pisau terlalu dalam hingga mengenai pembuluh darah. Atau
ada penyakit dimana darah sulit membeku terjadi pendarahan yang terus menerus pada saat dibekam.
Cara penanganannya dengan cara darah yang keluar dihapus dengan kassa steril atau tissue steril
yang diolesi disinfektan. Lalu dengan kassa steril atau tissue steril tersebut lakukan penekanan kuat
pada tempat keluarnya darah hingga darah berhenti.
Tempat yang bengkak atau memar dikompres dengan air hangat
Bila pendarahan tidak berhenti, mungkin perlu dilakukan penjahitan pembuluh darah.
Jarum Patah Saat Dibekam
Walaupun jarang, kadang-kadang jarum yang dipakai menusuk bisa patah hal ini ditandai dengan badan
jarum tinggal setengahnya atau tidak ada sama sekali. Teraba ada bagian jarum yang tertinggal di
bawah kulit.
Cara penanganannya dengan menenangkan diri pembekam, diri pasien dan keluarga pasien.
Posisi jangan diubah. Bila jarum terlihat atau teraba, coba jepit dengan pinset dan cabut keluar.
Atau coba cari dengan sepotong magnet.
Bila tidak berhasil dikeluarkan, sedangkan jarum berada di tempat vital seperti di dekat sendi atau
daerah di pergerakan, maka harus dikeluarkan dengan operasi pembedahan
Bila patahan terjadi di otot, maka tinggalkan saja. Tidak perlu diambil. Namun pasien perlu diberi
penjelasan mengenai hal tersebut.

TITIK BEKAM
Rasulullah SAW sangat menganjurkan dan memilihkan tempat atau titik-titik yang utama dan sangat baik untu
dibekam. Dalam beberapa riwayat disebutkan :

Dari Anas ra. Ia berkata
- - ) - - (

Sesungguhnya Rasulullah SAW dibekam pada Akhdaain (kedua urat leher) dan Al-Kahil (bahu).HR.
Tirmidzi, Ahmad, Abu Dawud)


): : (
Sesungguhnya Rasulullah SAW berbekam pada 3 tempat : satu di atas Kahil dan dua pada Akhdain

Dari Ibnu Umar ra., Rasulullah SAW pernah berbekam pada bagian kepala bagian depan, yang disebut dengan
ummu mughits ( HR. Thabroni dalam Al-Ausath).

) : (
Sesungguhnya Nabi SAW telah berbekam di kepala dalam keadaan ihram karena sakit kepala .

Pada Bahu
- - ) - - (

Rasulullah SAW telah berbekam di Akhdain dan di antara dua bahunya

Di Pinggang
- - ) - - (

" Nabi SAW telah berbekam pada pinggangnya kerana sakit yang ditanggung.."

Di Kaki
- - - - ) ( (

Sesungguhnya Rasulullah SAW berbekam di Malal (antara mekah dan madinah) pada betis Baginda

Abu Naim dalm Thibbun Nabawi, menyebutkan hadist marfu yang diriwayatkan oleh Thabroni dalam Al-Kabir
(7306), bahwasannya Rasulullah SAW bersabda ;
Hendaklah kalian berbekam di tengah qomahduah, karena dapat menyembuhkan 72 macam penyakit


Titik-Titik Bekam Pada Tubuh Nabi saw
1. Yafukh: : 1. Dari Abu Hurairoh ra: bahwa Abu Hind pernah membekam
nabi pada Yafukh (HR. Ibnu Hibban)
2. Dari Annas ra: bahwa Nabi saw berbekam di kepala ketika
beliau melaksanakan ihrom karena beliau merasa pusing
(HR. Bukhari)

2. Ummu Mughits : Dari Ibnu 'Umar ra: Nabi saw pernah berbekam di bagian depan
kepala, beliau menyebut bagian tersebut ummu mughits (HR
Thabrani)

3. Al-Akhda'ain &
Al-Kahil
: Dari Anas ra beliau berkata: Rosulullah saw pernah berbekam
pada al-Akhda'ain dan al-kahil (Shohihul-Jami': 4927)

4. Kedua bahu : Dari Ka'b bin Malik: Rosulullah saw dibekam pada kedua
bahunya ketika memakan daging domba beracun yang diberikan
wanita yahudi di Khaibar (HR. Bukhari).
Peristiwa ini terjadi du tahun sebelum beliau wafat. Di
akhirhayatnya Nabi saw masih merasakan danpak dari racun
dalam tubuhnya.

5. Panggul : Dari Ibnu 'Umar ra: Nabi saw pernah jatuh dari atas kuda
menimpa sebuah batang, lantas beliaupun berbekam pada
pinggul.

