KEMOTERAPEUTIKA ANTIJAMUR (ANTIFUNGAL

)
Gambaran umum mengenai jamur, infeksi akibat jamur dan mekanisme kerja antijamur

Presented by:
• • • • • • • • • • • • • Annisa Noor Insany Andini Faramitha Yola Trias Yuliana Lia Lestari Indah Firdayani Annisa Saraswati Laura Katharina Selvira Anandia Firdha Senja Gustyan Pratama Nisrinna Farzadillah Annisa Desy Aryanti Astriana Fitriani 260110110088 260110110089 260110110090 260110110091 260110110092 260110110093 260110110094 260110110095 260110110096 260110110097 260110110098 260110110099 260110110100

Presented by:
• • • • • • • • • • • • Valentina Hasian S. Anis Khairunnisa Nurul Hadi Dita Apriani Armydha Iga Bimo Dwi Patra Gina Fajar Dilla Wulan N. Isni Meisya A. Aryo Dwi Wicaksono Agam Foni Seviana 260110110101 260110110102 260110110103 260110110104 260110110105 260110110106 260110110107 260110110108 260110110109 260110110110 260110110111 260110110113

  . Beberapa jenis jamur dapat berkembang pada permukaan tubuh yang bisa menyebabkan infeksi kulit.  Jamur adalah organisme mikroskopis tanaman yang terdiri dari sel. tubuh atau talus suatu kapang pada dasarnya terdiri dari 2 bagian miselium dan spora (sel resisten. Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan secara pertunasan. Miselium merupakan kumpulan beberapa filamen yang dinamakan hifa. dan ragi. Khamir tidak dilengkapi flagellum atau organ-organ penggerak lainnya. istirahat atau dorman). Pada umumnya jamur dibagi menjadi 2 yaitu: khamir (Yeast) dan kapang (Mold). kuku. Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada kebanyakan bakteri. seperti cendawan. Kapang. mulut atau vagina. tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang terbesar.PENGERTIAN JAMUR 88 FUNGI (JAMUR).

tiap-tiap sekat memiliki satu sel. yang disebut benang hifa. Kumpulan hifa membentuk jaringan benang yang dikenal sebagai miselium. Hifa memiliki sekat-sekat yang melintang. Dinding sel pada jamur terdiri dari kitin. sel pada jamur ada yang uniseluler. Miselium inilah yang tumbuh menyebar diatas substrat dan berfungsi    . Jamur multiseluler terbentuk dari rangkaian sel membentuk benang seperti kapas. dengan satu atau beberapa inti sel.ANATOMI DAN MORFOLOGI JAMUR 88  Jamur tidak memiliki klorofil. ada pula yang mutiseluler.

Video 89 Overview of fungal structure .

Miselia yang tidak memiliki septa disebut coenocytic (non-septate). Sebuah hifa disebut miselia. dibentuk oleh sel-sel tubular dengan dinding sel.MORFOLOGI JAMUR PATOGEN 89  Jamur patogen dapat sebagai ragi atau sebagai hifa. Beberapa jamur menjadi ragi Candida Albicans -.Ragi dan hifa . Ragi berkembang biak dengan tunas. Ragi adalah organisme uniseluler dan miselia adalah struktur filamen multiseluler.

Sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara membentuk spora.REPRODUKSI JAMUR 90  Jamur bereproduksi secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara. bertunas atau . dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu tumbuh menjadi tubuh.

MIKOSIS 90 Infeksi yang disebabkan oleh jamur disebut mikosis. Mycotoxicoses – keracunan pada manusia dan hewan oleh produk makanan yang terkontaminasi oleh jamur yang menghasilkan racun dari substrat biji-bijian 3.invasi jaringan  . Hipersensitivitas . Ada empat jenis penyakit mikotik: 1. Mycetismus .reaksi alergi terhadap jamur dan spora 2.menelan toksin (keracunan jamur) 4. Infeksi .

paru-paru. Microsporum. ginjal. dan vagina . jantung. dan Epidermophyton. yaitu Trichophyton. Mikosis sistemik merupakan mikosis yang menyerang alat-alat dalam. kuku. seperti jaringan sub-cutan. usus. mukosa mulut. dan rambut terutama disebabkan oleh 3 genera jamur. Mikosis superfisial merupakan mikosis yang menyerang kulit.JENIS MIKOSIS 91    Infeksi jamur secara umum dibedakan menjadi infeksi jamur sistemik dan superfisial.

