Anda di halaman 1dari 6

I.Resep Asli Dr.Yohanes Albert SIP.0999/V/2012 Jln.Cempaka No.2 R/Tanin 3 m.

f suppo basis Gliserin Gelatin da 2 S 1 dd 1

II.Resep Latin Dr.Yohanes Albert SIP.0999/V/2012 Jln.Cempaka No.2 Recipe Taninum 3 Misce fac suppositoria basis Gelatin Gliserin da 2 Signa semel de die uno

III.Resep Indonesia Dr.Yohanes Albert SIP.0999/V/2012 Jln.Cempaka No.2 Ambilah Tanin 3 Campur dan buatlah suppos basis Gelatin Gliserin hingga 2 Tandai satu kali sehari satu suppos

IV.Kelengkapan Resep Tanggal penulisan resep : 17 Oktober 2012 Umur pasien : 17 tahun Nama pasien : Roy

V.Indiaksi dan Uraian Penyakit Obat ini diindikasikan kepada pasien penderiata diare. Diare adalah keadaan buang-buang air dengan banayk cairan (mencret) dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan lain.Menurut teori klasik diare disebabkan oleh meningkatnya peristaltik usus sehingga pelintasan chymus sangat dipercepat dan masih mengandung banyak air pada saat meninggalkan tubuh sebagai tinja.

VI.Uraian Bahan 1.Tanin ( Farmakope Indonesia edisi III halaman 59 ) a) Nama resmi : Acidium Tannicum b) Nama lain : Asam tanat, Asam Samak c) Pemerian : Massa ringan mengkilap atau serbuk halus;putih kekuningan atau kecoklatan muda;bau khas;rasa astringen kuat. d) Kelarutan : Larut dalam tidak kurang dari 1 bagian air dan dalam tidak kurang dari 1 bagian etanol (95%) P;sangat sukar larut dalam kloroform P dan dalam eter P sangat mudah larut dalam aseton P;perlahan-lahan larut dalam 1 bagian gliserol P.Larutan dalam air terurai pada penyimpanan. e) Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik. f) Khasiat : Penggunaan Astringen

2.Gliserin ( Farmakope Indonesia edisi III halaman 271 ) a) Nama resmi : Glycerolum b) Nama lain : Gliserol,Gliserin c) Rumus molekul : C3H8O3 BM:92,10 d) Rumus struktur : CH2OH-CHOH-CH2OH e) Pemerian : Cairan seperti sirop;jernih,tidak berwarna;tidak berbau;manis diikuti rasa hangat.Higroskopik.Jika disimpan beberapa lama pada suhu rendah dapat memadat membentuk massa hablur tidak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai lebih kurang 200 f) Kelarutan : Dapat campur dengan air,dan dengan etanol (95%) P;praktis tidak larut dalam kloroform P dalam eter P dan dalam minyak lemak. g) Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik. h) Khasiat : Penggunaan zat tambahan

3.Gelatin ( Farmakope Indonesia edisi III halaman 265 ) a) Nama resmi : Gelatinum b) Nama lain : Gelatin c) Pemerian : Lembaran,kepingan,serbuk atau butiran;tidak berwarna atau kekuninagn pucat;bau dan rasa lemah. d) Kelarutan : Jika direndam dalam air mengembangdan menjadi lunak,berangsur-angsur menyerap air 5 sampai 10 kali bobotnya;larut dalam air panas dan jika didinginkan terbentuk gudir;praktis tidak larut dalam etanol (95%) P,dalam kloroform P dan dalam eter P;larut dalam campuran gliserol P dan air,jika dipanaskan lebih mudah larut;larut dalam asam asetat P. e) Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik. f) Khasiat : Penggunaan zat tambahan

4.Aquadest ( Farmakope Indonesia edisi III halaman 96 ) a) Nama resmi : Aqua Pro Injectione b) Nama lain : Air untuk injeksi c) Pemerian : Keasamankebasaan;Amonium;Besi;Tembaga;Timbal;Kalsium;Klorida;Nitrat;Sulfat;Zat teroksidasi memenuhi syarat yang tertera pada aqua destilata. d) Penyimpanan : Dalam wadah tertutup kedap.Jika disimpan dalam wadah tertutup kapas berlemak harus digunakan dalam waktu 3 hari setelah pembuatan. e) Khasiat : Penggunaan untuk pembuatan injeksi.

