Anda di halaman 1dari 2

Ringkasan Checklist dan skala pengukur telah lama digunakan selama beberapa tahun, tetapi dalam perkembangan terakhir

penilaian berdasarkan kerja merupakan inovasi baru yang ada yang lebih dapat digunakan untuk mengkombinasi pengajaran dengan penilaian. Pengalaman dengan menggunakan penilaian berdasarkan kerja masih terus dibangun, dan ketika beberapa penilaian yang digambarkan dalam bagian ini memiliki keterbatasan waktu dalam pengujian, ataupun mungkin hal lainnya. Seperti apa yang telah dijelaskan, bagaimanapun dalam pelatihan seseorang, penilaian berdasarkan kerja itu penting untuk kesuksesan implementasi mereka. Instrumen yang digambarkan dalam bagian ini memiliki bebrapa aspek yang berbeda. Instrumen yang digunakan dalam pekerjaa penilaian ini dan bagaimana mereka dapat digabungkan dalam suatu sitem penilaian akan mempengaruhi keluaran yang telah didasarkan atas penilaian tadi. Riwayat siwa yang ikut dalam pelatihan baik kekuatan dan kelemahan dapat dijadikan suatu pengajaran untuk menilai keluaran dan dapat digunakan untuk membangun suatu gabungan baru dalam penilaian berdasarkan kerja. Hal yang penting untuk diberikan tergantung umpan balik seorang siswa pelatihan dalam menggambarkan seluruh progresifitas fasilitas dalam sistem penilaian berdasarkan kerja dalam beberapa waktu untuk mencapai sesuatu yang telah menjadi standar yang mendukung dalam proses pelatihan.

Penilaian konsultasi dengan video. Konsultasi antara dokter dan pasien merupakan bagian dasar dan penting dalam praktek kedokteran. Analisis hubungan antara dokter dan pasien tergantung dari perkembangan yang telah ada dan model konsultasi yang digunakan dan apa yang telah berjalan hingga saat ini. Disini terdapat beberapa model. Termasuk diadalamnya Balint (1957), Pendleton dan koleganya (1984), Neighbour (1987), dan yang terakhir model yang dikeluarkan dari Cambridge Calgary (Silverman 1998) yang di dasari dari model Pendleton. Saat ini banyak sekolah kedokteran dan kedokteran gigi yang mengunakan model Cambridge Calgary untuk mengajarkan siswa mereka tentang kemampuan dalam melakukan konsultasi. Penggunaan video sebagai media konsultasi merupakan sesuatu yang sangat tajam dan menunjukkan metode belajar yang digunakan dalam konsultasi. Disini terdapat beberapa hal yang harus dijaga yang mana wajib digunakan ketika menggunakan metode ini. Inform consent dari pasien sangat penting sebelum pasien datang ke ruang konsultasi dan pasien juga harus menyetujui lagi di akhir konsultasi. Bentuk spesifik telah tersedia untuk mencapai tujuan ini, sperti yang terdapat dalam Panduan yang dikeluarkan Konsil Kedokteran Umum. Penjelasan mengenai apa yang menjadi topik harusnya telah dijelaskan dalam video rekaman yang hanya berisi pembeicaraan antara dokter dan pasien tidak termasuk di dalamnya pemeriksaan. Jika didalamnya terdapatpemeriksaan, maka video kamera harys dimatikan terlebih dahulu sesuai permintaan pasien selama dalam proses konsultasi.

Disini terdapat bebrapakerangka kerja dalam melihat bagaimana hubungan antara dokter dan pasien. Consultation Observation Tool (COT) telah membuat suatu pemeriksaan MRCGP yang mana didalanya terdapat 5 elemen dan secara keseluruhan penilaiannya dapat digambarkan sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Menggambarkan alasan kenapa pasien datang Mendefinisikan masalah klinis Menjelaskan permasalahan pasien Menempatkan permasalahn pasien sesuai kapasitas Membuat konsultasi ini menjadi sesuatu yang digunakan secara efektif.

Masing-masing elemen memiliki 4 skala; kurang, butuh perbaikan, kompeten dan sangat bagus. Untuk video konsultasi yang bertisi pemeriksaan adalah yang mendekatai tahun pertama, enam dalam tahun kedua, dan duabelas dalam tahun ke tiga. Bagaimanapun dalam beberapa kasus, metode ini sudah digunakan secara biasa dan dan sering dibandingkan hal yang disebut di atas yang mana hal ini bertujuan untuk mengajarkan dan improvisasi kemampuan dalam berkomunikasi. Pengetahuan bagaimana memberikan umpan balik secara terstruktur merupakan hal dasar untuk membuat suatu metode kerja dalam latihan. Hukum Pendleton telah digunakan untuk memberikan umpan balik dan lebih spesifik dalam membangun untuk tujuan ini. Hukum Pendletons Pelajar akan menjadikan ssuatu yang pertama dan akan dibawakannya dalam kegiatan (konsultasi) Pertamyaan berdasarkan fakta merupakan suatu poin untuk mengklarifikasikan bagi yag telah melewati tahapan ini Belajar hanya mengatakan apa yang dapt dilakukan dengan baik Pengajar kemudian mengatakan hanya apa yang dapat dikerjakannnya dengan baik Pelajar kemudian mengatakan dapatkan dia menjadi lebih baik-reflesi Pengajar mengatakan dia dapat melakukannya jauh lebih baik dan diskusi memberikan nasihat ang terstruktur dan tergantung improvisasi.