P. 1
Disertasi (Komparasi TPB dan TT)

Disertasi (Komparasi TPB dan TT)

|Views: 5,033|Likes:
Dipublikasikan oleh sabrinasihombing

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: sabrinasihombing on Mar 02, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

pdf

text

original

Penelitian ini merupakan penelitian untuk menguji teori atau yang dikenal juga

sebagai penelitian ‘aplikasi teori’ (Calder et al., 1981) atau ‘penelitian dasar’ atau

19

‘penelitian yang diarahkan ke teori’ (Petty & Cacioppo, 1996). Fokus penelitian ini

adalah menguji dua teori, yaitu TPB dan TT, serta memperbandingkan kedua teori

tersebut dalam konteks memilih merek.

Ada empat alasan pentingnya pengujian teori. Pertama, pengujian teori menitik-

beratkan pada hubungan antar konstruk, misalnya kontruk sikap, norma subyektif, dan

niat. Konstruk-konstruk terpilih tersebut dapat memberikan implikasi untuk menjelaskan

beragam perilaku (Lynch, 1982; Bentler & Speckart, 1979; Goode & Hatt, 1952). Lebih

lanjut, Lynch (1982) juga menunjukkan bahwa penelitian konstruk pilihan atau aplikasi

teori dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya, yaitu penelitian ‘aplikasi akibat’

(effects application).

Alasan kedua adalah pengujian teori sebagai ‘science-type work’ (Olson, 1982).

Dengan kata lain, untuk memahami bidang perilaku konsumen, bekerja dengan

membangun, menguji, serta memodifikasi teori merupakan syarat untuk mencapai

pemahaman tersebut. Lebih lanjut, pengujian teori dalam beragam keadaan

(circumstances) diperlukan untuk proses konfirmasi (Hunt, 1991) dan agar teori menjadi

semakin grounded (Brown & Gaulden, 1982).

Alasan ketiga adalah pengujian teori merupakan evolusi yang tidak pernah berhenti

(Bagozzi,1992). Teori-teori yang lulus falsifikasi atau yang dimodifikasi dapat dikatakan

sebagai teori-teori yang dapat menjelaskan fenomena dengan parsimoni, terintegrasi,

kredibel, dapat dipercaya, dan memperoleh status ilmiah (Bagozzi, 1992; Schemlkin &

Pedhazur, 1991; Zaltman et al., 1982; Calder et al., 1981). Selanjutnya, pengujian teori

yang dilakukan pada beragam perilaku dan populasi dapat menggeneralisasi teori tersebut

(Fredricks & Dossett, 1982).

20

Akhirnya, pengujian teori membantu para praktisi karena teori yang teruji dan dapat

digunakan untuk membantu memahami suatu fenomena dengan yakin (Garver &

Mentzer, 1999; Petty & Cacioppo, 1996; Brinberg & Hirschman, 1986) sebagaimana

yang disampaikan Lewin (1946, dalam Zuber-Skerritt 1991) “there is no so practical as

a good theory.”

Ada empat alasan pentingnya memperbandingkan kedua teori tersebut. Pertama, setiap

teori adalah bermanfaat dalam memberikan pemahaman akan fenomena, akan tetapi,

masing-masing teori hanya mampu menjelaskan sebagian fenomena saja (Barker,

Nancorrow, & Spackman, 2001; Halonen & Stantrock, 1999). Alasan kedua, tiap teori

menggunakan variabel-variabel tertentu untuk menjelaskan fenomena (Schelmelkin &

Pedhazur, 1991; Goode & Hatt, 1952). Lebih lanjut, pengujian teori terbaik adalah jika

dilakukan komparasi antara dua atau lebih teori (Platt, 1964 dikutip oleh Petty &

Cacioppo, 1996) karena akan dihasilkan teori mana yang lebih baik untuk memahami

suatu fenomena (Bagozzi & Baumgartner, 1994).

Alasan ketiga adalah teori-teori eksis saat ini tidaklah tetap sepanjang waktu. Akan

tetapi, teori-teori tersebut akan semakin berkembang misalnya melalui modifikasi atau

perbaikan-perbaikan dalam teori tersebut jika banyak penelitian empiris yang

mendukungnya (Neuman, 2000; Bagozzi, 1992). Terakhir, berpikir komparasi adalah

merupakan suatu pemikiran ilmiah sebagaimana disampaikan oleh Swanson (1971,

dikutip oleh Ragin, 1987, h.1):

Thinking without comparison is unthinkable. And, in the absence of comparison,

so is all scientific thought and scientifc research.

21

Beberapa penelitian yang melakukan perbandingan teori-teori, misalnya, penelitian

Leone et al. (1999), penelitian Bagozzi dan Kimmel (1995), dan penelitian Bagozzi dan

Warshaw (1990). Penelitian yang dilakukan oleh Bagozzi dan Warshaw (1990)

memperbandingkan TPB dan TT serta theory of self-regulation (selanjutnya disebut TSR)

untuk memahami perilaku menurunkan badan. Penelitian yang lain, yaitu penelitian yang

dilakukan oleh Bagozzi dan Kimmel (1995), memperbandingkan TRA, TPB, TT, dan

TSR untuk memahami perilaku diet dan berolah-raga.

Hanya sedikit penelitian yang memperbandingkan TPB dan TT (misalnya, Bagozzi &

Kimmel, 1995; Bagozzi & Warshaw, 1990). Terlebih lagi, kedua penelitian tersebut baru

diaplikasikan pada konteks perilaku diet dan berolah-raga. Menurut pemahaman penulis

hingga saat ini, belum ada penelitian yang menggunakan dan memperbandingkan TPB

dan TT dalam konteks memilih merek. Dengan demikian, ada kebutuhan untuk menguji

dan memperbandingkan kedua teori tersebut dalam konteks memilih merek.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->