. disebabkan oleh jamur Mycrosporum dan Trichophyton. Pada infeksi yang berat dapat menyebabkan edematous dan bernanah.Beberapa jenis mikosis superfisial antara lain sebagai berikut: 91  Tinea capitis Merupakan infeksi jamur yang menyerang stratum corneum kulit kepala dan rambut kepala. mudah patah dan tinggal rambut yang pendek-pendek pada daerah yang botak. Gejalanya adalah rambut yang terkena tampak kusam.

rambut dan folikel rambut. Penyebabnya adalah Trichophyton mentagrophytes. Gejalanya berupa bintikbintik putih pada kulit kepala kemudian membesar membentuk kerak yang berwarna kuning kotor. Microsporum cranis. Kerak ini sangat lengket daln bila diangkat akan meninggalkan luka basah atau bernanah.Cont’d 92  Tinea favosa Merupakan infeksi pada kulit kepala.  . Tinea barbae Merupakan infeksi jamur yang menyerang daerah yang berjanggut dan kulit leher. Trichophyton violaceum. kulit badan yang tidak berambut dan kuku. Penyebabnya adalah Trichophyton schoenleinii.

Tinea versicolor (panu) Merupakan mikosis superfisial dengan gejala berupa bercak putih kekuning-kuningan disertai rasa gatal. Pada kasus yang berat dapat pula mengenai kulit sekitarnya. Tinea cruris Merupakan infeksi mikosis superfisial yang mengenai paha bagian atas sebelah dalam. Dalam kondisi berat dapat bernanah. Penyebabnya adalah Epidermophyton floccosum atau Trichophyton sp. Athele foot) Merupakan infeksi jamur superfisial yang kronis mengenai kulit terutama kulit di sela-sela jari kaki. axilla.Cont’d 92    Dermatophytosis (Tinea pedis. Penyebabnya adalah . biasanya pada kulit dada. bahu punggung. leher dan perut bagian atas. Penyebabnya adalah Trichophyton sp.

PATOGENESIS 93  Jamur superfisial menghadapi beberapa kendala saat menginvasi jaringan keratin. spora harus tumbuh dan menembus stratum korneum dengan kecepatan lebih cepat daripada proses deskuamasi. asam lemak fungistatik dan sphingosines yang diproduksi oleh keratinosit. Jamur harus tahan terhadap efek sinar ultraviolet. persaingan dengan flora normal. Setelah proses tersebut. . variasi suhu dan kelembaban.

dan enzim musinolitik.Cont’d 93  Proses penetrasi ini dilakukan melalui sekresi proteinase. derajat peradangan sangat tergantung pada aktivasi sistem kekebalan tubuh. Mekanisme pertahanan baru muncul setelah lapisan epidermis yang lebih dalam telah dicapai. yang juga memberikan nutrisi. lipase. . termasuk kompetisi dengan zat besi oleh transferin tidak tersaturasi dan juga penghambatan pertumbuhan jamur oleh progesteron. Di tingkat ini. Trauma dan maserasi juga membantu terjadinya penetrasi.

Penyebab Jamur dapat tumbuh dan berkembang biak di dalam darah manusia 94 Pemakaian Antibiotik Diabetes Infeksi Sinus Kanker AIDS .

Asam undesilenat .Terkonazol .Vorikonazol Terbinafi n Flusitosin Kospofungi Griseofulvin Untuk infeksi dermatif & mukokutan Imidazol .Naftifin .Ketonazol .Siklopiroksolami .Mikonazol .Sulkonazol .Ekonazol .Itrakonazol .Terbinafin -Butenofin Lain-lain .Klorimazon .Tiokonazol .Flukonazol .Terbinafin 95 .Sertakonazol .Obat Anti Jamur Untuk Infeksi Sistemik Amfoterisin B Imidazol & Triazol .Asam benzoat & asam salilsilat .Ketonazol Alilamin & Benzilamin Polien Co/ Nistatin .

PENGGOLONGAN OBAT ANTIFUNGI .

