Anda di halaman 1dari 33

*

Kelompok 2 Agroteknologi C Rijal Al Maula Vickri Hafizh Hana Aqmarina Muhammad Fauzi Nia Desiana 150510100101 150510100104 150150100122 150510100125 150510100132

*
Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan yang sangat penting di Indonesia karena di gunakan sebagai sumber protein yang tinggi.

PRODUKSI????????

Usaha peningkatan produksi dan kebutuhan kedelai di Indonesia telah dilakukan baik melalui

* intensifikasi * Ekstensifikasi

Namun sampai sekarang kita masih tetap

mengimpor kedelai.

*Pada tahun 2000 konsumsi mencapai 2,295jt ton *Pada tahun 2004 menurun menjadi 1,841jt ton *Pada tahun 2007 meningkat menjadi 2jt ton
(sumber: Dirjen tanaman Pangan)

Hal ini membuktikan bahwa kebutuhan kedelai dalam negeri terus meningkat, sementara produktivitas masih sangat rendah yaitu (0,80-1,50 t/ha). Ada dua faktor penurunan produksi kedelai, yaitu

* *

penurunan luas panen


produktivitas.

Salah satu ancaman pengembangan kedelai di Indonesia adalah

gangguan OPT. Serangan OPT dapat menurunkan


hasil kedelai sampai 80%, bahkan puso apabila tidak ada tindakan pengendalian.

Petani masih mengandalkan insektisida sebagai pengendali hama di lapangan. Namun teknik aplikasinya masih sering tidak memenuhi rekomendasi yang mengakibatkan:

* Timbulnya resistensi

* terbunuhnya musuh alami


* keracunan pada ternak bahkan manusia, dll.

*
Pengendalian HamaTerpadu (PHT)
sangat diperlukan dalam Program Bangkit Kedelai

Dalam upaya untuk peningkatan produksi dan produktivitas kedelai, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Departemen Pertanian, sejak tahun 2003 telah melakukan pengembangan agribisnis kedelai melalui Program Bangkit Kedelai.

*
1. Lalat Bibit Kacang (Ophiomyia phaseoli) * Gejala kerusakan tanaman mulai terlihat pada 14 hari setelah
tanam dan berakhir pada 30 hari setelah tanam 2,2 mm, berwarna hitam mengkilap.

* Imago berukuran kecil, yaitu lalat jantan 1,9 mm dan lalat betina * Banyaknya telur yang dihasilkan 94-183 butir. * Larva yang baru keluar dari telur menggerek kotiledon atau daun

pertama, kemudian ke tangkai daun dan terus menuju ke bagian bawah batang.

* Larva berbentuk ramping memanjang, larva yang baru keluar dari


telur berwarna putih bening, sedangkan larva yang sudah tua berwarna kekuning-kuningan.

* Siklus hidup lalat kacang berkisar 17-26 hari. * Telur menetas 48 jam setelah diletakan * Stadia larva berkisar antara 7 -11 hari.

* Gejala serangan lalat kacang mula-mula terlihat berupa

bintik-bintik putih pada kotiledon kemudian berupa berupa alur-alur korokan yang melengkung berwarna coklat pada daun pertama dan kotiledon.

* Gerekan larva menyebabkan tanaman menjadi layu mati dan


kering karena akar tidak dapt berfungsi normal untuk mengisap air dan unsur hara.

Taktik pengendalian Pengendalian Agronomis - Penggunaan Varietas tahan - Rotasi Tanaman - Pengolahan tanah yang baik - Pemangkasan - Pengolahan Air - Penanamantanaman perangkap Pengendalian Mekanis - Pemungutan Hama - Penggunaan barier - Penggunaan Perangkap Hama Pengendalian Fisis - Pemanasan - Pendinginan - Pengaturan Kelembaban - Penggunaan Energi suara - Penggunaan energi cahaya Pengendalian Biologis - Penggunaan Parasitoid - Penggunaan serangga Predator - Penggunaan Patogen (penyakit serangga ) - Pestisida Nabati Pengendalian secara Kimiawi - Penggunaan Pestisida Kimia*)

Ya

Tidak

*) dilakukan jika serangan hama melampaui Ambang Ekonomi

2. Ulat Grayak (Spodoptera litura)

* metamorfosis sempurna, terdiri atas stadia telur, ulat,


kepompong, dan ngengat.

