Anda di halaman 1dari 10

Negara Pancasila Adalah Negara Kebangsaan Yang Berkeadilan Sosial

Kelompok 4 Ayu Naluri Dwi Yuni Ernawati Enang Novilia Rahmansyah Silvia Rahmi Ummy Aisyah Rocheini Wahyu Syafrima

Latar Belakang
Bangsa Indonesia terbentuk melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang, sejak zaman kerajaan-kerajaan Sriwijaya, Majapahit serta dijajah oleh bangsa asing selama tiga abad. Pancasila adalah bersifat majemuk tunggal. Adapaun unsur-unsur yang membentuk nasionalisme (bangsa) Indonesia adalah sebagai berikut : Kesatuan sejarah Kesatuan nasib Kesatuan kebudayaan Kesatuan wilayah Kesatuan asas kerohanian

Negara Pancasila adalah Negera Berkebangsaan yang Berkeadilan Sosial


Indonesia sebagai suatu negara berkeadilan sosial yang berdasarkan Pancasila sebagai suatu negara kebangsaan, tujuannya tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke empat. Jadi negara Indonesia sebagai negara kebangsaan adalah berkeadilan sosial dalam mensejahterakan warganya, demikian pula dalam pergaulan masyarakat internasional berprinsip dasar pada kemedekaan serta keadilan dalam hidup masyarakat.

maka negara kebangsaan yang berkeadilan sosial harus merupakan suatu negara yang berdasarkan atas hukum.
Sehingga sebagai suatu negara hukum harus terpenuhi adanya tiga syarat pokok yaitu (1) pengakuan dan perlindungan atas hak-hak asasi manusia, (2) peradilan yang bebas, (3) legalitas dalam arti hukum dalam segala bentuknya, yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 - pasal 27 ayat 1 dan 2, - Pasal 28, - Pasal 29 ayat 2, - Pasal 31 ayat 1. Demikianlah sebagai suatu negara yang berkeadilan maka warga negara berkewajiban mentaati peraturan perundang undangan sebagai manifestasi keadilan legal dalam hidup bersama

Relasi Antara Agama dengan Negara


Mengenai relasi antara negara dan agama, kita mengenal istilah pemahaman mendasar yakni negara agama (theokrasi) dan negara sekuler. Sesuai dengan namanya, agama dalam theokrasi memiliki peran sangat penting, bahkan menjadi landasan yuridis suatu negara. Namun sebaliknya, dalam paham sekuler eksistensi suatu agama menjadi tidak penting di mata negara. Dengan kata lain, agama merupakan urusan privasi masing-masing warga, dimana negara tidak akan ikut campur di dalamnya. Dalam Pokok Pikiran Keempat Penjelasan Pembukaan UUD 1945, disebutkan bahwa menurut Pancasila negara adalah berdasar atas Ketuhanan yang Maha Esa atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Rumusan tersebut secara jelas menerangkan bahwa negara Indonesia bukanlah negara sekuler

Agama dan Negara Saling Mengontrol


Agama mendasari dan sekaligus mengontrol jalannya negara sementara negara pun menjamin dan sekaligus mengontrol eksistensi agama dan para pemeluknya. Kedunaya dapat saling bekerja sama, saling mengisi dan saling mengontrol. Pancasila sebagai weltanschuung bangsa Indonesia. Pancasila seharusnya menjadi semangat bersama, menjadi pedoman bersama untuk hidup damai dalam perbedaan Jaminan perlindungan dan keadilan bagi semua warga menjadi syarat mutlak atas harmonisasi antara agama, para pemeluknya dan negara (pemerintah). Dengan demikian, pengakuan atas eksistensi agama dan ekspresi keimanan yang selama ini terpinggirkan bukan didorong atas belas kasihan agama mayoritas, melainkan memang negara menjamin hal tersebut. Pengakuan tersebut memang harus bermula dari kesadaran bahwa setiap pemeluk agama merupakan warga negara yang sama, yang hak dan kewajibannya sama-sama dijamin oleh konstitusi.

Hubungan Negara dengan Agama Menurut Paham Liberalisme


Negara memberi kebebasan kepada warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya nasing-masing. Namun, Tuhan atau atheis, bahkan negara liberal memberi kebebasan untuk menilai dan mengkritik agama Negara adalah merupakan alat atau sarana individu, sehingga masalah agama dalam negara sangat ditentukan oleh kebebasan individu.

Hubungan Negara dengan Agama Menurut Paham Komunisme


Ideologi komunisme mendasarkan pada suatu keyakinan bahwa manusia pada hakikatnya adalah hanya makluk sosial saja. Manusia pada hakikatnya adalah merupakan sekumpulan relasi, sehingga yang mutlak adalah komunitas dan bukannya individulitas.

maka komunisme adalah aliran berpaham atheis, karena manusia ditentukan oleh dirinya sendiri. Agama adalah keluhan makhluk tertindas Negara yang berpaham komunisme adalah bersifat atheis bahkan bersifat antitheis, melarang dan menekan kehidupan agama. Nilai yang tertinggi dalam negara adalah materi sehingga nilai manusia ditentukan oleh materi.

Kesimpulan
Negara Pancasila adalah negara kebangsaan yang berkeadilan sosial, yang bearti bahwa negara sebagai penjelmaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Negara berkeadilan sosial yang berdasarkan Pancasila sebagai suatu negara kebangsaan yang tujuannya tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke empat Negara Indonesia adalah negara sekuler yang tidak sekuleristik, artinya negara sekuler yang menghargai agama.