Ketokonazol juga efektif terhadap dermatofit tetapi tidak efektif terhadap Aspergillus spesies dan Zygomycetes. Coccidiodes immitis.GOLONGAN AZOL 96 1. Malasezzia furfur.    KETOKONAZOL Spektrum luas efektif terhadap Blastomyces dermatitidis. Paracoccidiodes brasiliensis. Ketokonazol dapat menginhibisi biosintesis steroid. seperti halnya pada jamur. Histoplasma capsulatum. . Candida species.

. Cryptococcus neoformans. Scedosporium apiospermum dan Sporothrix schenckii. Paracoccidiodes brasiliensis. Efek samping lain . nyeri abdomen dan konstipasi. Cossidiodes immitis. Histoplasma capsulatum. Candida sp.ITRAKONAZOL 96   Itrakonazol mempunyai aktifitas spektrum yang luas terhadap Aspergillosis sp. Malassezia furfur. Efek samping yang sering dijumpai adalah masalah gastrointestinal seperti mual. Blastomyces dermatidis..

FLUKONAZOL 96   Flukonazol efektif untuk mengatasi kandidiasis oral atau esophageal. nyeri abdomen dan juga sakit kepala. diare. trombositopenia dan efek pada sistem saraf . Efek samping : masalah gastrointestinal seperti mual. muntah. criptococcal meningitis dan pada penelitian lain dinyatakan efektif pada sporotrikosis (limfokutaneus dan visceral). hepatotoksik. sindroma Stevens Johnsons. Selain itu hipersensitivitas. agranulositosis.

Cryptococcus neoforams. Tidak efektif terhadap Zygomycetes. Blastomyces dermatitidis. Vorikonazol dapat ditoleransi baik oleh manusia. dan Scedosporium apospermum. Candida sp... Fusarium sp. Efek toksik vorikonazol yang sering ditemukan adalah gangguan penglihatan bersifat teratogenik pada hewan dan .. Candida spp flukonazol resistant.VARIKONAZOL 97   Varikonazol mempunyai spektrum yang luas terhadap Aspergillus sp. Histoplasma capsulatum.

Tidak ditemukan resistensi silang posakonazol dengan flukonazol. . Posakonazol juga dapat digunakan dalam pengobatan aspergilosis dan fusariosis.POSAKONAZOL 97  Posakonazol memiliki kemampuan antijamur terluas saat ini. Posakonazol merupakan satu-satunya golongan azol yang dapat menghambat jamur golongan Zygomycetes.

VIDEO 97 The role of azol .

GOLONGAN ALILAMIN 98 Terbinafin    Terbinafin merupakan anti jamur yang berspektrum luas.. Blastomyces dermatitidis. Efek samping pada gastrointestinal seperti diare. Efektif terhadap dermatofit yang bersifat fungisidal dan fungistatik untuk Candida albicans tetapi bersifat fungisidal terhadap Candida parapsilosis. Histoplasma capsulatum. dan nyeri abdomen. Terbinafin juga efektif terhadap Aspergillosis sp. dispepsia. Terbinafin tidak direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit hepar kronik atau aktif . Sporothrix schenxkii dan beberapa dermatiaceous moulds.

Coccidiodiodes immitis.GOLONGAN POLIEN 98 1. Blastomyces dermatitidid. Mucorales sp.. Histoplasma capsulatum. Nistatin Nistatin merupakan antibotik yang digunakan . paracoccidioides brasiliensis. Amfoterisin B  Amfoterisin B mempunyai aktifitas spektrum yang luas terhadap Aspergillus sp. Cryptococcus neoformans. Penicillium marneffei.  Efek samping toksik yang paling serius adalah kerusakan tubulus ginjal 2... candida sp.

VIDEO 98 The role of Amphotericin .

3)-Dglukan. Obat ini bekerja dengan menghambat sintesis beta (1. Aspergillus flavus dan Aspergillus terreus. Kaspofungin efektif terhadap Aspergillus fumigates. Kaspofungin  Kaspofungin adalah antijamur sistemik dari suatu kelas baru yang disebut ekinokandin. suatu komponen esensial yang membentuk dinding sel jamur  Kaspofungin mempunyai aktifitas spektrum yang terbatas.GOLONGAN EKINOKANDIN 99 1. .

