57

DAFTAR PUSTAKA

Barus B. 1999. Pemetaan Bahaya Longsoran Berdasarkan Klasifikasi Statistik Peubah Tunggal Menggunakan SIG. Ilmu Tanah dan Lingkungan 2: 7-16. [BBSDLP] Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. 2009. Identifikasi dan Karakterisasi Lahan Rawan longsor dan Rawan Erosi di Dataran Tinggi untuk Mendukung Keberlanjutan Pengelolaan Sumberdaya Lahan Pertanian. Laporan Tengah Tahun, DIPA 2009. Bogor: Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. [BP4K] Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bogor. Geografi Kabupaten Bogor. http://bp4k.bogorkab.go.id/. [11 September 2011]. Dardak AH. 2008. Kebijakan Penataan Ruang Dalam Pengelolaan Kawasan Rawan Bencana Longsor. Jakarta: LSKPI Press. Febriana I. 2004. Identifikasi dan Pemetaan Kawasan Rawan Bencana Tanah Longsor dengan Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis [Skripsi]. Bogor: Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Hermawan DA. 2000. Pencegahan dan Penanggulangan Longsoran Pada Ruas Jalan Beton PC. IV PT. Badak NGL-Bontang, Kalimantan Timur. Geologi dan Sumberdaya mineral 10: 20-30. [KLH] Kementrian Lingkungan Hidup. 2007. Laporan Akhir Analisis Potensi Rawan Bencana Alam di Papua dan Maluku. Jakarta: KLH. Lo CP. 1995. Penginderaan Jauh Terapan Terjemahan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. Nandi. 2007. Longsor. Bandung: Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia. [PEMKAB] Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. 2008. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2005-2025. Bogor: Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Prahasta E. 2001. Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Bandung: Informatika Bandung. Purnamasari DC. 2007. Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi (SIG) dalam Evaluasi Daerah Rawan Longsor di Kabupaten Banjarnegara (Studi Kasus di Gunung Pawinihan dan sekitarnya Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara) [Skripsi]. Bogor: Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Usaha Pemahaman Terhadap Stabilitas Lereng dan Longsoran Sebagai Langkah Awal Dalam Mitigasi Bencana Longsoran. Suripin. Jakarta: Republik Indonesia. Manajemen Bencana Tanah Longsor. 2002. Cilongok. Yogyakarta: ANDI. Semarang: Program Pascasarjana Magister Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro. . Banyumas [Tesis].htm.com/cetak/2005/ 0305/22/0802. 2008. Jakarta: Republik Indonesia. Bencana Alam Longsor di Indonesia : Kasus longsoran yang Terjadi di Kabupaten Purworejo dan Gunung Kidul. Sadisun AI. 2005. [6 april 2011]. Kabupaten majalengka) [Skripsi]. Pemetaan Kawasan Rawan Bencana dan Analisis Resiko Bencana Tanah Longsor dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) (Studi Kasus Kawasan Kaki Gunung Ciremai. 1998. Bogor: Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. 2004. Agus H. Yogyakarta: ANDI. Pemerintah Republik Indonesia. Bandung. Di dalam : Workshop Penanganan Bencana Gerakan Tanah. http://pikiran-rakyat. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1998 Tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Rahmat AH. Kajian Pemanfaatan Lahan pada Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor di Gununglurah. 2010. Pelestarian Sumberdaya Tanah dan Air. 2005. 2007. Pemerintah Republik Indonesia. Suranto JP.58 [PVMBG] Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 Tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan. Wilopo W.