6. Pangkal Paha : Dari Jabir ra : Nabi saw berbekam pada pangkal pahanya karena
luka memar (HR. Abu Dawud)

7. Punggung
telapak kaki
: Dari Anas ra: Rosulullah saw berbekam di malal pada punggung
telapak kaki (Mukhtashoru'sy-Syama'il, no. 314)


TITIK BEKAM SECARA UMUM STANDARISASI ASOSIASI BEKAM INDONESIA
Berdasar Sunnah Nabi dan Pendekatan Ilmu Akupuntur

Puncak Kepala (PK)
(Ummu Mughits)
Titil Bekam pada puncak kepala berdekatan dengan titik akupuntur
meridian DU : 20 (Pai Hui), merupakan titik pertemuan meridian
kandung kemih.

Titik bekam ini digunakan untuk keluhan:
Apopleksia, Epilepsi, Pusing, Vertigo, Diare Kronis, Stroke,
Kelumpuhan.

Urat Leher (UL)
(Al-Akhdain)
Titik ini berada di urat leher, tepat berada antara titik akupuntur meridian
kandung kemih (BL : 10) dan meridian Kandung Empedu (GB : 20)
posisi titiknya sedikit kebawah dari kedua titik tersebut.

Titik Bekam ini untuk keluhan:
Kaku tengkuk/kuduk/leher, Sakit kepala, Kejang, Darah tinggi, Kolestrol.

Punuk (PN)
(Al-Khaail)
Titik ini berada di bawah Prosems Spinalis (C : 8). Setinggi pundak.
Dalam ilmu akupuntur, titik ini merupakan titik pertemuan yang
terpenting 6 titik meridian YANG. Tepat berada pada titik akupuntur
meridian DU : 14 (Ta Cui)

Titik ini digunakan untuk keluhan:
Malaria, TBC, Influenza, Asma, Epilepsi, Tortikolis (kaku leher), Kejang
otot (Opistotonus), Konvulsi (kejang umum), Meningitis (radang selaput
otak)

Bahu (BU.1 & BU.2)
(Al-Katifain)
Titik ini berada pada kedua sisi bahu, tepatnya antara titik akupuntur
meridian Sanjiao (SJ : 15) dan meridian usus kecil (SI : 12)

Titik ini digunakan untuk keluhan:
Nyeri pundak, Nyeri punggung, Kaku leher, Kolestrol, Stroke,
Hipertensi

Bawah Pudak (BP.1 & BP.2)
Titik ini berada 5 jari bawah pundak, 3 jari dari tulang belakang arah
lateral kanan & kiri. Tepat diantara titik akupuntur meridian kandung
kemih (BL : 13 & BL : 42).

Titik ini digunakan untuk keluhan:
TBC, Batuk darah, Bronkhitis, Keringat di malam hari, Pneumonia
(Radang paru-paru), Asma, Nyeri sekitar iga, Muntah, Nyeri punggung.

Belikat (BLK.1 & BLK.2)
Titik bekam ini berada sekitar 5 Jari di bawah BP.1 & BP.2 arah lateral
kanan & kiri atau di antara meridian kandung kemih (BL : 17 ke SU dan
BL : 46 Huang Men)


Titik ini digunakan untuk keluhan:
Nyeri perut bagian atas, Pankreastitis (radang pankreas), Hepatitis (radang hati), Pendarahan paru-paru /
lambung / usus / TBC / keringat di malam hari, Gastritis.

Pinggang (PG.1 & PG.2)
(Ala Warik)
Titik bekam ini berada di belakang pusar, 3 jari dari tulang belakang arah lateral kanan & kiri. Tepat diantara titik
akupuntur meridian kandung kemih (BL..23 : BL.52)

Titik ini digunakan untuk keluhan:
Emisi Seminal, Enuresis (anyang-anyangan), Disuria (nyeri buang air besar), nyeri pinggang / kolik ginjal, haid
tidak teratur, impotensi / sering kencing, Tuli & telinga berdenging, Penglihatan kabur, Spasme otot

Betis (BT.1 & BT.2)
(Ala Dzohril Qodami)
Titik bekam ini berada 4 jari di bawah lipatan lutut kanan & kiri. Tepat diantara titik akupuntur meridian kandung
kemih (BL: 55 & BL 56).

Titik ini digunakan untuk keluhan:
Nyeri tungkai bawah, Spasme betis (kejang/keram/kaku betis), Pegal, Iskialgia (nyari tulang ekor), Kaku
punggung, Gangguan pergerakan tungkai bawah.




PROFIL

Biodata Penyusun:
Nama : Muhamad Ikhsan
Jenis Kelain: Laki-laki
Tempat Tanggal Lahir: Jakarta, 02 September 1978
Alamat Email : wonk_ikhsan78[at]yahoo[dot]com
Alamat Tinggal : Jl. Logam No. 7 Margacinta Buah Batu Bandung
Hand Phone: (022) 7065 0272
Kota Kediaman: Ciputat, Bandung


PENUTUP

Bandung, 08 August 2009
Hormat Kami





Muhamad N Ikhsan