Kandidiasis orofarings 4.Kandidiasis invasif.  Efek samping yang sering dijumpai yaitu demam. termasuk kandidemia pada pasien neutropenia atau non-neutropenia. Kandidiasis esofagus 3. Aspergilosis invasif yang sudah refrakter terhadap antijamur lainnya.Kaspofungin diindikasikan untuk infeksi jamur sebagai berikut: 1. muntah 99 . mual. adanya ruam kulit. 2.

peritonitis dan abses intraabdomen disebabkan candida 99 .  Mikafungin juga bermanfaat untuk terapi aspergilosis invasive 3.2. mikafungin disetujui FDA untuk terapi esofagitis kandida pada pasien HIV. Mikafungin  Pada tahun 2005. Anindulafungin  Anindulafungin merupakan kelompok ekinokandin yang telah disetujui FDA tahun 2006 untuk penatalaksanaan kandidiasis esophagus.

VIDEO 99 The role of echinocandins .

. Fonsecaea sp.muntah dan diare .GOLONGAN LAIN 100 1. Cladophialophora carrionii.   Flusitosin Flusitosin efektif terhadap Candida sp. Cryptococcus neoformans. Efek samping yang sering dijumpai yaitu mual.. Phialophora verrucosa.

Mekanisme Kerja 100 1. Keadaan ini tidak terjadi pada sel mamalia karena dalam tubuh mamalia flusitosin tidak diubah menjadi fluorourasil. Flusitosin masuk ke dalam sel jamur dengan bantuan sitosin deaminase dan dalam sitoplasma akan bergabung dengan RNA setelah mengalami deaminasi menjadi 5fluorourasil dan fosforilasi. . 2. Sintesis protein sel jamur terganggu akibat penghambatan Iangsung sintesis DNA oleh metabolit fluorourasil.

Timbulnya reaksi urtikaria dan erupsi kulit dapat terjadi pada sebagian pasien .. dan Trichophyton sp.  Griseofulvin tidak efektif terhadap kandidiasis kutaneus dan pitiriasis versikolor  Efek samping griseofulvin biasanya ringan berupa sakit kepala. Griseofulvin 100  Griseofulvin mempunyai aktifitas spektrum yang terbatas hanya untuk spesies Epidermophyton flocossum. Microsporum sp.. yang merupakan penyebab infeksi jamur pada kulit. rambut kuku. dan nyeri abdomen.2. mual. muntah.

Penggolongan Obat Antijamur Topikal .

biasanya diberikan selama 2-4 minggu dan dioleskan 2 kali sehari. kutaneus dan genital. Untuk pengobatan oral kandidiasis. Untuk pengobatan infeksi jamur pada kulit digunakan krim klotrimazol 1% dosis dan lamanya pengobatan tergantung kondisi pasien. 200 mg hari ke-2. Untuk pengobatan kandidiasis vaginalis diberikan dosis 500 mg pada hari ke-1. diberikan oral troches (10 mg) 5 kali sehari selama 2 minggu atau lebih. atau 100 mg hari ke-6 yang dimasukkan ke dalam vagina.GOLONGAN AZOL-IMIDAZOL 100  Klotrimazol Klotrimazol dapat digunakan untuk pengobatan dermatifitosis. . kandidiasis oral.

tersengat.101  Ekonazol Ekonazol dapat digunakan untuk pengobatan dermatofitosis dan kandidiasis oral. dosis dan lamanya tergantung dari kondisi pasien. atau gatal. Ekonazol penetrasi dengan cepat di stratum korneum. . sensasi terbakar. kutaneus dan genital. Sekitar 3% pasien mengalami eritema lokal. biasanya diberikan selama 2-4 minggu dan dioleskan 2 kali sehari. Untuk pengobatan kandidiasis vaginalis diberikan dosis 150 mg yang dimasukkan ke dalam vagina selama 3 hari berurut-turut. Untuk pengobatan infeksi jamur pada kulit digunakan ekonazol krim 1 %. Kurang dari 1% diabsorpsi ke dalam darah.