* Ngengat mulai meletakkan telur pada pertanaman kedelai


umur 3 minggu setelah tanam.

* Setelah telur menetas, ulat tinggal sementara lalu beberapa


hari kemudian mulai berpencar.

* Ulat berkepompong di dalam tanah 8-9 hari. * Produksi telur rata-rata 1.413 butir/ekor. Stadium telur
berlangsung 3 hari.

* Daur hidup ulat grayak dari telur ke telur berlangsung 28 hari,


sedangkan panjang hidup dari telur hingga ngengat mati berlangsung 36 hari.

* Telur yang baru menetas segera menggigit daun


tanaman yang masih muda * Larva masuk kedalam daun dan makan dari dalam. Daun tampak berat putih memanjang seperti membrane, kemudian layu, berlubang, dan di dekat lubang tersebut terdapat kotoran ulat . * Kerusakan yang di timbulkan oleh larva S. litura di pertanaman dapat mengakibatkan kehilangan hasil 57 % (Rukmana, 2005).

Taktik pengendalian Pengendalian Agronomis Penggunaan Varietas tahan Rotasi Tanaman


Ya

Tidak

Pengolahan tanah yang baik Pemangkasan


Pengolahan Air

Penanamantanaman perangkap Pengendalian Mekanis Pemungutan Hama Penggunaan barier Penggunaan Perangkap Hama Pengendalian Fisis Pemanasan Pendinginan Pengaturan Kelembaban Penggunaan Energi suara Penggunaan energi cahaya Pengendalian Biologis Penggunaan Parasitoid Penggunaan serangga Predator Penggunaan Patogen (penyakit serangga )

Penggunaan Pestisida Nabati Pengendalian secara Kimiawi Penggunaan Pestisida Kimia*)

*) dilakukan jk serangan hama melampaui Ambang Ekonomi

3. Penggerek Polong

* Populasi tertinggi penggerek polong terjadi pada musim


kemarau

* Telur diletakkan berkelompok 4-15 butir dibagian bawah daun


kelopak bunga atau pada polong

* Setelah 3-4 hari, telur akan menetas dan keluar ulat berwarna
putih kekuningan kemudian berubah menjadi hijau dengan garis merah memanjang. didalam biji.

* Ulat menggerek kulit polong, menggerek biji dan hidup

Taktik pengendalian Pengendalian Agronomis - Penggunaan Varietas tahan - Rotasi Tanaman

Ya

Tidak

Pengolahan tanah yang baik


- Pemangkasan - Pengolahan Air - Penanamantanaman perangkap Pengendalian Mekanis - Pemungutan Hama - Penggunaan barier - Penggunaan Perangkap Hama Pengendalian Fisis - Pemanasan - Pendinginan - Pengaturan Kelembaban - Penggunaan Energi suara - Penggunaan energi cahaya Pengendalian Biologis - Penggunaan Parasitoid - Penggunaan serangga Predator - Penggunaan Patogen (penyakit serangga ) - Penggunaan Pestisida Nabati Pengendalian secara Kimiawi - Penggunaan Pestisida Kimia*)

*) dilakukan jk serangan hama melampaui Ambang Ekonomi

4. Kutu Daun ( Aphis glycines )

* Tubuh Aphis glycines berukuran sangat kecil, lunak dan


berwarna hijau agak kekuning kuningan .

* Aphis serangga dewasa


inangnya.

berpindah ke tanaman lain untuk membentuk koloni baru.

