P. 1
Disertasi (Komparasi TPB dan TT)

Disertasi (Komparasi TPB dan TT)

|Views: 5,035|Likes:
Dipublikasikan oleh sabrinasihombing

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: sabrinasihombing on Mar 02, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

pdf

text

original

Merek memainkan peranan penting dalam pemasaran karena merek merupakan salah

satu alat utama yang dapat digunakan pemasar untuk membedakan satu produk dengan

produk lainnya (Kotler, 2002). Merek merupakan salah satu topik penelitian penting bagi

peneliti maupun pemasar (misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Del Rio et al., 2001;

Law & Lamb, 2000; Heath, 1999; Fournier, 1998; Keller, 1993; Urde, 1994). Bagi

praktisi pemasaran, khususnya manajer pemasaran, merek adalah aset bisnis yang

berharga yang dapat digunakan sebagai inti dari strategi perusahaan (Del Rio et al., 2001;

Calderon, Cervera, & Molla, 1997; Urde, 1994).

Merek juga merupakan faktor utama dalam kesuksesan suatu perusahaan dalam

persaingan yang kompetitif (Wood, 2000; Urde, 1994). Tambahan lagi, citra perusahaan

dapat dibangun dari merek-merek karena merek mencerminkan kualitas dan besarnya

perusahaan (Kotler, 2002). Bagi peneliti, hubungan antara merek dan konsumen

mendorong niat peneliti untuk memahami mengapa, kapan, dan bagaimana konsumen

membeli merek (Fournier, 1998; Webster, 1992). Terlebih lagi, topik mengenai merek

seperti loyalitas merek (misalnya, Ewing, 2000; Ha, 1998; Rundle-Thiele & Bennett,

29

2001), sikap terhadap merek (misalnya, Aaker & Jacobson, 2001; Fairclothet al., 2001;

Woodside et al., 1975), ekuitas merek (misalnya, Lassar, Mittal, & Sharma, 1995; Pitta &

Katsanis, 1995; Keller, 1993; Aaker, 1991) dan citra merek (misalnya, Faircloth et al.,

2001) merupakan topik-topik penting dalam bidang pemasaran dan perilaku konsumen.

Kekuatan merek bagi pemasar dapat digambarkan dalam beberapa cara. Pertama,

suatu merek adalah sumber perbedaan yang dapat mengidentifikasikan produk atau jasa

dari produsen yang satu dengan produsen lainnya (Kotler, 2002; Kohli & Thakor, 1997;

Lamb, Hair, & McDaniel, 1992), dan membantu pembeli untuk merekomendasikan

kepada orang lain atau bahkan menolak merek tersebut (Murphy, 1990). Tambahan lagi,

merek melindungi produsen dari kompetitor-kompetitornya yang berusaha untuk mebuat

produk yang identik (Kotler, 2002).

Kedua, merek adalah sesuatu yang dapat diiklankan dan dapat dikenali pada saat suatu

produk dipajang di dalam toko (Lamb et al., 1992). Lebih lanjut, suatu merek yang

terkenal dapat menciptakan citra yang kuat dan baik dalam pikiran konsumen (Shocker,

Srivasta, & Ruekert, 1994; Keller, 1993) dan citra tersebut merupakan isyarat yang lebih

kuat dibandingkan dengan harga pada saat konsumen mengevaluasi kualitas produk

(Temporal, 2000).

Ketiga, merek-merek yang terkenal mempunyai keuntungan emosional (Mudambi,

2000; Temporal 2000). Dengan kata lain, seorang pembeli akan membeli merek yang

familiar atau merek yang terkenal karena dapat mengurangi resiko dan ketidak-pastian

yang akan diterimanya. Merek juga akan meningkatkan kepuasan pelanggan, loyalitas

pelanggan, dan dengan demikian akan memberikan kepastian pada produsen akan

30

permintaan-permintaan produknya pada masa yang akan datang (Mudambi, 2000; De

Chernatony & McDonald, 1992; Murphy, 1990).

Akhirnya, merek juga meningkatkan nilai tambah pada produk atau jasa (De

Chernatony & McDonald, 1992). Dengan demikian, produsen dapat meraih tingkat

keuntungan yang lebih karena mereka menetapkan harga yang lebih tinggi dan karena

konsumen menghargai merek tersebut. Akhirnya, merek adalah aset bisnis yang penting

(Calderon et al., 1997; Kohli & Thakor, 1997; Pitta & Katsanis, 1995; Davis, 1995) yang

dapat meningkatkan neraca perusahaan (Farquhar et al., 1991) sehingga dapat

meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dan posisi kompetisi perusahaan (Del Rio et

al., 2001; Mudambi, 2000; Urde, 1994).

Merek juga memberikan keuntungan bagi pembeli. Keuntungan pertama, suatu merek

memberikan tanda atau sinyal mengenai kualitas produk atau jasa (Kotler, 2002). Lebih

lanjut, merek dapat meningkatkan efisiensi dan keyakinan pembeli dalam keputusan-

keputusan pembelian saat pembeli dihadapkan oleh beragamnya pilihan merek yang

tersedia. Dengan kata lain, pembeli memilih produk atau jasa dengan merek yang lebih

dikenalnya daripada mencoba merek baru (Kotler, 2002; Mudambi, 2000; Murphy, 1990;

Temporal, 2000).

Keuntungan kedua, merek dapat memungkinkan pembeli yang puas untuk melakukan

pembelian ulang (De Chernatony & McDonald, 1992). Tidak hanya itu, merek membantu

tingkat inovasi perusahaan, yaitu dengan membuat berbagai produk dengan berbagai

merek, sehingga pembeli mempunyai banyak pilihan dan membeli sesuai dengan

kebutuhan mereka (Kotler, 2002).

31

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->