sakit kepala.2%). urtika. serta kandidiasis oral. pitiriasis versikolor. Mikonazol cepat berpenetrasi pada stratum korneum dan bertahan lebih dari 4 hari setelah pengolesan. rasa terbakar dan maserasi jarang terjadi pada pemakaian kutaneus. kutaneus dan genital.3% di vagina. gatal atau iritasi 7% kadang-kadang terjadi kram di daerah pelvis (0. atau skin rash. Efek samping pemakaian topikal vagina adalah rasa terbakar.101  Mikonazol Mikonazol digunakan untuk pengobatan dermatofitosis. Absorpsi kurang dari 1. Kurang dari 1% diabsorpsi dalam darah. Iritasi. Mikonazol aman digunakan pada wanita hamil. .

pitiriasis versikolor. dosis dan lamanya pengobatan tergantung dari kondisi pasien. kutaneus kandidiasis dan dapat juga untuk pengobatan dermatitis seboroik. biasanya diberikan selama 2-4 minggu dan dioleskan sekali sehari sedangkan pengobatan dermatitis seboroik dioleskan 2 kali sehari. Pengobatan pitiriasis versikolor menggunakan ketokonazol 2% dalam bentuk shampoo sebanyak 2  . Pengobatan infeksi jamur pada kulit digunakan krim ketokonazol 1%.102 Ketokonazol Ketokonazol digunakan untuk pengobatan dermatofitosis.

Pengobatan infeksi jamur pada kulit digunakan sulkonazol krim 1%.4% (20 gr terkonazol) yang dimasukkan ke dalam vagina menggunakan aplikator sebelum waktu tidur.  Terkonazol Terkonazol digunakan untuk pengobatan dermatofitosis dan kandidiasis kutaneus dan genital. tinea kruris ataupun pitiriasis versikolor dioleskan 1 atau 2 kali sehari selama 3 minggu dan untuk tinea pedis dioleskan 2 kali sehari selama 4 minggu. . biasanya untuk pengobatan tinea korporis . dimasukkan ke dalam vagina. Pengobatan kandidiasis vaginalis yang disebabkan Candida albicans. 1 kali sehari selama 3 hari berturut-turut dan vaginal supositoria dengan dosis 80 mg terkonazol.102  Sulkonazol Sulkonazol digunakan untuk pengobatan dermatofitosis dan kandidiasis kutaneus. digunakan terkonazol krim vagina 0. Dosis dan lamanya pengobatan tergantung dari kondisi pasien. 1 kali sehari sebelum waktu tidur selama 3 hari berturut-turut.

digunakan sertakonazol krim 2% . Sertakonazol Sertakonazol dapat digunakan untuk pengobatan dermatofitosis dan candida sp. Untuk pengobatan kandidiasis vaginalis diberikan dosis tunggal sebanyak 300 mg dimasukkan ke dalam vagina. untuk tinea kruris dioleskan 2 kali sehari selama 2 minggu dan untuk pitirisis versikolor dioleskan 2 kali sehari selama 1-4 minggu. Untuk infeksi pada kulit digunakan tiokonazol krim 1%. Untuk tinea pedis dioleskan 2 kali sehari selama 6 minggu. biasanya untuk pengobatan tinea korporis dan kandidiasis kutaneus biasanya diberikan selama 2-4 minggu dan dioleskan 2 kali sehari. dosis dan lamanya pengobatan tergantung kondisi pasien.103   Tiokonazol Tiokonazol digunakan untuk pengobatan dermatofitosis serta kandidiasis kutaneus dan genital.

untuk kandidiasis kutaneus selama 1-2 minggu dan untuk pitiriasis versikolor selama 2 minggu. Untuk pengobatan digunakan krim naftifin hidroklorida krim 1% dioleskan 1 kali sehari selama 1 minggu. Digunakan terbinafin krim 1% yang dioleskan 1 atau 2 kali sehari. untuk tinea pedis selama 2-4 minggu. Butenafin bersifat fungisidal terhadap dermatofita dan dapat digunakan untuk pengobatan tinea korporis.. pitiriasis versikolor dan kandidiasis kutaneus. Terbinafin Terbinafin dapat digunakan untuk pengobatan dermatofitosis. Butenafin Butenafin merupakan golongan benzilamin aktifitas antijamurnya sama dengan golongan alilamin. dioleskan 1 kali sehari selama 4 minggu.GOLONGAN ALILAMIN/BENZILAMIN 103  Naftifin Naftifin dapat digunakan untuk pengobatan dermatofitosis dan Candida sp.   . Untuk pengobatan tinea korporis dan tinea kruris digunakan selama 1-2 minggu. tinea kruris dan tinea pedis.