* Serangga ini menyukai bagian bagian muda pada tanaman * Panjang tubuh Aphis dewasa berkisar antara 1 - 1,6 mm. * Serangan aphis pada pucuk tanaman muda mengakibatkan
pertumbuhan tanaman kerdil.

* Bertindak sebagai vektor virus. Cuaca yang panas pada musim


kemarau menyebabkan populasi hama kutu daun ini tinggi.

* Temperatur mempengaruhi reproduksi * ( > 25 - < 28,5 C mengurangi umur imago dan jumlah
keturunan, > 28,5 OC reproduksi terhenti).

* Seekor kutu menghasilkan keturunan 50 ekor. * Lama hidup kutu dewasa dapat mencapai 2 bulan.

Taktik pengendalian Pengendalian Agronomis - Penggunaan Varietas tahan - Rotasi Tanaman

Ya

Tidak

Pengolahan tanah yang baik

- Pemangkasan - Pengolahan Air - Penanamantanaman perangkap Pengendalian Mekanis - Pemungutan Hama - Penggunaan barier - Penggunaan Perangkap Hama Pengendalian Fisis - Pemanasan - Pendinginan - Pengaturan Kelembaban - Penggunaan Energi suara - Penggunaan energi cahaya Pengendalian Biologis - Penggunaan Parasitoid - Penggunaan serangga Predator - Penggunaan Patogen (penyakit serangga ) - Penggunaan Pestisida Nabati Pengendalian secara Kimiawi - Penggunaan Pestisida Kimia *)

*) dilakukan jk serangan hama melampaui Ambang Ekonomi

*
1.
Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi)

*Pada daun pertama berupa bercak bercak


berisi uredia ( berupa buah yang memproduksi sepora). *Berkembang ke daun daun di atasnya dengan bertambahnya umur tanaman. *Bercak terutama terdapat di bawah permukaan daun. *Warna bercak kemerahan seperti warna karat umumnya bercak bersudut banyak berukuran sampai 1 mm

Siklus penyakit dan Epidemiologi

* Epidemi di dorong oleh temperatur kurang dari 28o C.

* Perkecambahan spora dan penetrasi spora membutuhkan air


bebas dan terjadi pada suhu 8 28o C.

* Uredia muncul 9-10 hari setelah infeksi dan urediospora


diproduksi setelah 3 minggu.

* penyebaran urediospora di bantu oleh hembusan


waktu hujan.

angin pada

* Patogen ini tidak di tularkan melalui benih.

Taktik pengendalian Pengendalian Agronomis - Penggunaan Varietas tahan - Rotasi Tanaman

Ya

Tidak

Pengolahan tanah yang baik


Pemangkasan Pengolahan Air Tanam serempak

Pengendalian Mekanis - Pemungutan tanaman terinfeksi Penggunaan barier

Pengendalian Fisis - Pemanasan - Pendinginan - Pengaturan Kelembaban Pengendalian Biologis - Penggunaan Agen antagonis - Pestisida/ fungisida Nabati Pengendalian secara Kimiawi - Penggunaan Pestisida Kimia *)

*) dilakukan jk melampaui Ambang Ekonomi

2. Busuk Batang

(Sclerotium rolfsii )

Gejala Serangan * infeksi terjadi pada pangkal batang berupa bercak coklat muda - tua * Gejala layu mendadak merupakan gejala yang pertama yang timbul. * Daun daun terifeksi mula mula berupa bercak bulat yang berwarna merah sampai coklat dengan pinggir berwarna coklat tua kemudian mengering dan sering menempel pada batang yang mati. * Gejala yang khas pada patogen ini adalah miselium putih yang berbentuk pada pangkal batang, sisa daun dan pada tanah di sekeliling tanaman sakit. * Miselium tersebut menjalar keatas batang sampai beberapa centimeter.

Siklus Penyakit dan Epidemiologi

* Kondisi lembab dan panas memacu perkembangan miselium * Pada keadaan lembab sekali membentuk sklerotia yang
berbentuk bulat seperti sawi dengan diameter 1-1,5 mm. untuk mempertahankan diri terhadap kekeringan.