VII.Penimbangan Bahan 1) Tanin : 3 g x 2 = 6 g-3 = 3 g,lebihkan 10% = 3,3 g 2) Gelatin : 2/11 x 3,3 = 0,6 g 3) Gliserin : 5/11 x 3,3 = 1,5 g 4) Air : 4/11 x 3,3 = 1,2 g

VIII.Cara Kerja Siapkan alat dan bahan lalu ditimbang. Tanin dilarutkan dalam air.Lalu Gelatin ditabur diatas air sampai mengembang. Larutan Gelatin dicampur bersama Gliserin,lalu dimasukkan dalam penangas air dan biarkan sampai Gelatin larut bersama Gliserin. Masukan dalam mortar lalu gerus,ditambahkan larutan Tanin dan gerus sampai homogen. Sediaan dimasukan dalam cetakan suppositoria yang sudah diolesi aqua liquid. Disimpan di lemari pendingin sampai memadat.Lalu keluarkan. Masukan dalam wadah dan beri etiket biru.

IX.Hasil Sediaan Etiket : Biru Pro : Roy Signa : 1dd 1 suppos


APOTIK FARMESTIKA JURASAN FARMASI Jln.Adi Sucipto Penfui-Liliba APA : Diana Eunike Setiawati SIA : No.08 Roy Satu kali sehari satu suppos,masukan dalam dubur& Kupang,17-10-2012

Obat Luar

X.Pembahasan Resep ini ditujukan pada pasien yang menderita diare. Diare terjadi akibat pergerakan yang cepat dari materi tinja sepanjang usus besar.Diere juga biasanya dikenal dengan keadaan buang-buang air dengan banyak cairan (mencret) dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan lain ( Yun diarrhea=mengalir melalui). Diare disebabkan oleh meningkatnya peristaltik usus ,sehingga pelintasan chymus sangat dipercepat dan mengandung banyak air pada saat meninggalkan tubuh sebagai tinja.Pencegahan diare pada dasarnya harus ditujukan pada tindakan hygiene yang cermat mengenai kebersihan,khususnya cuci tangan dengan bersih. Disini obat yang tersedia berbentuk suppositoria.Suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk,umumnya berbentuk torpedo yang diberikan melalui rectal,vagina,dan uretra,umumnya meleleh,melunak,atau melarut pada suhu tubuh dan menghasilkan efek lokal atau sistemik.Basis suppositoria yang dipakai disini adalah basis gliserin

gelatin dimana basis ini dapat bercampur dengan air atau larut dalam air.Basis ini dapat digunakan pada sup,vagina. Adapun cara penggunaan suppositoria yaitu : Mencuci tangan dengan sabun atau digunakan sarung tangan jika ada Jika suppositoria terasa lunak,masukkan dalam kulkas sebentar hingga dingin Buka pembungkus suppositoria,olesi dengan sedikit air pada ujungnya Atur posisi berbaring menyamping,dengan kaki bawah diluruskan dan kaki atas ditekuk ke perut . Kekurangan dalam penggunaan suppositoria cenderung menyerap air karena sifat gliserin yang higroskopis yang dapat menyebabkan iritasi jaringan dan memerlukan tempat untuk melindungi dari udara lembab.

DAFTAR PUSTAKA o Anonim.1979.Farmakope Indonesia edisi III.Jakarta o Tan Hoan Tjay dan Kirana Rahardja .2007.Obat-obat Penting edisi VI.Jakarta,Depkes RI o Guyton dan Hall.2006.Fisiologi Kedokteran edisi 11.Buku Kedokteran EGC.