Nistatin biasanya tidak bersifat toksik tetapi kadang-kadabng dapat timbul mual.GOLONGAN POLIEN 104  Nistatin Pengobatan kandidiasis kutis dapat digunakan nistatin topikal pada kulit atau membrane mukosa (rongga mulut. Untuk pengobatan kandidiasis vaginalis diberikan 1 atau 2 vaginal suppossitoria (100. vagina). muntah dan diare jika diberikan dengan dosis tinggi. .000 setiap unitnya) yang diberikan selama kurang lebih 14 hari.

Efektifitas masih lebih rendah dari imidazol. bedak spray powder. Selain itu absorpsi secara sistemik dapat terjadi. Salap asam undesilenat mengandung 5% asam undesilenat dan 20% zinc undesilenat. dan cairan. dan asam salisilat sebagai keratolitik sehingga menyebabkan deskuamasi keratin yang mengandung jamur. haloprogin atau tolnaftat.ANTIJAMUR GOLONGAN LAIN 104 Undesilenat Asam  Asam undesilenat bersifat fungistatik. dapat juga bersifat fungisidal apabila terpapar lama dengan konsentrasi yang tinggi pada agen jamur. Preparat nini sering menyebabkan iritasi khususnya jika dipakai pada permukaan kulit yang luas. . khususnya pada pasien yang mengalami gagal ginjal. Tersedia dalam bentuk salep. Zinc bersifat astringent yang menekan inflamasi.  Salep Whitefield Pada tahun 1970. khususnya tinea pedis. Preparat ini juga dapat digunakan pada ruam popok. krim. dan tinea kruris. dan menyebabkan toksisitas asam salisilat. Digunakan untuk mengatasi tinea pedis. Kombinasi ini dikenal dengan salep Whitefield. Preparat ini digunakan untuk mengatasi dermatomikosis. Arthur Whitefield membuat preparat salep yang mengandung 12% asam benzoate dan 6% asam salisilat. dan tinea kruris. sabun. Asam benzoat bekerja sebagai fungistatik.

. tinea kruris. Aktifitas spektrumnya luas.104  Amorolfin Amorolfin merupakan phenylpropylpiperidine. tinea pedis dan onikomikosis. Untuk infeksi jamur pada kulit amorolfin dioleskan satu kali sehari selama 23 minggu sedangkan untuk tinea pedis selama 6 bulan. dapat digunakan untuk pengobatan tinea korporis. Bekerja dengan cara menghambat biosintesis ergosterol jamur.

sporisida dan memiliki penetrasi yang baik pada kulit dan kuku. Siklopiroks efektif untuk pengobatan tinea korporis.105  Siklopiroks olamin Siklopiroks olamin adalah antijamur sintetik hydroxypyridone. kandidiasis kutaneus dan pitiriasis versikolor. bersifat fungisidal. tinea pedis. tinea kruris.15 . onikomikosis.

 Timol Timol adalah antiseptik yang larut dalam alkohol efektif dalam bentuk tingtur untuk mengobati onikolisis. tinea kruris. ahli farmakologi mencampur 2-4% timol ke dalam larutan dasar seperti etanol 95% dan mengendap di dasar botol. efektif untuk pengobatan tinea korporis.105  Haloprogin Haloprogin merupakan halogenated phenolic. Penggunaan timol beresiko iritasi. Pemakaiannya jari ditegakkan vertikal lalu diteteskan solusio sampai menyentuh hiponikium. dengan konsentrasi 1% dioleskan 2 kali sehari selama 24 minggu. gaya gravitasi dan tekanan permukaan secara cepat mendistribusikan timol ke bagian terdalam dari ruang subungual. tinea pedis dan pitiriasis versikolor. Timol bekerja sebagai antiseptik membunuh organisme pada saat alkohol menguap. Tidak tersedia preparat komersil. dan .