* mempunyai lapisan dinding yang keras, sklerotum dapat di pakai


Faktor yang mempengaruhi daya hidup Sclerotium rolfsii

* Faktor yang mempengaruhi daya hidup S. rolfsii antara lain


* Suhu optimal yang dibutuhkan untuk pertumbuhan

suhu, cahaya, kelembaban tanah, aerasi tanah, kandungan oksigen dan karbondioksida, pH tanah dan struktur propagul. S. rolfsii adalah 25 - 35C, dengan suhu minimum 8C dan suhu maksimum 32C (Domsch et al. 1980).

Taktik pengendalian Pengendalian Agronomis - Penggunaan Varietas tahan Rotasi Tanaman Pengolahan tanah yang baik Pemangkasan

Ya

Tidak

Pengolahan Air

Pengendalian Mekanis - Pencabutan tanaman terserang

Penggunaan barier

Pengendalian Fisis - Pemanasan Pendinginan Pengaturan Kelembaban

Pengendalian Biologis - Penggunaan agen antagonis Penggunaan fungisida nabati Pengendalian secara Kimiawi - Penggunaan Pestisida Kimia*)

*)dilakukan bila melampaui Ambang Ekonomi

3. Antraknosa (Colletotrichum dematium)

*menyerang batang, polong dan tangkai


daun.

*Gejala timbul bila kondisi


menguntungkan perkembangan jamur.

*Pada permukaan bawah tulang daun


tanaman terserang biasanya menebal dengan warna kecoklatan.

*Pada batang akan timbul berupa bintik bintik hitam


duri duri halus jamur yang menjadi ciri khas.

Taktik pengendalian Pengendalian Agronomis - Penggunaan Varietas tahan Rotasi Tanaman Pengolahan tanah yang baik Pemangkasan

Ya

Tidak

Pengolahan Air

Pengendalian Mekanis - Penacabuatan tanaman terserang Penggunaan barier

Pengendalian Fisis - Pemanasan


Pendinginan Pengaturan Kelembaban

Pengendalian Biologis - Penggunaan Agen antagonis


Penggunaan Pestisida/ fungisida nabati Pengendalian secara Kimiawi - Penggunaan Pestisida Kimia*)

*) dilakukan jk melampaui Ambang Ekonomi

5. Downy mildew (embun bulu )

* Permukaan bawah daun timbul


bercak warna putih kekuningan

umumnya bulat dengan batas


yang jelas

* berukuran 1-2 mm kadang kadang bercak menyatu dan

membentuk bercak yang lebih lebar selanjutnya bercak dapat menyebabkan bentuk abnornal, kaku dan mirip penyakit yang disebabkan oleh virus.

* Pada permukaan bawah daun terutama di pagi hari timbul


miselium dan konidium.

* Perkembangan penyakit didukung oleh kelembaban tinggi dan


suhu 20-22o C.

* sporulasi terjadi pada suhu 10 -25 oC. pada suhu diatas 30oC
atau dibawah 100C sporulasi tidak terjadi.

* Daun daun lebih tahan terhadap infeksi dengan bertambahnya


umur tanaman dan suhu tinggi.

* Apabila jumlah bercak kuning bertambah maka ukuran daun


akan menyusut.

Taktik pengendalian Pengendalian Agronomis - Penggunaan Varietas tahan Rotasi Tanaman Pengolahan tanah yang baik Penyiangan Pengolahan Air

Ya

Tidak

Pengendalian Mekanis - Membuang tanaman terserang


Penggunaan barier

Pengendalian Fisis - Pemanasan Pendinginan Pengaturan Kelembaban

Pengendalian Biologis - Penggunaan Agen antagonis Penggunaan fungisida nabati

Pengendalian secara Kimiawi - Penggunaan Pestisida Kimia *)

*) dilakukan jk melampaui Ambang Ekonomi

TERIMAKASIH ANY QUESTION??