Gentian violet memiliki efek antijamur dan antibaterial. tinea imbrikata.105 Castellani’s paint Castellani’s paint (carbol fuchsin paint) memiliki aktifitas antijamur dan antibacterial. Solusio gentian violet dengan konsentrasi 0.5-2% digunakan pada infeksi jamur mukosa. Produk yang dipasarkan mengandung 4% tetramethyl dan pentamethyl congeners campuran ini membentuk kristal violet. Digunakan sebagai terapi tinea pedis. . Gentian Violet Gentian violet adalah triphenylmethane (rosaniline) dye. Efek sampingnya adalah iritasi dan reaksi toksik terhadap fenol. Alumunium Chloride Alumunium Chloride 30% memiliki efikasi mirip dengan Castellani’s paint pada terapi tinea pedis. dermatitis seboroik.

Pada pengenceran 1:5000 sering digunakan untuk meredakan inflamasi akibat kandidiasi intertriginosa. Losio selenium sulphide juga digunakan sebagai sampo pada tinea kapitis yang telah diberikan terapi oral griseofulvin. tidak terjadi absorpsi perkutaneus yang signifikan.106  Potassium Permanganat Potassium permanganat tidak memiliki aktifitas antijamur. Sampo zinc pyrithione 1% efektif pada terapi pitiriasis versikolor yang dioleskan setiap hari selama 2 minggu. Selenium Sulphide Losio 2. Zinc Pyrithione Zinc pyrithione adalah antijamur dan antibakteri yang digunakan mengatasi pitiriasis sika.   . Pengguinaan losio selama 10 menit satu kali sehari selama pemakaian 7 hari. Selenium sulphide 2.5% dalam bentuk sampo dapat menyebabkan iritasi pada kulit kepala atau perubahan warna rambut.5% selenium sulphide untuk terapi pitiriasis versikolor dan dermatitis seboroik.

106

Sodium Thiosulfate dan Salicylic Acid Solusio 25% sodium thiosulfate dikombinasi dengan 1% salicylic acid tersedia preparat komersial dan digunakan pada tinea versikolor.

Prophylen Glycol Prophylen glycol (50% dalam air) telah digunakan untuk mengatasi pitiriasis versikolor. Prophylen glycol 4-6% sebagai agen keratolitik, yang secara in vitro bersifat fungistatik terhadap Malassezia furfur kompleks (bentuk dari Pityrosporum spp). Solusio propylene glycol-urea- asam laktat juga telah digunakan untuk onikomikosis.

SPEKTRUM 107
Histopla Cryptococc Candida sma us sp. capsulat neoforman um AMFOTERISIN B KETOKONAZ OL, MIKONAZOL, KLOTRIMAZO L, EKONAZOL ITRAKONAZO L NISTATIN FLUSITOSIN Aspergillus Blastomyc es dermatidtis

GRISEOFULVI

107
EPIDERMOP HYTO
HALOPROGI N ASAM UNDESILENA T TERBINAFIN

TRICHOPHY TON

MICROSPOR ONIKOMIKO UM SIS

Mekanisme Kerja Antijamur 108 1 • Gangguan pada Membran sel • Penghambatan biosintesis Ergosterol 2 3 • Penghambatan sintesis asam nukleat dan protein jamur • Penghambatan mitosis jamur 4 .

Gangguan pada Membran sel 108 Terjadi karena adanya gangguan ergosterol dalam sel jamur yang mudah diserang oleh antibiotik Kompleks polienergosterol yang terjadi dapat membentuk suatu pori Melalui pori tersebut konstituen essensial sel jamur bocor keluar .

3) yang digunakan luas. tetapi hanya amfoterisin B (Gambar 20. dan nukleotida. kebocoran protein sel. Nistatin digunakan sebagai agen topikal.Contoh : Antibiotik 108  Antibiotik polien yang mampu mengikat sterol membran mengakibatkan perubahan permeabilitas membran fungi. asam organik. Meskipun berbagai antibiotik polien ditemukan. Hal ini mengakibatkan terjadinya asidifikasi internal. dan kehilangan ester fosfat. .

. ion. Membran fungi berisi sterol (terutama ergosterol). dan sistem transport. nutrien. Beberapa agen antimikroba dapat mengakibatkan disorganisasi membran lipid ganda. Membran sel berperan sebagai pembatas (barrier) difusi molekul air.Penghambatan biosintesis Ergosterol 109    Membran biologi terdiri atas lipid. dan lipoprotein. Ergosterol adalah komponen penting yang menjaga integritas membran sel jamur dengan cara mengatur fluiditas dan keseimbangan dinding membran sel jamur. protein. sedangkan bakteri tidak memilikinya.

ketonazol. Senyawasenyawa ini menghambat inkorporasi subunit ergosterol. dan flukonazol. yaitu enzim yang bertanggung jawab untuk sintesis ergosterol (sterol utama membran .109   Senyawa yang dapat mengganggu sintesis membran fungi adalah imidazol. kemudian menghambat 14-αdemetilase. mikonazol. sehingga dapat langsung merusak membran. Antijamur golongan azol bekerja secara tidak langsung mengganggu biosintesis ergosterol dengan cara mengganggu demetilasi ergosterol pada jalur sitokrom P450(demetilasi prekursor ergosterol). clotrimazol.

azol menyebabkan K+ dan komponen lain bocor keluar dari sel jamur.Cara Kerja : 109 Senyawa turunan azol mempengaruhi permeabilitas dinding sel melalui penghambatan sitokrom P450 jamur menghambat biosintesa trigliserida dan fosfolipid jamur menghambat beberapa enzim pada jamur yg mengakibatkan terbentuknya toksik hidrogen peroksida. . juga menghambat sintesis androgen  Pada konsentrasi tinggi.

Penghambatan sintesis asam nukleat dan protein jamur 110     mekanisme ini disebabkan oleh senyawa turunan pirimidin Efek antijamur terjadi karena senyawa turunan pirimidin mampu mengalami metabolisme dalam sel jamur menjadi suatu antimetabolit Metabolik antagonis tersebut kemudian bergabung dengan asam ribonukleat dan kemudian menghambat sintesis asam nukleat dan protein jamur. Contoh: Flusitosin .

Flusitosin adalah anti jamur sintetik yang berasal dari fluorinasi pirimidin dan mempunyai persamaan struktur dengan fluorourasil dan floksuridin.Cara Kerja 110 • • Mengganggu sintesis asam nukleat dengan cara menterminasi secara dini rantai RNA dan menginterupsi sintesis DNA. . Fluorinated pyrimidine related to flurouracil. Obat ini berbentuk kristal putih tidak berbau. Sebagai contoh obat antijamur yang mengganggu sintesis asam nukleat adalah 5flusitosin (5 FC). sedikit larut dalam air tapi mudah larut dalam alkohol.

Flucytosine Cell wall • Echinocandins -Caspofungin acetate (Cancidas) .Cell Wall Active Antifungals 111 Cell membrane • Polyene antibiotics • Azole antifungals DNA/RNA synthesis • Pyrimidine analogues .

Mekanisme kerja Flusitosin 111 .

K e m u d i a n merusak struktur spindle mitotic menghentikan metafasa pembelahan sel menghambat polimerisasi tubulin menjadi mikrotubulus. .Penghambatan Mitosis Jamur 113  Efek antijamur ini terjadi karena adanya senyawa antibiotik Griseofulvin yang mampu mengikat protein mikrotubuli dalam sel Griseofulvin yang mengikat protein mikrotubuli dalam sel.

Epidermophyton dan Trichophyton. Secara invitro griseofulvin dapat menghambat pertumbuhan berbagai spesies dari Microsporum. absorpsi dapat ditingkatkan. Griseofulvin ditimbun di sel-sel terbawah dari sel epidermis. dengan memperkecil ukuran partikel. Pada penggunaan per oral griseofulvin diabsorpsi secara lambat. sehingga keratin yang baru terbentuk akan tetap dilindungi terhadap .113    Griseofulvin adalah antibiotik yang bersifat fungistatik.

kuku atau rambut. • Griseofulvin biasanya hanya digunakan untuk mengobati infeksi dermatofit pada kulit. .113 • Griseofulvin dimetabolisme di hati dengan dealkilasi dan metabolitnya yang inaktif diekskresi dalam urine sebagai glukuronid.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful